
Setelah acara makan siang itu, baik cewe ataupun cowo, mereka pun saling membantu membersihkan peralatan dan sisa dari makanan tersebut. Tak jarang kejailan, canda dan tawa pun diselingi dalam kegiatan tersebut.
Rafli dan Lisa kebagian mencuci piring, dengan tangan jail nya itu, Rafli mencolek pipu Lisa dengan sabun.
"Rafliiiiiii," ucap Lisa kesal tetapi di balas senyum penuh keceriaan oleh Rafli. . Lisa pun membalas colekan Rafli di pipi. Rafli kembali lagi mecolek Lisa. Colek mencolek antara Lisa dan Rafli pun terjadi.
"Ah Fli baju gue basah kan," ujar Lisa.
"Emang gue enggak, baju gue juga basah kali," jawab Rafli.
"Ehemmm," deheman Dimas pun menghentikan aktivitas mereka dan langsung menoleh ke arah Dimas.
"Nyuci piring woii bukan nyuci motor, kenapa baju kalian ikut basah?" tanya Dimas.
"Ini Rafli colek colek aku pake sabun, jadi basah gini," jawab Lisa.
"Elo juga bales berati kiya seri," ujar Rafli.
"Ya kan elo yang mulai, otomatis gue bales lah," ucap Lisa.
"Lah ngapa elo mbales," bantah Rafli.
"Ya kan_" ucap Lisa tetapi di potong oleh Dimas.
"Udah kalian berdua selesain nyuci piringnya, entar gue pinjemin baju gue buat ganti sama kalian," ucap Dimas menengahi.
"Tumben bijak," ledek Rafli.
"Gue mah emang bijak Maemunah," jawab Dimas dengan penuh percaya diri.
"Sapa tuh Maemunah, cewe baru," ledek Rafli.
"Iya, elo mau gue kenalin nggak," jawab Dimas yang menanggapi perkataan sahabatnya dengan candaan.
"Males ah palingan nenek nenek," ujar Rafli.
__ADS_1
"Cantik loh Fli nggak mau loo," pinta Dimas.
"Udaahhhh," ucap Lisa menengahi.
"Lo gimana sih, kan dateng buat misahin eh malah ikut ribut," imbuh Lisa.
"Ya maap," ucap Dimas sambil menampakkan giginya.
"Ya udah lah kalo gitu gue mau cariin kalian baju ganti dulu, buruan selesein cuci piringnya," ucap Dimas sambil pergi meninggalkan Lisa dan Rafli.
"Iya, brisik lo," jawab Rafli.
Lisa dan Rafli pun melanjutkan acara cuci piring mereka, tanpa melakukan colek mencolek lagi. Setelah selesai mereka kembalu mencari Dimas yang menjanjikan baju ganti untuk mereka.
"Kalian kenapa?" tanya Diva.
"Abis nangkep lele," jawab Lisa asal.
"Kapan elo ke empang?" tanya Diva polos.
"Elo belum lagir begoo," ucap Diva kesal.
"Lah elo, kan tau daritadi gue nyuci sama Rafli masih ditanya kenapa," ujar Lisa kesal.
"Iya deh iya maap," jawab Diva cengegesan.
Dimas pun datang dari kamarnya.
"Nih baju elo," ucap Dimas menyodorkan bajunya ke Rafli dan Rafli pun langsung menerimanya.
"Lah gue mana Dim?" tanya Lisa.
"Lah masa elo mau pake baju laki laki," jawab Dimas.
"Ya kan elo pasti ada kan kaos polos," jawab Lisa.
__ADS_1
"Ada sih ya udah bentar gue ambilin," ucap Dimas kembali ke kamarnya.
"Kenapa nggak diambilin dari tadi sih," ujar Lisa kesal.
"Ya udah gue mau ganti dulu," ucap Rafli meninggalkan teman temannya.
Tak lama kemudian, Dimas pun kembali dari kamarnya.
"Nih, moga aja muat," ucap Dimas sambil menyodorkan kaosnya, Lisa pun segera menerimanya.
"Thanks," jawab Lisa sambil melangkahkan meninggalkan teman temannya. Rafli pun sudah kembali dengan baju yang dipinjamkan Dimas.
Lisa kembali dengan baju yang dipinjamkan Rafli. Semua yang melihat Lisa pun tak kuasa menahan tawanya termasuk Fira yang juga ikut tertawa seolah melupakan masalahnya.
"Hahahahaha," tawa mereka memecah.
"Ngapain sih pada ketawa," ucap Lisa kesal.
"Sumpah si elo kaya orang orangan sawah banget," ucap Fira sambil memegangi perutnya.
Akhirnya Fira ketawa lagi. ~Batin Angga.
Gapapa lah gue kaya gini di ketawain yang penting Fira bahagia dan ikut ketawa. ~Batin Lisa.
Nah lo Fira ketawa lagi kan. ~Batin Diva.
"Iya, Lis perut gue ampe sakit," ucap Firman.
"Sumpah si kalian temen ga ada akhlak banget," ucap Lisa pura pura kesal.
"Lo gimana sih Dim kalo kasih baju," imbuh Lisa.
"Ya mau gimana lagi daripada elo kedinginan pake baju basah," jawab Dimas.
"Ya udah deh," jawab Lisa pasrah.
__ADS_1