Cinta Dalam Perjanjian

Cinta Dalam Perjanjian
Ciuman Pertama


__ADS_3

keesokan harinya,Binar benar-benar harus berangkat Ke Kantor Salim group demi memburu tanda tangan Tuan presdir yang seharusnya bisa dia dapatkan tanpa repot-repot kesana.


Lucu yah...???padahal tadi pagi masih sempat sarapan bersama,Binar bahkan sempat menyodorkan Dokumen itu lagi,tapi Hisam punya saja alasan untuk menolaknya.


"Kamu punya kaki kan,untuk kamu pakai ke kantor...???


jadi yah,kita selesaikan nanti di kantor saja.


"Berhubung Tinta pulpen aku lagi habis jadi nggak bisa dong Ngasi tanda tangan...."Jawab Hisam tanpa merasa berdosa sama sekali.


"Tapi aku punya pulpen kok mas,ada di tas aku...bentar aku ambil"Binar tak kehilangan akal.


"Eitttt,jangan.nanti di kira palsu oleh bos kamu secara Tinta pulpen kita kan nggak sama.semua orang pasti paham mana Tinta yang asli dan nggak jadi sebaiknya jangan deh...!!!Hisam kembali memberi alasan yang masuk akal.


"Kenapa sih mas, kamu mempersulit aku...???keluhnya sambil menghela napas yang berat.


"Lho,siapa yang mempersulit kamu,justru ide saya malah lebih bagus dan efektif,apa susahnya sih ke kantor...!!!sambungnya sambil menyantap sarapan nya tidak perduli dengan kondisi Binar yang benar-benar mulai kesal sampai ke ubun-ubun.


"Terserah mas deh....!!!!


"Binar kembali menarik napas,mengingat persitegangan mereka tadi di meja makan,


"Yah,semenjak pertemuannya dengan mbak Anin kembali,mas Hisam sekarang memang banyak berubah,dia begitu lebih baik di banding awal-awal pernikahan kami.


sekarang,dia bahkan bisa menciptakan suasana yang hangat antara kami,nggak sedingin yang dulu.


ujarnya membatin sendiri,Di dalam mobil grab yang ditumpanginya pagi itu.


sengaja nggak naik motor,karena kepengen memburu waktu secepat mungkin agar bisa kembali ke kantor Nya lagi dengan tepat waktu.


"Tapi Apa yang menjadi keinginannya tidak seperti yang di harapkan,karena sesampainya di kantor Utama Salim group.dia malah dihadang oleh satpam yang bertugas pagi itu atas perintah Sang sekertaris Siska.


"Nona...ada keperluan apa datang ke kantor sepagi ini???kepala satpam kembali mengintrogasinya.


"Perkenalkan pak,nama saya Binar


"saya ingin bertemu dengan Tuan presdir jawabnya.


"Nona Siska,dia Bilang mau ketemu dengan Tuan Presdir,"Terdengar pak Satpam kembali ngobrol dengan Siska yang sepertinya hari itu sedang sibuk sekali, jadi urusan Binar sengaja dia alihkan pada kepala satpam itu.


"Ah...perasaan,Tuan presdir hari ini nggak punya skejul ketemu dengan dia deh.Anda dari utusan mana memangnya???tanya Siska memasang wajah tak peduli sambil terus menyelesaikan pekerjaan nya.


"Coba periksa sekali lagi deh Non,siapa tau memang benar dia ada janji dengan Tuan presdir hari ini",Kepala satpam itu yang menyahut.


"Nggak ada,aku sudah periksa semua jadwal Tuan Presdir,nggak ada klien yang akan datang hari ini"Siska begitu angkuh sekali.


"Nona utusan dari mana???tanya kepala Satpam itu lagi.


"Saya,dari PT.Mega Utama pak.saya sudah janji dengan Tuan presdir untuk menemui beliau hari ini"Binar menjawab begitu sopan dan ramah.


"Janji....???


sejak kapan Tuan presdir membuat janji sama Anda,wong jadwal Tuan presdir aku yang pegang,dan nama Anda tidak ada tertera di dalam daftar.jadi jangan coba mengada-ada deh"Timpal Siska begitu sinis.


"Dan saya tidak akan pernah membuang waktu saya hanya untuk datang mengada-ada di kantor ini"Sambung Binar tak berkecil hati.


"Oke,kalau begitu...minta dia tunjukkan buktinya Pak Eko"Siska kembali memberi perintah pada Satpam itu yang ternyata namanya adalah pak Eko.


"mohon maaf Nona,apa Nona punya bukti Bahwa Tuan presdir mengundang anda untuk datang ke kantor ini?tanya pak Eko tegas tapi cukup ramah,tidak sekasar Siska.


"Binar hanya menggeleng,karena dia memang tidak punya bukti yang autentik jadi dia nggak bisa membela dirinya lagi.


"Heh,.....Nah tuh kan...!!!


nggak ada bukti,jadi mana mungkin kami bisa mempercayainya.


permainan Anda mah,lagu lama...


"Banyak kok wanita-wanita seperti Anda yang berdalih datang kemari,yang katanya sudah ada janji dengan sang presdir tapi nyatanya hanya ingin menggodanya.


"Apa Anda belum mengenal saya...???


"Bukankah,saya sering datang ke kantor ini karena urusan pekerjaan bukan hal-hal yang seperti Anda tuduhkan itu",Binar berusaha membela diri,karena tidak terima atas tuduhan Siska tadi.


"Tiap hari banyak orang yang berdatangan ke kantor ini,jadi mana mungkin saya bisa mengenali semuanya,termasuk Anda.


"Saya tidak kenal sama sekali,"Siska begitu pintarnya berbohong padahal dia sudah hapal dengan wajah Binar yang begitu diperlakukan dengan istimewah oleh Leo beberapa waktu terakhir ini.


"Sebenarnya dia merasa kesal dan iri saja,Bisa melihat kedekatan mereka karena untuk bisa dekat dengan sang Asisten Tuan presdirnya itu adalah hal yang sangat mustahil tapi Binar malah bisa sedekat itu.


Mungkin dia sengaja melampiaskan kekesalannya pagi itu.

__ADS_1


"Pak Eko,usir saja dia sekarang...!!!Siska kembali memberi perintah.


"Baik Nona..."Pak Eko mengangguk.


"Maaf Nona,Karena Nona tidak bisa memperlihatkan bukti perjanjian Nona dengan Tuan presdir maka dengan tidak mengurangi rasa hormat saya,mari silahkan Nona kembali keluar,lain kali Nona bisa datang lagi kemari tapi sebaiknya membuat Janji dulu dengan Tuan presdir"ucap Pak Eko,secara halus mengusirnya pergi.


"Tapi pak,saya beneran ada janji dengan Tuan presdir.Tadi pagi malah dia yang meminta saya untuk datang kemari.saya nggak bohong pak..."Binar berusaha meyakinkannya.


sekali lagi kami mohon maaf Nona,kami tidak bisa lansung percaya begitu saja tanpa ada bukti yang tertulis,Apalagi Di Buku utama tidak ada nama Nona tercantum jadi dengan terpaksa Nona harus segera meninggalkan tempat ini"Pak Eko kembali memberi penegasan meski caranya masih sopan dan halus.


"Siapa juga yang akan percaya,kalau aku bilang,aku ini istri Tuan presdir mereka"jerit Batin Binar.


"Huh,Awasss saja kamu Tuan bawel....!!!


sudah tau,aku bakal di persulit demi bertemu dengannya.Eh...masih aja nggak mau berbaik hati nolongin,apa susahnya sih...???padahal tinggal gunain tanda tangan elektronik aja,selesai deh..."kembali dia ngedumel dalam hati.


"Nona Tau kan pintu keluar nya...???Sahut pak Eko.


"Tiba-tiba...


"Pak Eko...jaga batasan kamu yah...???


teriak seseorang sontak mengagetkan mereka terlebih Siska yang tidak menyangka bakal kedatangan nya saat itu.


"Binar yang baru saja akan melangkah keluar,ikut berbalik menatap ke arah suara itu.


"Tuan Leo...ucapnya lirih.


"Pak Eko,sudah membungkuk memberi hormat,sementara Siska hanya acuh tak acuh meski sempat merasa was-was juga.


"Maaf Tuan,


"Apa kamu tau siapa Wanita yang ada di hadapan kamu sekarang...???


"Lancang sekali yah kamu tadi,apa kamu mau aku pecat saat ini juga...???Leo Menegur pak Eko begitu berapi-api.


"Mohon maaf tuan,aku hanya menjalankan tugas yang diperintahkan oleh Nona Siska"pak Eko mencoba memberi pembelaan.


sambil menunduk,


"Binar jadi tersentuh melihatnya,rasanya tidak adil kalau dia tidak membela laki-laki paruh baya ini,jangan sampai Leo benar akan memecat nya hanya karena hal sepele itu.


"Tuan Leo,sebenarnya Dia nggak bersalah,dia benar dia hanya menjalankan tugas.."Binar mencoba meyakinkannya.


"Pak Eko terlihat gemetar,mendapat teguran dari atasan nya itu.hal yang paling dia takutkan adalah di pecat dari kantor itu,kalau dia pecat bagaimana anak dan istrinya mau makan,begitu yang ada di pikirannya saat itu.


"Maafkan saya Nona,bukan maksud saya berbuat kasar sama Nona tadi"pak Eko lansung berbalik meminta maaf padanya,karena dia yakin kesalahannya kali ini sangat fatal,sehingga dia bisa kena teguran keras seperti itu, tidak mungkin Tuan Leo bisa sangat marah kalau wanita yang ada di hadapannya ini bukan tamu yang istimewah.


"Maafkan saya Nona..."


"Iya pak,nggak apa-apa kok"jawab Binar sambil tersenyum.


"Apa benar saya akan di pecat pak??"tanya pak Eko agak ragu,tidak berani menatap Leo yang terlihat masih kecewa dam marah terhadapnya.


"Nggak mungkin,bapak akan di pecat hanya karena masalah sepele ini"Binar yang menyahut membuat Leo mengerti apa arti dari ucapan Nona muda nya itu.


"Kali ini masih bisa saya tolerir pak,tapi lain kali saya tidak akan memberikan kebijakan lagi,silahkan Pak Eko kembali bekerja ucap Leo memberi perintah membuat Binar bernapas lega mendengarnya.


"Baik Tuan,terimah kasih banyak...


terima kasih banyak Nona"pak Eko kembali membungkuk memberi hormat.


"Sama-sama pak"ujar Binar dengan senyuman yang mengembang di pipinya.


"Maafkan atas ketidak nyamanan ini Nona"Leo membungkuk meminta maaf.


"Nggak ada yang perlu dimaafkan Tuan Leo,


Binar menanggapinya sambil tersenyum.


"Kalau begitu mari silahkan, Tuan presdir sudah menunggu Nona dari tadi"Ucap Leo mempersilahkannya masuk


"Baik,Sambutnya begitu senang sekali,sementara Siska dia terlihat tidak senang, mukanya manyun melihat Sang Dewa penyelamat datang lagi membantu Binar dan dia harus tunduk di bawah kekuasaan Tuan Leo saat itu.


"Dasar....!!!aku tak bisa berkutik kali ini,karena sepertinya mereka bener ada hubungan spesial.bisanya Tuan Leo tau akan kedatangan dia kesini padahal hampir saja aku berhasil mengusir dia tadi..."Gerutunya dalam hati sambil menatap kepergian mereka dengan perasaan jengkel.


"Coba tuan muda kamu itu mau mengerti,aku mungkin tidak akan datang membuat masalah tadi kesini.


"Padahal kan,tanda tangan Dia bisa menggunakan Aplikasi digital, Apa susahnya sih...???Tanda tangan Elektronik dia kan sudah tersertifikasi,yang sulit di palsukan oleh pihak yang tidak berkepentingan,jadi itu sudah cukup sebagai bukti legalitas.masak dia meminta saya lagi datang lansung ke kantor ini..."omel Binar tanpa sadar.


"Saya juga tidak mengerti apa maksud Tuan muda sebenarnya????

__ADS_1


"Maafkan saya Nona,coba tadi jika tuan muda tidak menghalangi saya.sudah pasti Nona tidak akan kena masalah seperti tadi,karena sebenarnya Tuan muda sudah mengetahui keberadaan Nona lewat layar monitornya,Dia hanya ingin melihat sampai dimana usaha Nona untuk bisa menerobos masuk menemuinya,sekarang aja dia tau kalau kita sudah hampir masuk ke dalam lift"celetuk Leo dalam hati,memilih untuk tidak menanggapi omelan Binar karena tau sepasang mata sedang mengintai mereka.


"Dan benar saja,Hisam tampak tengah tersenyum penuh arti tatkala mendengar omelan Binar itu meski sempat juga merasa kesal tadi atas sikap Siska dan pak Eko pada istrinya itu.


Dia lansung menutup kembali layar monitor lewat laptopnya itu, tatkala melihat Binar dan Leo sudah menuju ke ruangannya saat itu.


"Dia mencoba bersikap tenang dan cool seperti biasanya dan pura-pura tidak tau apa yang sempat terjadi tadi Di Lobi utama kantor.


5 menit kemudian,Leo lansung membukakan pintu buat Binar dan mempersilahkannya masuk,tapi dia sendiri nggak ikut masuk hanya sampai batas pintu dan memilih untuk menunggu di luar saja.


"Binar tertegun,mendapati dirinya kini hanya berduaan saja dengan Suaminya di dalam ruangan tertutup itu.


Dia jadi Salting,Ntah harus memulai dari mana.degup jantungnya terdengar begitu kencang.


"Ayo..duduk,ngapain berdiri bengong aja di situ."Ujar Hisam yang tampak begitu tenang sekali.


"Binar,Perlahan menarik kursi dan duduk lalu menyimpan Dokumen itu tepat di hadapan Hisam.


"Hisam hanya meliriknya sebentar,tapi belum menyentuhnya sama sekali.


"Tunggu apa lagi sih mas...???Aku hanya butuh tanda tangan mas Hisam setelah itu saya akan pergi dari tempat ini,saya masih banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan secepatnya mas,"Binar akhirnya berani angkat bicara karena melihat suaminya itu seperti sengaja ingin mengulur-ulur waktu.


"Ada hal yang lebih penting harus kita bahas dari ini"ujar Hisam terlihat serius,


Binar tampak kebingungan dan merasa heran.


Tentang apa mas??tanyanya


"tentang ini,


"Hisam lansung menyodorkan Hape ke hadapannya,


"Tampak foto dirinya bersama seseorang yang tengah duduk makan di sebuah restoran.


"Lho....???memang kenapa dengan foto itu...???


"Itukan foto aku dengan...Mbak Anin"ucap Binar lirih.


"Hisam tiba-tiba terdiam,


"Tolong mas,Jelaskan ada apa??


Aku benar lagi nggak punya banyak waktu,aku bisa kena tegur jika sampai tak menyelesaikan dokumen ini tepat Waktu,"Binar berusaha memberi alasan, tak terlalu menanggapi foto yang dilihatnya tadi karena menurutnya itu biasa saja tapi beda halnya dengan Hisam yang tidak menyukai hal itu sama sekali.


"mulai hari ini,hentikan hubungan kamu dengan wanita ini...!!!


sontak membuat Binar kaget bukan kepalang,


"Apa maksud kamu mas...???


"Aku tidak mengerti,aku dan mbak Anin apa salahnya sih kalau kami berteman.."protes Binar tak terima.


"Jangan pernah menyebut nama dia lagi di hadapan aku,aku peringatkan kamu sekali lagi menjauh darinya"Hisam kembali menegaskan.


"Lho..???kenapa mas???


"Apa alasan kamu melarang aku berteman dengan mbak Anin???


"Dia orangnya baik,dan ramah.Dan dia adalah salah satu klien terbaik bos aku jadi aku nggak punya alasan untuk melakukan apa yang mas Minta itu...karena perusahaan kami sudah saling bekerja sama!!!jadi otomatis kami harus menjalin hubungan baik,Binar tetap bersikukuh untuk menolak permintaan Hisam yang tiba-tiba tak beralasan itu.


"Apa karena dia adalah mantan kekasih kamu mas...???


Tanya Binar sedikit ragu.


mendengar itu Hisam malah terdiam dengan ekspresi yang datar.


"Mbak Anin sangat baik kok mas,aku nggak punya alasan untuk tidak berteman dengan orang sebaik dia"ucapnya sekali lagi.


"Tiba-tiba tanpa dia sadari,Hisam yang tengah berdiri tidak begitu jauh dari tempat duduknya lansung mendekat dengan tatapan berapi-api,lansung memaksanya bangun dan ******* bibirnya dengan begitu kasar.


"Cukup lama baru dia melepaskannya sampai Binar merasa tersengal kehabisan napas mendapat serangan secara mendadak itu.


"apa-apaan kamu mas...???teriaknya dengan muka memerah menahan malu.


"Aku sudah bilang,jangan pernah menyebut nama dia di hadapan aku lagi.itu Hukuman buat kamu"ujar Hisam tanpa merasa bersalah sama sekali.


"Binar terduduk lunglai kembali di kursinya,sambil tidak berani menatap Hisam lagi,perasaannya bercampur malu dan kecewa atas apa yang terjadi barusan.


"Aku kecolongan,Ciuman pertama aku yang seharusnya akan aku peruntukkan untuk laki-laki yang mencintai aku tapi malah Suami yang tidak pernah menganggap aku istrinya ini yang tega mengambil nya tanpa permisi dariku..."jerit batinnya begitu dalam.


"Dia seperti mau menangis menyesali semua itu.

__ADS_1


***********$$$$$$$*******


__ADS_2