CINTA ANAK ANAK BAR BAR

CINTA ANAK ANAK BAR BAR
Episode 117


__ADS_3

Di sebuah rumah, tempatnya di kamar, ada dua anak remaja yang sedang bercengkrama sebelum tidur. Mereka selalu cerita dengan apa yang mereka satu hari ini lakukan. Walaupun mereka satu rumah, tapi mereka memiliki rasa dan perasaan yang berbeda.


"Zel gimana ini, anak anak yang lain udah pada muak lihat gue sama Firman. Kayaknya Firmam juga kesel deh, waktu itu juga sampe pergi kan," ucap Hana sambil menatap langit langit kamarnya.


"Ya elo lagian sasaran Firman, udah tahu anak itu emosian," jawab Zela.


"Ya emang mau siapa lagi? Angga, dia kan udah sama Fira, ntar kalo gue deketin Angga dikira gue pelakor. Kalo Rafli, dia kan udah lop lop cinta mati sama Lisa, tapi Lisanya yang cuek. Kalo sama Dimas? Waktu itu Dimas sama Diva, eh sekarang malah sama kamu ya? Kalo sam Opal, kan jelas jelas Opal yang gue hindarin dan yang gue bikin cemburu. Tuh kan tinggal sisaan Firman aja," ucap Hana.


Apa, jadi Dimas dulu pernah sama Diva. Berati aku perusak hubungan orang. ~Batin Zela.


"Eh woii, malah elo yang ngalamun, di didengerin nggak sih, bikin kesel aja," ucap Hana menepuk bahu Zela.


"Eh iya maap," jawab Zela sambil cengengesan.


"Iya juga sih apa kata elo. Kenapa elo nggak menyudahi drama ini sih Han?" tanya Zela.


"Nggak bisa. Gue takut suatu saat gue pergi, Opal ngrasa kehilangan banget atas perginya gue," jawab Hana.


"Emang elo mau pergi kemana sih?" tanya Zela menatap Hana. Tatapan itu terlihat sangat dalam.

__ADS_1


"Elo gimana sama Dimas?" tanya Hana.


"Nggak usah mengalihkan pembicaraan Hana. Jawab gue dulu," ucap Zela kesal.


"Gue nggak ngalihin pembicaraan kok, gue cuma nanya elo sama Dimas gimana," jawab Hana.


"Gue ngrasa kalian ada sesuatu deh yang di sembunyikan," ucap Hana menatap Zela curiga.


"Apasih nggak ada apa apa gue," jawab Zela berusaha tenang. Zela masih saja belum siap masa lalunya dan Dimas terkuak dan teman temannya sampai tahu. Karena menurutnya seolah dia kembali merasakan masa lalu dan merasakan sakit yang amat luar biasa.


"Beneran lo, tapi mungkin nggak cuma gue yang ngerasa, yang lain pasti ngrasa juga," ucap Hana.


"Enggak gue beneran, nggak ada apa apa gue sama Dimas. Palingan Dimas juga sama Diva," jawab Zela.


"Kira kira mereka kenapa ya. Ada yang aneh sih, nggak biasanya juga si Diva kaya gitu," ucap Hana seolah mikirkan hal yang sedang terjadi.


"Nggak tahu lah gue. Elo kan yang lebih lama kenal Dimas sama Diva. Gue kan anak baru," jawab Zela.


"Emang dulu sedeket apasih Dimas sama Diva?" tanya Zela menatap Hana.

__ADS_1


"Mereka tuh dulu deket banget. Apa apanya itu bareng. Kita semua tuh saling berpasangan. Rafli udah jelas lah sama Lisa, si Angga juga udah jelas kan sama si Fira, Dimas ya sama Diva lah terakhir gue sama Opal," jelas Hana.


Aku yang merusak hubungan Dimas dan Zela. ~Batin Zela.


"Jadi kita tuh bareng terus gitu, dulu juga belum ada Firman. Jadi kangen deh sama masa masa itu," ucap Hana.


Sekelebat bayang bayang masa lalu mereka muncul. Betapa indahnya itu semua. Andai itu semua terjadi kembali, tapi sayangnya itu tidak akan mungkin terjadi kembali.


"Oh gitu yah, kayaknya asyik juga masa lalu elo pada," ucap Hana.


"Semua terasa indah Zel," ucap Hana spontan.


"Eh tapi bener, elo dan Dimas nggak ada apa apa. Dari pertama kalian bertemu juga udah ada sesuatu yang berbeda. Apa kalian pernah terikat dengan masa lalu satu sama lain?" tanya Hana. Jiwa kepo Hana meronta ronta untuk mencari tahu kebenaran tentang Dimas, Diva dan Zela. Masa lalu yang datang saat ini, membuat semuanya rumit.


Andai aja gue nggak kenal Dimas, pasti nggak bakal ada kejadian kaya gini. ~Batin Zela.


"Enggak sih Han, gue ngrasa biasa biasa aja deh, nggak ada yang aneh," jawab Zela.


"Udah sih tinggal ngaku aja susah. Gue nggak bakal bilang bilang loh," ucap Hana, kalimat terakhir Hana ucapkan di telinga Hana sambil berbisik.

__ADS_1


Maaf Han gue masih belum bisa. ~Batin Zela.


"Orang nggak ada apaa apa emang gue mau bilang apa. Aneh elo Han," ucap Zela.


__ADS_2