
Detik berganti menit, menit berganti jam, jam berganti hari, hari berganti bulan. Tak terasa kini sudah satu bulan. Kedua orang tua Fira pun sudah resmi berpisah. Fira pun di rumah hanya bersama bi Lilis dan art lainnya. Ayah dan Ibu Fira hanya sesekali menjenguk Fira atau terkadang mereka menginap jika masih ada waktu.
Rasa kesepian pun sering kali melanda Fira. Walaupun banyak teman teman yang selalu ada bersamanya, yang sering datang bermain ke rumahnya, tetapi Fira masih saja merasa kesepian.
Untung saja Fira tidak berkeliaran bebas di luar sana seperti anak anak remaja yang suka ngepunk, bermain ke bar, atau bahkan balapan liar. Banyak anak anak remaja seusianya jika mendapat masalah, minuman haram akan menjadi pelarian. Bersyukur Fira masih ada art dan teman teman yang selalu memberikan motivasi hidup kepada Fira hingga Fira tidak pernah menyentuh barang barang haram.
Mungkin Fira merasa ini tidak adil, tapi harus bagaimana lagi, semua sudah terjadi. Mungkin ini yang terbaik buat Fira dan keluarganya. Setiap melihat satu keluarga utuh berjalan bersama dengan wajah yang memancarkan sejuta senyum, Fira hanya bisa tersenyum dengan menahan air matanya agar tidak membasahi pipinya.
Mungkin menangis sebelum tidur sekarang hobi Fira. Mengingat kelembutan dan kasih sayang dari ayah dan ibunya. Fira tidak pernah berpikir akan terjadi seperti ini.
Fira mendapatkan semua fasilitas yang bisa dibilang mewah untuk anak anak seusianya. Tetapi Fira masih merasa itu semua tidak ada apa apanya dibandingkan dengan kasih sayang orang tuanya.
Kini Fira harus bisa dan kuat untuk menjalani kehidupan yang akan terjadi kelak. Seperti saat ini, mereka sedang di kantin.
"Fir elo mau makan apa?" tanya Lisa.
__ADS_1
"Samain aja deh kaya elo elo pada," jawab Fira.
Setelah makanan dipesan, mereka pun langsung menikmatinya. Makanan Fira pun hanya diabaikan, Fira memilih menikmati segelas es teh. Fira hanya mengaduk ngaduk es teh tersebut sesekali disedot, dengan ujung sedotan yang gepeng akibat gigi Fira.
"Fir," ucap Diva sambil menyenggol lengan Fira.
"Ibu," jawab Fira secara spontan, anak anak bar bar di meja itu pun langsung menoleh ke arah Fira.
"Sabar Fir," ucap Lisa menepuk bahu Fira.
"Jangan sedih sedih trus dong Fir," ucap Diva.
Fira terlihat sudah ceria tapi terkadang Fira melamun tentang kedua orang tuanya.
"Fir elo harusnya bersyukur," ucap Opal.
__ADS_1
"Banyak di luar sana anak anak seusia kamu atau bahkan lebih muda dari kamu yang sudah tidak mempunyai orang tua. Alhamdulillah kamu masih punya rumah yang bisa kamu tinggali, kamu juga masih ada mobil dan supir buat antar jemput kamu, dan kamu juga masih bisa sekolah," jelas Opal lalu mengambil nafas.
"Banyak lo mereka yang pada terlantar, untuk makan saja mereka harus meminta atau bekerja dahulu atau bahkan mereka mengambil sisa sisa makanan dari tempat sampah. Tidur di eperan toko, rumah mereka hanya rumah kardus. Kalo hujan mereka kehujanan dan kedinginan kalo panas mereka kepanasan. Bersyukur Fir masih banyak orang yang sayang sama kamu, peduli sama kamu," jelas Opal.
"Gini nih, setiap ada masalah pasti ada hikmahnya ada pula pelajaran yang didapat. Masalah tidak selamanya akan membawa ke dampak negatif. Jika kamu sedang mempunyai masalah, mendapatkan cobaan, jangan selalu menunduk ke bawah hanya untuk menangisi semua yang terjadi. Coba kamu lihat lah ke atas! lihatlah matahari yang membawa sinar keceriaan, bangkitlah! ikuti seperti matahari yang selalu menampakkan keceriaan," jelas Dimas.
"Jika kamu merasa kamu paling menderita di dunia, berati kamu salah besar! masih banyak orang yang lebih menderita dari pada kamu, seperti tadi yang dijelaskan Opal," jelas Rafli.
Semua pun terdiam oleh ucapan Opal, Dimas dan Rafli.
Mendengarkan! Memikirkan lalu Merenungi.
Itulah yang sekarang Fira lakukan, memang semua yang dikatan oleh Opal, Dimas dan Rafli itu benar. Apakah kamu mau selalu melihat ke bawah dan selalu merasakan keterpurukan
Banyak orang yang sedih atas keterpurukanmu, banyak orang yang merindukanmu saat dulu kau berjalan penuh senyuman.
__ADS_1
Hidup di dunia tak selamanya datar seperti jalanan yang sudah diaspal. Bahkan jalanan aspal pun terkadang ada polisi tidur yang akan mengganggu perjalananmu.