Cinta Dalam Perjanjian

Cinta Dalam Perjanjian
Semangkok mie


__ADS_3

Siang menjelang sore,Hisam memandangi jarum jam ditangannya,lalu segera beranjak dari duduknya dan Setelah memastikan keadaan Tania sudah membaik,Hisam baru kembali menemuinya di hotel setelah tadi dia pergi menenangkan dirinya sendiri ke kafe. Karena merasa bersalah sekaligus nggak tega ngeliat sikap Tania yang seperti itu.


"Apakah benar dia mencintai wanita itu???meski itu benar tapi rupanya, cintanya tak mampu membuatnya menjadi anak durhaka pada kedua orang tuanya yang memintanya untuk segera menikahi Binar yang sudah menjadi istri sahnya sekarang.


"Hisam mendapati Tania sedang duduk disopa,sepertinya dia sudah mulai bersikap dengan tenang ketika melihat kedatangannya.


"Kamu dari mana Aja sih..Mas???


"Tega banget sih kamu,ninggalin aku sendirian disini "ucapnya dengan sedikit kesal tapi dia sudah bisa menguasai perasaannya sendiri.


"Aku ada urusan tadi,jadi terpaksa harus ninggalin kamu sendirian disini jawab Hisam.


"Ya..sudah,mas tunggu aku yah???


"Aku mau mandi dulu,ucap Tania lalu berlalu masuk ke kamar mandi.


"Hisam bernapas lega,ketika melihat keadaan Tania yang sudah kembali tenang.


"Dia melangkah duduk di sopa,sambil menunggu Tania yang sedang mandi,rencananya dia akan pamit pulang setelah memastikan semua keperluan dan kebutuhan Tania saat itu.


Pikirannya sendiri masih kacau, Dia menyandarkan kepalanya disopa,sambil menatap langit langit kamar,ntah apa yang sedang dia pikirkan sekarang.


"Setengah jam kemudian,Tania keluar dari kamar mandi,masih memakai jubah mandi dan rambutnya yang basah sengaja digerai.


Hisam berbalik menatapnya sebentar lalu mengalihkan pandangannya kearah lain.


"Tania tersenyum penuh arti,ntah apa yang sedang terlintas dipikirannya saat itu, bukannya bertukar pakaian dia malah mendekat kearah Hisam.


"Dia mendekat dan duduk didekatnya,sangat dekat bahkan tanpa ragu ragu dia lansung mendaratkan ciumannya ke pucuk telinga Hisam,sontak membuat Hisam terkejut setengah mati.


"Aku sangat merindukan kamu Mas,bisik-nya ketelinga Hisam lagi.


"Kamu..Apa apaan sih..Nia..???tolak Hisam ketika Tania akan melancarkan aksinya lagi.


"Tapi bukannya berhenti,Tania malah lebih gesit lagi,dia lansung membuka jubah mandinya lalu memeluk Hisam.


"Tania.....!!


"Kamu ini apa apaan..sih...???


"Jaga batasan kamu,teriak Hisam lalu mendorong tubuh Tania yang sedang memeluknya lalu berdiri membelakanginya, Dia merasa risih melihat kelakuan Tania apalagi dalam keadaan tanpa sehelai kain pun yang menutupi tubuhnya.

__ADS_1


"Kenapa..Mas???kenapa kamu menolak aku???"ucapnya lalu kembali memeluk Hisam dari belakang".


"Ayo..sayang lakukanlah,aku hanya ingin menjadi milikmu seutuhnya ucap Tania dengan mesranya,tapi lagi lagi Hisam lansung menepisnya.


"Aku bilang,jaga batasan kamu...!!!


"Aku tidak suka melihat cara kamu seperti ini,segera pakai baju kamu atau aku akan pergi dari sini ucap Hisam dengan tegas tidak peduli dengan keadaan Tania yang sepertinya sangat berhasrat sekali dari tadi.


"Tapi mas,..


"Aku bilang pakai baju kamu sekarang, kamu sudah sangat keterlaluan dan melewati batas teriak Hisam yang sepertinya sudah tidak bisa mengontrol emosinya,membuat Tania segera tersadar dari kekeliruannya.


"Maaf..maafkan aku mas,ucapnya dengan nada kecewa dan kesal.Dengan tidak tau malu perlahan dia meraih jubah mandinya di lantai lalu memakainya kembali.


"Hisam berbalik menatapnya dengan tatapan yang hanya dia sendiri yang bisa mengerti arti dari tatapannya itu,yang jelas dia sangat kecewa melihat sikap Tania yang seperti itu.


"Kamu jaga diri,kalau ada apa apa dan kamu butuh sesuatu hubungi saja Leo ucapnya lalu tanpa menunggu jawaban dari Tania dia lansung berlalu pergi meninggalkan Tania yang masih terdiam dan berdiri mematung.


"Aku tidak akan pernah lupa akan hari ini Mas,aku tidak akan biarkan orang lain memilikimu ujarnya dalam hati sambil tersenyum kecut.


...................


Sekitar Jam 8 malam,Hisam baru sampai rumah,sebelum dia mengetuk pintu duluan,pintu sudah dibuka oleh Bik Ranti yang datang menyambutnya.


"Malam..Bik,jawabnya dingin lalu berlalu masuk.


"Bik Ranti menutup pintu dan segera bergegas mengikutinya masuk ke dalam,Takut tuannya itu butuh seseuatu karena Dia bisa melihat sepertinya suasana hatinya sedang kacau saat itu,


Tapi demi dilihatnya lansung menuju ke kamarnya sendiri,dia menghentikan langkahnya, hanya berani menatapnya dari jauh.


"Tuan Hisam kenapa yah??


"Nggak biasanya dia bersikap seperti itu tanyanya dalam hati.


Bik Ranti kembali menatap kamar disisi lain yang agak jauh dari kamar Hisam.


Dia melihat lampunya masih menyala,itu tandanya sang penghuni kamar masih belum tidur, ini juga masih belum jam tidur"pikir bik Ranti, tapi Non Binar sudah masuk kamar kurang lebih 1 jam yang lalu sebelum Tuan Hisam pulang tadi.


"Bik Ranti menghela napas memikirkan nasib kedua majikannya itu,Sudah sah jadi suami istri tapi kamarnya berbeda dan tidur terpisah seperti itu.


"Tiba tiba Bik Ranti jadi kepikiran dengan putri kandungnya sendiri Nayla,yang sudah 1 bulan lebih belum pernah di jenguknya,meski sudah beberapa kali Binar memintanya untuk membawanya ikut tinggal dirumah itu tapi Bik Ranti masih takut dan was was apalagi tanpa persetujuan dari Tuan Hisam sendiri.

__ADS_1


................


Tengah malam Binar terbangun,ketika mendengar grasak-grusuk di Bawah,


sambil mengucek-ngucek mata,dia mencoba menghilangkan sisa kantuknya yang masih menyerang,kembali dia menguap,hawa dingin sudah mulai menerpa tubuhnya tapi dipaksa-nya untuk bangun,karena penasaran dan ingin mengecek sendiri,apa yang terjadi di bawah sana.


Dia melangkah membuka pintu kamarnya,dan menengok keluar dan mulai menajamkan kupingnya.


Terdengar suara yang tadi dia dengar semakin tajam,membuatnya segera mempercepat langkahnya turun untuk mencari sumber suara itu,semakin ke dalam semakin jelas terdengar, sepertinya ini ke arah dapur pikirnya..


"Langkahnya terhenti,ketika mendapati seseorang yang sedang berada di dapur yang terliha kebingungan sendiri memasak sesuatu,ternyata bunyi grasak-grusuk yang sempat tadi terdengar olehnya itu tiada lain,bunyi wajan dan panci yang saling beradu karena ulah orang ini..???


"Binar tersenyum lebar dan berdiri terus memperhatikan suaminya yang lagi sibuk memasak,ntah apa yang sedang dimasaknya dini hari begini...???


"Hisam tidak menyadari kalau ada sepasang mata yang sedang mengawasi pekerjaannya saat itu.


"Dan tiba tiba...tanpa sengaja wajan yang berisi mie itu tersentuh oleh tangannya hingga membuat Wajan itu terjatuh dan semua isinya tumpah tak bersisa.


Sontak Binar berteriak,melihat wajan panas itu tumpah dan hampir mengenai kaki Hisam.


"Hisam cukup kaget mendengar teriakannya itu,dia lansung berbalik menatap Binar dan baru menyadari kehadirannya,


"Tanpa mengucap sepatah kata Hisam lansung pergi meninggalkan tempat itu,tidak peduli lagi dengan masakannya yang sudah berserakan di lantai, lebih lebih tidak peduli dengan kehadiran Binar saat itu.


"Binar lansung mendekat,ketika melihat suaminya sudah pergi.


"Oh..rupanya mas Hisam sedang memasak Mie,sepertinya dia kelaparan tengah malam begini.."pikirnya.


"Dan tanpa pikir panjang,dia lansung membersihkan wajan dan sisa mie yang masih berserakan dilantai,lalu dengan cekatan membuatkan Mie rebus lagi buat Hisam,mengganti mie yang belum sempat dicicipinya tadi,karena dia sangat yakin suaminya itu pasti tidak akan tidur sebelum makan.


Dan benar saja,setelah 10 menit dia keluar dengan semangkok mie ditangannya,orang yang tadi dia maksud memang beneran belum tidur,malah berada diruang tengah dan sedang duduk sambil nonton TV.


"Dengan ragu ragu dia membawa semangkok mie itu ke atas meja.


"Ini mienya mas,ucapnya singkat.


"Hisam tidak menyahut,hanya melirik mangkok yang berisi mie rebus yang ada di depannya kini,lalu kembali fokus ke layar kaca televisi,dia tampak cuek dengan kehadiran Binar saat itu.


"Ngapain kamu masih di situ???tidur sana ucapnya tiba tiba sontak mengagetkan Binar.


"Tidak tau terima kasih..."ucap Binar Lirih lalu segera memutar badan dan kembali ke Naik kamarnya.

__ADS_1


"Melihat kepergiannya,sontak Hisam meraih mangkok yang ada didepannya itu dan lansung melahapnya,karena sebenarnya dari tadi perutnya sudah berbunyi minta di isi,itu semua gara gara Tania,sehingga dia nggak sempat makan, jadinya terbangun tengah malam begini dan susah tidur karena kelaparan.


*************$$$$$$$$$$$$***************


__ADS_2