CINTA ANAK ANAK BAR BAR

CINTA ANAK ANAK BAR BAR
Episode 19


__ADS_3

Keesokan harinya Lisa masih duduk di atas kasur sedang mengumpulkan nyawanya hendak ke kamar mandi bersiap siap untuk pergi ke sekolah. Vina yang baru masuk kamar Lisa langsung mencegah Lisa ke kamar mandi.


"Lisa kamu mau ngapain?" tanya Vina panik.


"Mau ke kamar mandi bu, mau siap siap pergi ke sekolah," jawab Lisa.


"Kamu nggak usah sekolah dulu ya, kamu juga kan belum terlalu sehat," ucap Vina.


"Tapiii bu," ucap Lisa raguu.


"Udah nggak ada tapi tapian, ntar kalo ada apa apa di sekolah bagaimana," jelas Vina.


"Iya deh bu," ucap Lisa pasrah.


"Kalo kamu mau mandi pakai air hangat aja ya, ibu mau ke meja makan dulu," ucap Vina dan Lisa pun mengangguk. Vina pun pergi ke meja makan.


"Yah sebelum ke kantor ke sekolah Lisa dulu ya, minta ijin sama gurunya Lisa," ucap Vina.


"Iya buu,ya udah ayah berangkat dulu ya," ucap Rizky. Vina pun mencium tangan Rizky.


"Ati ati yah," ucap Vina.


Mobil Rizky melaju menembus macetnya jalanan di pagi hari. Setelah beberapa menit perjalanan akhirnya mobil Rizky sampai juga di SMA Harapan.


Rizky memarkirkan mobilnya lalu turun dari mobil. Rizky berjalan menuju ruang guru, disana sudah ada guru Lisa, lalu Rizky pun menghampirinya. Rizky meminta izin tentang tidak kehadiran Lisa disekolah serta alasannya. Guru itu pun paham dengan keadaan Lisa lalu mengizinkan Lisa untuk tidak hadir.


Selesai dari ruang guru, pada saat Rizky ingin kembali ke mobil, Rizky bertemu dengan Diva Fira dan Hana.


"Pagi om," sapa mereka bertiga bersamaan.


"Pagi" balas Rizky.


"Om ngapain kesini?" tanya Hana penasaran.


"Minta izin Lisa nggak bisa masuk," jawab Rizky.


"Lah sepi dong nggak ada Lisa," ucap Diva sedih.


"Kalian main aja ke rumah, ya udah om pamit dulu ya assalamualaikum," ucap Rizky.


"Iya om waalaikumsalam," jawab mereka bertiga bersamaan. Rizky pun kembali ke mobil dan melajukan ke kantor.


Bel masuk SMA Harapan berbunyi para siswa berhamburan menuju kelas. Kelasas X Ipa pagi ini pelajaran olahraga. Ada yang olahraga basket, futsal dan bulu tangkis. Olahraga yang disukai para betina yaitu olahraga mulut.


"Eh sapi ya nggak ada Lisa," ucap Hana sedih.


"Sepi ****," ucap Diva.


"Iya sepi kaya hidupku," ucap Fira sedih.


"Sayang, kau anggap apa babang Angga mu itu," ucap Diva penuh drama.


"Dia kan cuman temen," jawab Fira.

__ADS_1


"Lah itu apaan pas ketemu matanya kedip kedip kaya lampu disko," ucap Hana.


"Jangan jangan kena belek," ledek Diva. Hana dan Diva pun tertawa.


"Udah puas ketawanya," ucap Fira mendengus kesal.


"Iya deh iya," ucap Diva.


"Heh kalian olahraga mulut mulu," ucap Dani dengan suara keras yang datang dengan tiba tiba dari belakang.


"Astaghfirullah," ucap mereka bertiga bersamaan.


"***** lo kaya jelangkung datang nggak diundang pulang nggak di antar," ucap Diva.


"Ganteng ganteng gini kok dibilang kaya jelangkung," ucap Dani dengan percaya diri.


"Ganteng kalo dilihat dari gagang permen," ledek Hana, lalu Hana Diva dan Fira pun tertawa.


"Lemes aku mas ketawa mulu," ucap Diva sambil memegangi perutnya.


"Mamposs loo," ucap Dani.


"Udah ah sana pergi hus hus sana," usir Fira.


"Gue bisa pergi sendiri kali nggak usah diusir emang gue ayam," ucap Dani kesal.


"Udah yam pergi sana," ucap Diva.


"Gue juga mau pergi ke lapangan main futsal lagi," ucap Dani.


"Tidak meyakinkan," imbuh Hana.


"Kalian meragukan seorang Dani Ramadan yang tampan ini," ucap Dani dengan percaya diri.


"H**oekk hoekk" Diva Hana dan Fira menirukan orang muntah.


"Jijik gue Dan," ucap Fira.


"Udah ah terserah kalian gue mau ke lapangan futsal dulu," ucap Dani.


"Udah sana pergi cepetan," usir Hana.


"Iya iya," jawab Dani, Dani pun pergi meninggalkan Diva Hana dan Fira dan menuju lapangan futsal.


"Eh ke kantin yuk," ajak Diva.


"Yang ada di otak lo itu cuman ke kantin sama makan," ucap Fira.


"Bodoamat," ucap Diva tak peduli.


"Udah ayo lah," ajak Diva lagi. Mereka pun pergi ke kantin. Setelah memesan makanan mereka pun kini sedang menikmatinya.


"Eh ntar kita jadi nggak jenguk si Lisa?" tanya Hana meyakinkan.

__ADS_1


"Iya ntar kalo udah pulang sekolah," jawab Diva. Tak lama kemudian Rafli dan teman temannya pun datang.


"Haii," sapa Rafli.


"Hai juga," ucap mereka bertiga bersamaan.


"Lisa dimana kok nggak masuk?" tanya Rafli tetapi tidak ada yang jawab.


"Heh Lisa dimana kok nggak masuk," tanya Rafli mengulangi pertanyaannya tetapi tidak ada juga yang menjawab.


"Kalian semua bisu apa gimana," ucap Rafli dengan membentak karena emosinya sudah sampai di ubun ubun.


"Lo kali yang nggak punya adab!" ucap Hana dengan suara keras.


"Lo **** atau bodoh sih kita kan punya nama lo manggil siapa," imbuh Diva ikut membentak.


"Jiwa kita bertiga nggak ada tuh yang ngerasa dipanggil," ucap Fira santai.


"Kan gue nggak tau nama kalian yang gue tau cuman nama Lisa," ucap Rafli.


"Lo punya mulut buat apa begooo," ucap Diva.


"Kalo **** yang normal aja jangan kebangetan," imbuh Fira.


"Dann itu juga punya otak itu dipake jangan dijadiin pajangan," imbuh Hana dengan suara keras.


"Ya udah gue minta maaf," ucap Rafli.


"Maaf?setelah kau melakukan semua ini" ucap fira penuh drama.


"Udah ah disini ada para **** yang cari ribut," ucap Hana sambil meletakkan sendok dengan keras sehingga suaranya nyaring ditelinga. Hana pun pergi.


"Anjing!" bentak Diva. Diva pun pergi mengikuti Hana, karena Fira merasa sendiri dia pun mengikuti Diva dan Hana.


Setelah kepergian Diva Hana dan Fira tempat mereka yang tadi kini ditempati oleh Rafli dan teman temannya.


"***** seorang Rafli Ilham Ibrahim dibentak sama para betina," ledek Dimas.


"Iya ***** gue juga nggak nyangka gue kira cuman Lisa yang galaknya minta ampun eh ternyata teman temannya juga," ucap Rafli.


"Pada pms berjamaah kali," celetuk Opal.


"Mungkin sih udah kaya singa kehilangan mangsa semua," ucap Rafli.


"Sampe ada nih yang nggak kenal pacarnya," sindir Dimas.


"Nggak usah nyindir," ucap Angga keras.


"Nggak usah ngegas," jawab Rafli santai.


"Jangan jangan lo ikut pms Ngga," ucap Opal.


"Enak aja kalo ngomong," jawab Angga.

__ADS_1


"Selow men," ucap Rafli.


"Mending makan" ucap Opal memberi usul. Kemudian mereka pun memesan makanan lalu menikmatinya.


__ADS_2