CINTA ANAK ANAK BAR BAR

CINTA ANAK ANAK BAR BAR
Episode 118


__ADS_3

Hari minggu mereka habiskan pagi hari dengan Car Free Day. Udara pagai hari yang sangat menyejukkan hati. Hati yang pernah tersakiti wkwk.


"Woi udah deh nggak kuat gue," ucap Hana sambil mengangkat tangannya. Sontak membuat yang lain juga menghentikan langkahnya dan menengok arah Hana. Hana pun mengatur nafasnya dan memegang lututnya.


"Cemen banger sih elo, baru juga satu putaran," timpal Zela menghampiri temannya itu.


"Iya nih Han, nggak biasanya elo," ujar Diva.


"Giliran deketin Firman aja cepet, lah kok cuma lari aja udah capek sih, baru juga satu putaran," ujar Fira.


"Tumben deh, ayo dong Han semangat," ucap Lisa memberi dukungan kepada Hana.


"Udah ah kalian sana aja lanjutin larinya, gue duduk dulu," ucap Hana lalu menepi mencari tempat untuk duduk.


"Ya udah deh bentar gue beliin elo minum dulu," ucap Zela.


Zela menghampiri pedagang dan membeli minum untuk Hana, lalu menyerahkan kepada Hana. Hana pun langsung meminumnya dengan rakus. Seolah ada yang akan merebut minuman itu, maka dia habiskan dengan cepat cepat. Dalam sekejap, botol pun sudah kosong, air nya sudah habis di minum Hana sampai tak tersisa.


"Wah gila elo Han," ucap Angga spontan, seolah tak percaya.


"Cewe kok kuat banget," ujar Dimas.


"Ah brisik kalian sana kalian lanjut lagi," ucap Hana.


"Elo enggak mau ikut lagi?" tanya Lisa memastikan Hana.


"Eggak deh, sana kalian aja," jawab Hana.


"Cemen elo Han masa cuma satu putaran," ucap Dimas.

__ADS_1


"Ah brisik elo, udah sana lari lagi," timpal Hana.


Aduh sakit banget, kapan semua ini akan berakhir.~Batin Hana.


Setalah beberapa kali putaran dan di rasa mereka cukup dan sudah lelah, mereka pun menghampiri Hana. Mereka berada di salah satu tempat makan di tempat itu.


Makan pun berjalan seperti biasanya, ada saja candaan yang terlontar dari salah satu mulut mereka. Hingga tak terasa mereka pun sudah selesai makan.


"Eh kita abis ini mau kemana nih?" tanya Lisa.


"Gue mah terserah sih, ngikut aja," jawab Angga.


"Ke rumah Dimas aja," jawab Hana. Hana juga sebenarnya masih kepo dengan apa yang terjadi antara Diva, Dimas dan Zela. Di tambah lagi Zela yang tertutup dan tidak mau menceritakan apapun membuat rasa penasaran seorang Hana bertambah.


"Ya udah ayok, elo gimana Dim?" ucap Angga menatap Dimas.


"Ya gue sih oke, silahkan," jawab Dimas.


Raut wajah Zela pun langsung bingung dan cemas. Kalo dia ke rumah Dimas, pasti bertemu dengan ibu dan ayah. Ah bagaimana ini, tapi jika menolak, bagaimana cara menolaknya.


Hana pun melihat dengan jelas raut wajah temannya itu, terlihat bingung. Ini memperkuat dugaan Hana, jika Zela dan Dimas ada sesuatu yang pernah terjadi.


Sebenernya elo kenapa sih Zel, kenapa elo nggak mau cerita sama gue. ~Batin Hana.


"Ah gue nggak ikut ya, gue kebelet nih," ucap Zela, mereka pun langsung menoleh ke arah Zela.


"Ntar aja kali Zel, di rumah Dimas, di sana kan juga ada toilet," jawab Lisa.


"Ah gue kebeletnya sekarang," jawab Zela dengan ekspresinya.

__ADS_1


"Ya udah elo sekarang ke toilet umum gih," usul Firman.


"Enggak deh jijik gue, enak di rumah sendiri," jawab Zela.


"Eh rumah Hana jauh, lehih deket rumah Dimas, udah di rumah Dimas aja," ucap Diva.


Gue tau Zel, elo pasti mau ngehindarin ayah sama ibu. ~Batin Dimas.


Aduh gimana nih, mereka maksa. Kalo gue enggak turuntin dan gue ngehindar malah mereka curiga. Tapi gue belum siap ketemu ayah sama ibu. ~Batin Zela.


Alasan yang Zela berikan kurang cocok, jadi Zela pun berusaha berfikir apa yang cocok untuk di jadikan alasan.


"Perut gue juga sakit lagi, gue mau ke rumah aja, pulang," ucap Zela dengan akting memegangi perutnya.


"Kenapa elo Zel?" tanya Firman.


"Ga tau nih kebelet sampai sakit perut, dah sakit banget," ucap Zela terus akting supaya dia bisa pulang ke rumah Hana dan tidak ikut ke rumah Dimas.


"Ya udah ayo kita buruan ke rumah Dimas kasihan Zela," ucap Fira.


"Enggak deh Fir, gue ke rumah gue aja, mau pulang aja," tolak Zela.


"Zel, di rumah nggak ada ayah sama ibu loh. Entar kalo kamu butuh apa apa gimana," ucap Hana.


"Kan ada bibi," jawab Zela.


"Emang kalo bibi di panggil mereka tentu denger? gimana kali mereka nggak denger, trus ada apa apa sama kamu. Mending di rumah Dimas aja deh, Dimas nggak keberatan kan?" ujar Hana menatap Dimas.


"Ah iya nggak papa," jawab Dimas.

__ADS_1


Ah sial, Hana terus mengopor ngopori mereka. Gue alesan apapun jugas pasti nggak mempan. Ya udah lah pasrah. ~Batin Zela.


"Ya udah deh ayo ke rumah Dimas," ucap Zela pasrah. Sudah tidak ada alasan lagi untuk di gunakan, sekarang hanya bisa pasrah.


__ADS_2