Cinta Dalam Perjanjian

Cinta Dalam Perjanjian
Wanita masa lalu Hisam part...2


__ADS_3

"Binar sampai keringatan dan kewalahan menarik Amanda Hingga sampai di lobi kantor.


"Nah tuh kan...!!!


"Pak Jatmiko belum datang,kesempatan banget tadi kita bertemu dulu dengan Si tampan"ucapnya dengan nada kecewa dan seperti ingin menangis karena gagal lagi bertemu dan foto berdua dengan sang idola nya.


"Kamu jangan malu-maluin aku yah..say..!!!


"Pake cara mau nangis segala begitu"tegur Binar.


"Kamu sih,aku kesel banget sama kamu tau nggak???


Padahal tadi, peluang besar aku untuk bertemu lansung dengan Tuan Hisam tapi kamunya malah membuat Asisten nya itu pergi meninggalkan kita,padahal dia sudah hampir berbaik hati mau bantuin kita"ucap Amanda dengan kesalnya,dia nggak main-main air matanya pun jatuh menetes di pipinya meski dia mencoba untuk terus menahannya dari tadi tapi pada akhirnya tidak bisa terbendung lagi,Binar pun sempat kaget dibuatnya.


"Dia lansung memeluk sahabatnya itu,


"Maafkan aku say,aku nggak bermaksud begitu tadi,aku hanya tidak ingin kamu mendapat masalah karena kecerobohan kamu itu"ucap Binar mencoba memberi alasan atas sikapnya tadi,dia jadi nggak tega juga ngeliat sahabatnya saat itu,yang ternyata benar nggak main-main mengidolakan seorang Hisam mohammad Salim.


"Padahal tadi,seharusnya kita bisa bertemu lansung dengan beliau"sesal Amanda di sela isak tangisnya,dia nangis beneran lho,nggak main-main...!!!


"Binar merasa bersalah jadinya...!!!


"Sebegitu ngefans nya kamu sama Si Tuan Bawel itu say...???


"Padahal,Andai kamu tau....???dia itu sangat menyebalkan dan sangat menjengkelkan..!!!


"Apa sih yang membuat kamu begitu mengidolakannya"batin Binar sambil terus memeluk sahabatnya itu.


"Ya..udah maafin aku yah say...!!!ucap Binar dengan Penuh rasa bersalah.


"Amanda hanya mengangguk pelan,lalu perlahan menghapus air mata yang jatuh membasahi pipinya.


"Udah..dong,lebay banget tau nggak.."goda Binar sambil tersenyum simpul.


"Memang kamu...?yang Munafik.....!!!


"Bilang aja, kamu juga sangat ngefans sama beliau,cuman Gengsi aja mengakuinya...iya kan???tebak Amanda.


"ihhhhh....nggak tuh...!!!!


"Malah aku kesel tiap hari liat sikapnya yang sangat menjengkelkan itu,Bosan tau nggak"omel Binar tanpa sadar.


"Apa..???


"Apa....maksud kamu...???tanya Amanda heran.


..."Oh...nggak kok,maksud aku tadi...dia itu laki-laki dingin,keliatan Angkuh dan sombong sekali,apa sih yang membuat kamu segitu ngefans nya sama dia???tanya Binar penasaran....


" Yang namanya ngefans sama orang itu,


"Yah semua-semuanya disukai,setiap yang ada pada diri orang tersebut bukan hanya fokus pada satu titik saja..."Tutur Amanda sebegitu antusiasnya menjelaskan sambil melebarkan senyumannya.


"Binar bisa melihat dengan begitu jelas,bagaimana ketulusan yang terpancar dari wajah Sahabatnya ini dan dalam hatinya dia sudah berjanji akan mempertemukannya dengan sosok Tuan Hisam itu,sekali pun semua rahasianya akan terbongkar selama ini tapi demi melihat senyum kebahagiaan sahabatnya itu apa sih yang nggak???,


.......................


"Leo masuk ke dalam ruangan Hisam,Tampak olehnya itu tuan mudanya sedang duduk termenung,melihat kedatangan Leo dia tetap tidak merubah posisinya sama sekali.


"Maaf tuan,Nona sudah pulang...!!!ucap Leo sekedar hanya ingin memberitahu soal keberadaan istri tuan nya itu karena yang Leo tau meski dia sering memperlihatkan sikap tidak pedulinya pada istrinya itu,tapi untuk apa coba setiap saat dia selalu menyuruh anak buahnya untuk mengawasi semua gerak-gerik Yang Binar lakukan.


"Hisam tidak menyahut,Dia malah menarik napas yang panjang.


"Dan oh...Yah Tuan,sepertinya Nona Anin masih disini,dia masih menunggu Tuan muda untuk menemuinya"ucap Leo pelan-pelan.


"Ngapain dia belum pulang...???


"Dia kira aku mau menemuinya???


"Masih percaya diri sekali dia sekarang?ucap Hisam akhirnya angkat bicara juga.


"Dan aku juga sangat yakin tuan,Dia tidak akan pernah pulang sebelum berhasil menemui tuan muda"ucap Leo dengan keyakinannya sendiri seperti yang dia tau,bagaimana sifat Asli Anin yang sebenarnya.


Terdengar Hisam menghela napas yang berat,


"Mohon maaf jika saya Lancang Tuan,tapi Temui Lah dia Tuan....!!!!

__ADS_1


"Katakan yang ingin Tuan muda katakan,jangan menanggung sendiri kepedihan itu"ucap Leo dengan cemas menanti reaksi Tuan mudanya itu.


"Tapi dia malah terdiam.....


Meski Leo tidak menjadi saksi atas kejadian 5 tahun yang lalu tapi dia tau semua cerita masa lalu Tuan mudanya itu lewat kedua orang tuanya dan dia bisa merasakan bagaimana perasaan Tuan Hisam saat itu, bahkan sampai sekarang masih merasakan hal yang sama, apalagi saat wanita itu muncul kembali di hadapannya meski dengan suasana yang sudah berbeda,tapi Leo tau Tuan muda nya itu masih belum bisa move on dari itu semua.


"Terlihat Anin,masih setia duduk menantinya di dalam Restoran Salim group,meski sudah 3 jam lamanya dia duduk menunggu disitu tapi dia tetap tidak mau beranjak dari tempat duduknya karena dia sendiri sangat yakin Hisam akan datang menemuinya di Tempat itu,Tempat yang menjadi favorit mereka semasa SMa dulu.


"Dan benar sekali 10 menit kemudian,Hisam benar-benar datang menemuinya seorang diri tanpa Leo yang biasanya senantiasa selalu mendampinginya kemana pun dia pergi.


"Akhirnya kamu mau datang juga...Mas...?ucap Anin girang ketika melihat kedatangannya.


"Hisam tidak menyahut,Dia malah diam dan masih terus berdiri.


"Ayo mas,duduk dulu...banyak hal yang ingin aku bicarakan.


"Apa nggak sebaiknya kita makan siang dulu???"ucap Anin memberi ide saat Hisam sudah mengambil tempat duduk di depannya meski dengan mimik muka yang tetap datar.


"Tidak usah berbasa-basi,lansung ke intinya saja karena aku nggak punya banyak waktu untuk membahas hal-hal yang tidak penting lagi"ucap Hisam dingin dan tak menatapnya sekali pun.


"Mas,Aku ingin kita memperbaiki semuanya,


"Tidak ada yang perlu diperbaiki lagi.."potong Hisam dengan cepat.


"Mas Hisam,harus mendengar penjelasan aku dulu..."pinta Anin dengan nada memohon.


"Apa waktu 5 tahun ini belum cukup untuk membuat seseorang itu menderita?"Tanya Hisam dengan suara agak parau karena mencoba menahan gejolak perasaannya sendiri.


"Aku ingin minta maaf mas,Atas kesalahan besar yang pernah aku perbuat..."ucap Anin Pelan.


"He...maaf,


"Segampang dan semudah itukah seseorang meminta maaf???tanyanya tanpa sedetik pun menatap Anin yang menjadi lawan bicaranya sekarang.


"Aku tau,aku salah..karena itulah aku ingin menebus semua kesalahan yang telah aku perbuat itu"Ucap Anin dengan nada memohon.


"Tapi Sebuah kesalahan besar tidak bisa di tebus hanya dengan sebuah kata maaf..."Ucap Hisam lansung mematahkan kepercayaan diri Anin yang terlalu percaya diri sekali tadi akan mendapat maaf dari teman masa kecilnya itu.


"Aku masih sangat men...


"Sudahlah,lupakan semua apa yang pernah terjadi.Kau dan aku sekarang hanya sebatas rekan bisnis saja...nggak lebih dari itu"tegas Hisam dengan tatapan tetap lurus ke depan.


"Di tempat ini menjadi saksi kisah kita dulu dimulai...apa tidak sedikit pun mas Hisam mengingat kenangan manis kita itu??


"Secepat itukah?Mas Hisam melupakan semuanya"Ucap Anin lagi.


"Hisam lansung berdiri dari kursinya,


"Mohon maaf saya harus kembali ke kantor masih banyak pekerjaan yang harus segera saya selesaikan.


"Selamat siang....!!!


"Ucap Hisam lalu segera berlalu meninggalkannya tanpa menunggu respon Apa-apa darinya lagi.


"Anin cuma bisa memandangi kepergiannya dengan wajah sendu,tadinya dia berpikir akan dengan mudah mendapat maaf dari Hisam lagi, tapi ternyata semuanya sudah sangatlah berbeda,Hisam yang dulu dikenalnya sangat pemaaf dan mau melakukan apa saja demi membuatnya tersenyum bahagia tapi kini yang dia dapati malah kekecewaan karena penolakannya yang begitu terang-terangan.


"Aku tetap tidak akan menyerah mas,sampai aku mendapat simpatik kamu kembali,Dan tak akan aku biarkan kamu melupakan segala kenangan indah kita begitu saja.."Jerit batin Anin sambil terus menatap punggung Hisam dari jauh.


"Siapa sih sebenarnya Anindita clara ini...?


sebagaimana yang pernah dia beritahukan pada Binar tempo hari di restoran itu bahwa dia punya kenangan indah bersama teman masa kecilnya ditempat itu.


"flashback back 5 tahun yang lalu......


"Pagi yang sejuk,Hisam menikmatinya dengan bersiul-siul kecil sambil membersihkan mobil barunya hadiah ulang tahun dari pak Indra papanya minggu yang lalu,meski dia punya banyak pembantu tapi tak di biarkan siapa pun sampai menyentuh mobil kesayangannya itu.


"Bu Widya muncul dari dalam,sambil membawa segelas kopi dan sepiring kue untuk putra semata wayangnya itu.


"Masya allah,anak mama yah..!!! kalau hari minggu begini rajin amat membersihkan mobil,hem.... mama tau,pasti bakal menjemput si Doi lagi nih???goda Bu Widya sambil tersenyum bahagia melihat kelakuan putranya itu.


"Hisam tersenyum mendengar candaan mamanya itu.


"Mama tau aja,sahutnya sambil terus melap kaca mobilnya.


"Yah,mama tau donk...!!!

__ADS_1


"Memang kalian mau kemana lagi sih hari ini??tanya Bu Widya mulai kepo.


"Mama mulai kepo nih??ucap Hisam sambil mendekati mamanya dan meraih segelas kopi itu lalu duduk di kursi teras bersama-sama.


"Kamu dan Anin, memangnya mau kemana sih sayang?? kok sudah nyiapin mobil sepagi ini?tanya Bu Widya penasaran.


"Aku bakal ajak Anin ke suatu tempat ma,Mama tau kan...???dia bakal ke London minggu depan,jadi Kita mau manfaatin waktu yang ada ini untuk menghabiskan kebersamaan kami"ucap Hisam jujur.


"Oh...begitu yah...!!!


"Kalian,kenapa sih nggak tunangan dulu sebelum Anin ke London...???tanya sang mama sekaligus memberi ide,karena dia sangat tau bagaimana hubungan yang terjalin antara putranya dengan putri sahabatnya itu,Dari kecil mereka dibesarkan sama-sama hingga masa kuliah dan sejak SMA mereka sudah menjalin kisah kasih,dan kedua belah pihak sangat merestui hubungan mereka itu dan memang sudah berencana menjodohkan mereka.


"Nggak perlu pakai tunangan segala ma,Aku dan Anin sudah mengikat janji setia,kita cukup saling percaya saja"Ucap Hisam lalu meneguk kopinya sampai habis.


"Aku mau mandi dulu ma,Anin sudah menunggu aku dari tadi"Ucapnya lalu berlalu masuk ke dalam tanpa menunggu komentar mamanya lagi.


"Bu Widya hanya tersenyum melihatnya,


"Semoga kalian bahagaia nak..ucapnya dalam hati.


...........


"Hisam sudah memarkirkan mobilnya di pelataran rumah Kekasihnya Anin,


"Setelah itu dia melangkah turun,Pandangannya tertuju ke sebuah sepeda motor yang sudah terparkir di garasi,dan dia sangat kenal siapa pemilik sepeda motor itu..???


"Dia lansung bergegas masuk dan mengetuk pintu,


"Lama nggak ada yang membuka pintu,dia pun mengintip lewat jendela,


"Sepi,tak ada siapa-siapa disitu???


"Karena memang kedua orang tua Anin,kebetulan sedang keluar kota mengurus bisnis.


"Ada motornya...Riko...???


tapi kok orangnya nggak keliatan sih???


Dia terus bertanya-tanya sendiri dalam hatinya.


"Sambil mengetuk pintu lagi berulang-ulang tapi hening nggak ada sahutan.


"Anin..kemana sih...???katanya tadi sudah stay menunggu???tanyanya ke dirinya sendiri.


"Dan tanpa rasa curiga,dia lansung membuka pintu yang kebetulan pintu nggak terkunci sama sekali.


"Dia akhirnya melangkah masuk ke dalam, Ingin mencari Anin,yang mungkin masih siap-siap begitu pikirnya.


"Dia sebenarnya agak ragu untuk lebih melangkah jauh masuk ke dalam rumah itu,tapi Ntah perasaan apa yang mendorongnya untuk masuk mencari kekasihnya itu sampai ke kamarnya.


"Di Ruang tengah,dia masih sempat berdiri sebentar menunggu dan sedikit ragu untuk melanjutkan pencariannya itu tapi demi mendengar sayup-sayup suara di balik ruangan itu membuatnya segera mempercepat langkahnya menuju kearah sumber suara itu berasal.


"Dan Benar saja,Suara itu semakin jelas terdengar di telinganya,


"Dan tanpa menunggu waktu lebih lama lagi,Dia lansung membuka pintu kamar itu dan tampak olehnya pemandangan yang membuatnya tiba-tiba sontak berdiri mematung dan seakan jantungnya berhenti berdetak seketika...


"Anin...Riko....apa-apaan kalian....???teriaknya dengan penuh amarah.


"Sontak Anin dan Riko terkejut bukan kepalang,melihat Hisam memergoki mereka sedang bermesraan tanpa sehelai benang pun yang menutupi tubuh mereka.


"Mas...Hisam,


pekik Anin dengan suara yang sedikit bergetar,saking terkejutnya dan mencoba menahan gejolak nafsu yang mulai merasuki jiwanya.


"Kalian keterlaluan...sekali,Apa yang kalian lakukan ini...hah....???teriaknya dengan emosi dan tanpa sadar dia memukul mukanya sendiri karena mengira ini masih sebuah mimpi.


"Riko bangun dengan tergopoh-gopoh dan lansung memakai bajunya satu persatu sementara Anin,dia hanya bisa menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang polos.


"Mas,ini tidak seperti yang kamu lihat.Tolong maafkan aku,aku tidak berdaya mas..."ucap Anin sambil berurai air mata karena tidak tau mau berbuat apa lagi untuk meyakinkan orang yang sangat di cintainya itu,dia sendiri tidak sadar diri kenapa dia bisa melakukan hal itu.


"Stop,kamu tidak perlu menjelaskan apa-apa lagi padaku..Nin,ini sudah cukup sebagai bukti untuk penghianatan kamu..."ucap Hisam dengan gemetar menahan amarah.


"Dan kau bajingan,Silahkan lanjutkan permainan licik kamu ini.Aku sudah tak sudi menerimanya lagi"Ucap Hisam sambil menatap tajam ke arah Riko yang tersenyum begitu puas padanya.


"Mas Hisam,tunggu...!!!

__ADS_1


"Dengarkan penjelasan aku dulu...teriak Anin dengan tangisan yang semakin menjadi-jadi,sambil mencoba mencegah Hisam untuk pergi,Tapi tanpa basa basi lagi Hisam lansung meninggalkan mereka dengan kekecewaan dan air mata kepedihan yang teramat dalam.


**************$$$$$$$$**************


__ADS_2