
Hisam membaringkan tubuh Binar di atas kasur yang ada dalam ruangan pribadinya,Ruangan private yang memang sudah di lengkapi dengan fasilitas layaknya sebuah apartemen mewah.
"Perlahan dia menambahkan bantal yang tidak terlalu tinggi di belakang kepalanya,lalu tanpa basa-basi lansung membuka satu dua buah kancing kemeja Binar yang terlihat ketat dibalik blazer-nya,kemudian melonggarkan ikat pinggangnya ,yang kebetulan hari itu memakai stelan Rok.
Agar dia bisa bebas bernafas dan tidak merasa sesak.
lalu segera menarik laci meja mencari sesuatu yang bisa membantu Binar untuk menemukan titik kesadarannya kembali.
Sebotol minyak kayu putih di ambilnya lalu mengoleskannya dibagian pelipis dan leher lalu menyiumkannnya sedikit sedikit ke hidungnya.
"Hei,bangun...!!!
"Ayo bangun,jangan bikin orang susah begini kamu"teriaknya dengan suara keras di sela kepanikannya sambil ikut menggoyangkan tubuhnya dan menepuk-nepuk pipinya tanpa merasa canggung lagi.
"Tapi Binar tetap tak memberikan respon,
Hisam kembali memijat antara ibu jari dan jari telunjuknya agar dia bisa cepat sadar sambil menyiumkan minyak kayu putih itu sesekali.
"Di tatapnya wajah itu,wajah yang terlihat sangat pucat dan mulai berkeringat dingin.
Hisam meraih remote control AC yang lupa dia nyalakan saking paniknya.
"Dengan sekali pencet,Hawa dingin mulai menerpa tubuh Binar yang dari tadi berkeringat.
Hisam masih terus berusaha melakukan berbagai acara agar Binar secepatnya bisa siuman.
"15 menit kemudian, Perlahan Binar mulai bergerak tapi kondisinya masih terlihat lemah dan linglung.
perlahan dia membuka matanya,samar-samar
Orang pertama yang di lihatnya adalah wajah suaminya yang sedang duduk di dekatnya.
"Mas Hisam,panggilnya lemah.
Aku dimana sekarang???tanyanya sambil mengedarkan pandangannya ke semua sudut ruangan dan mencoba mengingat-ingat apa yang barusan telah terjadi tapi kepalanya terasa sakit dan masih pusing.
"Hisam tidak menjawab dia hanya terdiam memperhatikannya,menunggu 10 menit sampai akhirnya dia melihat kesadaran Binar sudah benar-benar telah pulih.
"Apakah masih pusing...???tanyanya.
"Binar memegang kepalanya yang terasa sakit dan perutnya yang sedikit mual.
"Mau aku bantu untuk bangun..???
Hisam menyarankannya agar bisa duduk santai dengan bersandar,supaya peredaran darahnya bisa bekerja dengan baik kembali.
"Bisa Bangun...???tanyanya sekali lagi memastikan keadaan Binar yang terlihat masih sangat lemah.
"Binar berusaha bangun sendiri,tapi sepertinya dia benar-benar tak punya tenaga.
"Hisam lansung membantunya dengan merengkuh kedua lengannya.
"Nah,gimana sekarang udah bagus posisinya...???
"Binar hanya mengangguk lemah,sambil menarik selimut untuk menutupi sebagian dadanya yang sempat tersingkap.
"Maaf tadi aku yang sengaja buka kancingnya agar kamu bisa merasa nyaman dan tidak sesak"Ujar Hisam ketika melihat perubahan yang terjadi di wajah Binar saat mendapati beberapa kancing bajunya terbuka.
Dia hanya pasrah saat Hisam memberikan minuman hangat padanya.
"Minumnya sedikit- sedikit aja,nanti tubuh kamu kagok,takutnya belum merespon dengan baik,tegur Hisam saat melihatnya hampir menghabiskan segelas besar.
"Haus...???tanyanya
"Binar hanya memberi anggukan di kepala
"Masih mau...???
kembali menggeleng,
__ADS_1
"Bukannya tadi kamu ngelarang minum banyak kenapa malah di tawari lagi...???batin Binar sambil membuang muka tak berani menatap wajah tampan itu lebih lama lagi.
"Ya..udah,kalau begitu kamu istirahat dulu.
saya akan menemani kamu di sini hingga kamu merasa benar-benar pulih kembali"
Ujar Hisam.
"Tapi mas,aku nggak apa-apa kok...!!!aku sudah merasa lebih baik.sebaiknya kita kembali ke ruangan rapat,bukannya tadi kita masih rapat...???tanya Binar ketika mulai bisa mengingat semuanya.
"Aku harus menemui Bos aku,pasti dia sedang mencariku sekarang masih banyak hal yang belum sempat saya selesaikan tadi"Ucap Binar sambil menyingkap selimut yang menutupi sebagian tubuhnya.
"Tunggu dulu...!!!
"Kamu jangan banyak gerak dulu,
"Rapatnya bentar lagi juga udah selesai,Leo sudah menghandle semuanya,kamu masih butuh istirahat,wajah kamu terlihat masih pucat sekali sebaiknya aku menghubungi dokter untuk melakukan pemeriksaan"putusnya secara sepihak.
"Mas jangan....!!!
cegah Binar sambil menarik tangan Hisam agar tak beranjak dari duduknya.
spontan mereka saling beradu pandang,apalagi saat Hisam merasa tangannya di genggam begitu erat.Binar yang lansung menyadarinya secepat kilat melepaskan genggaman tangannya itu.
"Nggak perlu mas,aku baik-baik aja kok...!!!cegahnya sambil mengalihkan pandangannya ke arah lain.
"Tapi keputusan Hisam tak pernah bisa terbantahkan,dia tetap melangkah mengambil hape yang sempat tadi di lempar begitu saja saat tengah menggendong Binar yang dalam keadaan masih pingsan,hape itu dia temukan diatas karpet tebal di lantai.
"Coba nggak setebal ini,mungkin hape itu sudah hancur berkeping-keping dan tidak utuh lagi semisal tadi jatuh tepat di atas marmer lantai karena lansung dilemparkan begitu saja tanpa peduli saking cemasnya melihat kondisi Binar.
"Binar bisa mendengar dengan jelas,dia menelpon seseorang. Tanpa basa-basi dengan nada memerintah meminta seseorang itu untuk segera datang ke kantornya saat itu juga.
"Binar yakin,yang dia telpon itu pasti dokter Jayadi.
"Dasar,Si Tuan bawel..seenak hatinya saja.
"Bagaimana mungkin sih,dia bisa memberi ultimatum sekeras itu...???padahal kan bisa minta baik-baik bukan terkesan memaksa gitu..!!!
"Hisam tertegun menatap ke arah Binar,yang tak banyak protes lagi malah kembali berbaring karena memang merasa belum stabil.Dia berpikir untuk tidur sebentar demi memulihkan tenaganya kembali.
"Baguslah,"
Hisam menarik napas lega melihatnya.
Tadinya dia mau menawari makan dulu karena tadi pagi waktu sama-sama sarapan dia sempat melihat sarapannya sedikit banget,itu pun pakai dimuntahkan lagi.
Tapi terlihat Binar sudah memejamkan matanya dan dia tidak berani lagi untuk mengganggunya.
Acara rapat pun akhirnya selesai dilaksanakan,Tanpa ada lagi kata penutupan dari sang presdir karena kenyataannya sekarang dia lebih memilih duduk terkantuk-kantuk di sopa demi menunggui Binar yang sudah terlelap dari tadi.
Leo keluar dari ruangan rapat setelah sebelumnya bertemu dengan pak Jatmiko mengabari keadaan Binar yang baik-baik saja.
"Tapi saya harus bertemu dan memastikan dia dulu sebelum saya bisa mempercayainya,dia adalah karyawan saya dan itu adalah tanggung jawab saya sekarang karna masih di jam kantor"ucap pak Jatmiko kekeh untuk melihat kondisi terakhir Binar.
"Nona Binar sudah mendapatkan perawatan yang intensif,Tuan Presdir sudah mengatur semuanya"Jawab Leo.
"Tapi kemana Beliau membawa karyawan saya tadi??"Tanya nya tetap tak percaya.
"Ke tempat yang tentunya lebih aman daripada di ruangan ini.
"Kenapa nggak di bawa ke rumah sakit aja lansung???kilah pak Jatmiko sekali lagi.
"Mohon maaf Pak,apa bapak lupa seberapa berkuasanya Tuan presdir bahkan dia bisa mendatangkan perawat atau dokter dari mana pun yang dia mau,sekali pun harus di kantor ini jadi bapak nggak perlu se-khawatir itu karena Nona Binar adalah tanggung jawab kami sekarang dan dia berada di tempat yang aman di lingkup Salim group dan saya tekankan sekali lagi, dia berada di tangan orang yang tepat"Tegas Leo meyakinkan pak Jatmiko.
"Baiklah,kalau begitu saya mohon pamit.
Saya akan menemui Dia nanti ke rumahnya saja.
"Heh,memang kamu tau Nona sekarang tinggal di mana...???kamu memang bos nya sekarang tapi saya rasa kamu tidak akan pernah bisa masuk dan menginjak sekali pun hanya di pintu gerbang rumahnya tanpa ijin dari seseorang"Batin Leo sambil tersenyum tipis.
__ADS_1
"Anin yang mendengar obrolan mereka tadi hanya bisa terdiam dan termangu.ucapan Tania tadi masih sulit untuk di percayai nya.
"Apa benar Binar adalah istri mas Hisam...???
Kalau itu benar??itu artinya aku sudah tidak punya kesempatan lagi untuk berada di dekatnya lagi..???ringis batinnya sambil menggigit bibirnya sakit.
Anin mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Tania yang tiba-tiba menghilang di dekatnya tanpa dia sadari.
"Kemana Anak itu...???
"Apa dia menemui mas Hisam???
Dia terus bertanya-tanya dalam hati lalu segera memasukkan berkas-berkas nya kembali ke dalam tas nya lalu menyusul Tania.
"Tania Tampak ngos-ngosan setelah sempat berlari dan mencoba menghindari beberapa petugas keamanan yang hari itu di tugaskan untuk berjaga-jaga di setiap sudut pintu Gedung Salim group.
"Tampak Ruangan pribadi Hisam tidak jauh dari tempatnya berada sekarang,dia berharap tak ada seorang yang berjaga di sana dan benar saja tak ada siapa-pun yang berada di depan pintu ruangan itu.
"Sepertinya mas Hisam menyuruh penjaga untuk pergi meninggalkan mereka,
Baguslah,Aku bisa menerobos masuk dan menemuinya sekarang juga.
"Dia seperti pencuri yang terus mengendap-endap dan mengintip ke belakang takut bakal ada yang memergokinya.
sampai di depan pintu Ruangan yang di private itu,dia bahkan kaget dan tertegun tatkala ada tulisan emergency terpampang di depan pintu dan lampu alarm merah pun menyala,Sengaja di pasang untuk memberi kode peringatan bagi siapa saja yang berada diluar pintu, karena itu pertanda yang di dalam tidak mau di ganggu dan di temui oleh siapa pun juga.
"Tania cukup mengerti hal itu,walau dia belum pernah memasuki ruang privatnya itu tapi Waktu itu dia pernah kena tegur sang penjaga karena sempat ingin menerobos masuk menemui Hisam saat itu.
"Cihhhh..kau bahkan tidak membiarkan siapa-pun mengganggu kalian...???geram Tania dengan wajah masam.
"Aku tidak akan pernah membiarkan hal ini terjadi...!!!
"Aku pastikan kamu akan menjauhi wanita itu bahkan sangat membencinya seperti yang telah aku lakukan selama ini,mencuci otak kamu supaya bersih lagi"jerit batin Tania penuh dendam dengan tatapan berapi-api lalu kembali menatap lampu alarm merah itu.
"Hei,siapa kamu...???
kenapa berdiri di tempat ini....???teriakan sang penjaga membuatnya tersentak kaget.
"Siallllll....
kepergok lagi jadinya,ucapnya lirih sambil berbalik menatap ke arah suara tadi.
"Nona Tania.....!!!
"Tuan Leo,
kenapa Anda bisa berada ditempat ini???tanya Leo sembari mendekat.
"Tuan Leo,tolong saya ingin bertemu tuan Hisam walau hanya sebentar,izinkan saya masuk dan menemuinya"pinta Tania memasang tampang memelas.
"Mohon maaf Nona,Bukankah Anda sudah melihat tanda emergency ini dan Lampu alarm juga menyala itu artinya Tuan Hisam tidak mau di temui siapapun termasuk saya jadi mohon maaf saya tidak bisa berbuat apa-apa.
"Tapi Tuan,saya hanya ingin bertemu sebentar saja.saya mohon...!!!!
Leo menggeleng sambil menepis tangan Tania yang memohon-mohon padanya saat itu.
"Nona bisa datang ke tempat ini lain waktu,sekarang saya tidak bisa berbuat apa-apa toh saya sudah memperingatkan dari kemarin untuk tidak bersikeras datang hari ini,karena itu hanya akan sia-sia saja,bukankah semua permintaan Anda sudah Tuan Hisam kabulkan,apalagi yang anda butuhkan???tanya Leo
"Saya tidak butuh apa-apa lagi,saya hanya ingin bertemu dengannya saja walau hanya sebentar"Ucap Tania kembali mengiba.
"Tapi saya Rasa Anda sudah cukup puas melihatnya tadi"Sahut Leo tidak memberikan celah lagi untuk Tania bisa punya alasan bertemu Tuan mudanya itu.
"Baiklah kali ini saya lebih memilih untuk mengalah saja tapi lain kali saya pastikan akan menerobos masuk jika sampai dipersulit lagi"ucap Tania dengan tegas lalu segera berlalu meninggalkan Leo yang hanya bisa geleng-geleng kepala mendengarnya.
"Coba saja kalo anda bisa Nona...!!!
tapi saya yakin anda tidak akan berhasil lagi menerobos...!!!sambil tersenyum tipis Leo berlalu meninggalkan ruangan private itu.
"Selamat bersenang-senang Tuan muda"Ucapnya lirih sembari melirik ke arah lampu Alarm merah yang terpasang diatas pintu.
__ADS_1
*************$$$$$$$$$$$**************