
"Hei...kamu menghilang ke planet mana sih???dari semalam susah banget di hubungi,bisa nggak itu hape non Stop di kantongi di saku Jas Kamu...???Apa Kamu tau jika semalaman aku nggak tidur...???Hisam melampiaskan kekesalannya lewat telpon.
"Apa...???
"Kenapa bisa begitu tuan...???Dokter Jayadi begitu kaget mendengar nya.
"Semalaman Dia bahkan nggak biarkan aku memejamkan mata sedikit pun....!!!
"Tunggu dulu tuan,Apa Yang anda maksud itu adalah Nona Binar???
"Memang siapa lagi...???
"Lho kenapa bisa begitu...???
"Bagaimana mungkin Nona tak membiarkan Anda tidur semalaman?Dokter Jayadi kembali bertanya di sertai keinginan tahu nya yang begitu besar.
"Iya,karena semalaman Dia kembali mengalami kram di perut dan itu lama sekali,Dia baru bisa tenang setelah aku elus-elus perut nya bahkan dia tak membiarkan aku berhenti melakukannya sampai pagi"Jawab Hisam dengan sedikit ketus karena harus menjelaskan sampai sedetail-detail nya pada Dokter Jayadi yang sudah sangat membuatnya kesal.
"Maaf tuan muda,Semalam saya berada di ruang operasi sampai shubuh tadi,saya dapat pasien yang habis kecelakaan dan harus di tangani dengan cepat,tuan muda bisa membayangkan bagaimana keadaan saya 8 jam berada di meja operasi,Demi menyelamatkan sebuah nyawa, Demi bisa membantunya selamat dari maut dan alhamdulilah patut disyukuri karena orang itu beneran selamat Tuan muda,Dokter Jayadi begitu antusias nya menceritakan bagaimana kronologis Sampai tak mengaktifkan hape nya dari semalam.
"Ah,sudahlah...aku tak mau mendengar alasan apapun yang membuatku semakin kesal saja,sekarang aku butuh dokter ahli untuk menjaga dia dalam 24 jam,Aku nggak mau ambil resiko kalau sewaktu-waktu dia butuh pertolongan tapi kejadian ini malah kembali terulang lagi ,carikan dokter terbaik secepat nya untuk menangani dan mengawasi keadaannya setiap saat.."Tegas Hisam tak mau tau.
"Tenang Tuan muda,Nona baik-baik saja...!!!
"Itu lumrah terjadi pada ibu hamil,Itu di sebabkan karena seiring bertambahnya usia kehamilan Nona dan ukuran rahim akan menyesuaikan dengan perkembangan janin yang kian membesar,sehingga memberikan tekanan lebih pada otot,sendi dan pembuluh darah.kondisi ini akan membuat ibu hamil mudah lelah dan mengalami nyeri berlebih pada perut saat terlalu lama duduk atau berdiri,Anda tidak perlu risau dan khawatir berlebihan seperti itu...!!!"Dokter Jayadi berusaha menjelaskan nya.
"Gimana saya bisa tenang,hal itu terus saja terulang setiap kali aku mencoba untuk membangun suasana yang nyaman dengan nya,Dia bahkan tidak membiarkan aku untuk berpikir dengan tenang karena merasa ketakutan"ujar Hisam jujur.
"Baiklah...Tuan muda,secepatnya saya akan segera mengirim dokter terbaik untuk memantau kondisi Nona Binar"Akhirnya dokter Jayadi memilih mengalah ketimbang beradu argumen,karena dia tau berhubungan dengan laki-laki yang satu ini sungguh sangat rumit apalagi kalau sudah menyangkut orang yang penting dalam hidup nya dia akan melakukan berbagi cara demi bisa melindungi keselamatan nya.
"Leo hanya terdiam mendengar percakapan mereka,
"Kok kedengarannya aku senang banget yah denger tuan Hisam mendapat perlakuan seperti itu dari Nona,Ini tanpa alasan sih, aku yakin semua ini karena calon bayi anda sendiri yang punya ikatan batin dengan Ayahnya dan sepertinya dia ingin lebih dekat lagi dengan anda Tuan muda,makanya Nona merasa nyaman sekali berada di dekat anda apalagi sampai meminta di elus semalaman...???Tapi kalau di pikir-pikir sih anda menang banyak....!!!"Dalam hati Leo tertawa begitu senangnya.
"Tolong bikin Tuan muda lebih tersiksa lagi dari ini Nona...!!!Aku dukung aksi anda ini,ayo ngidam lagi yang aneh-aneh sampai tuan muda bertekuk lutut di hadapan anda dan jujur mengakui perasaannya selama ini"Batin Leo begitu bersemangat sekali.
Hisam mengakhiri percakapannya dengan dokter Jayadi,Leo bisa melihat ke khawatiran yang begitu jelas nampak di sorot mata Tuan muda nya itu.
"Sebaiknya Anda istirahat dulu Tuan muda,Rapat bisa di undur sampai 2 jam ke depan karena sepertinya anda butuh istirahat, paling tidak tidur sebentar saja"Saran Leo.
"Yah...sepertinya demikian,Kalau begitu silahkan kamu handle semuanya,2 jam lagi kita ketemu di lobi kantor sahut Hisam sambil menyenderkan kepalanya di kursi kebesarannya itu.
"Baik tuan muda...!!!
Leo pun pamit meninggalkan nya sendirian di dalam ruangan nya.
"Hisam menghela napas,sambil berusaha memejamkan mata nya yang terasa berat sekali,bukannya bisa tertidur seperti yang di inginkan nya,pikiran nya malah melayang-layang dengan kejadian semalam.
"Dimana saat dia akan mengutarakan perasaannya yang sebenar nya,Eh tiba-tiba malah timbul drama yang menggagalkan semua rencananya.
__ADS_1
"Masih terekam jelas di ingatan nya saat Binar meringis kesakitan sampai dia merasa panik dan tidak tega melihat nya dalam keadaan seperti itu.
"Sampai rumah,bukan nya sakitnya mereda malah semakin bertambah,Meski sudah berusaha menghubungi dokter Jayadi namun nomor itu malah di luar jangkauan semakin bertambah pula kepanikan nya tapi semua itu segera bisa teratasi setelah Bik Ranti datang menenangkan dan membantunya.
"Nona nggak apa-apa Tuan muda,perut nya hanya kram biasa,ini lumrah terjadi pada ibu hamil.."Ujar Bik Ranti sambil perlahan mengelus-elus perut Binar.
"Aku juga waktu hamil Nayla,begini juga tuan muda tapi dulu Bibik suka minta suami Bibik untuk bantu elus-elus begini dan alhasil manjur tuan muda"Ucap Bik Ranti bersemangat meski dengan malu-malu.
"Bik,beneran ada pengaruh nya tolong di elus lagi..."Pinta Binar sesaat setelah bik Ranti mengendurkan elusan nya.
"Oh..baiklah Non,Bibik akan ngelus lagi...!!!
"Ya...udah Bik,bibik tolong ambilkan dulu air hangat biar saya yang gantiin bibik"Ujar Hisam refleks duduk.
"Bik Ranti hanya mengangguk sambil tersenyum penuh arti lalu berlalu meninggalkan mereka.
"Hisam tanpa ragu,mengambil alih tugas bik Ranti tadi,Binar pun sepertinya tak menolak karena begitu tangan Suaminya menyentuh perutnya seperti ada kekuatan magic yang membuat kram perutnya perlahan mulai membaik bahkan dia merasa nyaman dan tenang mendapat perlakuan tulus seperti itu.
"kenapa sih setiap kali aku menyentuhnya selalu ada rasa yang sulit aku terjemahkan,bahkan sulit aku kendalikan lagi,sudah Sedalam inikah perasaanku padanya???Batin Hisam,dengan degup jantung yang semakin kencang dan tak beraturan lagi.
"Dia menatap Binar yang terlihat mulai tenang,Dia pun menghentikan aktivitas tangannya dan membiarkannya terlelap.
Namun tiba-tiba dia menggeliat pelan,
"Mas,jangan berhenti..."Ucapnya lirih.
"Eh..iya...!!!
"Hisam tampak Menyunggingkan senyum nya di tengah perasaan kantuk yang mulai menyerang tanpa sadar akhirnya merebahkan kepalanya di atas sopa dan tertidur siang itu di ruangan nya.
********
Sore menjelang magrib,Binar baru selesai menyelesaikan semua bukti laporan rekapan yang sudah dia selesaikan beberapa hari yang lalu untuk dia stor ke Pak Jatmiko.
Dia terpaksa pulang terlambat sore itu,Karena ingin menyelesaikan semua nya sebelum benar-benar keluar dari kantor itu.Meski pak Abdul sudah datang menjemputnya tapi di suruh nya untuk menunggu sebentar,dia tengah siap-siap untuk menghadap ke Ruangan Direkturnya,karena kebetulan hari itu hari terakhirnya bekerja di kantor itu setelah kemarin mendapat promosi rangkap jabatan.
"Jadi keputusan kamu sudah bulat,untuk tetap pergi meninggalkan kantor ini???Tanya pak Jatmiko seperti tidak senang.
"Iya pak,Karena rasa nya saya tak mampu jika harus Rangkap jabatan di dua perusahaan yang berbeda"Jawab Binar pelan.
"Tapi kenapa kamu malah memilih untuk pergi meninggalkan kantor ini???Pak Jatmiko tetap kekeh untuk mempertahankannya.
"Karena Berada di lingkup Salim group adalah impian saya dari dulu pak"Jawab Binar Diplomatis.
"Pak Jatmiko menghela napas yang berat,Lalu menerima berkas laporan dari Tangan Binar.
Bukan nya memeriksa laporan itu dia malah mencampakkan nya di atas meja dan berjalan mendekat ke arah nya.
"Aku sungguh berat melepas kepergian kamu dari kantor ini,karena kamu tau aku sangat menyukai kinerja kamu bahkan aku tidak akan segan menaikkan gaji kamu dua kali lipat semisal kamu memilih untuk tetap berada di kantor ini"Ucap Pak Jatmiko dengan tatapan yang sulit di artikan lagi oleh Binar,
__ADS_1
perasaannya mulai nggak enak terlebih pak Jatmiko semakin mendekat dan merapat,
"Kalau memang tidak ada yang perlu saya benahi lagi pak dalam laporan itu,saya mohon pamit saja karena kebetulan saya ada keperluan di luar"Jawab Binar ingin segera pergi dari ruangan itu.
"Kenapa buru-buru,ini kan hari terakhir kamu di kantor ini jadi kita bisa bersenang-senang dulu,hitung-hitung sebagai salam perpisahan dari kamu"Ucap pak Jatmiko lagi kali ini di sertai dengan tindakan ingin merangkul Binar namun secepat kilat Binar menepis tangannya membuatnya tersenyum menyeringai.
"Kenapa sih kamu sok jual mahal begitu,dari dulu kamu sulit sekali di dekati dan itu membuat aku semakin tertantang dan penasaran ingin segera memilikimu"Ujar nya dengan tatapan penuh napsu sambil tersenyum licik.
"Bapak jangan keterlaluan yah,Saya masih menghargai Bapak sebagai atasan saya,jadi saya harap bapak bisa menjaga batasan nya,Saya mohon pamit, permisi...!!!
"Tunggu....!!!
"Pak Jatmiko langsung menarik tangan nya sebelum sempat meraih gagang pintu.
"Kamu mau kemana....???
"Jangan pernah berpikir untuk lari dari ku sebelum memberikan kenangan terakhir untukku..."Ujarnya sambil meraih Binar ke dalam dekapan nya tapi lagi-lagi Binar bisa menghindarinya.
"Kalau bapak sampai macam-macam saya akan berteriak...!!!Ancam nya.
"Pak Jatmiko lansung tertawa mendengarnya,
"Silahkan saja kalau kamu mampu untuk berteriak,karena saya yakin tidak akan ada yang bisa mendengar teriakan kamu itu,semua karyawan sudah pulang dan kini hanya tinggal kita berdua di kantor ini..."Ucap pak Jatmiko begitu tenang nya sambil membuka Jas nya serta ikat pinggangnya.
"Ayo..kemarilah sayang....!!!
"Mari kita bersenang-senang,Apa yang kamu minta akan aku berikan asal kamu mau memberikan apa yang aku ingin kan hari ini dari kamu..."Pak Jatmiko seperti sudah kerasukan setan,Dia semakin agresif meraih Binar ke dalam pelukan nya dan mulai melancarkan ciuman membabi buta,
Binar dengan sekuat tenaga meronta-ronta ingin melepaskan diri.
"Tolong....Tolong....aku.......!!!!
Berusaha berteriak dengan suara sekeras mungkin berharap ada seseorang yang bisa datang menolongnya,Namun usahanya Sia-sia belaka karena nyatanya semua orang sudah pulang dari tadi bahkan sang OB yang bertugas pun sudah tak tampak batang hidung nya lagi,hanya mengharapkan pak Abdul yang bisa mendengar teriakannya namun itu mustahil karena sekarang dia berada di lantai dua sementara pak Abdul masih berada diparkiran.
"Dengan sisa tenaga yang masih dia punya,dia berusaha melepaskan diri dari dekapan pak Jatmiko yang semakin dirasuki hawa napsu,napas nya pun terdengar semakin memburu.
"Tolong pak,jangan lakukan itu...!!!
"Tolong lepaskan saya....!!!Pintanya memohon sambil terus meronta-ronta.
"Ayo...berikan aku satu kali saja sayang....!!!Kembali ingin mencium Binar namun lagi-lagi Binar bisa menghindar,dan sekuat tenaga dia langsung mendorong tubuh pak Jatmiko dan berusaha menendangnya hingga mengenai area sensitifnya membuat pak Jatmiko tersungkur menahan sakit dan kesempatan itu tak dia sia-sia kan dengan cepat dia berlari membuka pintu dan berlari keluar.
"Binar...tunggu....!!!
Teriak pak Jatmiko dengan geram sambil terus menahan sakit yang luar biasa,tendangan Binar yang tepat sasaran membuatnya sangat merasa kesakitan.
"Binar berlari sekuat tenaga sambil berbalik,memastikan jika Pak Jatmiko tak sampai mengejar nya dan BRUUKKKKK....!!!
"Tubuhnya terpental jatuh ke lantai karena menubruk seseorang yang tiba-tiba sedang berdiri di depan nya tanpa dia sadari.
__ADS_1
*************$$$$$$$$$$$*************