
Sudah satu minggu berlalu dan Hana pun masih terbaring lemas di ruangan yang serba putih itu. Kini anak anak bar bar sedang berkumpul di salah satu cafe yabg biasa mereka tempati untuk nongkrong.
"Eh udah satu minggu loh Hana nggak ikut kita nongkrong," ujar Lisa.
"Iya nih, Hana juga nggak ada kabar," timpal Opal. Opal pun mulai khawatir dengan keadaan Hana. Mungkin bisa di bilang acara move on nya gagal.
"Iya bener tuh kata Opal, elo sendiri gimana Zel sebagai teman deket?" tanya Fira.
"Nggak tahu gue. Selama satu minggu ini gue juga nggak pulang ke rumah Hana. Gue nginep terus di rumah ibu. Waktu satu hari setelah hari itu niatnya gue kan mau pulang ambil baju di rumah Hana, eh malah nggak boleh gue sama ibu, alhasil gue nggak pulang ke rumah Hana dan di ajak ngemall sama ibu," jelas Zela.
"Elo nggak ada curiga apa apa gitu tentang Hana?" tanya Diva.
"Enggak sih gue rasa baik baik aja," jawab Zela.
"Elo belum sama sekali ke rumahnya? Padahal elo temen yang tadinya tinggal serumah sama Hana loh," tanya Rafli sambil menatap Zela.
"Iya, gue belum sama sekali," jawab Zela.
"Alah manusia kaya dia buat apasih di tanyain," ujar Firman cuek.
"Elo boleh kesel sama Hana! Tapi elo sedikit punya hati dong, Hana gitu juga ada alasanya" jawab Zela kesal. Karena Zela kesal, Zela pun berbicara yang seharusnya tidak di bicarakan.
"Hah? Alasan?" ucap anak anak bar bar terkejut.
"Alasan apa emang?" tanya Diva.
"Ah ada lah, kalian nggak usah tahu masih kecil," jawab Zela berusaha menghindar.
"Ah apaan sih kalian main rahasia rahasian," ujar Fira.
"Udah lah, sekarang yang terpenting keadaan Hana," ujar Rafli.
"Ya udah kita ke rumahnya sekarang," ajak Opal.
"Ya udah oke," jawab Lisa.
__ADS_1
Selama di perjalanan, Opal pun cemas menunggu kabar dari Hana. Bagaimana keadaan dia, Hana yang biasa terlihat ceria.
Sesampainya di rumah Hana, Zela pun mendahului langkah teman temannya. Walaupun Zela biasa tinggak di rumah itu, Zela tidak langsung masuk, Zela mengetuk pintu terlebih dahulu.
Tok tok tok
Tak lama kemudian, terbuka lah sosok bibi yang biasa membantu di rumah Hana.
"Assalamualaikum bi," ucap Zela dan anak anak bar bar yang lain.
"Waalaikumsalam," jawab bibi itu.
"Silahkan masuk non," ucap bibi itu dengan sopan. Anak anak bar bar itu pun segera duduk di ruang tamu rumah Hana.
"Bi ayah sama ibu kemana?" tanya Zela.
"Nyonya sama Tuan jarang di rumah, mereka seringnya berada di rumah sakit," jawab bibi.
"Di rumah sakit? Siapa yang sakit bi?" tanya Zela panik.
"Hana sakit?". Mendengar ucapan itu pun rasa penasaran dan khawatir menjadi satu.
"Bibi, Hana di rumah sakit mana?" tanya Zela.
"Di rumah sakit bla bla bla, kalo nggak salah ya non," jawab bibi.
"Ya udah bi terima kasih, kita pamit dulu," ucap Rafli buru buru keluar di susul dengan teman yang lain.
Rafli pun membawa mobil agak ngebut supaya cepat sampai rumah sakit. Sesampainya di rumah sakit mereka pun segera turun dan berlari menuju meja resepsionis.
"Selamat pagi sus," ucap Lisa ramah.
"Iya, selamat pagi dek," jawab resepsionis itu.
"Sus saya mau tanya di mana ruang pasien atas nama Hana Naila Azzahra," ujar Lisa.
__ADS_1
"Sebentar," jawab resepsionis itu sambik mengecek data pasien.
"Pasien atas nama Hana Naila Azzahra berada di ruang bla bla nomer bla," jawab resepsionis itu.
Karena terlalu panik, mereka tidak mengucapkan terima kasih kepada resepsionis dan langsung berlari menuju ruangan yang tadi di sebutkan.
Dari jauh terlihat Bayu yang sedang fokus kepada laptopnya, tandanya itu adalah ruangan tempat Hana di rawat. Mereka pun segera menghampiri.
"Assalamualaikum om," ucap anak anak bar bar bersamaan. Bayu pun mendongakkan kepalanya, betapa terkejutnya ternyata teman teman anaknya sudah tahu jika Hana berada di sini, padahal permintaan Hana adalah jangan sampai teman temannya tahu. Tapi apalah daya, mungkin sekarang mereka sudah mengetahuinya jadi ya sudah lah.
"Waalaikumsalam," jawab Bayu. Anak anak bar bar itu pun segera menyalami Bayu.
"Dari mana kalian tahu ini semua?" tanya Bayu.
"Dari bibi yah, emang Hana sakit apa?" tanya Zela.
Bayu menarik nafas panjang lalu membuangnya disusul dengan memijit pelilisnya. Karena bingung apa yang akan dia sampaikan, pasti teman teman anaknya itu akan syok jika mendengar kenyataan ini. Tapi bagaimanapun juga ini harus mereka dengar.
"Hana kena kanker otak," ucap Bayu. Anak anak bar bar yang mendengar itu pun syok dan mengaga tidak percaya. Padahal Hana yang mereka lihat selama ini adalah Hana yang kuat.
"Beneran yah?" tanya Zela yang belum percaya.
"Jangan bercanda om," ucap Opal. Bayu pun mengangguk.
"Apa Hana bisa di sembuhkan?" tanya Rafli.
"Kemungkinan Hana sembuh hanya 0,5% dan paling lama Hana bertahan hidup hanya satu bulan dan satu minggu sudah terlalui," ucap Bayu.
Lagi lagi mereka seperti mimpi di siang bolong. Apakah mereka akan siap menerima kenyataan ini.
"Kenapa bisa seperti ini om?" tanya Diva.
"Karena sel kanker sudah menyebar," jawab Bayu.
"Jadi, om ingatkan buat kalian, habiskan lah sisa waktu kalian bersama Hana sebelum Hana benar benar pergi, karena waktu itu bertahan tidak akan lama dan sangat berharga," ujar Bayu memberi petuah kepada teman teman anaknya itu.
__ADS_1
"Siap om," jawab anak anak bar bar itu bersamaan.