
Hati Angga masih terasa sesak, hubungannya dengan Fira berakhir tanpa alasan.
Kenapa kau meninggalkanku Fira, kau yang membuat ku jatuh cinta kepadamu, sekarang kau tinggalkan begitu saja tanpa alasan, tanpa sebab, kau tidak berfikir betapa dalamnya luka yang kau tanam dalam diriku. Walaupun aku baru bersama 6 bulan, tapi jiwa ini masih sakit untuk melepaskanmu. Tapi jika kau tidak ditakdirkan bersamaku, aku akan berusaha ikhlas untuk semua ini.~ Batin Angga.
Keesokan harinya mereka pun sedang di kelas X Ipa tanpa Fira. Mereka pun heran kenapa Angga hanya termenung dalam pikirannya.
"Ditinggal pacar aja kaya ditunggal istri," ledek Lisa.
"Yang baru 6 bulan aja udah sakit, apalagi 1 tahun, apa jadinya," imbuh Dimas meledek.
"Aduh memang cinta begitulah," ucap Diva.
"Pas lagi anget anget pacaran aja, makan *** kucing aja rasa coklat, eh sekarang aja udah bubar yang dimakan cuman kenangan bersamanya," ledek Hana.
"Cintaku kandas," ucap Rafli.
"Sakitnya bukan sakit penyakit," ucap Rafli.
"Struk," imbuh Opal.
"Aku mati mati mati bila tak ada kamu," ucap Lisa.
__ADS_1
"Aduh santai aja lah, enggak cuma kamu yang jomblo tapi kita," ucap Opal.
"Kita? elo aja kali," ucap Hana.
"Emang elo punya pacar?" tanya Opal.
"Enggak lah," jawab Hana tanpa dosa.
"Ih kalian apaan sih," ucap Angga yang sudah risih dengan perkataan teman temannya.
"Senyum dong Angga," ledek Dimas.
"Iya deh kapan kapan," jawab Angga.
"Disini juga enggak ada yang bawa bekel," imbuh Opal.
"Ah makanan mulu elo, udah sana pergi," pinta Lisa.
Mereka pun keluar dari ruang X Ipa, pada saat di depan pintu kelas X Ipa, para cowo itu berpapasan dengan Dito dan Fira, otomatis melihat kemesraan mereka. Angga yang melihat tidak peduli dan seolah olah tidak ada yang terjadi, tetapi di dalam hatinya terasa sakit.
"Udah pada mau balik ke kelas?" tanya Fira.
__ADS_1
"Iya kita mau ke kelas, duluan," pinta Rafli. Mereka pun melanjutkan jalan mereka ke kelas.
Selama tiga hari, mereka di kelas tanpa Fira, mereka ke kantin tanpa Fira, ketika pulang pun tak ada Fira. Jok belakang Angga pun kosong karena tidak ada Fira yang mengisi. Fira dan Dito setiap saat bersama, pulang bersama, ke kantin bersama. Dito dan Fira tidak peduli kata orang orang yang mencibir kedekatan mereka.
Sedangkan Angga hanya melamun, merenungi nasib, memikirkan Fira, kepala Angga hanya di penuhi tentang Fira.
Kemarin Angga melihat kedekatan Fira dan Dito di taman, kenangan Angga dan Fira pun berputan di kepala Angga. Angga pun berusaha bodoamat atas yang mereka lihat. Angga pun memilih pergi ke stand penjual sate yang biasa dia beli bersama Fira.
"Bang sate 100 tusuk," ucap Angga.
"Sendirian aja mas," ucap penjual sate.
"Iya bu biasa sendiri," jawab Angga.
"Lah cewe yang biasa sama mas kemana?" tanya penjual.
"Diambil orang bang," jawab Angga santai.
"Wah parah banget, ya udah deh mas yang sabar aja," ujar Angga.
"Udah sabar banget bang level atas," jawab Angga. Setelah menunggu sate yang Angga pesan pun datang.
__ADS_1
"Silahkan mas di makan biar enggak galau mulu," ucap tukang sate sambil meledek.
"Iya bang santai aja," jawab Angga.