
Keesokan paginya, tepat pukul 10 wib, seperti biasa mereka berkumpul di rumah Lisa untuk mencari kebenaran tentang Hana. Jadi, kali ini mereka pergi ke rumah Hana. Mereka pun memilih menggunakan mobil daripada menggunakan motor yang akan menimbulkan perhatian.
Sesampainya di rumah Hana, mereka hanya memencet bel tanpa mengeluarkan suara apapun. Kebetulan Hana sedang di dapur, mendengar suara bel dari luar rumah, Hana pun segera melangkahkan kakinya menuju pintu, kebetulan juga art nya sedang pergi berbelanja.
Saat Hana membuka pintu, betapa terkejutnya Hana ternyata yang datang adalah orang orang kemarin yang mengaku menjadi teman Hana.
"Kalian ngapain kesini!" ucap Hana dengan tatapan sinis.
"Kalian ngikutin aku ya!" imbuh Hana.
"Ngapain gue ngikutin elo, nggak ada kerjaan, banget" jawab Firman tanpa dosa dengan berdekap dada.
"Ih diem elo Fir!" ucap Opal kesal.
"Han kita mau mampir ke rumah elo," ucap Lisa ramah.
"Kalian siapa, kenal enggak tiba tiba pengen mampir," ucap Hana sinis lalu langsung menutup pintu. Hana pun berjalan kembali ke kamarnya. Zela yang berada di kamar pun tak tahu apa yang baru saja terjadi di depan pintu, karena suara mereka tidak terdengar sampai kamar.
"Apa gue bilang, makanya nggak usah kesini buang buang waktu aja," ucap Firman lalu memutar badan dan melangkahkan kakinya menuju mobil.
"Trus kita gimana nih?" tanya Rafli.
"Pulang aja yok," ujar Angga.
"Nggak ah, kita bujuk dulu," ujar Diva.
"Lah orang kita juga udah diusir," ujar Angga.
__ADS_1
"Nggak, kita harus berusaha dulu," ujar Diva yang sangat kekeh dengan pendiriannya itu.
"Div kita udah diusir loh tadi, udah mending kita pulang," ujar Angga yang mulai emosi.
"Nggak, kita disini aja," ucap Diva yang masih ngotot.
"Udah udah, kalian kenapa sih malah jadi ribut," ucap Lisa yang heran dengan jalan pikiran kedua temannya itu.
"Udah, bener kata Angga Div, kita pulang dulu, ntar kita pikirkan baik kaya apa," ucap Rafli dengan bijak.
"Ya udah yuk kita balik," ucap Fira.
Mereka pun membalikkan badan dan melangkahkan kakinya menyusul Firman di mobil. Sedangkan Diva, masih berdiam di tempat.
"Udah ayo Div pulang dulu," ucap Fira membalikkan badan dan menarik tangan Diva supaya ikut pulang.
Kini mereka pun sudah berada di dalam mobil untuk ke rumah Fira. Mereka milih rumah Fira sebagai tempat berkumpul untuk mereka.
"Trus kita gimana nih," ucap Diva yang tak sabaran.
"Sabar dong, nih minum dulu," ucap Fira yang datang dari arah dapur membawa nampan yang diatasnya berisi jus jeruk.
"Cemilan nggak ada Fir, pelit banget," ucap Firman yang masih asik memainkan game onlinenya.
"Alah makan tuh game online elo," jawab Fira.
"Ih gitu aja kesel," ledek Firman.
__ADS_1
"Udah sana ambil, buruan," imbuh Firman.
"Iya iya bentar," ucap Fira kesal. Dengan langkah malas Fira pun kembali lagi ke dapur mengambilkan cemilan untuk teman temannya itu.
"Lo kenapa sih, kalo masalah Hana pasti semangat banget gitu, nggak sabaran," ujar Firman mengalihkan matanya dari game online sekarang menatap mata Diva.
"Ya nggak papa, gue kangen aja gitu," jawab Diva. Karena memang Diva lah yang paling dekat dengan Hana.
"Nih camilannya," ujar Fira meletakkan di atas meja.
"Nih menurut gue, mendingan kita jangan temuin Hana deh, mending kita temuin Tante Ambar ama Om Bayu," ujar Opal.
"Iya gue sih setuju," jawab Angga.
"Lagian kalo kita ketemu Hana akhirnya kita diusir lagi, jadi nggak kelar kelar masalahnya," ujar Lisa.
"Trus kapan kita ketemu sama Tante Ambar dan Om Bayu, kayaknya mereka juga lagi di luar kota," ujar Fira.
"Ribet amat, tinggal telfon atau chat aja," ujar Firman sambil memasukkan camilan ke mulutnya.
"Kita nggak punya nomernya Firman!" ujar Lisa kesal.
"Heran gue sama elo kalo kasih saran nggak ada yang masuk akal," ujar Diva.
"Ada, banyak kok, biasa orang jenius," ujar Firman menyombongkan dirinya.
"Y".
__ADS_1