Cinta Dalam Perjanjian

Cinta Dalam Perjanjian
Perjodohan


__ADS_3

Seperti yang sudah dijelaskan diawal,yah namaku adalah Binar.Ntah kenapa Ayah dan ibu memberiku nama seperti itu...???pernah aku pertanyakan satu kali arti dari namaku itu,tapi ibu hanya bilang,ibu mau agar aku bisa bersinar dan selalu menyinari hidupnya dengan hadirku disisinya dan berharap suatu hari kelak aku bisa menyinari cinta untuk orang yang aku cintai. tapi harapan ibu itu hanya tinggal harapan ketika suatu hari......!!!!!!


"Sore menjelang magrib,aku terburu buru pulang dengan mengendarai motor matic kesayangan aku,yang meski masih aku cicil sampai sekarang.motor itu sengaja aku beli 5 bulan yang lalu agar itu bisa memudahkanku untuk berangkat kerja setiap harinya,agar tidak kena marah lagi oleh Atasan aku karena selalu datang terlambat, jika harus menunggu angkot sampai berjam jam.


"Aku tiba dibutik ibu,ingin menjemputnya pulang kerumah karena aku yakin ibu masih dibutik di jam segini dan benar saja,butik ibu masih terbuka dan terlihat ramai,


"Didepan butik sudah terparkir sebuah mobil mewah berwarna hitam.


"Mungkin ibu kedatangan pelanggan??


"Sepertinya orang kaya nih..???wah ibu hebat butiknya didatangi para kalangan konglomerat"pikirku dalam hati,


"Setelah memarkirkan si motor kesayangan,


dengan langkah agak ragu ragu aku melangkah masuk,di ambang pintu aku sempat berhenti sebentar dan memperhatikan kondisi didalam. aku melihat ibu sedang berbincang bincang dengan seorang wanita paruh baya dan seorang laki laki,dari nada bicaranya sih mereka kelihatan sangat akrab sekali.aku pikir mungkin itu pelanggan spesial ibu,karena tak mau mengganggu mereka,aku pikir akan masuk kedalam dan menunggu ibu diruangannya saja, tapi baru beberapa langkah aku berjalan


tiba-tiba....


"Binar..."Tumben kamu datang ke sini Nak...???panggil ibu dengan sumringahnya karena tidak menyangka akan datang menjemputnya sore itu.


"iya..Bu"... Binar lalu berbalik menatap kearah mereka.


"Kebetulan sekali kamu datang Nak"


"Ayo sini..duduk didekat ibu panggil Bu Retno pada putri semata wayangnya itu.


"Baik..Bu,jawab nya singkat"


"Binar segera mendekat kearah mereka sambil memperhatikan siapa tamu ibunya yang datang itu.


"Nak,kenalin..ini tante Widia dengan om Indra Salim..ucap Bu Retno memperkenalkan siapa kedua tamunya itu kepada putrinya.


Binar lansung menyalami mereka dengan sopan,bergantian.


"Putri kamu cantik..sekali..Ret..!!! puji Bu Widia dan tak mau lepas menatap Binar dengan senyum sumringahnya.


"Makasih tante" sahut Binar dengan malu-malu,lalu duduk didekat ibunya.


"Pa,Binar cantik yah???


"Sepertinya sangat cocok ini sama putra kamu itu?? Bu Widia tiba-tiba melontarkan idenya,


"iya..ma,papa juga setuju.


"Bagaimana kalau kita jodohkan mereka berdua" sambung Pak Indra tak mau kalah,mereka lansung berembuk sendiri tak memperdulikan bagaimana perubahan di wajah Bu Retno terlebih Binar- nya sendiri.

__ADS_1


"iya..pa,aku setuju banget


"Bagaimana dengan kamu..Ret,..???


"kamu mau..yah?besanan dengan kami ??Tanya Bu Widia tidak sabar.


"Apa maksud kamu..Wid...???


Kalian,jangan bercanda???


Bu Retno cukup kaget dan tak percaya.


"Sementara Binar,hanya diam saja dari tadi,tidak tau mau bicara apa saat mendengar mereka memperbincangkan soal perjodohan.


"kami tidak bercanda Ret..!!!


"Kami serius,ucap Bu Widia sambil mengenggam tangan sahabat lamanya itu berusaha meyakinkannya.


"Iya,Ret...


"kamu lihat,memang kita lagi bercanda..???


"kami serius,ingin menjodohkan mereka kata pak Indra lebih meyakinkan.


"Tapi..


"Apa alasannya kamu menolak hal baik ini???tanya Bu Widia tetap kekeh dengan pendiriannya.


"Bukan begitu maksudku..Wid,


"Tapi seperti yang kalian tau..kan??


"Bagaimana hidup kami"ucap Bu Retno lalu menggenggam tangan Binar yang sedang duduk didekatnya saat itu.


Binar sendiri tidak berani untuk menyahut, apalagi memotong pembicaraan mereka,meski hati kecilnya tidak setuju tapi dia hanya diam mendengarkan.


"Aku tidak mau kamu membahas soal status kitA lagi,karena kami tidak akan pernah suka dengan hal itu"protes Bu Widia kecewa.


"Bu Retno terdiam,lalu dia berbalik menatap Binar yang dari tadi hanya terdiam mendengarkan obrolan mereka.


"Aku serahkan semuanya pada Binar...Wid.


"Dia yang berhak menentukan kebahagiaannya sendiri" ucap Bu Retno.


"kamu,mau yah sayang..??jadi menantu tante dan om..??? Bu Widia lansung meminta sendiri pendapat Binar dengan penuh harap.

__ADS_1


"Binar hanya menatap ibunya sebentar,dia sepertinya bingung,secara tiba tiba diminta menjadi seorang menantu oleh dua orang yang baru saja dikenalnya menit itu.


"Beri waktu Binar,untuk memikirkannya tante"Binar langsung menjawab dengan beribu keraguan dihatinya.


"Tante harap,kamu mau sayang..???Bu Widia tetap bersikeras.


"Beri dia waktu..ma,"timpal Pak Indra.


"Baik..pa.


"Sayang...sebenarnya,ini teman lama ibu dan Ayah.kami berpisah sejak 18 tahun yang lalu dan saat itu umur kamu masih dua tahun jadi otomatis kamu belum mengenal mereka" Bu Retno mencoba menjelaskan siapa kedua tamunya itu kepada putrinya, karena sepertinya Binar kelihatan masih bingung.


"iya,sayang kami berdua sahabat dekat Ayah ibumu,sangat dekat bahkan sudah seperti keluarga sendiri.."sambung Bu Widia.


"Binar hanya mengangguk,akhirnya dia bisa mengerti.


"Tante dan om,akan datang lagi kemari untuk meminta jawaban kamu..???ucap Bu Widia kembali dengan nada serius.


"Binar hanya bisa mengangguk karena bibirnya terasa kelu untuk berbicara.


"Kami akan segera memberi jawabannya..Wid,


biarlah Binar ber- istikharah dulu,karena ini menyangkut masa depannya sendiri.apapun nanti keputusannya aku pasti akan selalu mendukungnya "ucap Bu Retno sambil terus menggenggam tangan putrinya.


"Baiklah..Ret..


"Binar,tante pamit yah...!!!


"titip ibu kamu,Tolong di jaga dengan baik yah???pesan Bu Widia.


"iya..tante jawabnya sambil berdiri kembali menyalami mereka.


"kami pamit..Ret,


"semoga setelah pertemuan ini,allah menyatukan kita kembali,Kami tunggu kabar baiknya yah?? Bu Widia sangat berharap.


"Bu Retno hanya mengangguk sambil membalas pelukan sahabat dari kecilnya itu.


"kalian hati hati..yah..!!!" ucap Bu Retno mengingatkan sambil bersalaman dengan pak Indra.


Mereka berdua akhirnya pamit pergi meninggalkan mereka.


Bu Retno terlihat sangat bahagia bisa bertemu kembali dengan sahabatnya itu setelah 18 tahun berpisah,dengan keadaan yang sudah jauh berbeda,mereka kini sudah bergelar sultan sedangkan dirinya hanya seorang janda yang di tinggal mati suami,yang berpenghasilan sangat sederhana tapi meski begitu dia sangat bangga dan bersyukur karena bisa membesarkan putri satu-satunya yang kini sudah beranjak dewasa.


"kembali dia tertegun sambil menatap putrinya yang masih terdiam, ntah apa yang sedang dipikirkannya....?????

__ADS_1


********$$$$$$$$$$$$$*************


__ADS_2