
Bel pulang sekolah SMA Harapan berbunyi, para siswa pun keluar dari kelasnya. Saat keluar kelas, para cowo pun sudah menunggu.
"Lama amat sih kalian," ucap Opal kesal.
"Kalo nggak ikhlas nggak usah bantu," jawab Diva.
"Udahlah pusing gue ribut mulu," ucap Lisa menengahi.
"Udah yuk jalan," ajak Rafli.
"Iya, iya ayoo," jawab mereka serempak.
Mereka pun berjalan bersama menuju parkiran. Disepanjang perjalanan tak jarang candaan yang dilontarkan, saling dorong mendorong dan lain lain. Tetapi tidak bagi Fira, dia hanya berjalan seperti tanpa tak bernyawa.
"Eh kita main yuk," ajak Opal.
"Kemana emang?" tanya Diva.
"Rumah Dimaaaaaasass," ucap Rafli.
"Oke deh rumah gue," ucap Dimas mangangguk pasrah.
"Fir kamu ikut nggak ke rumah Dimas?" tanya Lisa, tetapi tidak ada respon dari Fira.
Lisa pun mengangkat tangannya dan mengibas ngibaskan didepan muka Fira.
"Fira Fira," ucap Lisa.
"Eh iya ada apa?" tanya Fira.
"Kamu ikut nggak ke main ke rumah Dimas," ucap Lisa.
Kalo gue nggak ikut ke rumah Dimas, otomatis gue pulang dong ke rumah. Tapi gue kan males di rumah. Belum lagi entar kalo mereka ribut lagi. Entar abis ribut nyari nyari gue. Tapi kalo gue ikut ke rumah Dimas, gue males juga, palingan gue cuma diem disana. Ya udah deh mending gue ikut aja ke rumah Dimas gue juga masih males liat mereka.~Batin Fira.
"Fir hello jadi ikut nggak malah bengong gini," ucap Lisa kembali mengibas ngibaskan tangannya didepan muka Fira.
"Ah iya Lis, gue ikut aja," jawab Fira.
Mereka pun sampai di depan parkiran, para cowo bar bar itu pun segere mengambil motor mereka masing. Tiba tiba datanglah Firman.
"Gue ikut gabung bareng kalian ya," ucap Firman.
"Apaan sih tiba tiba nongol trus minta tumpangan lagi, emang elu nggak ada akhlak," ucap Angga kesal.
"Ya boleh nggak?" tanya Firman memastikan.
"Kita mau main," jawab Diva.
__ADS_1
"Dasar kalian main terus," ledek Firman.
"Suka suka kita lah, nggak suka pergi," jawab Opal.
"Ya udah lah gue ikut kalian aja," ucap Firman.
"Mau sama siapa elo! emang elo mau ditaroh di ban!" ucap Opal kesal.
"Ya udah lah ayo, elo sama Opal," ujar Lisa.
"Ah males banget gue ama dia, enggak enggak gue nggak mau," ujar Opal.
"Udah lah biar kaya pasangan," ledek Angga. Para cewe pun naik ke motor pasangannya. Walaupun Opal menolak, Firman pun tetapi naik ke motor Opal.
"Jangan lupa tuh pegangan tangan," ledek Dimas.
"Pelukan sekalian," imbuh Angga.
"Sialan," umpat Opal.
"Tuh kan gara gara elo sih, ngapain juga ngikut," ucap Opal kesal.
"Ah udah buruan jalan susul mereka, nggak usah banyak bacot," jawab Firman.
Opal pun segera menyalakan motornya. Rasa kesal pun masih menyelimuti hatinya.
"Nggak usah kasar ngapa," ujar Opal.
Udah aja ngalah aja sama makhluk kaya gini. Daripada ribut mulu, mumet dah gue. ~Batin Opal.
Di motor lain, tepatnya motor Angga, Fira tengah melamun menikmati pemandangan jalan.
"Fir," panggil Angga.
"Iya?" jawab Fira.
"Kamu kenapa sih? kok bengong terus?" tanya Angga.
"Nggak papa, deh beneran," jawab Fira.
"Ya udah deh," jawab Angga pasrah. Mungkin Fira belum sempat cerita pikirnya, nanti kalo udah siap pasti cerita.
Akhirnya mereka pun sampai di rumah Dimas. Pintu terbuka disana sudah ada Lina yang menyambut mereka.
"Tante Linaa," ucap mereka bersamaan kecuali Firman yang belum tahu ibu Dimas. Mereka pun bersalaman bergantian.
"Yuk sayang masuk," ajak Lina, mereka pun seperti anak SD yang masuk secara berebutan.
__ADS_1
"Nih minum," ucap Lina.
"Makasih tante," ucap Rafli.
"Ya udah tante tinggal ke dapur dulu ya," ucap Lina meninggalkan anak anak mereka di ruang tamu.
"Eh main yuk," ajak Opal.
"Ini udah main ****," jawab Firman.
"Maksud gue main apaan gitu," ujar Opal.
"Main polisi sama maling aja," ucap Angga mengeluarkan ide konyol nya itu.
"Mainan anak SD obeg," jawab Diva.
"Tuh kan yang jadi polisi entar teriak maling maling, dikira maling beneran gimana? terus di keroyok sama warga mau?" uujar Dimas.
"Enggak lah," ucap Rafli menjawab spontan.
Tak lama kemudian Lina pun datang kembali menemui anak anak tersebut.
"Makan yuk, tante udah masakin buat kalian," ucap Lina.
"Ayo tante let's go," ucap Opal penuh semangat.
"Malu muluin aja elo," ucap Rafli.
"Rejeki anak soleh Fli, nggak boleh ditolak," bantah Opal.
"Ya udah deh terserah lo," jawab Rafli kesal.
Mereka pun menggelar karpet di bawah, karena mereka memang lebih suka makan lesehan.
"Wah tante repot repot nih," ucap Diva.
"Ah enggak kok, tante malah seneng," jawab Lina dengan mengembangkan senyumnya. Fira pun tiba tiba mengingat ibunya.
"Tante pinjem toiletnya ya," ujar Fira.
"Iya, silahkan," jawab Lina. Fira pun segera pergi ke toilet.
"Eh Fira kenapa sih? Gue perhatiin ada yang beda," ujar Lisa.
"Iya sih gue ngrasa juga iya," jawab Angga.
"Kenapa Fira nggak mau cerita ya sama kita," ucap Dimas.
__ADS_1
"Udah Fira nya jangan jangan di tanya tanya, mungkin masalahnya berat jadi pengen sendiri, entar dia juga cerita," ucap Lina.
"Iya tante," jawab mereka serempak.