CINTA ANAK ANAK BAR BAR

CINTA ANAK ANAK BAR BAR
Episode 76


__ADS_3

Fira pun bersiap siap hendak pergi ke sekolah. Fira pun keluar kamar dengan wajah datar. Hari ini Fira tidak ada niatan untuk sarapan, jadi saat lewat meja makan Fira langsung melewatinya, apalagi disana ada Ibunya.


"Fira tunggin Ibu sayang," ucap Lia langsung berdiri mengejar Fira. Si orang yang di kejar pun langsung mempercepat langkahnya.


"Fira, sayang tunggin Ibu, jangan gini".


"Fira firaa".


Fira pun langsung masuk ke dalam mobil.


"Ayo pak jalan," ucap Fira.


"Tapi non, itu nyonya manggil manggil," jawab pak Jamal.


"Ya udah kalo Pak Jamal nggak mau nganter saya turun cari taksi," ancam Fira.


"Ya udah siap non".


Akhirnya Pak Jamal pun mengalah dan menyalakan mesin mobil. Mobil pun melaju ke SMA Harapan.


Sesampainya di sekolah Fira pun langsung masuk ke dalam kelas. Di kelas sudah ada sahabat nya kecuali Angga yang belum datang.


"Woi udah dateng lu Fir," ledek Lisa, Fira pun hanya menanggapi dengan anggukan kepala.


"Tumben kalem elo, kenapa sih?" tanya Diva penasaran.


"Nggak kok biasa aja," jawab Fira.


"Nggak ada Angga ya," ledek Dimas.

__ADS_1


"Alah bentar lagii juga Angga dateng, nggak usah sedih sedih Fir, makhluk kaya Angga kok di kangenin," ucap Lisa tanpa jeda.


"Selo bos jangan panjang panjang, kaya kereta aja," ledek Angga sambil berjalan melangkah mendenkati mereka.


"Lah noh, Angga datang Fir," ucap Diva.


"Kamu kenapa sayang?" tanya Angga.


"Nggak papa kok hehe," jawab Fira dengan senyum yang dipaksakan.


"Beneran?" tanya Angga meyakinkan.


"Iya beneran sayang," jawab Fira.


Bel masuk pun berbunyi, para siswa yang masih diluar kelas pun segera masuk kelas. Guru pun mulai masuk ke dalam kelas.


Saat guru menjelaskan, Fira hanya melamun, bahkan saat disuruh mencatat Fira masih saja melamun. Lisa pun heran kenapa teman duduknya itu hanya diam, biasanya ngoceh terus.


"Astaghfirullah," ucap Fira sadar dari lamunannya.


"Apaan sih Lis, elo iseng banget deh," ucap Fira kesal.


"Lah lagian elo diem diem mulu, bengong mulu," ucap Lisa.


"Ah nggak papa Lis," jawab Fira.


"Fir, kita berteman bukan baru 1 bulan 2 bulan tetapi udah bertahun tahun, kenapa kamu nggak mau cerita sih sama kita kita," ucap Lisa.


"Lo udah nggak nganggep kita sahabat lagi? atau gimana? kita nih bukan hanya sekedar teman tetapi udah kaya saudara. Kalo lo mau cerita sama semuanya, ya udah sini cerita sama aku aja," imbuh Lisa.

__ADS_1


"Sebenarnya_," ucapan Fira pun terpotong karena bu guru.


"Lisa Fira yang kerja tangan bukan mulut," ucap bu guru.


"Iya bu," jawab Lisa dan Fira.


Sebenarnya Lisa pun kesal karena belum mendapatkan jawaban dari Fira, tapi bagaimana lagi daripada di suruh berdiri didepan kelas gara gara ngomong terus.


Bel istirahat berbunyi, para siswa pun segera mengisi perut mereka ke kantin. Sama halnya dengan Lisa Diva dan Fira.


Selesai memesan makanan, mereka bertiga pun segera menyantapnya. Tetapi berbeda dengan Fira, dia hanya mengaduk ngaduk jus nya saja dengan pikiran yang entah kemana.


Tiba tiba para cowo cowo pun datang, Angga langsung menempatkan diri di samping Fira.


"Fira," ucap Angga menepuk bahu Fira.


"Astaghfirullah".


"Apaan sih Ngga, elo ngagetin aja," ucap Fira.


"Kamu kenapa si? bengong mulu," tanya Angga.


"Ah nggak papa," ucap Fira dengan senyum dipaksa.


"Aku udah tanya 2 kalu loh, kamu jawab nggak papa terus, padahal kamu kan dari tadi kaya orang lagi mikirin sesuatu," ujar Angga.


"Iya nih Fir, kalo ada apa apa cerita dong sama kita kita," ucap Diva.


"Emang si, mungkin kita nggak kasih solusi banyak banyak, tapi kan dengan kamu bercerita kamu nggak nanggung beban ini sendiri, mungkin kamu akan lebih tenang," imbuh Dimas.

__ADS_1


"Ah temen temen makasih, maaf belum siap cerita," ucap Fira.


"Ya udah kita tunggu kok," jawab Opal.


__ADS_2