CINTA ANAK ANAK BAR BAR

CINTA ANAK ANAK BAR BAR
Episode 83


__ADS_3

Minggu ini mereka ingin berlibur sambil mengajak Fira menenangkan pikirannya. Setelah semua berkumpul di rumah Lisa, mereka pun langsung menuju perkebunan. Perkebunan sayur dan buah. Kita bisa mengambil dan langsung memakannya tapi untuk bawa pulang harus bayar.


Sesampainya di sana, mereka pun tak sabar ingin masuk. Setelah membeli tiket mereka pun langsung masuk. Mata mereka pun langsung disuguhkan hamparan perkebunan hijau. Asri, sejuk dan sedap dipandang mata.


"Eh kita mau kemana dulu?" tanya Lisa.


"Terserah sih, kita rame rame apa pencar sendiri sendiri?" tanya Rafli.


"Enak rame, jadi seru gituu, kalo sendiri sendiri apalagi sama pasangannya mereka bisa mojok entar lah gue masa sendirian," ucap Opal dengan raut wajah meratapi nasibnya.


"Mampos elo sendiri, makanya cari pasangan," ledek Diva.


"Sono sama kambing," usul Angga.


"Enak aja," jawab Opal kesal.


"Kita kemana dulu nih?" tanya Fira.


"Mending kita ke area sayur sayuran kan masih pagi juga," usul Lisa.


"Boleh juga, let's go".


Mereka pun berjalan bergerombol menuju area sayur sayuran. Disana ada para petani yang memetik sayuran untuk dijual kepasaran.


"Nih pada pengen petik nggak sayurnya buat dibawa pulang," ucap Dimas.


"Tapi ntaran aja deh, kalo mau pulang, kalo petik sekarang takut layu," ujar Lisa.


"Ya udah ayo kita lanjutkan keliling lagi aja," ucap Rafli.


Mereka pun kembali lagi berkeliling. Setelah dirasa capek dan penat mereka pun menghentikan langkah nereka.

__ADS_1


"Kita mau gimana nih?" tanya Opal.


"Bukannya disini ada tempat makannya ya?" tanya Fira.


"Iya ada sih," jawab Diva.


"Ya udah kita kesana aja, kita juga belum sarapan kan," usul Fira.


"Oke".


Mereka pun sampai di tempat yang mereka tuju. Tempat makan yang bisa hanya untuk sekedar nongkrong atau berkumpul bersama kerabat atau keluarga. Sinar matahari yang tak begitu terik membuat mereka pun memilih untuk makan di luar ruangan.


Apalagi ditambah pemandangan hamparan kebun hijau yang siap mereka memanjakan mata.Sambil menunggu makanan datang, obrolan pun menjadi pilihan saat ini.


"Eh setelah ini kita ke tempat buah buahan?" tanya Angga.


"Makan dulu makan," ucap Opal.


"Iya obeg, maksud gue abis makan gitu," ucap Angga kesal.


"Oke deh".


Makanan datang, pelayan pun segera menata piring piring berisi makanan tersebut di atas meja. Mereka pun mulai bersantap dengan piring masing masing didepannya.


Setelah puas bersantap mereka pun mengistirahatkan badan mereka sejenak. Setelah itu mereka pun melanjutkan mengintari kebun buah buahan.


"Eh kita ke tempat buah apa dulu?" tanya Fira.


"Kita ke tempat kebun jeruk dulu kali ya, pengen deh gue nyicipin enak kali kayaknya," jawab Lisa.


"Boleh juga," ucap Rafli.

__ADS_1


Mereka pun melangkah menuju kebun jeruk. Wah sesampainya disana mereka pun langsung memetiknya karena tidak terlalu tinggi, cukuplah untuk dijangkau menggunakan tangan.


"Manis banget nih," ucap Lisa dengan mulut mengunyah buah jeruk.


"Astaghfirullah asem banget nih," ucap Fira dengan mata merem melek. Rasa asam yang sangat pekat terasa di lidah.


"Angga, elo gimana sih! Ini masih asem banget masa elo kasih ke gue sih," ucap Fira kesal.


"Kok gue sih," ucap Angga seakan dirinya tak terima jika disalahkan.


"Ya kan tadi elo yang petik, nih cobain aja sendiri," ucap Fira memberika jeruk yang di petik Angga untuk Angga.


"Makannya Fir kalo metik pake tangan kamu sendiri, jangan pakai tangan Angga, kalo pake tangan Angga ntar jadinya asem loh," ledek Dimas.


"Sialan elo Dim," umpat Angga kesal.


"Gue bicara fakta babang Angga," ledek Dimas dengan raut wajah tanpa dosa.


"Sekarang gitu sama temen, awas aja elo," ujar Angga.


"Ish kok kalian sih malah yang ribut, nggak jelas banget deh," ucap Fira menengahi.


"Udah ah, gue mau metik sendiri," imbuh Fira.


Fira pun memetik buah yang sekiranya sudah matang. Dengan segera Fira pun langsung mengupas jeruk itu. Saat jeruk dimasukkan ke dalam mulut, rasa asam dan manis pun bersatu. Seger bangett.


"Nah ini baru pas," ucap Fira.


"Lah kan bener kan kata gue," ucap Dimas. Fira pun mengangguk sebagai tanpa balasannya.


Setelah puas dengan buah jeruk, mereka pun kembali lagi mengintari kebun buah yang lain.

__ADS_1


Rasanya Fira melupakan semua beban dan masalah yang Fira tanggung. Melihat hamparan tanaman yang luas yang sangat memanjakan mata.


Tapi sayangnya mereka harus pulang setelah seharian mengintari kebun buah dan sayur ini. Rasanya mereka ingin tetap saja disana tanpa pulang ke rumah mereka, tapi apalah daya mereka besok harus kembali ke kegiatan masing masing.


__ADS_2