CINTA ANAK ANAK BAR BAR

CINTA ANAK ANAK BAR BAR
Episode 18


__ADS_3

Siang ini udara panas ditambah lagi macet karena jam istirahat kantor dan anak anak pulang sekolah. Setelah melewati macet dan teriknya matahari mobil ayah Lisa pun sampai rumah.


"Assalamualaikum," salam Rizky.


"Waalaikumsalam," jawab Vina.


"Yah Lisa mana?" tanya Vina panik.


"Lisa masih tidur di mobil," ucap Rizky, Rizky kembali lagi ke mobil dan mengangkat Lisa menuju kamarnya. Vina hanya mengekor di belakang nya. Setelah Rizky membaringkan Lisa, Vina dan Rizky keluar dari kamar Lisa.


"Yah panggil dokter bagas ya," ucap Vina.


"Iya bentar ayah telfon dulu," ucap Rizky. Rizky mengeluarkan hp nya dari saku lalu menelfon dokter Bagas.


"Assalamualaikum dok". (Rizky)


"Waalaikumsalam". (dokter Bagas)


"Ada apa ya tuan Rizky?". (dokter Bagas)


"Lisa pingsan kena bola basket". (Rizky)


"Tolong dokter Bagas segera kesini". (Rizky)


"Ya baiklah saya akan kerumah bapak". (dokter Bagas)


"Assalamualaikum". (dokter Bagas)


"Waalaikumsalam". ( Rizky)


"Bu ayah mau siap siap dulu ya, Ibu nungguin dokter Bagas aja disini ntar kalo dokter Bagas udah sampai bilang ke ayah ya," ucap Rizky.


"Iya yah," jawab Vina. Rizky pun bergegas ke kamar untuk bersih bersih. Vina pergi ke kamar Lisa memastikan Lisa sudah bangun atau belum. Saat sampai kamar Lisa, ternyata Lisa masih saja memejamkan matanya. Vina pun kembali lagi ke ruang tamu menunggu dokter Bagas.


Setelah beberapa menit akhirnya dokter Bagas pun datang.


"Assalamualaikum," salam dokter Bagas.


"Waalaikumsalam, silahkan masuk dok," ucap Vina ramah. Vina dan dokter Bagas pun masuk kedalam rumah.


"Bentar ya dok saya panggilkan ayahnya Lisa dulu," ucap Vina.


"Oh iya silahkan bu," ucap dokter Bagas, Vina pun pergi kekamarnya.

__ADS_1


"Yah dokter bagas udah datang," ucap Vina.


"Iya bu sebentar lagi ayah nemuim dokter Bagas," ucap Rizky, Vina pun pergi ke dapur untum membuatkan minum. Setelah selesai membuat minum dan mengambil beberapa makanan ringan, Vina kembali lagi ke ruang tamu.


"Silahkan dok," ucap Vina sambil meletakkan minuman dan makanan ringan tersebut.


"Terimakasih bu repot repot segala," ucap dokter Bagas.


"Iya nggak papa dok," ucap Vina, Rizky pun datang.


"Hai dok," sapa Rizky.


"Eh tuan Rizky," ucap dokter Bagas.


"Ini bagaimana kejadiannya," imbuh dokter Bagas.


"Tadi Lisa pingsan di sekolah. Waktu pulang sekolah temennya kesini bilang kaya gitu, trus ayahnya Lisa jemput ke sekolah, katanya Lisa baru tidur karena ngeluh kepalanya sakit," jelas Vina.


"Boleh saya memeriksa nya," ijin dokter Bagas.


"Iya dok, mari saya antar ke kamar Lisa," ucap Vina, dokter Bagas Vina dan Rizky pun ke kamar Lisa. Setelah membuka pintu kamar Lisa, ternyata Lisa sudah bangun.


"Eh sayang kamu udah bangun," ucap Vina sambil menghampiri lisa.


"Tadi kamu dibawa ayah waktu kamu masih tidur," jelas Vina.


"Sayang kamu diperiksa dulu ya sama dokter Bagas," ucap Vina, Lisa pun mengangguk.


"Silahkan dok," ucap Rizky mempersilahkan, dokter Bagas pun memulai memeriksa keadaan Lisa.


"Apa masih pusing?" tanya dokter Bagas.


"Masih dok," jawab Lisa.


"Mungkin karena bolanya terlempar terlalu kuat jadi kamu masih merasa pusing," jelas dokter Bagas.


"Kamu baik baik aja kok Lis, nanti saya berikan sedikit obat untuk kamu," imbuh dokter Bagas.


"Ya sudah saya permisi dulu," ucap dokter Bagas. Rizky pun mengantar dokter bagas sampai ke depan.


"Tuan Rizky ini tolong tebus obatnya di RS Permata," ucap dokter Bagas sambil memberikan resep obatnya.


"Ya dok nanti saya akan RS Permata. Terima kasih ya dok," ucap Rizky sambil menjabat tangan dokter Bagas.

__ADS_1


"Ya sama sama pak," ucap dokter Bagas sambil masuk ke dalam mobilnya.


"Hati hati," ucap Rizky. Dokter Bagas hanya membunyikan klakson sebagai jawabannya. Setelah kepergian dokter Bagas, Rizky kembali lagi ke kamar Lisa.


"Ayah mau ke RS Permata dulu ya buat nebus obat Lisa," ucap Rizky.


"Iya yah," jawab Vina.


"Maafin Lisa ya yah, gara gara Lisa ayah sama ibu jadi repot," ucap Lisa sedih.


"Nggak kok sayang," ucap Vina sambil mengelus elus kepala Lisa.


"Enggak kok sayang, ayah biasa aja tuh, jangan sedih ya, ayah mau ke rumah sakit dulu," ucap Rizky sambil mencium kening Lisa.


"Makasih ayah ibu," ucap Lisa bahagia.


"Iya sayang ya udah ayah pamit ya," ucap Rizky. Rizky keluar rumah menuju pada garasi mobilnya, Rizky melajukan mobilnya ke RS Permata, Semetara Vina masih di kamar Lisa.


"Sayang kamu mau makan apa biar ibu buatin," ucap Vina lembut.


"Lisa nggak nafsu bu," ucap lisa.


"Lisa masih lemes bu," imbuh Lisa.


"Ya udah ibu buatin kamu bubur aja, kamu kan harus makan ntar gimana juga makan obatnya," ucap Vina.


"Ya udah deh bu makasih ya," ucap Lisa bahagia.


"Ya udah ibu ke dapur dulu ya," ucap Vina, Lisa pun menganggukan kepalanya. Vina pun pergi ke dapur untuk membuat bubur.


Setelah pergi ke rumah sakit kini Rizky sudah pulang membawa obat yang dibutuhkan Lisa, Vina pun sudah selesai membuat bubur untuk Lisa, dengan segera Vina kembali lagi ke kamar Lisa


"Ayo sayang makan ntar minum obat nya," ucap Vina.


"Nggak enak bu," ucap Lisa.


"Sayang ayo makan biar sehat,sini ibu suapin," ucap Vina. Vina pun memegang alih sendok menyuapi bubur ke mulut Lisa. Setelah beberapa sendok lolos ke mulut Lisa, Lisa merasa kenyang.


"Bu Lisa udah kenyang," ucap Lisa.


"Ya udah nggak papa kan tadi kamu udah makan sekarang minum obatnya ya," ucap Vina.


"Iya bu". Vina memberikan beberapa pil obat dan air putih untuk Lisa, Lisa menelan pil itu lalu disusul dengan minum air putih.

__ADS_1


"Allhamdulilah, ya udah ibu ke dapur dulu ya," ucap Vina sambil bergegas ke dapur.


__ADS_2