Cinta Dalam Perjanjian

Cinta Dalam Perjanjian
Kancing Baju


__ADS_3

Hisam tampak sangat sibuk sekali siang itu,banyak pekerjaan yang lambat terselesaikan gara-gara liburan selama seminggu,Tapi itu tidaklah menjadi masalah besar baginya karena dia adalah seorang presdir namun jiwanya yang pekerja keras,berkomitmen dan bertanggung jawab tetaplah membuatnya ingin menyelesaikan semuanya tanpa kendala,Leo tampak tegang menungguinya selesai memeriksa semua berkas-berkas itu,ada perasaan takut dan was-was jika sampai pekerjaannya seminggu ini tidak becus.


"Leo..."


"Yah..Tuan muda"Leo dengan sigap langsung berdiri tatkala mendengar tuan Hisam memanggilnya.


"Rapat bisa di majukan 15 menit lagi"Ucapnya dengan nada memerintah.


"Baik Tuan muda,saya akan mengatur semuanya,kalau begitu saya permisi"Ucapnya mohon pamit.


"Oke kita ketemu 15 menit lagi.."


"Baik Tuan muda"


Begitu Leo keluar dari ruangannya,Hisam langsung membuka laptopnya dan membuka Fitur VC WhatsApp dengan Binar yang tengah sibuk menyelesaikan beberapa pekerjaannya.


"Hei...sibuk amat sih??"Sapa Hisam di balik layar.


"Iya nih mas,kerjaan aku numpuk banget gara-gara habis liburan kemarin"Jawabnya sambil tangannya terus bekerja.


Hisam tersenyum menanggapinya,


"Pandangannya bisa liat ke sini dulu nggak??"


"Apa sih mas...???"Bisa nggak sih nggak gangguin aku dulu,ini semua gara gara mas Hisam juga lho jadwal pulang nya di delay terus,kan jadi begini kerjaannya terbengkalai semua"Omelnya sedikit kesal.


"Tapi kamu senang kan dan malah enjoy menikmatinya"Godanya.


"Yah mau bagaimana lagi,wong Si Tuan Presdir yang memberi perintah jadi apalah daya hamba ini"Sungutnya semakin kesal mendengar godaan suaminya.


Hisam hanya tergelak mendengar ocehannya,


Tiba-tiba bunyi pintu ruangan Binar di ketuk,


"Permisi Nona..."sapa Siska di balik pintu.


"Yah..masuk"


"Ada apa Sis...???"Tanyanya kebingungan tatkala melihat sekertaris Suaminya itu muncul,Hisam sendiri terdiam memperhatikannya di balik layar.


"Maaf Nona,15 menit lagi Tuan presdir bakal menggelar Rapat"Ucap Siska menyampaikan pesan dari Tuan Leo.


"Apa...???"


"15 menit lagi...???"


"Mas Hisam kenapa jadwalnya di majuin...???"Tanyanya melotot, kaget saat mendengar laporan Siska,Dan beralih menatap sang suami yang cuman nyengir dengan wajah tak berdosa.


"Sis,makasih info nya..!!!"


"Kamu boleh kembali ke tempat kamu sekarang"Ucapnya tatkala melihat wajah Siska tampak kebingungan.


"Ya iyalah,wong dia nggak tau kalau Tuan presdirnya lagi di situ menguping pembicaraan mereka.


"Baik Nona,permisi" Mengangguk sopan.


Sikap Siska sekarang langsung berubah 180 derajat setelah tau siapa sebenarnya wanita yang selama ini selalu dia pandang sebelah mata,dia bersyukur tidak di pecat dari jabatannya karena seperti yang kita tau bagaimana sikap dia selama ini terhadap Binar,(Beruntung kamu Sis...!!!)


"Mas...kok Rapatnya di majuin sih..???Aku kan belum selesai ngerjain laporan yang mas Hisam minta...???"Tanyanya mulai panik begitu Siska sudah keluar dari ruangannya.


"Yah mau gimana lagi,memang udah jadwalnya kok"Jawab Hisam begitu santai.


"Dan laporan-laporan itu harus nya sudah selesai sekarang dong...???


"Oke kalau itu mau mas Hisam,baik...!!!tapi jangan salahkan aku yah jika sampai laporan ini tak sesuai yang di harapkan.."Kilah Binar merasa ditantang.


"Sebenarnya bisa di atur sih,asal ada kompensasinya...!!!"Sambil tersenyum licik.


"Kompensasi...???"


"Apa itu....???Tatapan Binar mulai berapi-api.


"Nanti saja kita bicarakan,Bisa ke ruangan ku sebentar..???" Nadanya memerintah.


"Nggak ah,paling modus lagi"Sahut Binar tak mau kalah.


"Ya..udah,nanti kamu nyesel lho...???"Kembali menggoda istrinya.

__ADS_1


"Udah...males ngobrol sama mas Hisam"Kesalnya dengan bibir manyun lalu menutup panggilannya,membuat Hisam tertawa melihat tingkahnya itu.


"Dasar otak mesum"Kesalnya sambil melirik jam tangannya.


"itu artinya sisa 10 menit lagi.."Lirihnya semakin panik karena tak satu pun laporannya selesai,membuatnya berpikir harus berbuat apa nanti di meja rapat,tapi belum juga menemukan ide yang tepat tiba-tiba Siska kembali mengetuk pintu ruangannya.


"Maaf Nona,"


"Yah ada apa lagi Sis...???"Tanyanya dengan heran.


"Maaf Nona,Tuan Hisam mau minum kopi sebelum rapat di mulai, tapi dia meminta Anda yang mengantar langsung ke ruangan nya sekarang juga"ucap Siska ragu.


"Apa...???"


"Memang para OB kemana...???"kembali bertanya dengan wajah keheranan.


"Ada kok Non,tapi Tuan Hisam menginginkan Kopi dari tangan Anda"Jawab Siska kembali membenarkan ucapannya.


"Apa...???"


"Alasan aja itu mah,paling modus lagi"Omelnya semakin kesal.


"Apa maksud anda Nona...???"Siska sayup sayup bisa mendengar Omelan nya.


"Ah nggak apa-apa,oke kamu boleh kembali ke tempat kamu,sebentar lagi saya pasti akan bawakan kopi spesial buat Tuan presdir kamu itu"Kesalnya sudah sampai ke ubun-ubun.


"Baik Nona..."


"Sial...!!!"


"Dasar Tuan bawel,Sejak kapan dia suka minum kopi di kantor ini...???mengomel kepada dirinya sendiri lalu segera membereskan beberapa pekerjaannya kemudian keluar untuk membawakan kopi permintaan suaminya.


5 Menit dia Sampai ke ruangan Suaminya dengan secangkir kopi di tangan nya.


"Silahkan di minum kopinya tuan muda"Ucapnya dengan nada menyindir sambil menyimpan secangkir kopi itu di atas meja lalu segara memutar badan ingin kembali keluar namun dengan cepat Hisam mencegahnya dan menariknya duduk di pangkuannya.


"Hei,kamu mau kemana sih???"


"Mas Hisam apa-apaan sih..???"tepisnya berusaha untuk menghindar.


"Basi caranya tau nggak...!!!"Binar mendelik kesal karena merasa di permainkan oleh suaminya.


"Yah,habisnya kalau nggak pakai cara ini,kamu mana mau datang kemari walau hanya sekedar membawa secangkir kopi"Kilah Hisam sambil mempererat pelukannya.


"Kamu tau nggak sedetik saja aku nggak ngeliat kamu rasanya aku mau mati"


"Ya allah mas,kenapa sih jadi lebay begini padahal tadi pagi kan masih sama sama ke sini,masak baru beberapa jam saja sudah mau mati"


"Tatap mata aku sekarang,apa aku tampak seperti orang yang sedang berbohong...???"


"Binar menggeleng,Tatapan suaminya memang tidak sedang berbohong dan dia pun sangat mempercayai ucapan suaminya itu, tapi tidak seperti ini juga kali Tuan, masak di kantor dia harus pura-pura buta dan tuli biar bisa meladeni semua tingkah gila suaminya itu.


"Mas jaga wibawa kamu yah??"Ini kita lagi di kantor,bagaimana kalau tiba tiba ada yang masuk dan mergokin kita"Cegahnya saat tangan suaminya mulai menyusup masuk di balik kancing bajunya.


"Biarin,aku nggak peduli.sekarang aku butuh suntikan Vitamin"Ucapnya lalu me***** Bibir nya.


"Mmmnnn...."


"Mas,pintunya nggak aku tutup"Binar berusaha melepaskan ciuman suaminya.


"Oke,kamu tetap di sini jangan bergerak biar aku tutup pintunya dulu yah..!!!"


Hisam beranjak menutup pintu ruangannya,lalu kembali ke arah Istrinya yang tampak merasa tegang melihatnya.


"Kenapa muka kamu tegang begitu???Pintunya sudah aku tutup kok,sekarang tidak ada alasan lagi buat kamu untuk menolaknya"Seringainya dengan nakal.


"Mas Hisam mau ngapain...???"Sama aja kan,sewaktu waktu orang bisa masuk kapan saja kemari"Binar mencari alasan yang tepat agar bisa menghindari suaminya.


"Nggak akan ada yang berani masuk kemari tanpa izin dariku,jadi ayolah sayang mendekatlah kemari aku sangat merindukanmu"Hisam kembali melancarkan aksinya tapi lagi lagi Binar menepisnya.


"Mas kurang 10 menit lagi rapatnya bakal di mulai,dan laporan aku pun belum ada satu pun yang selesai"Pintanya memohon.


"Persetan dengan laporan itu,aku hanya menginginkan kamu sekarang"sambil menatapnya dengan penuh damba.


"Mas jangan,bisa nggak nanti di rumah aja"Tawarnya namun Hisam sudah terlanjur terangsang Dan tak ingin ada penolakan lagi, dia langsung menggiring tubuh istrinya ke sopa dan kembali melancarkan aksinya.


"Binar pun tak kuasa menolaknya lagi,dia pasrah dengan perlakuan suaminya. Tangannya sudah melingkar manis di bahu berusaha untuk mengimbangi ciuman suaminya yang semakin memanas.

__ADS_1


Leo yang baru saja akan masuk menemuinya seketika menghentikan langkahnya demi melihat adegan yang terjadi di depan matanya saat itu,secepat kilat dia kembali menutup pintu pelan-pelan agar tidak menimbulkan suara.


Terlihat dia merogoh hapenya dari saku celana nya dan mengetikkan sesuatu.


"SIS...SEPERTINYA RAPAT AKAN DITUNDA SAMPAI WAKTU YANG BELUM BISA DI TENTUKAN"TUAN Hisam SEDANG ADA EMERGENCY,TUNGGU INFORMASI DARI SAYA SELANJUTNYA"


Selesai mengetikkan pesan itu dan mengirimnya ke nomor Siska,Dia tampak tersenyum penuh arti lalu segera menepi dari tempat itu,membiarkan tuan muda nya menikmati kebucinan nya saat ini.


Sementara itu,Dua sejoli yang tadinya tengah bergumul di sopa sekarang sudah berpindah tempat ke dalam ruang privat Miliknya.


"Hisam dengan leluasa mencumbui istrinya di dalam kamar yang kedap suara itu,dia sudah tidak peduli dengan rapat yang akan di gelarnya beberapa menit lagi,saat itu yang ada di pikirannya cuman satu menikmati kebersamaan bersama istrinya.


Dia tersenyum begitu puasnya tatkala melihat istrinya sudah tertidur lemas di sampingnya,Dia lalu menarik selimut menyelimuti tubuh polosnya itu lalu segera memungut kemeja, celana dan jas nya yang sudah berserakan di lantai lalu memakainya kembali.


Dia melirik jarum Jam yang kini terpampang di hadapannya,sudah jam 1 lewat itu artinya sudah hampir dua jam Rapat molor dari waktu yang sudah dia rencanakan,tapi dia nggak begitu peduli,senyum bahagia tampak terukir indah di wajahnya.


Selesai memperbaiki penampilannya,dia kembali mendekat ke arah istrinya yang mulai memperdengarkan dengkuran halusnya.


"Selamat istirahat sayang"Bisiknya lalu mengecup pipi dan keningnya,membelai rambutnya sambil tersenyum dan kembali memberikan kecupan hangat lalu segera bangkit meninggalkannya.


"Aku bisa khilaf lagi melihatnya tertidur gemas seperti ini"Ucapnya dalam hati sambil mengukir senyum dan keluar.


"Leo...Rapatnya bisa kita mulai sekarang"perintahnya di ujung telpon.


"Baik Tuan muda,"


Leo akhirnya bernapas lega,sembari menginformasikan ke beberapa klien yang sudah dari 2 jam yang lalu menunggu kedatangannya,Anin termasuk diantaranya.


"Mohon maaf atas ketidak nyamanan ini,"Saya atas nama Tuan Hisam memohon maaf yang sebesar-besarnya karena Rapat ini harus di tunda hampir 2 jam"Ucap Leo meminta maaf kepada para klien nya.


"Memang mas Hisam habis ngapain sih???"Bukannya dia yang meminta jadwal rapat ini di percepat kenapa tiba tiba pakai molor waktu??"Tanya Anin sambil berbisik.


"Kamu kayak nggak ngerti aja Nin,maklumlah Sang presdir lagi bucin-bucin nya sama istrinya"Jawab Leo setengah berbisik,membuat wajah Anin tiba tiba berubah,meski dia sudah merelakan cintanya pada Tuan Hisam tapi ntah kenapa di hati kecilnya masih terbakar api cemburu mendengar hal itu.


Dan tanpa menunggu lebih lama lagi Hisam akhirnya muncul dengan wajah sumringah dan penuh semangat.


Diluar dari kebiasaannya selama ini,sebelum melakukan kata sambutan, dia terlebih dahulu meminta maaf kepada para klien nya karena telah membuat lama menunggu, ini Rekor yang terjadi pertama kalinya di Salim group karena baru kali ini Rapat Di tunda dari waktu yang telah di sepakati,biasanya Tuan Hisam ON Time.Ntah apa alasan nya??tidak ada yang berani mempertanyakannya.'


Setengah jam kemudian,Binar tersentak dari tidurnya.


"Astagfirullah...!!!"Sudah jam berapa ini???Dengan tergesa-gesa bangun mencari baju dan Rok nya yang sempat di buang sembarang oleh suaminya.


"Mas Hisam curang...!!!"Bisa bisanya dia ninggalin aku dan biarin aku tertidur seperti ini,padahal ada Rapat penting"keluhnya sambil memakai baju.


"Nggak di rumah,di mobil,di kantor pun kalo dia tiba-tiba mau,aku selalu di buat tak berdaya begini???"Kenapa sih setiap kali,habis meladeni Ritual gila nya itu selalu saja membuatku lemas dan tertidur seperti ini"Sesalnya.


"Maaf Tuan muda,kami mau melihat laporan produk Salim group bulan ini???


"Kenapa belum di paparkan"Sahut salah seorang klien dari PT Makmur.


"Iya..tuan muda,Kami pun sangat penasaran bagaimana dengan angka penjualan selama sebulan ini,Berapa persen peningkatannya???"Sambung yang lain nya.


"Bapak ibu,harap tenang kami akan memaparkan semuanya hari ini,Sis...Tolong kamu perlihatkan laporannya"Sahut Leo.


"Tapi Tuan,laporan itu bukan saya yang kerjakan tapi Nona Binar"Jawab Siska sedikit ragu ragu.


"Eh...Begini saja,kita bisa bahas permasalahan yang lain nya dulu,berhubung orang yang membuat laporan itu lagi kurang enak badan,makanya tadi aku suruh dia untuk beristirahat sebentar"Potong Hisam langsung mencari alasan yang tepat.


"Cihhhh...Nona segar bugar kok tadi aku lihat,Bilang aja dia tertidur karena ulah anda"Ujar Leo dalam hati.


"Pikiran Leo langsung cerah saat tiba-tiba terdengar ucapan salam dari luar,Sontak perhatian mereka beralih ke arah pintu,Tampak seseorang yang sedang jadi perbincangan saat itu muncul,membuat Leo melonjak kegirangan karena hampir saja tak bisa menghandle semua permintaan para klien nya.


"Mohon maaf atas keterlambatan saya"Sapa nya meminta maaf,Sambil melirik ke arah sang suami dengan tatapan kesal,Hisam hanya menyunggingkan senyum di sudut bibirnya tatkala melihat kedatangan istrinya yang terlihat menyimpan kekesalan.


"Mari silahkan masuk Nona,"sahut Leo,


Binar segera mencari tempat yang kosong yang sialnya cuman tersisa di dekat suaminya,yang memang sengaja di kosongin untuk dirinya.


Baru saja dia memperbaiki duduknya,Hisam sudah langsung mendekat dan membisikkan sesuatu.


"Perbaiki dulu baju kamu,Itu kancingnya salah"Bisiknya sambil tersenyum penuh arti.


"Apa...???"Binar langsung salah tingkah dan memerah wajahnya,saking tergesa-gesa nya hingga dia nggak sadar jika kancing bajunya saling tertukar,untung nggak ada yang lihat selain suaminya,Mau di taruh di mana mukanya menahan malu,


Tapi pada akhirnya rapat hari itu berjalan dengan baik,Karena Binar memang sudah mempersiapkan materi dengan matang bahkan sudah memahami serta mendalaminya sehingga bisa mengatur strategi untuk menyampaikannya membuat sang presdir tersenyum bangga dan semua orang memberikan apresiasi yang sangat baik.


**************$$$$$$$$$$$***************

__ADS_1


__ADS_2