
"Tuan...ini hasil lab Nona Binar"Ucap Dokter Intan sembari memperlihatkan keterangan di secarik kertas.
"Apa ini Dok???
saya nggak mengerti?"Hisam tampak kebingungan.
"Dokter Intan tersenyum dan berusaha menjelaskan.
"Ini,Dokter Intan menunjuk ke sebuah garis di tes pack.Dua garis merah ini,maksudnya Nona Binar positif Hamil,
Perkiraan usia kandungan Nona Binar sudah mencapai 2 minggu lebih ujar Dokter Intan.
"Mata Hisam terbelalak kaget,dia pun terlihat shock mendengar penjelasan Dokter.
Sang Dokter kemudian tersenyum dan memberi ucapan selamat.
"Selamat yah Tuan...!!!
"Tiba-tiba Dokter Jayadi muncul di balik pintu mengagetkan keduanya.
"Dia tampak tersenyum sumringah,dengan langkah gontai dia masuk dan ikut bergabung tanpa di minta.
"Selamat yah Tuan muda,sebentar lagi penerus Salim group akan lahir ke dunia ini"Ucapnya tanpa basa-basi tak memperdulikan bagaimana raut wajah Hisam yang masih terlihat shock pada saat itu.
"Hisam tak menanggapinya,dia malah membuang muka tak senang melihat kemunculannya.
"Dokter Jayadi memaklumi hal itu,Makanya dia buru-buru datang menemuinya,sesaat setelah selesai melakukan pembedahan untuk beberapa pasiennya tapi terlebih dahulu menemui dan memastikan keadaan Binar serta memeriksa diagnosanya karena yakin tuan presdir yang satu ini akan murka melihat keterlambatannya hari itu.
"Rupanya ada yang lebih penting dari ini semua "Sindir Hisam tiba-tiba.
"Tapi Dokter Jayadi tidak begitu memperdulikannya karena dari dulu dia memang sudah paham dengan watak laki-laki yang ada dihadapannya ini. sejak dia menjadi Dokter pribadi dan kepercayaan Keluarga Salim group.
"Terima kasih atas hasil kerjanya Dokter,
Terima kasih atas bantuannya"Dokter Jayadi beralih mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Dokter Intan yang telah membantu meringankan tugas terberatnya hari ini.
"Sama-sama Dokter"Sahut Dokter Intan dengan senyum melebar.
"Hisam mendesah ragu,
Membuat Dokter Intan Dan Dokter Jayadi hanya bisa saling pandang.
Terus Bagaimana keadaan dia sekarang???
Apa kami sudah bisa pulang ke rumah??tanya Hisam akhirnya angkat bicara sudah melupakan kekesalannya tadi.
"Nona Masih ada di ruang pemeriksaan,meski belum diketahui secara pasti apa penyebab Nona pingsan,namun ada dugaan kuat bahwa perubahan hormon adalah pemicunya,dan sepertinya Nona sangat kelelahan,kurang makan dan minum sehingga kondisi gula Darahnya menurun. Dan ini memang menjadi salah satu hal yang sangat rentan di alami oleh ibu hamil mulai dari trimester pertama sampai trimester ketiga.
"Hisam tampak fokus mendengar penjelasan Dokter Intan,
"Nah,bahaya kelelahan saat hamil.kadang bisa muncul flek atau bercak darah apalagi kalau bekerja seharian penuh tanpa istirahat,lelah serta emosional.
"Harus di upayakan untuk selalu makan makanan bergizi secara teratur karena ibu Hamil membutuhkan kalori tambahan selama trimester pertama,sekitar 340 kalori ekstra per hari,dan tentu itu semua harus di sesuaikan dengan kondisi kesehatan dan berat badan Nona Binar"Dokter Intan ngomong begitu panjang lebar,Dokter Jayadi memang sudah memberi bahasa isyarat agar bisa menjelaskan sampai dengan sedetail-detailnya pada si calon Ayah yang satu ini.
"Baiklah Dok,pastikan semuanya berjalan dengan baik"
"Tentu saja Tuan,kalau begitu mari kita temui Nona sekalian Saya akan membuatkan resep obat"Dokter Jayadi yang menyahut.
"Setelah menyalami Dokter Intan,Hisam kemudian pamit mengikuti Dokter Jayadi untuk menemui Binar,yang di dapatinnya masih berbaring di ruang pemeriksaan
dengan wajah yang begitu pucat sekali,
"Ada apa Sus...???tanya Dokter Jayadi heran.
"Ini Dok,Nona menolak untuk di beri suntikan Vitamin"Tapi Dokter Intan sudah meminta kami agar memasukkan injeksi obatnya terlebih dahulu"Jawab sang Suster.
"Apa...???
Dokter Jayadi begitu terkejut mendengarnya,Hisam lansung mendekat ke arahnya.
"Dengan refleks dia menggenggam erat tangan Binar yang terasa dingin sekali bagai Salju sembari menatapnya.
"Sus,silahkan di suntikkan Vitaminnya"ujarnya tanpa meminta persetujuan lagi padanya.
"Baik Tuan,
"Binar mempererat genggaman tangannya sambil menutup kedua matanya saat Dia merasa jarum suntik itu sudah mulai menyentuh bagian kulitnya Hingga dia merasa sedikit kesakitan tapi itu tidak berlangsung lama saat Hisam mulai terasa melonggarkan genggaman tangannya perlahan alam bawah sadarnya pun melayang bersamaan dengan obat penenang dan vitamin yang sudah bercampur jadi satu ke dalam tubuhnya.
"Obat penenang itu hanya sementara Tuan,agar pikiran Nona bisa fresh kembali.karena sepertinya Nona dari tadi begitu stres saat akan diberi injeksi sehingga Tensinya Naik melewati batas normal"Ujar Dokter Jayadi mencoba menjelaskan maksud dari injeksi itu ketika melihat raut wajah Hisam tampak kebingungan melihat keadaan Binar yang tiba-tiba tenang tak ada pergerakan sama sekali.
"Hisam hanya menanggapinya dengan anggukan di kepala.
"Leo sengaja menemui Dokter Jayadi sahabatnya,Demi memberikan ruang pada Tuan Hisam yang sedang menemani Binar yang tengah tertidur di ruang pemeriksaan.
__ADS_1
"Nona Binar baik-baik saja kan pak Dokter???tanya Leo tampak berbasa-basi pada sahabatnya yang tengah memeriksa beberapa diagnosa pasiennya yang lain.
"Alhamdulilah,tidak ada yang perlu di khawatirkan semuanya baik-baik saja"Jawab Dokter Jayadi sambil tersenyum.
"Lantas,kenapa wajah Tuan muda begitu tegang dan gelisah sekali?ujar Leo ikut khawatir.
"Dokter Jayadi tertawa kecil mendengar kekhawatiran Leo yang tak beralasan itu.
"Bagaimana dia nggak gelisah,kamu tau tahtanya tidak lama lagi akan segera tergantikan,secara Calon penerus Salim group akan segera lahir ke muka bumi ini,Ujar Dokter Jayadi begitu santainya.
"Maksud kamu Apa Jay...???tanyanya penuh kebingungan.
"Nona Binar tengah Hamil muda,
"Apa..????
Nona hamil...??????
"Bagaimana Bisa...???
"yah,tentu bisa...!!!
"Hasil pemeriksaannya sudah keluar dan benar positif dan sekarang di dalam perutnya tumbuh benih ahli waris Salim group.
"Umur kandungan Nona sekarang sudah berjalan ke Berapa??
Tanya Leo penuh selidik,
"Baru Dua minggu,memang kamu pikirnya berapa Sih...???
"Wong,tragedi malam itu baru berlalu 2 minggu.Atau jangan-jangan kamu meragukan Nona Binar yah???terka Dokter Jayadi menatapnya dengan penuh keraguan.
"Husss,jangan keras-keras nanti Tuan muda dengar dan dia malah akan marah karena ucapan kamu itu,
saya tidak pernah meragukan Nona,tapi saya hanya pikir mereka sudah melakukannya sebelum tragedi itu"Ucap Leo tersenyum licik.
"kamu pikir,Dia bisa kalah secepat itu.
Kalau bukan karena terpaksa,yakin ini juga tidak bakal kejadian.Kamu kayak baru kenal Tuan Hisam dari tadi sore aja.Raut muka dia saja kayak sangat shock saat tau kabar ini"Ujar Dokter Jayadi.
"Alhamdulilah,akhirnya ada jalan untuk mempersatukan mereka.meski dengan cara yang tidak elegan tapi setidaknya ada hikmah di balik kejadian itu.Tuan Hisam sepertinya sangat mengkhawatirkan keadaan Nona dan mungkin saja dia akan segera mengakui perasaannya dihadapan Nona Binar,sepertinya aku harus menemukan si-pelaku itu secepat mungkin,karena ulahnya secara tidak sengaja telah membuat mereka semakin terikat.
Rasa-rasanya aku tidak tega memberi dia hukuman malah akan aku berikan hadiah yang cukup setimpal,karena akhirnya Tuan dan Nona bisa bersatu secepat ini.
"Aku sangat yakin,Tuan muda hanya masih gengsi mengakui perasaannya dihadapan Nona Binar.rasa trauma masa lalu sepertinya masih sangat membekas di ingatannya sehingga begitu ragu untuk jujur pada dirinya sendiri tapi sekarang aku malah tambah yakin dengan adanya kehidupan baru di dalam perut Nona Binar maka itu akan menjadi lambang yang sangat kokoh untuk cinta mereka berdua,Leo begitu meyakininya.
"Syukurlah kalau demikian adanya,karena itu memang harapan keluarga besar mereka.
mereka akan sangat bahagia saat tau hal ini,generasi penerus mereka akan segera lahir tidak lama lagi"Ujar Dokter Jayadi ikut bahagia.
"Tunggu dulu pak Dokter,sebaiknya berita ini jangan sampai tersebar dulu tanpa seizin dari Tuan muda karena seperti yang kita tau selama ini.status mereka masih sangat dirahasiakan,kita tunggu sampai waktu yang di tentukan saat Tuan Hisam melangsungkan resepsi pernikahan mereka sekalian Tuan muda akan mengumumkan berita bahagia ini ke khalayak ramai"Ucap Leo.
"Baiklah,saya akan menjadi tamu pertama yang di undang tentunya.."
"Belum pasti,karena mungkin saja kamu akan terlupakan""Leo sedikit bergurau sambil tertawa kecil.
"Yah...kita lihat saja apa yang bisa saya lakukan untuk itu"Ujar Dokter Jayadi begitu percaya diri.
"Terima kasih banyak Jay,atas bantuan kamu selama ini"Ucap Leo.
"Sama-Sama,
ini....pergilah,tebus obat yang harus di minum oleh Nona Binar.pastikan kondisi janinnya terjaga dengan baik,karena itu adalah tugas kedua dan terberat kamu sekarang selain berada Di Sisi Tuan Hisam.
Dokter Jayadi menyodorkan selembar resep obat ke tangan Leo.
"Baiklah,pak Dokter saya permisi sampai ketemu di lain waktu.
"Oke....!!!
........
"Binar terbangun setelah tanpa sadar kembali tertidur setengah jam lamanya.
"Kali ini dia merasa sedikit punya tenaga setelah sebelumnya di kasi suntikan Vitamin,
meski sempat terlihat pucat pasi dan merasa ketakutan setelah akan di suntik tadi tapi genggaman erat tangan Hisam refleks menenangkannya sehingga trauma akan jarum suntik masa kecilnya sedikit berkurang walau sebelumnya harus melewatkan dengan banyak drama.
"Nona sebaiknya,Persiapkan camilan seperti buah dan yogurt,kurangi kafein dan konsumsi junk food berlebihan sebaiknya dihindari.
"Harus perbanyak minum air putih karena janin dalam kandungan Nona sangat membutuhkan asupan gizi pada trimester kehamilan pertama ini"Ucap Dokter Intan kembali memberi nasehat sebelum mereka pergi meninggalkan ruang pemeriksaan.
"Binar hanya mengangguk,Ntah kenapa Bibirnya terasa kelu untuk berucap sepatah kata saat mengetahui kabar kehamilannya saat ini.
__ADS_1
"Bukankah,sebagai seorang wanita yang tidak lama lagi akan menjadi seorang ibu itu adalah hal yang paling membahagiakan di dunia ini tapi kenapa dirinya malah seperti tidak begitu bahagia...???
"Binar melirik wajah suaminya,wajah yang tanpa ekspresi sama sekali saat Dokter Intan menjelaskan beberapa hal yang harus dia perhatikan di awal masa kehamilannya itu.
"Maafkan aku mas,hal ini di luar dari dugaan ku selama ini..!!!
"Aku tau kamu tak pernah mau menginginkan hal ini terjadi...!!!
jerit batinnya sambil tertatih-tatih melangkahkan kakinya menuju koridor rumah sakit untuk pulang ke rumah,Hisam masih tetap begitu setia mengikutinya dari belakang.
"Leo,Bisa anterin saya ke kantor mas Hisam dulu untuk ambil motor??"pinta Binar saat Leo tengah membukakan pintu mobil untuknya.
"Mohon maaf nona,motor Anda sudah ada yang bawa pulang ke rumah"Jawab Leo.
"Oh...Baiklah,
Binar masuk ke dalam mobil
"Cihhhh...!!!!sebegitu berharganya motor kamu ketimbang mikirin kesehatan kamu sendiri,Liat saja nanti..!!!
mulai besok motor itu tidak akan bisa kamu sentuh lagi,sepertinya motor itu harus di museum kan untuk beberapa waktu ke depan...!!!Ujar Hisam dalam hati lalu ikut masuk ke dalam mobil.
Selama dalam perjalanan pulang dari rumah sakit ,Binar hanya terdiam tak berkata apa,dia hanya memandang keluar melalui jendela mobil.Hisam tampak masih terkejut dan bingung harus berkata apa,sesekali dia hanya melirik ke arah Binar.
Leo hanya menjadi pengemudi yang bertingkah seperti patung tidak berani mengusik keduanya.
"Sampai rumah,Bik Ranti sudah lansung nongol dibalik pintu menyambut kedatangan mereka.
"Assallamu alaikum Bik,,ucap Binar.
"Waalaikum salam Non,Tuan..jawab Bik Ranti dengan wajah berseri-seri,
Tak menyangka sore itu Mereka bisa pulang barengan,Bik Ranti belum mengerti apa sebenarnya yang barusan telah terjadi,dia hanya menuruti semua permintaan Tuan Hisam saat disuruh membereskan kamar tamu di lantai bawah dan menyuruhnya memindahkan beberapa barang-barang Binar.
"Semuanya sudah saya lakukan,seperti permintaan Tuan muda"Ujar Bik Ranti.
"Binar tampak bingung mendengarnya
"Baiklah Bik,tolong perlihatkan dia kamar barunya sekarang"Sahut Hisam kemudian berlalu meninggalkan mereka.
"Kamar Baru...???
"Maksud bibik,kamar untuk aku...???tanya Binar tak mengerti.
"Iya Non,
Tadi Tuan muda telpon dan menyuruh saya untuk memindahkan barang-barang Nona turun ke bawah karena kata Tuan,untuk beberapa bulan ke depan Non Binar dilarang untuk naik dilantai atas apalagi melewati tangga,Memang Non Binar kenapa???
"Nona Sakit...???
"Kok wajah Nona begitu pucat sekali??
Bik Ranti kelihatan cemas melihatnya saat itu
"Oh,nggak kok Bik..!!!
Aku baik-baik aja,Tuan Hisam mungkin nggak mau diganggu aja kalau lagi bekerja diatas makanya dia memindahkan barang-barang aku ke kamar tamu,nggak apa-apa bik..!!
"Itu malah lebih bagus,agar akses menuju dapur bisa cepat"Jawab Binar mencari alasan.
"Rasanya dia belum siap mengatakan yang sebenarnya pada Bik Ranti meski dia sudah sangat mempercayai wanita paruh baya itu.
"Nona Dan Tuan baik-baik saja kan???
tanya bik Ranti sedikit khawatir
"Aku dan mas Hisam baik-baik saja kok Bik,tenanglah...!!!
"Aku masuk dulu yah bik,Aku kegerahan pengen ganti baju dulu"
"Baik Non,
Bik Ranti hanya terdiam sambil memandanginya.
"Kasihan kamu Non,
sepertinya Tuan muda masih belum bisa menerima keberadaan kamu di sisinya.
persatukanlah mereka ya"Allah.."Batinnya lalu berlalu menuju dapur.
Hisam duduk termenung di sudut kamarnya,Dia terlihat bingung,tak pernah membayangkan keadaannya menjadi seperti ini.Hisam kembali membaca surat keterangan dari Dokter berulang kali,Memejamkan mata dan menghela napas yang sangat panjang.
Malam itu menjadi malam yang sangat panjang yang dirasakan oleh Binar dan Hisam,mata mereka sulit terpejam memikirkan langkah apa yang akan mereka ambil selanjutnya.
__ADS_1
***********$$$$$$$$$$$$*********