
Hisam tak langsung membawa Binar pulang Ke rumah karena Tiba-tiba Binar malah memintanya untuk di temani makan di Restoran yang ada di lingkup Salim group.
Mas,aku mau kita pesan Lobster asam manis,ucapnya ketika sudah menempati meja yang sudah di pesannya.
"Apa...???Hisam terlihat kaget,
kenapa mas??
"Nggak kok,nggak ada apa-apa.
"kenapa mas Hisam seperti kaget saat aku bilang mau pesan Lobster asam manis...???
tanyanya penuh selidik.
"Bukannya kamu alergi siput,kenapa malah mesan menu itu???Hisam balik menanyainya.
"Ntah kenapa aku pengen aja mesan menu itu???Jawabnya ke dirinya sendiri sambil tersenyum penuh arti sementara Hisam hanya membiarkannya saja tanpa berani protes lagi.
"Tumben Tuan Hisam datang makan siang ke tempat ini???
se-ingat aku kejadian itu sudah beberapa tahun berlalu dan ini baru kembali terulang lagi?para pelayan saling berbisik,apalagi saat mengetahui pesanan menu mereka yang tak lazim,Lobster kepiting asam manis memang menjadi menu andalan resto itu tapi mereka semua paham atas dasar apa Resto itu berdiri dan kenapa menu itu menjadi menu favorit? tapi bukankah Tuan Hisam tidak mau lagi menyentuh makanan itu..??
"Ada apa dengannya???
Sambil kebingungan,mereka semua di buat sibuk atas kedatangan Tuan presdir mereka hari itu,bagai tamu penting saja yang baru pertama kali menginjakkan kakinya ke tempat itu,manajer Restoran dan semua karyawannya sempat kalang kabut atas kedatangannya,berusaha memberikan pelayanan yang terbaik dan memuaskan.
10 menit kemudian semua hidangan sudah tersedia di atas meja,bahkan semua menu hampir semua di hidangkan spesial oleh mereka demi menyambut kedatangannya.
"Mari Silahkan di nikmati Tuan dan Nona,kalau masih ada yang kurang bisa minta pelayan untuk menambah lagi Tuan"ucap sang manajer restoran sambil membungkuk sopan.
"Terima kasih banyak pak,ini mah sudah lebih dari cukup,Binar malah yang menyahut duluan,
"Saya harus makan yang mana dulu ini mas" sambil memandangi semua menu yang sudah terhidang di depannya itu.
"Semua juga boleh, asal perut kamu kuat menampungnya aja"Ujar Hisam sedikit bergurau.
"Ah,aku mana bisa mas...!!
Sekian banyak menu yang terhidang,yang membuatnya tertarik malah pesanan nya sendiri Lobster Asam manis,Di tariknya menu itu ke hadapannya.
"Yakin nih,mau makan itu...???Tanya Hisam ragu dan sedikit was-was,karena dia masih ingat dengan jelas bagaimana kondisi Binar saat itu setelah sempat memasak makanan seperti itu untuknya,Dia langsung Alergi dan gatal-gatal padahal tidak memakannya sama sekali.
"Eitttt,Awas....jangan di sentuh dulu"Cegah Hisam khawatir saat melihatnya mulai menyentuh cangkang lobster-nya.
"Nggak kok mas,aku cuman ingin mas Hisam yang makan menu ini..!!!ucapnya sambil menyodorkan piring lobster itu ke hadapannya.
"Apa...???
Hisam terlihat sok sekali saat menu lobster itu berpindah ke piringnya.
"Mas Hisam yang harus habisin yah???pintanya begitu polos sekali.
"Tapi.....!!!
Aku tak doyan dengan masakan ini,apalagi akhir-akhir ini kolestrol aku kayaknya mulai tidak stabil jadi aku nggak mungkin makan makanan seperti ini dulu"Hisam berusaha mencari alasan yang tepat agar Binar tidak merasa tersinggung.
"Nggak doyan atau sudah benci dengan menu itu karena seseorang mas???Batin Binar,raut wajahnya tiba-tiba berubah saat mendapat penolakan dari suaminya saat itu.
"Maaf yah...!!!
Hisam kembali meminta maaf ketika melihat gurat kecewa di wajah Binar.
"Kamu tidak tau bagaimana aku doyan sekali dengan makanan itu dulu???Tapi sekarang Ntah kenapa aku malah trauma dengan menu itu bahkan andai kamu tau ini pertama kalinya aku menginjakkan kaki kembali ke Resto ini setelah bertahun-tahun lamanya,semua itu terjadi karena kamu,Andai bukan karena permintaan kamu Ntah kapan aku bisa duduk di tempat ini lagi"Batin Hisam berusaha bersikap yang sewajarnya agar Binar tak merasa curiga sama sekali karena saat ini dia berusaha berbuat yang terbaik demi Dirinya dan bayi yang ada di dalam kandungannya itu.
"Ya..sudah kalau memang mas Hisam nggak mau makan tapi sayang kan menunya sudah di pesan terus nggak ada yang makan,bagaimana kalau di bungkus buat Bik Ranti aja yah??Pintanya tak ingin merusak suasana hangat yang sekarang lagi tercipta di antara mereka padahal dia punya Niat terselubung, sedikit demi sedikit ingin mencairkan hati suaminya yang membeku dan suatu saat bisa memaafkan seseorang yang sampai detik ini masih sangat menginginkan maaf darinya.
Tapi semua itu ternyata butuh proses yang tidak begitu cepat"pikirnya.
"Terserah kamu saja,yang penting kamu makan dulu sekarang.
Tadi bilang katanya lapar"ucap Hisam sembari mengumpulkan semua lauk dan sayuran di piring Binar sampai menggunung.
"Astaga...!!!sambil matanya terbelalak
Aku mana bisa ngabisin semuanya mas"keluhnya.
__ADS_1
"Nggak ada alasan,pokoknya harus di makan sampai habis,Semua lauk dan sayuran ini sangat tinggi nilai gizinya dan bagus untuk ibu hamil"Tegas Hisam tak peduli dengan protesnya.
"Para pelayan dan karyawan Restoran itu hanya bisa diam terpaku melihat adegan itu,
"Ada yang dibuat takjub bahkan sebagian lebih banyak yang iri melihat kedekatan mereka.
"Hubungan mereka sebenarnya apa? apa layak di sebut sepasang kekasih??sepertinya tidak,iya tak ubahnya anak kecil yang malas makan dan dipaksa untuk makan.
"Sampai kapan perhatian ini aku akan dapatkan darimu mas...???
Sepertinya aku serakah jika berharap lebih dan ingin di perlakukan seperti ini selamanya.Binar kembali membatin sambil berusaha menghabiskan menu makanan yang masih menumpuk banyak di piringnya.
"Makasih Nak,berkat kehadiranmu...ibu dan ayah bisa sedekat ini...!!!
Meski Ayah tak mencintai ibumu tapi ibu sangat bahagia dan menikmati semua perhatian-perhatiannya ini"Batinnya lagi sambil sesekali melirik suaminya yang seperti tidak ada selera makan, dia terlihat memaksakan diri menelan sedikit makanan itu hanya demi menemaninya.
"Masih mau nambah lagi???Hisam kembali menyodorkan beberapa menu lagi
"Sudah mas,Perut aku kayaknya udah begah sekali nih.Anak kamu juga kayaknya sudah merasa kenyang banget nih..!!!Tanpa sadar menyebut anak kamu membuat mereka saling pandang tapi dengan cepat Binar mengalihkan pandangannya ke arah lain,tak berani menatap suaminya lebih lama lagi karena itu membuat jantungnya berdegup kencang dan berirama.
"Yah...dia memang anak aku,anak Kita"Hisam bergumam dalam hati nya sambil dengan sabar menungguinya selesai makan.
*****
Selesai makan,mereka bukannya langsung pulang ke rumah.Hisam malah membawanya ke suatu tempat ke sebuah pusat perbelanjaan ternama "Grand mall terbesar di pusat kota.
"Lho kita mau ngapain ke sini mas???tanyanya dengan heran saat melihat mobil Hisam berhenti di sudut parkiran.
"Aku mau beli sesuatu,mau nemenin aku nggak??Tanyanya sembari menatapnya.
"Mas Hisam memang butuh apa??tanyanya.
"Baru mau liat-liat,Ayo turun aja dulu"Ajaknya sambil membantu Binar membuka sabuk pengamannya,lalu mengambil sebuah Topi yang sengaja di simpan di bawah dashboard mobil untuk menutupi sebagian wajahnya agar tak muda di kenali orang.
"Mas Hisam kenapa pakai Topi,malu jalan sama aku???Tebak Binar.
"Apa...????
"Nggak kok,ini supaya orang nggak terlalu mengenali aku.kamu ingat kan kejadian tempo hari saat semua ibu-ibu mengejar-ngejar aku gara-gara minta berfoto,takutnya hal itu akan terulang lagi,kan malah kamunya nanti yang repot"Hisam memberi penjelasan yang tepat saat melihat muka Binar cemberut.
"Aku sebenarnya kadang malu jalan sama kamu mas,kita itu tak sepadan.apa kurangnya sih diri kamu??di banding aku yang tak punya apa-apa ini??
"Ayo...!!!
"Dengan perasaan malas,akhirnya dia menurut juga,Turun dari mobil dan mengikuti suaminya masuk ke area perbelanjaan yang hari itu ramai dan padat akan pengunjung.
"Mas Hisam mau beli apa sih???Tumben gitu lho mau di temenin berbelanja padahal biasanya kan kalau mau beli barang tinggal pesan online saja dan langsung di antar ke istananya"Binar terus bertanya-tanya dalam hati.
"Ayo sini pegangan,jangan sampai nanti malah terpencar kamunya"Ujar Hisam sambil menarik tangannya agar berpegangan kuat pada lengannya apalagi di tengah orang-orang yang mulai berdesak-desakan mencari kebutuhan dan keperluan masing-masing.
"Tanpa di minta kembali Binar langsung berpegangan erat pada lengan suaminya dan jujur itu membuat jantungnya kembali berdetak tak menentu,Perasaannya jadi panas dingin bisa sedekat itu dengan laki-laki yang sudah membuatnya jatuh cinta selama ini tapi sekuat hati berusaha untuk menyembunyikan perasaannya sendiri.
"Hisam membawanya masuk ke sebuah Stand yang menjual perlengkapan bayi.
"Lho...???
kita kenapa malah masuk ke sini mas???tanyanya tidak percaya.
"Bukannya suatu saat kamu akan butuh semua ini jadi sebaiknya persiapkan memang dari sekarang"Ucapnya sedikit ragu-ragu.
"Mas,Ini masih lama...!!!nggak secepat itu kali,
Tolak Binar.
"Tapi nggak ada salahnya kan,kalau sekarang kita...Eh,maksudku...kamu beli dan simpan baik-baik,nanti kalau sudah waktunya,kan nggak kalang kabut lagi.
"Kata orang tua jaman dulu itU PAMALI mas,pantang dilakukan sebelum usia kandungan masuk bulan ke 7"Jawab Binar.
"Itu cuman mitos aja,nggak perlu terlalu dipercaya,
"Astagfirullah mas,jangan ngomong begitu keyakinan orang tua itu terkadang benar adanya dan kita tidak boleh ngomong takabur"potong Binar dengan cepat.
"Ya..udah terserah kamu kalau begitu tapi karena sudah terlanjur masuk ke sini,jadi nggak ada salahnya kita liat-liat dulu nanti kalau sudah siap belanjanya kan tinggal langsung pesan aja"ujar Hisam sambil mendesah kecewa.
"Binar tak menanggapinya,Dia malah berjalan mendahului meninggalkan Hisam yang terlihat kecewa,Baru beberapa menit dia berkeliling Tiba-tiba matanya tertuju ke sebuah lemari etalase yang memajang sebuah Topi bayi yang sangat mungil 1 set dengan kaus kaki plus sarung tangan membuat hatinya tergerak untuk melihat lebih dekat lagi,dia tersentuh dan ingin sekali memilikinya tampak dari wajahnya yang sangat antusias sekali.
__ADS_1
"Mas Sini deh,lihat ini...!!!
Ini bukannya lucu sekali,panggilnya sambil menunjuk ke arah etalase.
Hisam perlahan mendekat,
"imut sekali yah mas,
Ucapnya sumringah dan kelihatan gemes sekali melihat Topi dalam satu set itu.
"Hisam pun tanpa sadar tersenyum melihatnya,Di benaknya tiba-tiba memikirkan dirinya menjadi seorang Ayah.
"Boleh yah mas,kita beli barang yang itu aja"Ucapnya dengan nada sedikit manja membuat Hisam tersentak dari lamunannya.
"Katanya tadi itu Pamali,kenapa kok sekarang malah ngebet banget pengen belinya???gumamnya dalam hati.
"Tapi demi di lihatnya Binar begitu antusias sekali rasanya dia begitu tidak tega kalau harus mengingatkan mengenai ucapannya tadi.
"Ya..udah beli aja,kalau memang kamu suka"Hisam sepenuh hati mendukungnya membuatnya seketika meloncat kegirangan.
Hisam hanya menyunggingkan senyum di bibirnya saat melihat tingkah lucunya itu.
Akhirnya setelah puas berkeliling mereka pun memilih pulang,Binar merasa cukup kelelahan tapi satu barang yang sedang di tentengnya saat itu cukup membuat perasaan lelahnya terbayarkan,Meski tadi sempat merasa risih saat akan membayar barang yang di belinya itu di hadapan sang kasir.
"Belanjanya kok cuman segini aja mbak???Tanya sang kasir yang tertegun saat melihat dia menyodorkan kartu Dubai first miliknya itu,
"Kenapa nggak langsung borong??Tanya sang kasir lagi dengan tatapan tidak percaya karena melihat kartu kredit miliknya itu tapi belanjanya cuman secuil saja.
"Dasar kasir cerewet"Desisnya dalam hati,sambil melirik suaminya yang pura-pura tak mendengar obrolan mereka.
"Nanti saya datang lagi mbak,dan akan borong semua isi Toko ini kalau perlu"ucapnya sedikit sombong karena merasa jengkel atas reaksi Sang kasir yang di nilainya sangat berlebihan.
"Dengan cepat dia meraih kartu Kreditnya itu lalu buru-buru menyimpannya kembali ke dalam tasnya.
dan segera berlalu meninggalkan tempat kasir kerena terdengar orang mulai mengkasak-kusukkan dirinya,eh..kartu kredit miliknya.
"Dasar orang kaya,belanjanya pelit banget padahal asetnya milyaran bahkan dengan kartunya itu dia bisa membeli semua isi yang ada di toko ini"Ucap sang kasir sambil tetap melayani pelanggan yang ada di belakang Binar,
"Orang kaya memang begitu mbak,belanjanya perhitungan makanya bisa kaya"Sambung yang lainnya.
"Dasar tukang ngerumpi semua,sukanya menggunjingkan orang"Sungut Binar dengan kesal karena masih sempat mendengar grasak-grusuk mereka tadi.
"Siapa suruh tadi hanya beli itu,kan mereka pikirnya kamu pelit dan perhitungan"Ucap Hisam tak bermaksud membuat hatinya semakin panas.
"Semua itu karena kartu kredit yang mas Sam kasi ke Aku,orang-orang pada bereaksi seperti itu setiap kali ngeliatnya..!!!
Makanya kalau nggak kepepet aku nggak bakal kasi keluar dari dompet"Ujar Binar semakin kesal saja.
"Jadi itu alasan kamu nggak mau makai kartu itu??gumam Hisam dalam hati.
"Aku mau hidup sederhana dan normal-normal aja mas,Tanpa embel-embel Tuan Hisam.
"Oh..yah,apa kabarnya motor aku...???
"Sudah hampir dua bulan ini aku tak melihatnya,aku beneran rindu ingin memeluknya???
"Mas Hisam museum kan di mana sih itu motor aku??Awas yah kalau sampai motor aku kenapa-kenapa...???ucap Binar dengan nada mengancam.
"Hisam tergelak mendengarnya,
"Tenang aja,motor kamu berada di tangan yang tepat kok..!!!jawab Hisam singkat.
"Selain ibu hanya itu harta yang paling berharga yang aku miliki sekarang mas,Aku nyicil dari gaji aku sendiri meski sebagian aku nggak tau siapa yang lunasi tapi aku yakin itu kamu mas,"Ucap Binar begitu yakin.
"Begitu berharganya motor butut itu bagi kamu padahal sekarang kamu bisa membeli yang lebih dari itu seandainya kamu mau..!!!Hisam kembali berujar dalam hatinya sambil terdiam mikir.
"Aku tau yang kamu pikirkan sekarang mas,tapi setidaknya dari sekarang aku harus berjaga-jaga semisal kamu melepasku dan meminta pertanggung jawaban atas semua uang kamu yang pernah aku pakai selama ini.
"Laki-laki kan banyak yang seperti itu,dan tidak menutup kemungkinan kamu juga akan melakukan hal yang sama terhadapku"Batinnya.
"(Binar...Binar,sebegitu bodohnya sih pikiran kamu....????...Luar Biasa...!!!))))
***********$$$$$$$************
Hai,Readers kesayangan aku semua,Semoga rindunya terbayarkan setelah 3 hari berturut-turut alhamdulilah bisa Update lagi.
__ADS_1
Salam sayang selalu,jangan lupa like,koment dan masukannya selalu yah🙏🙏🙏🙏