
Kening Binar lansung mengernyit ketika sore itu,sepulangnya dari kantor Dia sudah mendapati mobil suaminya sudah terparkir manis di garasi.
"Aku keduluan lagi nih pulangnya???
"Bisa dapat ultimatum lagi nih kayaknya??? Batinnya mulai menjerit.
setelah memarkirkan motornya,dengan langkah gontai dia melangkah masuk ke dalam rumah.
Dan benar saja,Hisam sudah duduk menantinya dari tadi.
"Uda pulang yah mas???
"Sengaja duluan yang nyapa,pengen nyari aman.
"Mau cari Alasan apa lagi sekarang...???
Atas keterlambatan kamu itu?? Hisam balik menanyainya tak menanggapi pertanyaannya sama sekali.
"Aku ada Rapat Di Kantor Trio patri tadi siang,jadi telat baliknya makanya terpaksa molor jam pulangnya"jawab Binar memberi alasan.
"sempat terlihat perubahan mimik di wajah Hisam saat mendengar Binar Menyebut Trio patri tapi seketika dia bisa kembali bersikap cool dan tenang seperti biasanya.
"Rapat kan...hanya diadakan dalam waktu sejam gitu,paling lama 2 jam.Kenapa bisa sampai molor begitu?tanyanya kembali mengintimidasi.
"Itu aturan yang ada di kantor mas,beda dengan aturan yang ada di sana...!!!jawab Binar membela diri.
"Alasan aja kamu,Ucapnya lirih sambil sibuk memainkan hapenya, tak sedikit pun menoleh bahkan bersikap tak peduli.
"Terserah..!!! kalau mas nggak percaya,aku capek dan pusing.aku mau ganti baju dan istirahat"putusnya kemudian.
"Aku mau di buatkan makan malam yang enak..."Teriaknya, pas ketika kaki Binar sudah menapaki beberapa anak tangga untuk naik ke kamarnya.
"Binar seketika menghentikan langkahnya,
"Tumben banget gitu lho,minta di buatkan makan malam...???
"Tapi eitttt....sejak kapan dia berhenti bersikap dingin se-kutub utara begitu???
"perasaan tadi pagi,dia masih membeku kenapa sekarang tiba-tiba mencair...???
Ucap Binar membatin sendiri sambil berdiri mematung memikirkan sikap suaminya sore itu.
"Kenapa malah bengong begitu???
"Bilang aja kalau Nggak mau...???tanya Hisam memastikan tapi tetap tak sedikit pun menengok kearahnya.
"Binar tersentak,
"Oke,tunggu sekejap aku mau ganti baju dulu mas"jawabnya.
"Jangan kelamaan,aku uda lapar tau nggak dari tadi"kata Hisam.
"Baik mas,Sebentar aku kembali"ucapnya sambil berlari menaiki tangga.
"Hisam baru berbalik menatap punggungnya ketika sudah hampir berada dipuncak Tangga
"Ada apa dengan mas Hisam yah??
kok tiba-tiba jadi aneh begitu???
sekali pun dia masih sama bawelnya,tapi kenapa sikap dinginnya tiba-tiba berubah begitu...???Tanyanya dalam hati sambil berdiri kebingungan di balik pintu.
"Apa mungkin hatinya lagi bahagia aja...??sebahagia itukah hatinya habis bertemu kembali dengan orang yang di cintainya selama ini, aura mbak Anin memang luar biasa,aku saja sampai terbuai dengan kebaikan hatinya"ucap Binar mengakuinya sendiri, tak percaya atas sikap Hisam tadi yang tiba-tiba menunjukkan sisi lainnya ,padahal selama ini dia selalu bersikap dingin dan acuh padanya.
"Yah,memang benar mas Hisam lagi senang aja, dan itu alasan kenapa dia tiba-tiba jadi manusiawi.
"Ah...padahal sudah terlanjur keGeeran tadi,mas Hisam tidak mungkin sebaik itu sebelumnya...keluh batinnya,mencoba untuk membenarkan kata hatinya sendiri.
"Dia menarik napas yang panjang,
"Tapi setidaknya dia sudah bersikap layaknya teman,apapun itu alasannya terima saja"Jerit batinnya lagi.
"teringat akan permintaan Hisam tadi yang minta di buatkan makan malam olehnya membuatnya segera mempercepat langkahnya untuk bertukar pakaian.
"Tak memperdulikan lagi bagaimana rasa letih dan capeknya,dia segera bergegas menuju dapur dan mencari sesuatu di kulkas yang bisa dijadikan menu untuk makan malam suaminya.
"Non Binar mau ngapain...???tegur Bik Ranti tatkala melihatnya sore itu sudah berada di dapur.
"jangan Non,Biar Bibik aja yang masak"cegah Bik Ranti.
"Binar tersenyum menanggapinya,
"Aku mau masak sesuatu buat mas Hisam Bik,jadi biar aku yang masak yah"jawabnya halus.
"Tapi Non...???
__ADS_1
sudah beberapa hari ini kan,bibik yang selalu masak buat Tuan.kasihan Nona pasti capek sekali,mending Nona Istirahat saja biar bibik yang masak"Ucap Bik Ranti.
"Ini permintaan Mas Hisam sendiri lho bik,Dia yang minta mau di masakin makan malam yang enak katanya"Ucap Binar memberitahu bik Ranti pelan-pelan agar tidak merasa tersinggung.
"Beneran lho bik,Tumben kan??ucap Binar berusaha meyakinkannya tatkala melihat bik Ranti terlihat bengong menatapnya tak percaya.
"Bibik nggak percaya yah?tanya Binar
Bik Ranti menggeleng pelan,
"Aku juga sempat tak percaya lho bik,Andai tak mendengar sendiri tadi dia yang ngomong lansung"ucap Binar sembari melebarkan senyumnya.
"Bik Ranti tersenyum mendengarnya,
jadi ini alasan Nona begitu bersemangat sekali untuk memasak hari ini?tanya bik Ranti begitu senang sekali melihat kedua majikannya sudah mulai saling terbuka.
"Binar hanya mengangguk pelan sambil terus mengupas Daun bawang sebagai pelengkap masakannya nanti.
"Iya Bik,walau hanya permintaan sekecil ini tapi Ntah kenapa membuat hati aku merasa senang sekali,karena ini pertama kalinya semenjak kami menikah mas Hisam meminta aku untuk memasak untuknya"Ucapnya sumringah.
"Alhmdulilah Non,bibik turut senang sekali melihat ini dan semoga ini awal yang baik yah buat hubungan kalian berdua ke depannya"Ucap Bik Ranti.
"Aamiin...Mudah-mudahan yah bik,Binar mengamininya.
"Jadi bener nih bibik nggak di bolehin untuk membantu???Goda bik Ranti.
"untuk kali ini,biar aku sendiri aja yang masak yah bik"sahutnya sambil dengan cekatan membersihkan bahan-bahan makanan yang akan di masaknya itu.
"Baiklah Non,Bibik bantuin nyiapin peralatan makan aja yah kalau begitu"Nona kalau butuh bantuan bibik jangan sungkan untuk manggil yah"sahut Bik Ranti masih tersenyum kegirangan.
"iya Bik.
"Senja berganti malam,bersamaan dengan itu masakan Binar pun sudah hampir selesai semua.
"Rasa capek dan lelah habis memasak sendiri tak dihiraukannya malah berganti dengan rasa puas dan bahagia melihat masakannya sudah siap terhidang di atas meja makan,
setelah itu Dia segera bergegas mengambil air wudhu untuk menunaikan sholat magrib, sebelumnya dia sudah berpesan kepada Bik Ranti untuk memberitahu dan memanggil Tuan Hisam untuk makan malam duluan berhubung semuanya sudah selesai dia persiapkan.
15 menit selesai menengadahkan doa ke hadapan sang ilahi,cepat-cepat dia membereskan mukenanya dan menyusul Hisam ke bawah.
Alangkah terkejutnya ketika mendapati makanan yang sudah dia siapkan tadi belum tersentuh sama sekali,Hisam tampak hanya duduk sembari terus memainkan sendok dan piringnya diatas meja.
"Lho kenapa nggak di makan mas?tanyanya dengan heran.
"Lama amat sih,Kamu dandan dulu yah baru turun???tegur Hisam dengan sedikit kesal.
"Lho...???memangnya siapa yang dandan,Wong aku habis sholat tadi.
lagian aku kan sudah pesan sama bik Ranti agar mas Hisam makan aja duluan,karena takutnya mas Nggak bisa nunggu lagi karena sudah sangat lapar"jawab Binar protes.
"Bilang kek dari tadi,nyesel deh aku tungguin...!!!ucapnya lirih sambil menyendok Nasi sendiri ke piringnya.
"Oh maaf mas,aku nggak tau sih kalau mas mau nungguin gitu...maaf yah"ucap Binar pelan.
"Hisam sudah tak menggubrisnya lagi,dengan perasaan sedikit kesal dia mulai makan.
"Serba salah deh kalau begini,
lain kali mas nggak usah nungguin lagi kalau begitu"ucap Binar lagi lalu menarik kursi duduk.
"Hisam sudah tak menyahut,Dia lagi fokus makan.
terlihat Bik Ranti sedang memperhatikan mereka dari jauh,Wajah perempuan setengah baya itu nampak bahagia melihat kedua majikannya terlihat mulai rukun.
"Mas...
"Aku boleh menanyakan sesuatu nggak?tanya Binar di sela sela makan malam mereka.
"Apa...???Tanya Hisam dengan sedikit ketus,
sambil terus mengunyah makanannya.
"Yang Lunasi Cicilan motor aku mas Hisam yah?tanya Binar lansung.
"Apa urusanku,Wong itu motor kamu...!!!
"Ngapain aku yang harus lunasi??jawab Hisam seenaknya.
"Yah,aku kan cuman sekedar nanya aja,kok malah sewot begitu...???
"Aku cuman penasaran aja,siapa yang sudah nge-lunasi cicilannya? kenapa kok tiba-tiba sudah lansung lunas padahal baru berjalan beberapa bulan..!!!
"Aneh aja"jawab Binar tak mengerti,
"Bosnya ada hati kali sama kamu,makanya bisa lansung di kasi keringanan begitu??celetuk Hisam sambil tetap fokus makan tak peduli dengan perubahan muka Binar yang tiba-tiba memerah mendengar ucapannya barusan.
__ADS_1
"Jangan ngaco yah mas,Aku serius nanya Tau nggak?kalau bukan mas Hisam yang lunasi yah syukurlah,itu artinya aku nggak punya hutang budi sama mas.
"Aku hanya ingin berterima kasih ke orang yang sudah berbaik hati membantu aku,Nggak lebih dari itu"jawab Binar dengan sedikit kesal.
"Kenapa kamu nggak tanya lansung aja ke Bos Dealernya, biar kamu bisa tau lansung siapa yang lunasi?kenapa malah nanya aku yang tidak tau apa-apa,kurang kerjaan aja"lagaknya dengan sombong.
"kok Nanya ke Bos nya sih???aku kan nggak kenal??protes Binar.
"lantas,kenapa malah balik nanya ke aku...???Hisam kembali memojokkannya.
"Yah,kali aja mas Hisam tau..???nggak ada salahnya kan nanya doank???ucapnya.
"Nggak ada untungnya,aku urusin hal-hal begituan,Nggak penting banget"Jawab Hisam.
"Sudahlah,males berdebat dengan Tuan bawel yang sombong dan angkuh seperti anda"ucap Binar hampir keselek makan,
Dengan cepat dia meneguk air putih,
"Makanya kalau ngomong hati-hati,jangan sok Menghina orang..belum apa-apa sudah kena karmanya kan??ucap Hisam sambil tertawa mengejek.lalu beranjak dari duduknya karena memang dia sudah menghabiskan dengan cepat makanannya sendiri,lalu meninggalkan Binar yang terlihat sangat kesal menatap kepergiaannya.
"Baru saja aku berubah pikiran tentang sikapnya yang angkuh itu,eh...baru beberapa menit sudah terpatahkan semuanya bahkan hancur berkeping-keping..."omelnya
ujung-ujungnya malah sempat di dengar Oleh Hisam yang terlihat senang sekali dan malah menyunggingkan senyum di bibirnya.
"Makasih atas masakan enaknya si keras kepala yang cerewet..."ujarnya dalam hati lalu segera berlalu naik ke kamarnya.
malam itu,dia ada kerjaan penting yang harus segera di selesaikan.proyek besar menunggu di depan matanya,proyek yang sempat di menangkan oleh Binar kemarin pun belum sempat dia tanda tangani.
"Dia meraih proposal itu dan mulai memeriksanya dengan seksama,
"Aku nggak yakin dia bisa menyelesaikan proyek ini dengan baik meski kemampuannya tak bisa di ragukan lagi"Ucapnya dalam hati sambil mulai menekuninya.
"Tapi aku jadi penasaran pengen melihat langkah apa yang akan dia ambil selanjutnya,ucap Hisam lalu meraih hapenya,
kemudian mengusap layar nya,dan tertegun memperhatikan foto yang ada dibalik layar hapenya itu,Ntah foto siapa yang sedang di tatapnya itu tapi terlihat ada senyuman penuh makna tersungging di bibirnya.
tiba-tiba Ada panggilan masuk dari Leo asisten pribadinya seketika membuyarkan lamunannya.
"Hallo...
"Yah..Hallo...
"Maaf Tuan...jika tidak kepepet aku tidak akan mengganggu Tuan Muda malam-malam begini,sekali lagi Mohon maaf Tuan..muda jika saya sampai mengganggu waktu istirahat Tuan,ucap Leo terdengar meminta maaf di seberang telpon.
"Ada apa...Leo...???
Ada hal penting?ada masalah apa???Tanya Hisam heran karena nggak biasanya asistennya itu menghubunginya malam begini,kalau tidak ada hal yang sangat penting dan mendesak sekali.
"Begini Tuan muda, barusan Nona DM saya,nanyain perihal Motornya...???
"Apa aku harus jawab Terus terang sama Nona tentang semuanya atau bagaimana???
"Aku tunggu persetujuan dari Tuan Hisam lansung???tanya Leo meminta keputusan dari tuan mudanya itu.
"Biarkan saja dia penasaran sampai tua"jawab Hisam sambil tertawa kecil.
"Tapi Tuan dari tadi Aku di berondongi DM terus oleh Nona meminta kepastian"ucap Leo merasa kasihan.
"Nggak usah di tanggapi,biarkan saja dia cari tau sendiri soal itu nanti juga dia bakal tau kok,otak dia kan nggak pernah kehabisan ide demi mewujudkan semua impiannya"Jawab Hisam tetap bersikukuh melarang Leo untuk mengatakan yang sebenarnya pada Binar.
"Baiklah Tuan muda,
"Silahkan Tuan muda istirahat kembali,maafkan saya Tuan telah mengganggu ketenangan Tuan muda "Ucap Leo akhirnya pasrah lalu menunggu sampai
Hisam menutup telponnya sendiri.
"terdengar dia tertawa puas sekali,
"Bodoh amat..ucap Hisam lirih lalu menyimpan hapenya lalu melanjutkan kerjaannya kembali.
..............
"Ini Asisten sama Tuan nya sama saja,nggak bisa di ajak kerja sama"ucapnya mengomel dengan kesal karena dari tadi DM nya nggak dibalas sama sekali oleh Leo, Ditelpon tapi malah nggak di angkat sama sekali.
"maaf nona aku nggak tau apa apa soal itu,aku hanya melakukan apa yang semestinya saya lakukan dan itu semua atas dasar perintah dari Tuan Muda.
"Akhirnya di balas juga oleh Leo meski jawaban pertanyaannya dari tadi buntu,tetap tak menemukan jawabannya tapi dia sendiri sangat yakin kalau itu semua atas perintah Hisam.
""Apa susahnya bilang,kalau dia yang lunasi?aku kan hanya sekedar mau ngucapin makasih aja"Balasnya.
"Tapi sepertinya dia tidak akan mendapat balasan lagi karena setelah itu dia mengecek nomor Leo beserta akun pribadinya sudah tidak aktif lagi.
"Ah...mending aku istirahat aja,capek juga ternyata seharian ini tenaga dan pikiran cukup terporsir dengan pekerjaan kantor"Ujarnya dalam hati lalu merebahkan tubuhnya diatas kasur lalu tidak lama kemudian akhirnya dia terlelap dan terbuai mimpi yang indah.
**************
__ADS_1