
Hisam duduk di tepi ranjang,sambil mengatur napas nya yang tak beraturan seperti habis bertempur aja di medan perang.Dia kelihatan sangat kelelahan dengan keringat yang masih bercucuran di seluruh tubuhnya gara-gara meladeni keinginan Binar yang tak tanggung-tanggung harus menghabiskan beberapa ronde tadi.Dia kembali menatap Binar yang tampak terkulai lemas di sampingnya dengan mata terpejam,sepertinya dia mulai terlelap setelah mendapatkan apa yang menjadi keinginannya dari tadi.
"Hisam segera menarik selimut dan menutupi tubuh polos nya hingga yang nampak hanya kepala dan rambutnya saja,dia masih saja tidak habis pikir atas apa yang baru saja terjadi antara dirinya dengan Istrinya itu.
padahal 1 jam yang lalu dia berencana akan berangkat ke Solo.tapi beberapa berkas yang akan di bawanya serta malah tertinggal di dalam hotel kamarnya ini.
"flasback...On"
"Sial,
Berkas yang di minta Arya masih tertinggal di hotel..."Ujar Hisam sedikit kesal memikirkan kecerobohannya itu.
"Putar Balik lagi sekarang,sama aja bohong kalau kita tetap berangkat tanpa berkas itu.."
titahnya pada Asistennya.
"Baik Tuan...jawab Leo,
"Akhir-akhir ini kenapa sih Tuan??kamu seperti nya kurang fokus lagi sama pekerjaan,nggak seperti Tuan Hisam yang dulu kami kenal selalu menomor satukan pekerjaan,kenapa aku merasa sekarang pekerjaan adalah nomor 2 bagi Tuan"Leo berucap sendiri dalam hati sambil memutar balik arah mobilnya,padahal mereka sudah hampir memasuki Area Bandara.
sesampainya di depan hotel,Bukannya meminta Leo yang turun dan mengambil berkas itu tapi malah dia sendiri yang turun dan segera bergegas masuk,Leo merasa heran melihat sikapnya Tuan nya itu,dan mau nggak mau dia memutuskan untuk mengikutinya masuk.
Karena Hisam juga tidak menyuruhnya untuk menunggu di dalam mobil.
"Di Lobi Hotel,mata Hisam sempat celingak-celinguk ke sana kemari mencari keberadaan seseorang,tapi stand yang menjadi objek matanya itu tampak sudah mulai sepi hanya satu dua orang saja yang masih lalu lalang di area itu.
"Kemana dia...???tanyanya dalam hati,
lalu segera memasang langkah seribu menuju Niat Awal.yaitu mengambil berkas di kamar pribadinya.
"Meninggalkan Leo yang masih berusaha mengejarnya,
"Setelah keluar dari Pintu Lift dia merogoh saku celananya dan mengambil kunci kamarnya.
"Baru saja dia akan memutar kunci,tiba-tiba pintu terbuka sendiri,
"Lho...???kok nggak terkunci...???
"Bukannya tadi saya kunci...??Hisam kaget sekaligus heran.
"Dan tanpa pikir panjang lagi dia lansung mendorong pintu dan masuk,
"Jangan-jangan ada maling yang masuk dan mengobrak-abrik semua barang-barang pribadinya apalagi di dalam banyak dokumen penting yang masih tertinggal,hanya itu yang ada dipikirannya saat itu,
"Tapi Tiba-tiba...langkahnya terhenti seketika saat ekor matanya menangkap basah sebuah sosok yang sedang menggeliat kesana kemari kayak cacing kepanasan diatas tempat tidurnya.
"Hei...kamu...???teriaknya spontan,tak menyadari sedikit pun apa sebenarnya yang tengah terjadi pada wanita itu.
"Sontak Binar terkejut bukan main,dan lansung menatap ke arahnya dengan tatapan penuh gairah.
"Terlihat dia tersenyum begitu nakal dan menggoda Hisam.
Lalu tanpa menunggu aba-aba,dia berusaha bangun dan mendekat kearah Hisam yang masih berdiri dan terlihat bengong mendapati dirinya dalam keadaan seperti itu.
"Mas...!!!
"Ayo mendekatlah mas,Ujarnya dengan napas yang semakin memburu.
"Hei,apa-apaan kamu...???tepis Hisam kaget saat Binar berusaha mendekat dan ingin memeluknya,
"Binar tidak bisa menjaga keseimbangan tubuhnya sehingga hampir saja dia terjatuh, terhuyung tatkala mendapat dorongan yang cukup keras dari Hisam.
Tapi kembali dia berusaha bangkit,dan tetap tidak menyerah.
Dia kembali mendekat ke arah Hisam dan berusaha menggodanya lagi,karena yang ada dipikirannya saat itu ,hanya ingin melampiaskan Tumpukan hasrat yang semakin menyeruak di dalam dada.
__ADS_1
"Mas,Aku sudah tidak tahan,
"Ayo lakukanlah mas..aku mohon.."Pintanya dengan tatapan iba,
membuat Hisam lagi-lagi terkejut bukan kepalang,melihat Binar bertingkah aneh seperti itu.
"Mas...aku ingin kamu melakukannya sekarang,ayo mas sentuh aku..."desisnya ditelinga Hisam,membuat bulu kuduk Hisam merinding seketika.
"Hei,apaan sih...!!!
"Jaga batasan kamu yah...???lagi-lagi Hisam menepisnya dengan tatapan jengkel dan marah.
"Binar hampir putus asa,tapi rasa panas itu semakin menggerogoti tubuhnya. Dengan tak tau malu tanpa sadar dia lansung membuka baju nya satu persatu dan melemparkannya begitu saja kemudian kembali melancarkan aksinya.
"Mas Kasihanilah aku...jangan siksa aku seperti ini...!!!
"Ayo...mas,aku sudah tidak tahan lagi,pintanya lagi dengan nada memohon.
"Keterlaluan...!!!
"Hei,jangan-jangan kamu habis minum alkohol dan mabuk yah...???tanyanya dengan ketus sambil berusaha mengalihkan pandangannya ke arah lain,Karena ini baru kali pertama dia melihat seorang wanita full naked di hadapannya.Dia benar-benar di buat kebingungan melihat Binar yang tiba-tiba bertingkah kesetanan seperti itu.
"Mas...!!!
tanpa sadar Binar lansung mendekat dan memeluk serta menciumnya,
Hampir saja dia mendorong Binar lagi, karena merasa cukup kaget mendapat serangan mendadak seperti itu,tapi tatapan mereka lansung beradu,
Tatapan Binar yang begitu memohon dan menyayat hati,membuatnya tersentuh luluh seketika dan akhirnya ikut terhanyut,apalagi setelah melihat Tubuh polos Binar yang kini tanpa busana karena tanpa dia sadari sebenarnya Adik kecilnya juga sudah ikut menegang dari tadi.
kedua bibir mereka akhirnya saling menyatu,tak peduli dengan keadaan pintu yang masih dibiarkan terbuka dan belum sempat ditutup. hanya terdengar suara decapan dan deru napas keduanya,yang semakin menuntut lebih.
"Leo yang baru sampai 5 menit kemudian,Berdiri tertegun saat mendapati sebuah pemandangan indah yang terjadi di depan matanya.
"Dengan secepat kilat,dia lansung meraih gagang pintu dan menutupnya pelan-pelan agar tak menimbulkan suara,
"Dasar...!!! orang kalau uda kadung cinta begini nih..!!!pintu dibiarkan terbuka juga mereka tak akan peduli,Dia tidak memikirkan aku apa??jiwa Jomblo aku ini meronta-ronta tau, melihat adegan mereka..!!!
"Rupanya ini yang membuat Tuan muda tidak tenang dari tadi dan malah buru-buru meminta putar balik...!!!"ucap Leo Lirih.
"Ntah kenapa,ada perasaan bahagia dihatinya melihat mereka,padahal Leo nggak tau apa sebenarnya yang terjadi??? untung tadi tubuh polos Binar tertutupi oleh Tubuh kekar Hisam dari luar sehingga Leo tidak bisa melihatnya sama sekali karena terkungkung dibalik tubuh Hisam.
................
"Mas,pelan-pelan dong,saa...kittt...!!!
ringis Binar, saat Hisam tengah bersusah payah membobol gawang yang masih sangat sempit itu.
"Hisam,tak menyahut dia terus berusaha berpacu mencari celah untuk menembus ke pertahanan terakhir karena sepertinya dia juga sudah tidak tahan lagi,persetan dengan berkas penting yang harus dibawanya ke Solo malam itu yang ada dipikirannya hanya mencetak Gol sebanyak mungkin.
"Sesekali dia membelai rambut Binar yang mulai acak-acakan,berusaha menenangkannya agar dia bisa menendang masuk dengan leluasa tanpa menyakitinya.
"Auwwhhhhh.....sa-sakit mas,ringisnya lagi.
Hisam jadi merasa tak tega,lalu menghentikan gerakannya sebentar dan mengecup kening nya.berharap Binar tidak akan keberatan untuk melanjutkan permainan mereka lagi.
"tapi demi di lihatnya Binar tak memberikan reaksi apa-apa membuatnya tak menunggu waktu lama lagi, segera berpacu kembali dengan hasrat yang semakin membumbung tinggi dan mungkin sebentar lagi akan Segera mendarat.
Setengah jam kemudian akhirnya tendangannya berhasil juga mendarat dengan sempurna, tampak senyum kepuasan menghiasi bibirnya,sementara Binar sudah terkulai lemas dan tak berdaya,terlihat dia menitikkan air mata,tapi apa dayanya, rasanya dia sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi tenaganya habis terkuras,dia hanya bisa pasrah dan merasa lega meski terasa sangat menyakitkan.
"Hisam segera bangun kemudian memungut celana dan bajunya yang berserakan di lantai lalu duduk termenung di tepi ranjang,memikirkan apa yang barusan terjadi di antara mereka.
"Flasback off...
Pak Jatmiko begitu buru-buru naik keatas mencari keberadaan Binar di kamarnya,
__ADS_1
senyum sumringah tampak begitu menghiasi wajahnya,Ntah apa yang sedang ada dipikirannya saat itu? Rasanya dia sudah tidak sabar untuk segera bertemu dengan wanita itu.
sampai di depan pintu kamar Binar,dia lansung mengetuk pintu perlahan,
namun cukup lama dia menunggu nggak ada sahutan sama sekali dari dalam.
Kembali dia mengetuk pintu, tapi sampai 5 menit kemudian,
Tetap hening nggak ada jawaban atau tanda-tanda sang pemilik kamar akan datang membukakan pintu.
"Binar kemana sih...???
bukannya tadi sudah balik ke kamarnya,kata Meri.
Dengan kasar dia mengusap wajahnya yang seperti merasa kecewa sekali,karena dari tadi dia sudah berpikir dan berfantasi liar kemana-mana.
Dengan perasaan penuh amarah dan kecewa,terdengar dia menelpon seseorang.
"Cepat bawa kunci Duplikatnya kemari"ketusnya.lalu segera menutup hape dan menyimpannya kembali.
"Tidak lama kemudian,seorang petugas hotel itu datang dan memberikan sebuah kunci kepada Pak Jatmiko yang tampak sudah tidak sabar ingin segera mendobrak pintu kamar itu.
"Setelah pintu terbuka dia lansung menerobos masuk,dan mencari keberadaan Binar di dalam.
"Tapi tampak sepi,tidak ada siapa-siapa di dalam,Dia masih sempat berpikir,jika saja Binar ada di dalam dan tengah mengunci dirinya sendiri tapi rupanya tak ada siapa pun yang dia temui,kembali dia memeriksa ke kamar mandi,kosong nggak ada penghuninya..??begitu pun saat dia menuju balkom kamar,memastikan Kalau-kalau Binar ada disana...
namun nihil,Tak jua di temuinya.
"Kemana Anak itu...???
padahal,seharusnya sekarang sudah bereaksi...???desisnya dengan perasaan tak karuan memikirkan semua itu.
"Sekali lagi dia meraih hapenya dan terlihat menelpon seseorang,
"Hallo...
semuanya gagal berantakan,
"Bagaimana mungkin Dia nggak ada dikamarnya,ucapnya dengan perasaan jengkel.
"Apa...???
Bagaimana bisa...????terdengar seseorang begitu marahnya dibalik telpon.
"Nanti aku kabari lagi,setelah aku mendapatkan dia ada dimana???
"Jangan khawatir,aku juga tidak akan pernah menyia-nyiakan kesempatan ini,aku akan mencari dia secepatnya,dia tidak mungkin bisa lolos dan pergi dari hotel ini dalam keadaan seperti itu..!!!
lalu segera mengakhiri panggilannya.
pak,saya bisa minta tolong untuk memeriksa semua isi kamar ini,saya sedang mencari seseorang dan sekarang dia sedang membutuhkan pertolongan saya.."Pak Jatmiko berusaha mencari alasan dan menjelaskan semua itu ke pelayan hotel tadi.
"mohon maaf pak,tapi itu privasi buat para tamu yang sedang menginap di hotel ini.."
Saya mohon kebijakannya,nanti saya akan bayar dua kali lipat kalau saya berhasil menemukannnya..."Pak Jatmiko kembali memohon dengan mengiming-imingi bayaran dua kali lipat.
"Tapi pak,
Biarkan ini hanya menjadi rahasia kita,manajer hotel ini nggak usah tau,bagaimana...??pak Jatmiko mencoba memberikan tawaran yang menarik.
Cukup lama pelayan tadi terdiam,lalu akhirnya setuju dan menerima tawaran pak Jatmiko itu.
"Bagus,ayo segera laksanakan perintah saya,..ok.
"Baik pak,
__ADS_1
Pak Jatmiko tampak tersenyum,dan mengikuti pelayan itu keluar dari kamar Binar.
***************$$$$$$$$$$***********