CINTA ANAK ANAK BAR BAR

CINTA ANAK ANAK BAR BAR
Episode 36


__ADS_3

"Untuk siswa kelas X Ipa, bersiap siap untuk tampil paduan suara," ucap seseorang dari pengeras suara.


"Aduh kelas kita nih," ucap Lisa.


"Ya udah ayo kita balik ke kelas," ucap Diva, mereka pun kembali ke kelas X Ipa. Langsung saja Diva Lisa dan Hana menghampiri Dani, sedangkan Fira bersantai santai sambil main sosial media.


"Eh Dani ***** kita kan belum latihan," ucap Hana.


"Kalo latihan sekarang mah nggak keburu," ucap Diva.


"Eh tunggu tunggu emang siapa yang mau jadi dirigen," ucap Dini.


"Elo lah," ucap Hana dan Lisa sambil menatap Dini.


"Kok gue sih," ucap Dini bingung.


"Ya terus mau siapa lagi, kan yang pinter gitu gitu an elo," ucap Dani.


"Ya udah deh," jawab Dini pasrah.


"Panggilan untuk kelas X Ipa, silahkan naik ke atas panggung," ucap seseorang dari pengeras suara.


"Ya udah ayo buruan ke aula, ntar kita telat," ucap Dani, mereka pun pergi ke aula berlari, lalu naik ke atas panggung dengan santainya. Dirigen memberi aba aba, kelas X Ipa mulai menyanyikan lagu Indonesia Raya, memang untuk lagu sudah dipersiapkan harus menyanyai lagu Indonesia Raya 3 stanza dan Kebyar Kebyar.


Disisi lain, Fira sedang bersama Angga dan dan teman temannya. Mereka berlima masih berada di dalam kelas X Ipa.


"Eh yang kamu nggak mau nonton temen temen kamu?" tanya Angga.


"Wah wah sejak kapan manggilnya sayang sayang gitu," ledek Rafli.


"Itu sayang apa peyang," ledek Dimas.


"Udah ah diem, gue lagi nanya sama pacar gue," ucap Angga kesal.


"Gimana Fir?" tanya Angga.


"Nggak usah deh, gue takut ntar kebawa suasana jadi gue ikut nyanyi," ucap Fira.


"Ya udah ikut aku aja gimana?" ajak Angga.


"Kemana?" tanya Fira bingung.


"Udah ayo ikut gue aja," ucap Angga sambil menarik tangan Fira.


"Woy Angga, kita gimana," ucap Opal.


"Terserah deh," jawab Angga santai.


Angga terus menarik tangan firat hingga sampai di taman sekolah. Fira pun bingung kenapa Angga membawanya ke taman sekolah. Mereka berdua pun duduk di bangku taman.


"Angga ngapain kita kesini?" tanya Fira bingung. Angga langsung menutup mata Fira dari belakang.


"Eh apaan ngga, kok sekarang mata aku ditutup," ucap Fira kesal.


"Angga lepasin," ucap Fira.


"Hitungan ke 3 kamu buka mata, ayo hitung sama sama," ucap Angga.


"1".


"2".


"3".


Fira pun membuka matanya, pertama yang ia lihat adalah angga bersimpuh di depan Fira dengan bunga mawar di tangannya. Fira kagum dan bahagia atas kejutan Angga.


"Happy anniversary yang ke 6 bulan sayangku, makasih ya selalu berada di sampingku," ucap Angga sambil memberikan bunga mawar kepada Fira.


"Ah Angga, makasih banget ya," ucap Fira, Angga pun berdiri dan langsung duduk di samping Fira.


"Nih aku punya yang manis buat kamu, tapi tetep manis kamu sih," ucap Angga sambil memberikan coklat.


"Aduh kamu Angga, udah tau aku manis eh malah dikasih coklat," ucap Fira genit.


"Ya biar tambah manis," jawab Angga santai, Fira pun mulai memakan coklat yang Angga berikan.


"Kamu tau nggak bedanya kamu sama garuda," ucap Angga genit.


"Kalo aku manusia kalo burung garuda hewan," jawab Fira asal.


"Oh bukan," ucap Angga.


"Lah terus?" ucap Fira bingung.

__ADS_1


"Kalo burung garuda di dadaku kalo kamu di hatiku," ucap Angga, langsung saja hati Fira berbunga bunga.


"Wah bisa terbang ngga, kalo kamu kaya gini trus," ucap Fira.


"Ya nggak papa ntar kalo mau jatuh gue tangkap," jawab Angga.


"Nih nih gue juga bisa gombal," ucap Fira.


"Apaan tuh," jawab Angga.


"Kamu tau nggak perbedaan kamu sama internet?" ucap Fira.


"Ya enggak lah, emang apaan?" tanya Angga penasaran.


"Kalo internet 4G, kalo kamu for me" ucap Fira.


"Aduh sayang aku ikutan melayang deh," ucap Angga.


"Kamu lahirnya kapan?" tanya Angga.


"7 Februari 2004," jawab Fira.


"Kok sama ya kaya ibu calon anak anaku," ucap Angga.


"Masih kecil Angga," ucap Fira.


"Enggak lah kita kan udah SMA," jawab Angga santai.


"Iya deh," jawab Fira pasrah.


Kelas X Ipa sudah selesai paduan suara, mereka kembali lagi ke kelas dan ternyata Rafli Dimas dan Opal masih setia berada di kelas X Ipa.


"Masih disini?" tanya Hana.


"Iya," jawab Rafli.


"Fira sama Angga dimana kok nggak ada?" tanya Lisa.


"Mereka lagi kencan kayaknya deh," jawab Opal.


"Iya, tadi itu tangan Fira di tarik tarik sama si Angga, kaya mau ngajak Fira kemana gitu," imbuh Dimas.


"Eh kita cari yuk," ajak Diva.


"Ya udah oke," jawab Rafli setuju, mereka pun mulai berjalan mencari Angga dan Fira.


Rafli mencari di toilet, Diva mencari di aula, Lisa mencari di taman, Dimas mencari di kantin, Hana mencari di parkiran para siswa dan guru dan Opal mencari di lapangan. Pada saat-saat Lisa mencari, Lisa melihat Fira dan angga sedang duduk di bangku, langsung saja Lisa menghubungi teman temannya.


"Main yuk"


Lisarzkyy: Gue udah liat mereka


Rafliilhmm: Dimana


Lisarzkyy: Mereka di taman lagi duduk di bangku mesra mesraan


Lisarzkyy: Fira lagi makan coklat trus angga pegang bunga mawar


Opallss: Kayaknya mereka lagi rayain anniversary mereka deh


Hananail: iya kayaknya, yang ke 6 bulan


Divaingkaa: Kita mau apaain


Rafliilhmm : Kita kerjain aja


Lisarzkyy: Eh kita guyur pake tepung aja


Divaingkaa: Emang nggak papa?


Lisarzkyy: Siapa yang cari di kantin


Opallss: Oh Dimas


Lisarzkyy: Dim beli tepung sana sama ibu kantin


Dimasmaul: Siap deh


Setelah mendapatkan perintah dari Lisa, Dimas pun menghampiri ibu kantin untuk membeli tepung.


"Eh ibu," sapa Dimas.


"Iya Dim mau pesen apaan?" tanya ibu kantin.

__ADS_1


"Bu saya mau beli tepung dong," ucap Dimas.


"Mau buat apa tepungnya," ucap ibu kantin.


"Buat sesuatu bu penting banget," ucap Dimas.


"Ya udah bentar ibu ambilkan dulu," ucap ibu kantin.


"Siap bu," jawab Dimas.


"Nih tepung nya," ucap ibu kantin sambil memberikan se plastik tepung kepada Dimas.


"Makasih bu, jadi berapa harganya?" ucap Dimas.


"Nggak usah,kamu bawa aja," ucap ibu kantin.


"Ya udah makasih bu," ucap Dimas langsung berlari meninggalkan kantin menuju ke taman sekolah. Ternyata disana sudah kumpul tinggal Dimas yang belum.


"Lama lo," ucap Rafli.


"Gue kan disuruh beli tepung," jawab Dimas.


"Ya udah kita ambil tepung nya segenggam masing masing, trus kita buka genggam nya saat udah deket sama Fira dan Angga," ucap Lisa.


"Sambil bilang happy anniversary ke 6 month," imbuh Diva.


"Oke," jawab mereka serempak.


Mereka pun berjalan mengedap edap di belakang bangku Fira dan Angga, mereka pun memberikan kode satu sama lain. Genggaman tepung itu pun terbuka.


"Happy anniversary 6 month," ucap mereka bersamaan. Fira dan Angga pun terkejut dan bahagia pada kejutan teman temannya itu. Mereka pun saling lempar melempar tepung, hingga tepungnya pun abis.


"Makin langgeng," ucap Lisa.


"Jangan ribut mulu," imbuh Hana.


"Akur akur terus," imbuh Dimas.


"Wah kita udah kaya gini,putih semua aduh," ucap Fira sambil menepuk jidat.


"Aduh gimana kita keluarnya," ucap Angga.


"Kan bentar lagi pulang, kita tunggu sampai semuanya kosong," ucap Opal.


"Gue mau hubungi Dani bentar," ucap Rafli, Rafli pun menelfon Dani meminta agar Dani datang menjemput mereka di taman.


"Gimana dani mau nggak?" tanya Dimas.


"Mau kok," jawab Rafli.


"Eh kita pulang nya gimana nih," ucap Diva.


"Oh tenang aja kita bawanya mobil bukan bawa motor," jawab Opal.


"Mobilnya 1 apa 2?" tanya Hana.


"Oh ada 2 kok Han," jawab Angga. Dani pun datang menghampiri mereka.


"Ngapain kalian kaya gini," ucap Dani sambil tertawa.


"Kita lagi main tembak tembakan," ucap Lisa asal.


"Trus gue ngapain suruh kesini?" tanya Dani bingung.


"Lo liat sana udah pada pulang belum," ucap Rafli.


"Bentar lagi juga pada bel pulang" jawab Dani.


"Sana lo pantau sampai semua udah pulang, ntar kalo udah telfon gue aja," ucap Rafli.


"Oke deh," jawab Dani lalu pergi meninggalkan mereka.


Tiga puluh menit mereka menunggu, akhirnya dani menelfon Rafli, mengabarkan jika semua siswa sudah pulang.


"Udah pulang semua?" tanya Fira.


"Iya, ya udah yuk kita ke mobil," ucap Rafli.


"Nih gue sama Dimas sama Lisa sama Diva," ucap Rafli.


"Yang lain ikut mobil Angga," ucap Dimas.


"Siap".

__ADS_1


Mereka pun memasuki mobil yang telah mereka bicarakan, mobil pun melaju meninggalkan SMA Harapan.


__ADS_2