
Firman datang secara tiba tiba dan ikut bergabung bersama mereka tanpa segan dan canggung. Bahkan Firman langsung duduk. Seperti biasa, mereka berkumpul di ruang Fira. Mereka menggunakan taman dekat kolam renang rumah Fira, supaya bisa menikmati indahnya bintang yang bertaburan di langit malam.
Karena Bi Lilis dan para art yang lain sudah tahu bahwa Firman adalah teman Fira, maka mereka membebaskan Firman keluar masuk dari rumah itu.
Bahkan mereka tak bosan setiap hari bertemu dan berkumpul. Pagi siang sore dan malam mereka habiskan bersama sama. Jika di rasa sudah larut, mereka akan pulang ke rumah masing masing. Bahkan tugas cowo akan bertambah jika menggunakan motor, yaitu mengantarkan pasangannya sampai rumah dengan selamat, jika menggunakan mobil pun sama saja, si yang punya mobil sama supir harus nganterin para penumpangnya.
"Tamu tak di undang," ucap Angga.
"Ngapain elo dua hari ini nggak dateng, ngelayap kemana elo," tanya Rafli menatap Firman.
"Nggak kemana kemana, ada urusan keluarga dikit," jawab Firman dengan santainya.
"Aku kangen lohh Firman," ucap Hana dengan hebohnya. Seperti biasa, Firman pun cuek, bahkan tak menatapnya. Firman fokus terhadap game yang sedang ia mainkan di hp nya.
"Kamu nggak kangen sama aku," imbuh Hana. Firman pun diam tak menjawab perkataan Hana.
"Firman, Firman, Firman," ucap Hana lagi, ternyata dia belum menyerah.
"Alah diem lo bacot," jawab Firman.
"Eh kalian udah pada makan malam belum?" tanya Fira selaku pemilik rumah, juga untuk memecahkan suasana tentang Firman dan Hana supaya tidak berakhir dengan perdebatan dan keributan.
"Belum sih," jawab Opal.
"Kalo elo mah, padahal udah makan bilangnya aja belum belum," timpal Dimas. Opal pun menanggapi dengan senyuman sejuta watt.
Makan malam pun telah di hidangan kan oleh Bi Lilis dan art art yang lain. Mereka pun mulai mengambil piring. Tak sengaja, Dimas dan Zela mengambil secara bersamaan. Sontak Zela langsung menjauhkan tangannya dan mempersilahkan Dimas untuk mengambil diluan.
__ADS_1
Kebetulan yang melihat hanya Diva. Diva pun langsung membuang pandangannya ke arah yang lain. Karena yang lain sedang fokus antri mengambil yang lain. Jadi tak sadar dengan kejadian itu.
*Kok hati gue masih sakit ya pas lihat mereka.* ~Batin Diva.
Hilang aksi canggung itu, kini mereka pun mulai menyantap hidang di piring masing masing. Bahkan saat makan pun, tak jarang canda gurau itu keluar dari salah satu mulut anak anak bar bar.
Zela pun tak tahu dan tak sadar jika ada sepasang mata yang menatap adegan tadi, apalagi Dimas.
Dimas yang waktu lalu sempat termenung dengan ucapan Zela, tetapi sekarang Dimas sudah bersikap biasa saja. Hanya saja dia belum bisa menentukan pilihannya.
Setiap hari, Dimas di bikin pusing dengan kisah cintanya yang sangat rumit. Dimas juga sangat sangat masih ingin semua masa lalu dia dan Zela terulang kembali. Bedanya, dulu Dimas dan Zela kecil, sekarang Dimas dan Zela besar yang sudah tumbuh menjadi remaja yang mempunyai kepribadian berbeda.
Tapi, di hati kecilnya nama Diva pun selalu terucap. Dia yang selalu ada dan selalu menemani. Ah, memang pusing kisah cinta remaja.
Setelah puas di rumah Fira, mereka pun memutuskan untuk pulang. Zela yang masih merasa bahwa dia penghalang hubungan Dimas dan Diva pun kini menyuarakan pendapatnya. Ya walaupun sedikit egois memang.
Saat ucapan Zela masuk ke indra pendengarannya, mata Diva pun hampir loncat dari tempatnya karena saking terkejutnya. Begitu pun dengan Dimas, dia masih belum percaya dengan apa yang Zela ucapkan.
Tapi Diva langsung menghentikan ekspresi itu, dia langsung memperlihatkan ekspresi bahwa dia biasa biasa saja.
"Enggak deh Zel, elo aja yang sama Dimas, gue sama Opal aja," tolak Diva. Diva ingin menolak Zela secara halus tanpa ada kata yang menyakiti.
"Enggak, gue sama Firman aja," ucap Zela spontan.
"Firman sama gue, temen macam apa elo," jawab Hana yang merasa tak terima. Lagi lagi gara gara Firman, Hana menjadi sosok yang berbeda.
"Enggak mau, mending gue sama Zela aja dari pada sama elo," ucap Firman menunjuk arah Hana.
__ADS_1
"Ah enggak mau, gue mau sama elo," ucap Hana lalu berlari menghampiri Firman.
"Elo harus sama gue titik," ucap Hana.
"Apasih egois banget," ucap Firman.
"Kalo tentang Firman, Hana mah egois, karena Hana nggak mau Firman di bagi bagi," ucap Hana dengan manis manis manja.
"Apasih elo, kambing hutan nggak jelas banget deh," ucap Firman.
"Jadi gimana nih?" tanya Opal.
Opal sebenarnya enggan jika harua satu motor dengan Hana. Karena nantinya akan menyakiti hatinya.
"Ya udah deh kita kaya dulu aja, Hana sama Opal, Dimas sama Diva dan Firman sama Zela," ucap Rafli.
"Tapi, aku maunya sama Firman," ucap Hana.
"Udah lah Han nurut aja, enggak usah deh bikin masalah baru," ucap Fira. Seperti biasa, Fira mengantarkan teman temannya sampai benar benar tak terlihat.
"Tapiii," ucap Hana yang terus protes.
"Tapi apa. Udah Han nggak ada tapi tapian. Bener apa yang di bilang sama Fira. Udah cepat kamu sama Opal," ucap Lisa yang sudah gregetan dengan temannya itu.
"Ya udah deh," ucap Hana pasrah, menundukan pandangannya dan berjalan menuju Opal.
*Sampai segitunya elo Han, nggak mau sama gue* ~ Batin Opal.
__ADS_1