CINTA ANAK ANAK BAR BAR

CINTA ANAK ANAK BAR BAR
Episode 33


__ADS_3

Sudah 2 hari mereka tidak masuk sekolah, karena sakit masal yang mereka alami. Mereka berencana akan besok pagi akan berangkat sekolah.


Keesokan harinya, meraka sudah kumpul di dekat gerbang sekolah dan akan masuk ke dalam kelas. Rafli dan teman temannya tidak masuk kelas, tetapi masuk ke kelas Lisa dan teman temannya.


"Hai kalian nggak salah kelas?" ucap Hana.


"Enggak lah," jawab Dimas santai.


"Eh siapa nih yang bawa makanan, kita kan abis sakit masal jadi nggak ketemu, gue kangen deh sama bekel kalian," ucap Opal.


"Makanan tross," sindir Fira.


"Bodoamat yang penting idup," ucap Opal.


"Nih gue bawa makanan," ucap Lisa sambil menyodorkan bekalnya. Mereka pun mulai melahap bekal yang dibawa Lisa.


"Eh Div kemaren dokter Sisi ke rumah kamu ya," ucap Dimas.


"Iya," jawab Diva.


"Aduh ini bentar lagi ada yang nyusul si genit," ledek Hana.


"Udah manggil nya aku kamu lagi," imbuh angga.


"Ya iya lah kan spesial," ledek Rafli.


"Aduh kalian apaan si ini, kalian iri deh," ucap Dimas.


"Aduh nggak jelas banget ni," ucap Diva.


"Eh ntar main yuk," ajak Opal.


"Bilang aja mau makan makan," ucap Hana.


"Hehe tau aja elo Han," ucap Opal sambil senyum pepsodent.


"Kita kan baru sakit masal masa udah main aja, istirahat dulu ngapa," ucap Lisa.


"Iya deh iya," jawab Opal pasrah.


_____________


Satu minggu mereka lalui tanpa nongkrong dan berlibur, mereka hanya bencanda dan mengobrol ketika bertemu di sekolah.


"Ah bosen gini kita udah nggak pernah nongkrong," ucap Dimas.


"Ya kan kemaren kemaren kita abis sakit masal," ucap Rafli.

__ADS_1


"Eh sadar nggak, kita itu kemaren gila banget, masa langsung aja nyebur nggak mikir dulu," ucap Lisa.


"Orang air nya menggoda banget," ucap Angga.


"Emang elo genit," ucap Diva.


"Ah ***** jadi gue kan yang salah," ucap Angga.


"Emang elo salah trus nggak ada benernya," ucap Fira.


"Noh pacar lo aja bilang gitu, apalagi gue," ucap Diva.


"Iya deh," jawab Angga pasrah.


"Eh kita main aja yuk ke rumah Rafli, kita kan belum pernah ke rumah Rafli, kita pasti kalau main ke rumah cewe cewe terus," ucap Dimas.


"Ya udah ayo kerumah gue," ucap Rafli.


"Ya udah kaya biasa, pulang sekolah tapi ntar kita para cewe naik taksi nggak ikut motor kalian," ucap Lisa.


Bel pulang sma harapan berbunyi para siswa berhamburan menuju gerbang untuk pulang sekolah. Kini mereka sedang berada di parkiran sekolah untuk berkumpul.


"Gimana nih," ucap Dimas.


"Ya bentar lagi taxi nya dateng," jawab Lisa.


"Enggak lah, kita nungguin taxi kalian aja, ntar kita ikuti taxi kalian di belakang," ucap Rafli.


"Eh itu taxi nya datang," ucap Fira.


"Ya udah buruan kalian masuk, kita ambil motor," ucap Dimas.


Para cewe pun masuk ke dalam taxi dan disusul para cowo menggunakan motor. Taxi sudah melaju menunu rumah Rafli, sepanjang perjalanan mereka seperti orang pawai. Akhirnya mereka pun sampai di rumah Rafli.


"Assalamualaikum," ucap mereka bersamaan.


"Waalaikumsalam," ucap seseorang sambil membuka pintu.


"Eh rafli, ada temen temennya juga ya, yuk masuk semua," ucap wanita itu yang tak lain adalah Tuti (ibu Rafli).


Seperti mereka pun berebut untuk masuk ke dalam rumah Rafli. Mereka duduk di ruang tamu rumah Rafli. Tuti pun pergi ke dapur untuk membuatkan minum dan mengambil beberapa makanan ringan.


"Silahkan diminum," ucap Tuti.


"Makasih tante Tuti," ucap Dimas.


"Kalian temen temennya Rafli juga?" ucap Tuti sambil menatap para cewe.

__ADS_1


"Iya tante kita semua berteman," jawab Lisa.


"Oh ya udah, kalian ngobrol aja dulu, tante mau ke dapur dulu," ucap Tuti.


"Iya tante makasih," ucap Opal, dibalas senyuman oleh Tuti.


"Lah gini kan enak, emak lo Fli peka banget sama gue," ucap Opal.


"Iya lah orang diotak lo cuman makan," ucap Rafli. Setelah 30 menit mereka mengobrol dan bercanda, Tuti kembali menghampiri mereka di ruang tamu.


"Eh anak anak makan yuk, tante udah masakin ayam goreng lalapan, sama sambel trasi," ucap Tuti.


"Wah tante pasti enak tuh," ucap Opal semangat.


"Repot repot tante," ucap Hana.


"Enggak kok, ayo kita ke meja makan, udah nunggu loh makanannya," ucap Tuti. Mereka pun pergi ke meja makan dan menempatkan diri di kursi masing masing. Mereka pun mulai melahap masakan ibu Rafli. Hingga tak terasa hidangan di atas meja makan pun ludes.


"Wah enak banget tante masakannya," ucap opal.


"Ah kamu bisa aja Naufal," ucap tuti. Para cewe pun mulai membereskan alat alat yang digunakan di meja makan.


"Eh nggak usah biar tante aja," ucap Tuti.


"Eh masa gitu tante kita kan nggak enak," ucap Hana.


"Boleh ya tante," imbuh Lisa.


"Please," imbuh Diva.


"Iya deh nggak apa apa," ucap Tuti pasrah.


"Tante buat yang nyuci piring dimana?" tanya Fira.


"Disana," ucap tuti sambil menunjuk tempat cuci piring. Para cewe pun mulai mengangkat piring piring kotor dan mencucinya, setelah dicuci piring piring itu kembali di taruh di rak.


"Eh tante makasih banget sama kalian pake di cuciin piring segala," ucap Tuti.


"Eh enggak lah tante, kita yang makasih dimasakin enak lagi tan," ucap Fira.


"Iyaa sama sama," balas Tuti.


"Ya udah tante kita mau lanjut gabung sama para si cowo itu," ucap Fira, Tuti pun menjawab dengan senyuman. Para cewe itu pun kembali ke ruang tamu.


"Eh para calon ibu rumah tangga udah selesai beres beres dapurnya," sindir Dimas.


"Kita kan tanggung jawab emang elo cuman makan aja," ucap Lisa.

__ADS_1


"Iya deh emang kalian bener," ucap Dimas pasrah.


__ADS_2