
Malam itu langit tampak cerah sekali,terlihat dari banyaknya bintang-bintang yang bertaburan di langit ditambah dengan sinar Bulan yang menyinari langit malam,secerah hati Binar yang sedang berbaring diatas tempat tidur kesayangannya,yang sudah dua bulan ini dia tinggalkan,meski dirumahnya yang baru tampak begitu banyak kemewahan tapi dia kelihatan begitu nyaman berada diatas tempat tidurnya yang sederhana itu.
"Sebentar dia miring kanan lalu miring kiri,pokoknya malam itu dia tampak senang sekali bisa pulang ke rumah,dimana tempatnya dibesarkan selama ini.
"Setelah tadi sebelumnya dia sempat mencicipi masakan kesukaan yang dibuatkan oleh ibunya.
"Serasa hatinya damai,bahagia dan nggak ada beban sama sekali,
"Aku seperti nggak mau pulang kerumah itu lagi???ucapnya ke dirinya sendiri.
sambil tersenyum kecut....
"Ah...ngapain aku ingat,Tuan bawel yang sombong itu..???Disini aku ingin menyegarkan pikiran aku,setidaknya aku bisa merasakan ketenangan aku yang dulu,walau hanya sebentar saja,aku rindu suasana ini.."ucapnya ke dirinya sendiri sambil terus memeluk guling kesayangannya,merasakan kedamaian yang begitu nyata yang belum pernah dia rasakan sama sekali semenjak berada di rumah mewah itu.
Tiba..Tiba,ibunya mengetuk pintu kamarnya,
"Nak...ayo keluar ada nyariin kamu tuh..!!!
panggil Bu Retno dari luar.
"Siapa..Bu...???teriaknya dari dalam seolah malas untuk beranjak dari tempat tidurnya.
"Ayo..keluar dulu,
"Nanti kamu lihat sendiri,siapa yang datang"ucap Ibunya lagi dari luar.
"Siapa sih..Bu...??tanyanya lagi,masih belum beranjak.
"Cepetan keluar....!!!
"Ibu tunggu,diluar yah???
"Jangan lama-lama,nanti tamunya keburu pulang."ucap Bu Retno sekali lagi.
"Siapa sih malam-malam begini bertamu ke rumahnya orang...???tidak tau etika banget,sungutnya dengan kesal,tapi akhirnya dia memilih bangun juga.
"Dan tanpa mengganti baju daster mini kesukaannya,dia keluar kamar.
Begitu memang kesehariannya dulu,setiap pulang dari kantor,dia paling suka memakai Daster di rumah,tapi semenjak dia menikah dengan anak orang kaya,otomatis penampilannya juga ikut berubah,dia berusaha menyesuaikan dirinya dengan kehidupan suaminya yang konglomerat itu,jadi karena itu dia kangen dengan semua kehidupannya yang dulu termasuk pakaiannya yang sangat sederhana itu.
"Dengan rambut masih terurai,dia melangkah keluar,menemui ibu dan tamu yang dimaksud oleh ibunya tadi.
"Alangkah terkejutnya ketika melihat siapa yang sedang duduk diruang tamu bersama ibunya.
"Mas Hisam......!!!
" Tuan Leo...Pekiknya lirih tidak percaya.
__ADS_1
"Hisam berbalik menatapnya,dengan tatapan yang sulit diartikan,apalagi ketika mendapati penampilannya saat itu.
"Karena menyadari dirinya hanya memakai daster dengan rambut yang acak-acakan, sontak membuatnya segera mengambil langkah seribu dan berlari masuk lagi ke kamarnya untuk mengganti bajunya.
"Ngapain sih itu orang kemari...???
"Baru sedetik,aku bisa menikmati hidup yang selama ini aku rindukan,Eh..kenapa dia tiba tiba nongol kemari..???omelnya dengan sedikit kesal.
"Dia seperti Hantu saja yang menakutkan,yang selalu menghantui kemana pun aku melangkah"kesalnya sambil mengikat rambutnya yang tidak sempat tadi di ikat sebelum keluar.
"Setelah mengganti bajunya,dia segera bergegas keluar,Tapi sebelumnya membuatkan dua gelas kopi untuk tamunya yang datang malam itu.
"Mari..Tuan,silahkan diminum..ucapnya mempersilahkan pada Tuan Leo setelah kopi buatannya sudah terhidang diatas meja.
"Sementara Hisam dari tadi hanya diam saja berusaha menahan kekesalannya dan bersikap tenang dihadapan ibu mertuanya,
"Ayo..Nak Sam,Silahkan diminum dulu kopinya..!!!
"Iya..Bu,sahutnya Singkat.
"Nona..Binar,apa anda sudah siap-siap..?"karena sebentar lagi kita akan pulang ke rumah"ucap Leo membuka percakapan karena kelihatan Binar begitu kikuk dan masih tidak mengerti maksud kedatangan mereka yang tiba tiba itu.
"Pulang...???tanyanya tidak mengerti sambil bergantian menatap Hisam dan ibunya meminta penjelasan.
"Iya,Nak tadi ibu yang menelpon Mama Widia,Meminta tolong untuk menelpon suami kamu,agar menjemputmu kemari karena kamu takut kan pulang sendiri."ucap Bu Retno.
"Ayo,kamu siap-siap lah Nak,kasihan Nak Hisam jika kamu sampai bermalam disini,siapa yang akan menyiapkan semua perlengkapannya jika kamu tidak ada,bukan begitu Nak..???tanya Bu Retno sambil meminta pendapat pada menantunya itu.
"Iya..Bu,jawab Hisam dengan gugup.
"Tapi kan...ada Bik Ranti Bu..!!
"Aku mau bermalam disini,biar semalam saja Bu,"pinta Binar menolak pulang.
"Tidak..Nak,ibu tidak ijinkan kamu bermalam,jika suami kamu tidak bermalam juga ucap Bu Retno sambil menatap menantunya itu.
"Tapi..bu,
"Binar...sudahlah,
"Sekarang kamu siap-siap yah..!!!
"Nanti kalian kemalaman dijalan Bu Retno kembali meyakinkan putrinya.
"Iya..Nona,kebetulan tuan Hisam ada rapat penting besok pagi,jadi dia harus istirahat yang cukup.."ucap Leo ikut memberi alasan yang tepat agar nona mudanya itu bisa ikut pulang bersamanya.
"Tanpa berucap sepatah kata lagi,akhirnya Binar mengalah,meski Sedikit kecewa dan merasa sangat kesal,tapi malam itu akhirnya dia ikut pulang bersama Hisam dan Asistennya.
__ADS_1
"Setelah pamit pada ibunya,begitu pun Hisam,mereka akhirnya pergi meninggalkan kediaman Bu Retno.
"Tuan,aku naik motor saja yah..putusnya,sebelum masuk ke dalam mobil suaminya itu.
"Tapi..Nona ini sudah malam, perjalanan cukup jauh,nanti Nona bisa masuk Angin"kata Leo memberi alasan.
"Nggak apa-apa Tuan Leo, kalau aku ninggalin motor aku disini,mau naik apa aku ke kantor besok Tuan..??tanya Binar.
Sementara Hisam yang sudah masuk duduk duluan di dalam mobil hanya diam saja mendengarkan percakapan mereka.
" Leo tersenyum,itu gampang Nona,nanti saya akan suruh orang untuk mengambil motor Nona,
"Mari silahkan..masuk,ucap Leo sambil membukakan pintu mobil.
"Dengan pasrah,akhirnya dia masuk juga ke dalam mobil mewah itu,mobil yang pertama kali dia tumpangi,setelah dua bulan ini resmi menjadi istri pemilik mobil mewah itu.
"Lama..Banget sih...!!!
"Kalau memang, bisa naik motor pulang sendiri, sana..Naik motor,nggak usah ikut nyusahin orang terdengar Hisam begitu kesal.
"Siapa juga..Yang nyuruh kamu jemput aku ke sini??wong aku mau bermalam kok dirumah ibu "jawabnya tak mau kalah.
"Mama yang nyuruh aku..."sambung Hisam lagi.
"Kenapa kamu nggak tolak aja permintaan mama...???Bisa kan...???Binar tak mau kalah.
"Enak aja kamu ngomong,sahut Hisam masih melampiaskan kekesalannya,sementara Leo hanya tersenyum geli mendengar perdebatan mereka.
"Lain kali,jangan pernah pergi tanpa seizin dariku,kamu lupa dengan peraturan yang telah kita sepakati bersama"ucap Hisam dengan sedikit emosi.
"Apa pulang kerumah sendiri,harus juga atas izin kamu...???
"Aku hanya ingin ketemu ibu aku kok!!Jawab Binar tak gentar.
"Tapi..jangan pernah menyusahkan aku,
"Aku tidak peduli kamu mau apa dan bagaimana..???Asal kamu bisa mempertanggung jawabkan semuanya tanpa menyusahkan aku,kamu paham hal itu..??? Hisam setengah berteriak.
Membuat Binar,akhirnya memilih diam aja.
Leo menatap Binar lewat kaca spion mobil.
"Tadinya dia pikir,Binar akan menampakkan kemarahan atau kesedihan mendengar ucapan Tuan Hisam barusan,tapi Leo hanya melihat mimik muka yang tenang dan santai.
"Nona,benar-benar sosok wanita yang kuat,
"Tuan Hisam akan menyesal seumur hidupnya jika sampai melepaskan Nona dari hidupnya.Semangat Nona...buat Tuan Hisam takluk dan mencintai Nona Binar "ucap Leo dalam hati sambil tersenyum sendiri memikirkan hal yang barusan terlintas di benaknya itu.
__ADS_1
****************$$$$$$$$$$****************