Cinta Dalam Perjanjian

Cinta Dalam Perjanjian
Alergi...part 1


__ADS_3

"Sore hari di ruang utama,tempat yang biasanya sunyi sepi tidak berpenghuni,tapi hari itu suasana bahagia tercipta tampak Binar tengah asik melayani kedua mertuanya yang baru datang,sengaja hari itu dia iZin pulang lebih awal dari biasanya karena memang ingin menyambut kedatangan mereka.


"Mas mu...jam berapa pulangnya sih sayang?tanya Bu Widya yang tengah duduk di sampingnya sambil menikmati kue puding yang dia suguhkan.


"Mungkin sebentar lagi ma,jawab Binar lalu menatap ke arah jarum jam yang sudah menunjukkan pukul 4 sore lewat 45 menit.


"Padahal kan,dia tau kalau kami mau datang"omel Bu Widya kesal dengan putranya itu.


"Binar hanya menanggapinya sambil tersenyum.


"Yah,sabar dong ma..mungkin Hisam lagi banyak kerjaan di kantor makanya telat pulangnya..bukan begitu Nak Binar?"ucap Pak Indra meminta dukungan penuh pada menantunya itu.


"Iya..bisa jadi pa,karena nggak biasanya mas Sam..belum pulang di jam segini jawab Binar mencoba untuk menenangkan ibu mertuanya.


"Hah...begitulah,resiko punya putra satu-satunya,sudah tau kami sangat merindukannya malah dia seperti tidak merindukan kami.."keluh Bu Widya lagi.


"Kan..sudah ada Binar di sini ma,pengganti mas Hiam..memang Mama tidak merindukan Binar juga?ucap Binar dengan manja.


"Oh...mama sangat merindukan kalian,makanya mama dan papa datang kemari karena kalian semua hanya mementingkan kerjaan kalian sendiri ketimbang punya kesempatan menjenguk kami"keluh Bu Widya.


"Maafkan kami ma,Binar janji akan punya lebih banyak waktu untuk mama dan papa"..


"Janji...???tanya Bu Widya


"Janji..Ma,jawab Binar sambil tersenyum lalu memeluk ibu mertuanya itu.


"Oh..mama sangat menyayangi kamu..sayang"Ucap Bu Widya sambil membelai rambut menantu kesayangannya itu.


"Semoga kamu dan suami kamu selalu bahagia yah..!!


"ucap Bu Widya


"Binar hanya mengangguk dalam pelukan ibu mertuanya itu.


sementara pak Indra hanya tersenyum sambil geleng geleng kepala melihat mereka.


"Coba tadi,aku ajakin ibu kamu ke sini pasti dia bakal datang juga..ucap Bu Widya.


"Ibu Sibuk banget akhir-akhir ini ma, Tadi Binar sempat telponan kok,ngajakin dia juga untuk ke sini tapi katanya dia banyak pesanan baju pengantin di butik jadi nggak bisa kemana-mana dalam waktu dekat ini"jawab Binar lalu melepaskan pelukannya


"Oh..syukurlah..kalau ibu kamu baik baik saja,nanti minggu depan mama dan papa rencana akan berkunjung ke tempatnya,mama kangen banget juga sama beliau ucap Bu Widya.


"Iya..ma.


Sementara itu,di tengah obrolan santai mereka Hisam baru datang,ketiga orang itu belum ada yang menyadari akan kedatangannya,Dia cukup lama berdiri di tempatnya sambil memperhatikan mereka,dia begitu tertegun ketika mendapati kedua orang tuanya sedang bersenda gurau dengan Binar dan sesekali terdengar gelak tawa mereka..


"Terlihat dia menyunggingkan senyum di bibirnya ketika melihat tawa bahagia mereka yang begitu lepas.


"Mas..Hisam,panggil Binar yang pertama kali menyadari kedatangannya.


Membuat Hisam jadi gelagapan karena kepergok sedang mengamati mereka.


"Bersamaan Bu Widya dan pak Indra berbalik menatap ke arah putra mereka yang baru datang.


"Ma...


"Papa...


sapanya sambil melangkah memeluk mereka secara bergantian.


" Kenapa baru pulang sih sayang...???tanya Bu Widya sambil terus memeluk putra semata wayangnya itu untuk melepas rindunya.


"Binar tersenyum bahagia melihat mereka,


"Aku banyak kerjaan di kantor ma"jawab Hisam lalu melepaskan pelukannya.


"Contoh istri kamu dong,tau kami akan datang..dia bela-belain iZin pulang"ucap Bu Widya masih tidak mau terima atas keterlambatan nya pulang hari itu.


"Mama,sudah dong kasihan Hisam..kan,dia itu lagi capek, bukannya ditawari minum malah dapat omel seperti itu protes pak Indra.


"Iya..Ma,sahut Binar ikut membela suaminya.


"Kok jadi pada membela Hisam sih,nggak ada yang sepihak dengan mama"kesal Bu Widya.


"Binar lagi lagi hanya bisa tersenyum melihat bagaimana tingkah ibu mertuanya itu melepas rindu pada putra satu-satunya.


"Dia lalu menyodorkan segelas minum di depan suaminya.

__ADS_1


"Ayo..diminum dulu..mas,ucap nya kikuk dan agak pelan.


"Iya..makasih"Jawab Hisam lalu meraih segelas minuman itu.


"Mereka harus pandai-pandai berakting di depan kedua orang tuanya itu agar mereka tidak curiga bagaimana sebenarnya hubungan mereka selama ini.


................


"Malam harinya Binar tampak sibuk mondar mandir di dapur ditemani oleh Bik Ranti,malam itu Dia ingin memasak spesial buat kedua mertuanya juga suaminya.


"Dia sempat kepikiran tadi saat pulang dari kantor,untuk singgah berbelanja bahan makanan di swalayan, Dan ntah kenapa tiba tiba dia teringat pertemuannya tempo hari dengan Anin,Yang waktu itu mengatakan soal menu favorit keluarga Salim group.karena itu dia membeli semua bahan-bahan untuk keperluan membuat kepiting asam manis kesukaan mereka,meskipun di swalayan tadi tidak ada yang dijual sebesar lobster seperti di restoran kemarin,tapi dia malah membeli kepiting yang paling besar menurutnya dan dia akan belajar membuat olahan yang sama dengan rasa yang ada direstoran waktu itu,meski dia tidak tau bagaimana rasanya?selain mengandalkan Google teman sejatinya..Apalagi???


"Bik Ranti sendiri merasa heran saat dia melihat nona mudanya itu memasak makanan yang lain,berbeda dari daftar menu biasanya.


"Apa yang bisa bibik bantu..Non...???tanya nya sambil terus memperhatikan Binar membersihkan kepiting itu.


"Oh..ini Bik,tolong bibik kupas bawangnya saja yah sama bahan pelengkapnya juga"jawabnya sambil menyodorkan bahan bahan itu ke tangan Bik Ranti.


"BaiK..Non,


"Semoga Tuan dan Nyonya besar suka yah dengan masakan aku kali ini Bik,"Ucap Binar sumringah dan bersemangat sekali,


"Pasti Non..mereka akan suka,karena setiap masakan yang nona buat pasti terasa enak semuanya"puji Bik Ranti.


"Ah..bibik bisa aja,ini baru pertama kali aku masak,menu yang begini lho bik..!!


"Bibik tau,aku sebenarnya alergi seafood..!!ucap Binar memberitahu.


"Lantas,kenapa Nona memasak masakan seperti ini...???


"Nona nggak takut Alergi...???


tanya Bik Ranti heran dan khawatir,


"Semoga aja tidak..Bik,kan aku cuman sekedar memasaknya saja tidak mencicipinya bik.."Ucap Binar.


"Tapi kadang ada efeknya lho..Non,kalau tersentuh tangan Nona begini"tegur Bik Ranti khawatir.


"Nggak apa-apa kok Bik,demi memasak masakan kesukaan mereka aku rela kok Bik,Dan Alhmdulilah... aku masih baik baik aja bik."lihat nggak ada keluhan apa-apa..kan???ucap Binar sambil memperlihatkan seluruh tubuhnya yang tampak baik- baik saja sesudah memegang kepiting.


"oh yah...bik..!!!


"Nayla kemana?


"Kok dari tadi aku nggak liat dia?tanya Binar pura pura menanyakan keberadaan Nayla.


karena dari kemarin memang dia sudah tidak melihatnya.


"Bik Ranti terdiam sebentar...


Membuat Binar jadi was-was juga takut,semisal bik Ranti tau sesuatu mengenai kejadian itu.


"Ada apa..Bik..???tanya Binar sambil menghentikan kesibukannya sebentar,dia lalu menatap Bik Ranti...


"Nayla sudah nggak tinggal di sini lagi..Non"ucap Bik Ranti pelan dengan gurat kesedihan tampak di wajahnya.


"Apa..??


maksud bibik...???Binar cukup kaget mendengarnya.


"Tadi Dia bilang mau sewa kontrakan yang dekat dengan sekolahnya..Non,ucap Bik Ranti lagi.


"Oh..jadi,tadi Nayla kesini?


tanya Binar sedikit bernapas lega karena mengira Bik Ranti sudah tau kelakuan buruk Nayla waktu itu.


"Iya...Non,dia nggak sempat pamit lagi sama nona atau ke tuan muda karena terburu-buru katanya,dia hanya pulang mengambil barang- barangnya tadi"ucap Bik Ranti menjelaskan.


"Ya..sudah bik,nggak apa-apa kok,kalau itu memang kemauan dia,semoga dia akan baik-baik aja di sana"Bibik nggak usah khawatir,Nayla bisa jaga dirinya sendiri kok Bik "ucap Binar mencoba menenangkan Bik Ranti yang sepertinya mencemaskan keadaan putrinya itu.


"Iya..Non,


"Kamu sebenarnya mau kemana sih..Nay...???jerit batinnya,lalu menghela napas.


"Dia berjanji ke dalam hatinya sendiri,dia akan pergi mencari keberadaan anak itu.


"Ayo..Bik,tolong bantu cuci ini yah Bik,biar aku yang giling bumbunya.."ucap Binar sengaja mengalihkan pembicaraan karena tidak mau melihat Bik Ranti bersedih seperti itu.

__ADS_1


"Baik..Non,


.............................


"Setengah jam kemudian,menu makan malam sudah terhidang semua di atas meja makan.


Bersamaan dengan itu Kedua mertuanya pun muncul ke ruang makan di ikuti oleh Hisam.


"Wah...bau nya harum sekali nih..!!!


"Kamu masak apa sih sayang...???


tanya Bu Widya sumringah dan senang sekali melihat hasil masakan menantunya itu,padahal tadi dia sudah melarang Binar untuk memasak tapi Binar bersikeras memaksa untuk membuatkan sendiri makan malam untuk mereka.


"Istri kamu memang istri idaman,selain cantik dia juga ternyata pintar memasak puji Bu Widya tiada henti-hentinya, lalu menarik kursi dan duduk, begitu pun pak Indra yang sudah tidak sabar ingin mencicipi rasa masakan menantu- nya itu.


"Binar tersenyum bahagia,melihat reaksi kedua mertuanya yang begitu Antusias ingin mencicipi masakannya itu.


"Tapi suasana yang tadinya gembira dan senang berubah tatkala..Hisam sudah duduk di kursinya dan menatap sebuah menu yang begitu tak asing lagi baginya terhidang di depannya,dalam sekejap mukanya berubah merah padam,Ntah apa sebabnya..???


"Apa-apaan....ini????"ucapnya dengan ketus,sambil memukul meja,mengagetkan mama dan papanya terlebih Binar yang baru saja duduk di sampingnya.


"Bik....


"Bik...Ranti,teriaknya dengan suara yang cukup keras


"Hisam..ada apa kamu teriak-teriak begitu???


tegur paK Indra marah.


"Iya...sayang,ada apa sih??


tanya Bu Widya masih juga tidak mengerti dengan sikap putranya yang tiba tiba Histeris seperti itu,


"Binar,lansung berdiri dari duduknya dengan gelagapan melihat sikap suaminya.


"Ada apa mas...???tanya nya dengan deg-degan.


"Panggil Bik Ranti...??


ucapnya dengan nada melotot,menahan marah.


"Iya...Ada apa mas...??tanya Binar kebingungan.


"Bik..Rantiiiiiiii....teriaknya sekali lagi.


Tidak lama kemudian,Bik Ranti nongol dengan tergopoh-gopoh..


"Iya..Tuan,ada apa???


"Tuan memanggil saya??ucap Bik Ranti dengan suara gemetar,apalagi saat melihat wajah Tuan mudanya itu kelihatan sangat marah sekali.


"Binar mendekat,dan memegang lengan bik Ranti yang seperti ketakutan..


"Siapa yang nyuruh Bibik memasak masakan ini???"tunjuk nya dengan emosi.


Sontak membuat Binar dan Bu Widya beserta pak Indra menatap menu yang ditunjuk olehnya itu,


"Bu Widya dan pak Indra lansung saling pandang ketika mereka melihat menu itu,


Binar sendiri masih heran dan bingung,Ada apa sebenarnya...???


"Aku tanya sekali lagi,


"Kenapa menu ini,bisa terhidang diatas meja...???


"Siapa yang nyuruh bibik...???


"Apa ini ada di daftar menu sehari-hari??"bentak Hisam dengan emosi,membuat Bik Ranti semakin gemetar.


"Tunggu,jangan salahkan bik Ranti.


"Bukan dia yang memasak menu ini,tapi aku..."ucap Binar.


Membuat Hisam kaget bukan kepalang terlebih Bu Widya dan pak Indra tapi mereka tidak bisa berbuat apa-apa selain terdiam seribu bahasa.


*****************$$$$$$$$$************

__ADS_1


__ADS_2