Cinta Dalam Perjanjian

Cinta Dalam Perjanjian
Bubur Ayam mujarab part...2


__ADS_3

Binar beranjak dari duduknya setelah menyelimuti tubuh suaminya yang mulai terlelap,Meski harus melalui banyak drama tapi akhirnya Bayi gede itu mau juga di paksa minum obat setelah satu mangkok bubur Ayam buatan istrinya ludes tak bersisa.


Binar menatap wajah suaminya sekilas,Wajah yang masih pucat tapi tak mengurangi nilai ketampanannya.


Setelah memastikan keadaan suaminya yang semakin terbuai di alam mimpi nya,dia pun segera beranjak keluar,Menemui mertuanya yang sedang duduk di rumah utama bersama Leo yang sedang menunggunya.


"Bagaimana keadaan suami kamu sayang...???


"Apa obatnya sudah di minum...???"Tanya Bu Widya dengan gurat kecemasan yang begitu mendalam memikirkan keadaan putra semata wayangnya.


"Jangan khawatir ma,Mas Hisam sudah minum obat kok..!!!"Berusaha menghibur mertuanya.


"Mama sangat senang kamu mau datang sayang,kamu tau bagaimana mama dan Nak Leo berusaha membujuknya tapi dia selalu menolak kami,"Bu Widya menggenggam erat kedua tangannya.


"Iya...ma"Sekarang mama tenang yah..!!!"Mas Hisam akan baik-baik saja"


"Iya sayang..."Bu Widya kemudian memeluknya erat.


"Jangan pernah pergi lagi sayang,jangan pernah berpikir untuk pergi dari mas kamu,Dia tidak akan bisa hidup tanpa kamu sayang,dia akan hancur kehilangan kamu"Pinta Bu Widya dengan linangan air mata.


Binar hanya bisa mengangguk sesunggukan dalam pelukan mertuanya.


Mata Leo tak berkedip menatap interaksi keduanya,Kasih sayang seorang ibu mertua yang begitu tulus pada menantunya,dia pun ikut terharu.


"Makasih atas usahanya Tuan Leo,Andai anda tak datang menjemput saya mungkin seumur hidup saya akan menyesali perbuatan saya ini"Ucap Binar sesaat setelah Bu Widya melepas pelukannya.


"Saya yang harusnya berterima kasih Nona,karena Nona mau berbesar hati pulang untuk menemui tuan muda,meski saya tau kondisi anda belum pulih betul tapi saya tak berdaya menghadapi beliau,Karena seperti yang Nona lihat Hanya anda yang bisa menenangkannya"Jawab Leo begitu jujur.


"Binar hanya menanggapinya dengan anggukan di kepala.


"Terimah kasih atas semua ini Nak Leo,"Timpal Bu Widya dengan raut kebahagian yang mulai terpancar di wajahnya.


"Sama-sama Nyonya karena itu memang sudah menjadi kewajiban saya,menjaga tuan muda dan memastikan keadaannya selalu baik-baik saja"


"Apa nggak sebaiknya Anda pulang saja Tuan Leo,Dari kemarin Anda mengabaikan kesehatan anda sendiri,tidur pun hanya sebentar saja bahkan saya lihat anda belum pernah ganti baju dari kemarin"Ucap Bu Widya.


"Tapi nyonya...??"Bagaimana kalau Tuan muda bangun dan butuh apa-apa...??Leo nampak masih khawatir.


"Percayalah dia akan baik- baik saja toh penawarnya sudah ada di sini,


"Maaf kalau saya harus ngomong begini Nak Leo..."Tapi saya yakin dia hanya akan mencari seseorang,bukan Anda ataupun saya"Timpal Bu Widya sambil tersenyum melirik menantunya.


"Leo bisa langsung paham maksud dari Nyonya besarnya itu,Dia pun ikut tersenyum,Binar hanya terdiam meski dia ikut menyunggingkan senyum di sudut bibirnya.


"Baiklah Nyonya,Nona kalau begitu saya mohon pamit semisal tuan muda mencari saya atau butuh apa-apa silahkan hubungi saya,Hape saya Non Stop 24 Jam menunggu perintah selanjutnya" Leo begitu memantapkan ucapannya.


"Pasti Tuan Leo,saya akan menghubungi Anda."Dan Oh yah..apa nggak sebaiknya Dokter Jay di panggil kemari untuk memeriksa keadaan mas Hisam ma,soalnya Binar sedikit was-was jangan sampai ada penyakit yang serius dan malah terlambat di tangani"Ujar Binar memberi ide.


"Iya Mama juga dari kemarin mikirnya begitu sayang,tapi suami kamu selalu menolak untuk di periksa dia malah mengusir Dokter Jayadi keluar dari rumah ini,coba kamu bayangin malunya mama.,tapi saya yakin sekarang dia nggak akan berani menolak lagi,


"Tuan Leo,sebelum anda pulang apa kami boleh meminta tolong untuk menghubungi Dokter Jayadi, agar besok bisa kemari memeriksa keadaannya terlebih dahulu"Pinta Bu Widya sedikit sungkan karena sebelumnya sudah menyuruh Tuan Leo pulang dan istirahat.


"Dengan senang hati Nyonya,"Saya akan segera menghubunginya"Jawabnya lalu mohon pamit keluar agar bisa menelpon sahabatnya itu dengan leluasa meski dia sedikit was-was karena kemarin dia sempat menjadi saksi bisu atas pengusiran yang di lakukan oleh tuan Hisam kepada sang Dokter.


*******


Tepat pukul 7 pagi Hisam baru terjaga dari tidur panjang nya setelah semalam sempat meminum obat demam yang di cekoki dengan obat penenang,dia tertidur begitu pulasnya sampai tak menyadari malam telah berganti pagi.


Begitu matanya terbuka,Pandangannya langsung mencari sosok istrinya,Namun sosok itu tak jua di temui nya memaksanya untuk bergerak dan bangkit dari tempat tidurnya.


Meski dia terlihat masih lemas dan sedikit oleng tapi keberadaan Binar yang tak ada di sampingnya saat itu memaksanya untuk bangun.


"Binar....."panggilnya Lirih,


Namun tak ada sahutan sama sekali,Pandangannya beralih ke arah jarum jam yang terpampang di dinding tembok membuatnya cukup tersentak kaget,

__ADS_1


"Kenapa aku bisa tidur selama itu...???Padahal semalam,aku menyadari keberadaannya di sini bahkan aku merasa dia menyuapiku,Apakah aku itu hanya ilusi belaka...???Batin Hisam sambil berusaha mengingat-ingat kejadian semalam.


"Aku nggak mungkin bermimpi...???"


kehadirannya Semalam terasa nyata sekali,Tapi kemana dia sepagi ini...???


"Obat apa yang aku minum semalam sehingga bisa tertidur begitu lelapnya..???kembali bertanya-tanya sendiri dalam hati.


Dengan langkah tertatih-tatih,dia berjalan keluar kamar ingin memastikan keberadaan Binar istrinya.


"Binar...."Binar......"Panggilnya lirih


"Binar........"


"Hisam..."Ada apa sayang...???"


"Kamu sudah bangun Nak"Tegur Bu Widya yang baru saja ingin mengecek keadaannya.


"Mama..."


"Binar mana ma...???"


"Binar ada di sini kan ma...????" Tanyanya dengan raut wajah panik.


"Iya,Binar ada di sini kok...!!!"


Dia lagi di bawah masakin bubur buat kamu"Jawab Bu Widya sedikit bingung melihat sikap putranya itu.


"Kamu baik-baik aja kan sayang...???"


Kenapa kamu kayak orang linglung begitu??


Ayo mama antar kamu balik ke kamar,sepertinya kamu masih sangat lemas,Dokter Jay akan datang memeriksa kamu hari ini,Kamu nggak boleh terlalu banyak bergerak dulu"Ucap Bu Widya begitu khawatir.


"Aku nggak apa-apa ma,aku hanya ingin melihat Binar,Apa dia sudah sehat ma???Kenapa mama biarkan dia memasak dalam kondisi seperti itu,dia itu kan habis sakit ma...??Nggak boleh kerja yang buat dia capek nantinya"Ucap Hisam di liputi kecemasan.


"Alhamdulilah istri kamu sudah sehat Nak,Mama sudah larang dia memasak tapi katanya dia takut kamu nggak mau sarapan kalau bukan dia yang masak bubur Ayamnya"Jawab Bu Widya.


"Hisam langsung terdiam mendengarnya,


"Kenapa....???"


Benar kan ucapan mama..???


Sudah ayo mama temani ke kamar lagi,Sebentar lagi dia pasti bakal menemui kamu sambil bawa bubur Ayam kesukaan kamu.Hisam akhirnya menurut,karena kondisinya pun tak memungkinkan dirinya untuk ngeyel turun ke bawah walau hanya sekedar ingin melihat keberadaan istrinya,Tapi dengan tau dia ada di bawah itu sudah cukup melegakan hatinya.


Dan benar kata Bu Widya,15 menit kemudian Binar beneran nongol dengan baki di tangannya.


"Selama pagi mas"Sapanya lembut sambil melemparkan senyum hangat buat suaminya yang kondisinya terlihat mulai membaik meski wajahnya masih sedikit pucat.


"Pagi...."Sambil menatapnya begitu lekat,


"Wah kayaknya masakannya enak banget Nih sayang,Baunya sedap betul"Puji Bu Widya.


"Iya Ma,Ayo mas Hisam sarapan dulu yah..!!"Mumpung masih hangat,Ucapnya sambil duduk di samping suaminya yang sedang duduk bersandar di tepi pembaringan.


"Iya sayang,kamu sarapan dulu yah...!!!"Mama ke bawah dulu sebentar,mau ngeliat hape mama yang ketinggalan di bawah takutnya papa kamu nelpon"Ucap Bu Widya sengaja ingin meninggalkan mereka berdua.


"Ma..."Memangnya papa kapan pulangnya...??"Tanya Hisam


"Jadwal penerbangannya hari ini sih sayang,Mudah-mudahan nggak di undur,


"Papa nggak tau aku sakit kan ma...???"Tanyanya lagi.


"Tidak sayang,mama nggak ngasi tau papa kok takutnya dia bakal kepikiran"Jawab Bu Widya.

__ADS_1


"Syukurlah ma,


Ya...udah,Mama keluar dulu yah sayang pastikan bubur ini habis oleh yang mulia Raja"Gurau Bu Widya,Binar hanya mengangguk sambil tersenyum.


"Mas Hisam sekarang sarapan dulu yah,baru minum obat lagi"Sahut Binar sambil menyendokkan bubur dan mulai menyuapinya,tanpa Basa basi Hisam langsung melahap suapan demi suapan dari tangan istrinya itu sambil sesekali menatap istrinya yang terlihat begitu kikuk berada begitu dekat dengannya.


"Kenapa kamu jadi tegang begitu..???"Tanya Hisam refleks meraih tangan kiri Binar dan mengenggamnya lembut.


Membuat Binar sedikit tersentak,meski dia berusaha bersikap tenang tapi tetap saja tidak bisa menyembunyikan kegugupannya saat melihat tatapan suaminya,dengan cepat dia menundukkan wajahnya dengan rona malu.


"Hei,ayo dong tatap aku...!!!"


Mas Hisam minum obat dulu yah..!!Ucapnya gelagapan saat Hisam mulai memegang dagunya dan memaksanya untuk mengangkat wajahnya,Dengan cepat dia meraih kotak obat yang ada di atas meja nakes.


"Baiklah...."Akhirnya Hisam menyerah,dia tidak tega melihat sikap istrinya yang mulai salah tingkah karena ulahnya.


*****


Dokter Jay,Bagaimana keadaan putraku...???Tanya Bu Widya saat melihat Dokter Jayadi baru saja keluar bersama Leo dari kamar Hisam setelah memeriksa kondisinya.


"Dokter Jayadi tampak tersenyum lega,


"Alhamdulilah Nyonya,keadaannya mulai membaik dan saya rasa nggak perlu di infus lagi"Jawab Dokter Jayadi.


"Oh,Alhamdulilah wasyukurillah"


Dari kemarin Saya sangat cemas dan khawatir memikirkan keadaannya tapi setelah kehadiran istrinya,sepertinya dia bersemangat sekali ingin sembuh"Sahut Bu Widya.


"Benar sekali Nyonya,sepertinya kehadiran Nona Binar memang sangat berpengaruh,Beliau bahkan tak sehisteris kemarin saat saya mulai menyuntikkan Vitamin bahkan dia lupa mengusir saya"Jawab Dokter Jayadi sambil terkekeh teringat insiden kemarin saat Hisam mengusirnya pergi.


Bu Widya dan Leo pun ikut tertawa,


"Terima kasih banyak dokter Jay..."


"Sama-sama Nyonya,kalau begitu saya mohon pamit karena harus kembali ke rumah sakit"pamit Dokter Jayadi.


"Baiklah..."


Permisi Nyonya,saya antar Dokter Jay dulu ke bawah"Sahut Leo lalu mengikuti sahabatnya itu turun ke bawah.


"Tugas kamu sepertinya semakin berat ke depan...??"


"Apa maksud kamu Jay...???"Tanya Leo tak mengerti.


"Banyak yang harus kamu persiapkan dari sekarang,Karena aku yakin beberapa minggu ke depan resepsi pernikahan Sultan negeri ini akan segera di gelar dan kamu orang yang akan berperan utama dalam kelancaran acara itu"Jawab Dokter Jayadi begitu yakin.


"Kenapa tiba-tiba pikiran kamu langsung travelling ke sana???


"Yah karena Tuan kamu itu ,akan bunuh diri jika dia sampai kehilangan istrinya ini,Jadi mau nggak mau dia kan melangsungkan resepsi pernikahannya dan memperkenalkan istrinya ke publik,


"Bagus kalau begitu,karena itu memang rencana awal kita kan...???


"Iya tapi satu hal yang masih mengganjal di pikiran aku sekarang,bagaimana memberitahu laki-laki itu untuk menunda Honeymoon mereka terlebih dahulu...


"Lho kenapa harus di tunda lagi...???"Potong Leo begitu cepat.


"Karena Nona masih dalam fase Trauma,kondisi rahimnya belum pulih jadi mau nggak mau Tuan kamu itu harus berpuasa selama 1 bulan lebih sampai bekas operasinya juga sembuh dan bisa di aktikfkan kembali"Ucap Dokter Jayadi sedikit kesal.


"Jawabnya biasa aja dong,jangan ngeGas begitu...??"


"Ah sudahlah,laki-laki jomblo seperti kamu tidak akan pernah paham soal itu"Ujar Dokter Jayadi lalu segera berlalu pergi meninggalkannya yang hanya bisa bengong dan tak tau harus membalas apa ucapan sahabatnya itu..???


"Awas kamu...Jay......???"


"Jangan lupa catat Tanggal main nya yah...???"Teriaknya.

__ADS_1


****************$$$$$$$$***************


__ADS_2