CINTA ANAK ANAK BAR BAR

CINTA ANAK ANAK BAR BAR
Episode 67


__ADS_3

Mentari sore pun digantikan oleh sinar rembulan. Hana sedang perjalanan menuju rumahnya. Hana pun tertidur di mobil. Sesampainya di rumah Kang Maman pun langsung membangunkan Hana. Hana langsung masuk ke dalam rumah.


"Cucu nenek kok baru pulang," ucap Nek Ida.


"Iya tadi Hana main ke rumah temen Hana dulu," ucap Hana.


"Nek besok weekend Hana pengen keliling kota Surabaya nek," ujar Hana.


"Mau sama siapa sayang? nenek kan udah tua gini sakit sakitan," jawab Nek Ida.


"Sama temen baru aku loh nek itu si Zela," ujar Hana.


"Ya udah ya nek, Hana ke kamar dulu," ucap Hana sambil menuju kamarnya. Hana pun langsung merebahkan tubuhnya dan melanjutkan tidur nya.


Keesokan paginya di SMA Harapan, anak anak bar bar itu sudah berada di dalam kelas X Ipa.


"Beb bawa makanan apa?" tanya Lisa.


"Hallo guys kali ini gue bawa salad bawah buat bekel sekolah gue. Asal kalian tau ya, ini salad buah gue sendiri yang bikin dan dijamin pasti rasanya enak" ujar Fira.


"Eh gila elo ya, enggak ada yang ngerekam gaya bicara elo kaya orang lagi bikin konten," protes Dimas.


"Enak aja, suka suka gue yang penting gue bahagia," jawab Fira.


"Nih guys sama seperti Fira ku sayang yang membuat salad buah sendiri, gue juga bikin jus mangga sendiri ya. Ini rasanya pasti enak. Perpaduan antara air dan mangga ditambah susu diblender menjadi satu," ucap Angga.


"Emang ya kalian pasangan gila," ucap Dimas.

__ADS_1


"Jijik gue Ngga, elo udah kaya anak anak yang dikit dikit pansos," ujar Rafli.


"Ih gue lebih jijik udah kaya anak cewe," ucap Opal.


"Kalian sebagai temen gue, dukung dong kok malah gitu, pedes banget mulutnya kaya netijen," ujar Angga.


"Gimana mulut temen elo enggak pedes, tingkah elo aja kaya gitu," ucap Diva.


"Noh noh cewe aja tahu," ucap Dimas.


"Males gue berdebat sama para kawan kawan yang gue sayangi, kalo enggak mau ya udah gue minum sendiri, enggak kuat gue dizholimi terus," ucap Angga.


"Gila emang," ucap Dimas.


"Banyak tingkah aja elo," imbuh Opal.


"Iya yah, kok kepergian Hana rada gimana gitu," ucap Opal.


"Enggak kasih alasan apa apa sama kita," ucap Dimas.


"Apa jangan jangan, karena cinta Hana bertepuk sebelah tangan sama Firman, jadi Hana pergi deh ke Surabaya buat melupakan si Firman," jelas Diva.


"Ngaco lo!" jawab Opal.


"Tapi ada bener nya juga sih apa yang dibilang sama Fira," ucap Diva.


"Tapi ya masa sampai segitunya ninggalin kita semua," ucap Lisa.

__ADS_1


"Eh besok besok ke Surabaya yok, susul Hana," ujar Diva.


"Emang lo tau alamatnya?" tanya Angga.


"Enggak dong," jawab Diva sambil menampakkan giginya.


"*****, gue kira elo tau," ucap Opal kesal.


"Ya kan kita bisa tanya sama Hana langsung," ujar Diva.


"Ya kan lo tau sendiri, Hana aja enggak mau dihubungi, cuma satu kali bisa pas lagi di kantin," jawab Lisa.


"Ya udah lah, besok kita coba cari tahu, sekarang mungkin juga belum waktunya," ucap Rafli.


"Tumben bijak," ledek Dimas.


"Always," jawab Rafli.


"Apaan elo gitu aja sombong," ujar Lisa.


"Enggak sombong sih cuma ngomong," jawab Rafli. Bel masuk SMA Harapan pun berbunyi.


"Udah sana masuk, enggak usah kesini lagi selamanya," canda Lisa.


"Jahat elo Lis," ujar Dimas.


"Udah ah sana," ucap Diva mengusir.

__ADS_1


__ADS_2