CINTA ANAK ANAK BAR BAR

CINTA ANAK ANAK BAR BAR
Episode 66


__ADS_3

Pulang sekolah Hana mampir ke rumah Zela, Zela juga memberitahu kepada supirnya jika Zela pulang bersama temannya. Sesampainya di depan rumah Zela, gerbang menjulang tinggi masih tertutup rapat, Kang Maman pun membunyikan klakson, terbukalah gerbang tersebut langsung saja Kang Maman masuk ke dalam perkarangan rumah Zela. Hana dan Zela pun langsung masuk ke rumah dan menuju kamar Zela, sedangkan Kang Maman menunggu sambil mengobrol dengan penjaga rumah. Di kamar Zela mereka pun langsung merebahkan tubuh mereka di kasur king size milik Zela.


"Zel ayah sama ibu elo dimana?" tanya Hana, Zela pun langsung menundukkan kepalanya, cairan bening pun lolos dari pelupuk matanya. Melihat itu Hana pun merasa bersalah karena sudah bertanya tentang orang tua Zela. Hana langsung memeluk tubuh Zela, Zela pun menumpahkan semua air matanya di pelukan Hana.


Setelah merasa lebih tenang, Zela pun melepaskan pelukan dari Hana dan menghapus air matanya.


"Udah nih nyanyi nya," canda Hana.


"Udah nih, besok nyanyi lagi deh," jawab Zela.


"Maaf gue enggak tau kalo pertanyaan gue bikin elo sedih," ucap Hana.


"Iya enggak papa," jawab Zela.


"Kalo elo mau cerita gue siap dengerin kok, mungkin dengan elo berbagi luka ke temen elo bakal bikin elo lega," ujar Hana.


"Jadi mamah gue udah meninggal setelah lahirin gue, gue juga lahirnya prematur, gue baru 8 bulan udah lahir. Jadi gue enggak bisa liat wajah mamah gue secara langsung, cuman ada fotonya doang," ujar Zela.


"Orang tua gue sebulan sekali kesini, besok deh kalo orang tua gue kesini gue kenalin sama elo, gue juga besok pas libur mau ke Jakarta, gue kenalin deh sama temen temen gue, sama orang tuanya juga," ujar Hana.


"Makasih Han," ucap Zela.


"Ayah gue sibuk banget ngurus bisnis bisnis nya, jarang banget pulang. Gue juga jarang banget ketemu sama ayah gue. Dia lebih mikirin bisnis daripada gue, tapi gue udah biasa sih karena dari kecil gue emang kaya gitu. Sejak kecil gue sama Bi Marni, jadi gue sejak kecil enggak pernah ngerasain kasih sayang orang tua," ujar Zela, Hana pun langsung memeluk Zela, Hana merasa bersyukur karena mamah dan papahnya masih ada waktu buat Hana.

__ADS_1


"Udah udah nyanyi mulu entar jeleknya ilang loh," ledek Zela.


"***** elo ngeledek tross," ucap Hana.


"Han makan yuk laper gue," ajak Zela.


"Ya udah boleh," jawab Hana.


Mereka pun menuruni anak tangga rumah Zela, disana nampak Bi Marni yang sedang beres beres dapur.


"Bi hari ini masak apa kayaknya edak deh," ucap Zela sambik duduk di meja makan.


"Masak ayam bakar non trus lalapan sama sambal nya juga ada non," jawab Bi Marni.


"Makan yuk Han," ajak Zela.


"Bi Mirna kenalin nih temen baru Zela, Hana namanya," ucap Zela, Hana pun langsung tersenyum ramah.


"Oh iya, ya udah non lanjutin aja makannya, ntar kalo kurang namba aja, enggak usah malu malu" ucap Bi Marni.


"Hana mah enggak malu malu bi tapi malu maluin," ujar Zela.


"Ah kamu Zel jangan terlalu jujur ngapa," canda Hana.

__ADS_1


"Han renang yuk, jarang banget gue renang karna gue enggak pernah punya temen," ujar Zela.


"Gue enggak bawa baju zheyeng," ujar Hana.


"Gampang, baju gue banyak," ucap Zela.


Selesai makan mereka pun langsung berganti pakain renang. Setelah itu mereka menuruni anak tangga menuju kolam renang. Hana pun takjub dengan kolam renang milik Zela yang sangat luas. Memang Zela adalah golongan horang kaya di Asia.


"Eh Han bentar gue mau ambil sesuatu ke kamar," ucap Zela lalu pergi meninggalkan Hana. Hana pun berjalan jalan menyusuri tepian kolam.


"Byurrr".


Zela pun iseng mendorong Hana untuk masuk ke dalam kolam renang, disusul dengan Zela masuk ke dalam kolam renang.


"***** elo Zel iseng banget si," ucap Hana.


"Ya maap bebeb gue yang chanteq," ujar Zela.


"Enggak ah males gue maapin," canda Hana.


"Nih ada bau bau tak sedap," ujar Zela.


"Iya lah gue minta traktir di cafe," ucap Hana.

__ADS_1


"Traktir tros," ujar Zela.


"Iya dong," jawab Hana santai.


__ADS_2