Cinta Dalam Perjanjian

Cinta Dalam Perjanjian
Obat perangsang part...4


__ADS_3

Dan benar saja apa yang dikatakan Oleh Dokter Jayadi beberapa jam kemudian,Binar mulai terbangun. tapi kali ini sepertinya perasaannya sudah sedikit membaik tampak dari sikapnya mulai tenang.


"Hisam hanya terdiam memperhatikannya,tidak memberi pergerakan apa-apa.


"Binar berusaha bangun,seluruh tubuhnya kayak remuk tak bertulang. Dia memandangi keadaan sekeliling,dia baru tersadar jika sekarang dia tengah berada di sebuah kamar mewah yang begitu tak asing lagi baginya.


Dia juga baru menyadari jika sekarang dia telah berganti pakaian dengan pakaian tidurnya sendiri,


"Bagaimana mungkin....????


Lansung dia menarik selimut dan mencoba untuk menutupi seluruh tubuhnya karena yakin sesuatu pasti telah terjadi.


"Nggak usah panik begitu,yang ganti baju kamu tadi bik Ranti kok"sahut Hisam tatkala melihat Binar terlihat kebingungan dengan wajah pucat,dia tidak mungkin menceritakan bagaimana perjuangannya saat dihotel demi membantunya memakai baju.


"Binar terdiam,lalu menatapnya begitu dalam.


Hisam yang menyadari dirinya ditatap seperti itu lansung mengalihkan pandangannya ke arah lain.


"Sepertinya dengan disuntik vitamin tadi sama Dokter Jayadi dia sudah bisa mengendalikan dirinya sendiri,syukurlah...!!!


Terdengar dia menarik napas lega,padahal dari tadi dia sudah mempersiapkan diri dengan meminum ramuan yang habis dibeli oleh Leo tadi,Madu campur telur ayam kampung.


(Hah....Obat kuat...???🤭🤫😂)


"Hisam sendiri belum sempat menanyakan,dimana Leo mendapatkan kedua ramuan itu apalagi di jam segini sudah menjelang shubuh,semua warung pasti belum ada yang buka.


(Author penasaran deh,dimana sebenarnya Leo mendapatkan kedua ramuan mujarab itu???Apa ada diantara kalian yang ngasih...???)wkwkk.


Berselang beberapa menit setelah itu,Hisam dibuat terkejut saat mendengar raung-raungan kecil yang keluar dari bibir Binar,Sontak dia berbalik menatap Binar yang tengah terengah-engah menahan gejolak perasaan yang kembali menjalar ke tubuhnya.


"Ucapan Dokter Jayadi begitu terngiang-ngiang ditelinganya,


"Tidak mungkin dia akan tega melihat Binar dalam keadaan tersiksa seperti itu.


"Jangan mendekat mas,Berhenti di situ.."cegah Binar saat melihat Hisam akan mendekat.


"spontan Hisam menghentikan langkahnya dan mundur beberapa langkah tapi demi dilihatnya Binar begitu susah payah,bahkan terdengar deru napasnya semakin memburu karena berusaha melawan hasratnya yang kembali muncul.


Dia lansung mendekat,tidak peduli dengan Binar yang bersikeras tidak mau di dekati.


"pergi mas,pergi kamu..!!!


tinggalkan aku sendiri,jeritnya sambil menutup wajahnya dengan Bantal,sementara keringat mulai bercucuran di seluruh tubuhnya.


"Tidak,aku harus membantu kamu.."Ujar Hisam sambil ingin mendekapnya.


"Jangan..!!!!jangan dekati aku mas,


pergiiiii....iiiiii....iiiiii,teriaknya sambil menepis tangan Hisam.


"Sepertinya Binar mulai menyadari dan punya tenaga untuk menolak sekarang,obat penenang yang diberikan oleh Dokter Jayadi setidaknya ampuh dan sedikit bisa mengurangi efek dari obat perangsang itu"pikir Hisam sambil terdiam mengamatinya.


"Pergi mas,aku tidak mau melakukannya lagi,ucapnya lirih di sertai butiran air mata karena tak sanggup lagi menahan rasa yang begitu menyiksanya.


"Hisam jadi tersentuh melihatnya,dengan tidak sadar dia lansung mendekap tubuh ramping itu ke dalam pelukannya,berusaha untuk menenangkannya.


"Kamu jangan siksa diri kamu seperti ini,ayo aku bantu kamu.."Bisik Hisam ditelinganya.


"Binar menggeleng sambil gemetaran menahan Hasratnya yang sudah diubun-ubun,


"Ayo,apa kamu meragukan aku...???tanya Hisam sambil menatapnya begitu dalam.


"Mas Hisam kan,punya kelainan...!!!


menjauhlah dari aku mas,tepisnya berusaha mendorong tubuh Hisam agar bisa keluar dari lingkaran tubuh kekarnya itu.


Hisam lansung terkekeh mendengarnya,


Siapa yang Bilang kalau aku punya kelainan...??


apa kejadian tadi di hotel masih belum cukup bukti buat kamu...Heh..???


Binar hanya mengangguk,tak kuasa lagi untuk menyahut.


"Ayo kita buktikan lagi,kalau memang sekarang kamu masih meragukan aku,dan mengira aku punya kelainan..??tantang Hisam.


"Jangan...mas..!!!masih berusaha menolak dengan sekuat tenaga,Hisam semakin tidak tega melihatnya,tanpa menunggu persetujuan Binar lagi Hisam lansung menindihnya,


"Binar kembali meronta,ingin melepaskan diri tapi tak digubris lagi oleh Hisam yang sepertinya tidak tahan lagi untuk melanjutkan permainan mereka untuk yang kesekian kalinya,karena adik kecilnya pun kembali tak bisa berkompromi saat kulit mereka mulai bersentuhan dan bibir mulai saling menyatu,Dan buat Hisam itu adalah candu tersendiri buatnya semenjak dia mencurinya dikantor waktu itu.


"pikiran Binar kembali tak sejalan dengan otaknya,karena saat Hisam memperlakukannya dengan begitu lembut membuatnya terbuai dan seperti merasakan sengatan listrik yang luar biasa,apalagi saat Hisam mulai menjelajahi seluruh bagian sensitifnya tanpa ragu lagi,kalo tadinya Hisam masih malu-malu dan segan saat Binar beberapa kali memintanya tapi kali ini dia sendiri yang lebih menginginkannya Bahkan kali ini mereka sama-sama semakin menuntut dan meminta pertanggung jawaban lebih.


Ramuan mujarab itu ternyata manjur juga,karena berkali-kali Hisam membuat Binar melenguh panjang.


Bunyi Adzan shubuh berkumandang begitu cepat,Hisam baru saja menyudahi urusannya dan kembali terkulai di samping Binar yang sudah tak berdaya.


"Terlihat kebahagiaan yang begitu terpancar di wajahnya.sementara keringat masih membanjiri tubuhnya.


Akhirnya mereka sama-sama terlelap dalam satu Ranjang dan satu selimut.


pukul 07,lewat 15 menit Binar baru terjaga


Dia tersentak tatkala dia merasakan sebuah tangan masih merangkul tubuhnya.

__ADS_1


"Perlahan dia memindahkan tangan Hisam dari atas perutnya,lalu berusaha bangkit tapi tenaganya sudah tidak mampu lagi untuk bergerak,seluruh badannya pegal-pegal dan kesakitan.


"Auwwhhhhh...ringisnya,sontak membuat Hisam terbangun kaget.


"Dia lansung bangun,dan mencoba membantunya untuk bangun dan duduk.


"Jangan sentuh aku mas,Tepisnya sambil menarik selimut menutupi tubuhnya yang masih polos tanpa busana,dan tak berani menatap Wajah Hisam lagi.


"Hisam lansung melepaskan tangannya,lalu mencoba memulihkan kesadarannya,meski kepalanya terasa pening akibat kekurangan tidur tapi dipaksanya untuk bangun karena hari itu dia harus berangkat ke kantor.


"Dia berusaha meregangkan otot-ototnya yang terasa kaku,lalu tanpa rasa malu dia lansung berdiri berjalan ke arah kamar mandi tanpa memakai celana atau handuk.


Binar lansung mengalihkan pandangannya ke arah Lain,Dia sepertinya mulai menyadari semuanya pagi itu,meski kepalanya masih terasa pusing dan terasa sakit di seluruh bagian tubuhnya terutama di bagian bawah perutnya.yang membuatnya semakin malu dan tak punya nyali lagi menatap suaminya.


"Aduh...,ringisnya


saat mencoba untuk turun dari tempat tidur, dan berniat akan kembali ke kamarnya saja.


Tapi dia benar-benar tidak punya tenaga,Akhirnya dia putuskan untuk menunggu suaminya selesai mandi agar dia bisa membantu memanggil bik Ranti.


"Tidak lama kemudian Hisam keluar dari kamar mandi dengan rambut yang masih basah,Binar hanya melirik sekilas...


"kenapa sih aku harus melihat pemandangan seperti pagi ini,Dia terlihat tampan sekali.."pujinya dengan hati berdebar -debar tak menentu.


"Kamu perlu sesuatu?tanyanya


"Nggak...!!!ketus Binar,


oke,


Hisam lalu memutar badan ingin mengambil bajunya dan bersiap-siap.


"Tolong panggilkan bik Ranti,ujar Binar agak ragu.


"Sudah tidak membutuhkan bantuan aku lagi??tanya Hisam sambil berbalik menatapnya,dengan senyum menyeringai di bibirnya.


"Nggak...!!!


kembali Binar menolaknya.


"Baiklah kalau begitu,saya pakai baju dulu..boleh...???


"terserah....!!!


"Hisam hanya tersenyum menanggapinya tapi baru beberapa langkah dia berjalan menuju ke kamar ganti tiba-tiba Binar kembali menghentikannya.


"Tolong,ambilin baju aku.."Ucapnya lirih.


"Hisam lansung berhenti dan berbalik lagi ke arahnya,sambil memungut satu persatu baju yang masih berserakan di lantai.


"ihhh....Amit-amit,nggak usah"jawabnya tetap ketus,sambil menarik dengan paksa baju yang ada di tangan suaminya itu.


membuat Hisam hanya bisa tertawa kecil tapi penuh makna.


"Binar berusaha memakai bajunya sendiri,dia belum siap kalau bik Ranti sampai melihatnya dalam keadaan seperti itu,nanti yang ada bik Ranti akan berpikir yang macam-macam padahal semuanya memang sudah terlanjur terjadi,buat apa lagi dia masih menutupinya tapi memikirkannya sendiri saja dia masih sangat malu.


Tidak lama kemudian Bik Ranti nongol,dengan sebuah baki di tangannya berisi sarapan dan segelas susu.


"Gimana keadaannya sekarang Non...???


apa sudah lebih baik?tanya Bik Ranti kelihatan khawatir sambil meletakkan baki di dekatnya.


"Binar berusaha tersenyum,


Udah mendingan kok Bik"Sahutnya pelan.


"Ya..udah,Nona Minum susu nya dulu yah?Biar bisa ada tenaga lagi,Tadi Tuan muda yang sengaja pesan untuk Nona.


"Apa...???


Sok Perhatian...!!!ucapnya lirih,Membuat Bik Ranti hanya tersenyum mendengarnya dan bersamaan dengan itu Hisam keluar dari kamar ganti,terlihat dia sudah rapi dan berpakaian lengkap untuk berangkat ke kantor.


"Bik Ranti lansung menunduk sopan dan memberi hormat lalu buru-buru pamit keluar.


"Binar hanya menatap sekilas,nggak berani menatap lama-lama,takut naksir kayaknya karena pagi itu Tuan Hisam tampak gagah sekali dan Auranya berbeda dari biasanya semakin memancar saja.


(Ya..iyalah,wong semalam uda dapat jatah berapa ronde )🤭🤭upsss🤣🤣🤣🤣.


"Ayo, Di minum dong susunya...???tunggu apa lagi??


"Aku mau siap-siap aja,kilahnya tak mengindahkan perkataan Hisam.


"Tapi baru saja dia akan bergerak,tiba-tiba dia hampir terjatuh di lantai, untung dengan sigap Hisam menangkapnya.


"Auuwwwhhh....!!!


"Kenapa...???


masih sakit...???tanyanya prihatin.


"Nggak...???Apa pedulimu,


Minggir,aku bisa kok sendiri...!!!

__ADS_1


"Aku juga mau siap-siap,Ketusnya dengan nada jengkel.


"Kamu mau kemana???


"Ke Acara bazaar lah,aku harus datang memantau anak buah aku, tanggung jawab aku belum selesai"ujarnya kesal lalu mencoba berdiri,tapi gagal lagi karena rasanya untuk bergerak sedikit saja semakin bertambah sakit dan perih.


"Sebaiknya kamu istirahat dulu,sebentar lagi Dokter Jayadi akan datang memeriksa keadaan kamu.Nanti aku akan minta tolong sama dia untuk membawakan kamu obat anti nyeri"Ucap Hisam terlihat tulus,


"Cihhh,nggak usah terlalu berlebihan begitu Tuan Bawel.aku nggak apa-apa kok...!!!Ntar juga baikan sendiri.."sambungnya percaya diri sekali.


"Oke,kalau begitu kamu sebaiknya istirahat saja dulu,biar Leo yang akan datang ke kantor kamu dan memberitahukan soal keadaan kamu yang lagi sakit dan nggak bisa ngantor"Ucap Hisam serius.


membuat Binar hanya bisa terhenyak,mendapat perhatian yang begitu tulus dari suaminya.


"Apa sih yang membuat kamu tiba-tiba berubah 180 derajat begini Tuan bawel???


"Apakah benar itu tulus dari hati kamu,atau hanya karena merasa bersalah atas kejadian semalam???jerit batin Binar,


"Susu nya nanti diminum yah?biar tenaga kamu bisa pulih kembali,aku harus berangkat sekarang,aku ada rapat penting sekali hari ini" Hisam bermaksud memberitahu.


"Binar tidak menjawab malah terdiam,


Hisam pun segera memutuskan untuk meninggalkannya sendirian,karena sepertinya Binar butuh waktu untuk sendiri sekarang,begitu pikirnya.


"Sepeninggal Suaminya,terdengar dia menghela napas yang cukup berat sambil memandang keluar dan masih sempat menatap punggung kekar suaminya yang sudah menghilang di balik pintu.


"Aku tidak akan pernah menyesali atau menyalahkan kamu mas atas semua ini,justru aku sangat ingin berterima kasih karena kamu sudah bersusah payah membantu aku,malahan aku ingin meminta maaf karena sudah menyusahkanmu semalaman"Jerit batin Binar yang paling dalam.


"Sudah menjadi kewajiban aku untuk memberikan hak kamu sebagai suami aku mas,walau tau kamu terpaksa melakukan semua ini,karena sebenarnya kamu masih tidak pernah menginginkan aku.


"tapi aku ikhlas kok mas,terima kasih karena telah menolong aku dari kematian yang mengerikan ini"Desisnya tanpa dia sadari air matanya jatuh menetes di pipinya.


"Inikah yang namanya cinta...???kenapa aku bisa secengeng ini...???sesalnya.


Saat mendengar derap langkah kaki mendekat ke arahnya dengan cepat dia menghapus air matanya lalu menarik napas yang panjang.


"Permisi Nona,Sapa Leo di ambang pintu.


"Binar lansung menoleh,


"Eh,Tuan Leo...!!!


silahkan masuk....!!!


sahutnya mencoba tersenyum dan bersikap sewajarnya.


"Maaf,kalau saya mengganggu sebentar Nona..!!!


"Oh,Nggak kok..!!!


"Ada apA Tuan Leo...??


ada yang bisa saya bantu??tanyanya penasaran.


"Begini Nona,maaf kalau saya agak lancang tapi saya hanya ingin mengetahui kronologis Nona bisa seperti ini??tanya Leo hati-hati takut menyinggung perasaan Nona mudanya itu.


"Binar sempat terkejut,lalu terdiam


"Dia sebenarnya Malu,saat Leo menanyakan hal itu,tapi dia juga baru tersadar kenapa dia bisa tiba-tiba bisa seperti ini padahal semalam dia merasa baik-baik aja,terakhir yang dia ingat saat seorang waiters mengantarkan minuman dan Yah..dia habis meminum jus Melon itu dan setelah nya dia sudah tidak ingat apa-apa lagi.


"Jadi maksud Nona,kemungkinan jus Melon itu sudah di sabotase oleh tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab"Tanya Leo dengan mimik wajah terlihat serius sekali.


"Binar hanya mengangguk,Karena setelah itu dia bahkan sudah tidak tau apa yang terjadi selanjutnya.


"Baik Nona,terima kasih atas infonya,Nona silahkan istirahat,saya mohon pamit"Ucap Leo pamit lalu pergi.


"Apa dia sudah meminum susu yang diantarkan tadi oleh Bik Ranti??tanya Hisam penuh kekhawatiran,


"Sudah Tuan..!!


jawab Leo sambil menjalankan mobilnya pergi.


"Terus Apa yang dia katakan padamu??


karena sepertinya dia bisa terbuka dihadapan kamu dibanding ke Aku..!!!


Hisam terdengar frustasi.


"Jangan cemburu buta kali Tuan..!!!Desis Leo dalam hati.


"Nona sudah menceritakan semuanya Tuan,dan saya pastikan akan segera menemukan pelakunya secepat mungkin"Sambung Leo geram.


"Cari tau motif dia melakukan ini...???


"Aku nggak mau tau,dia harus mendapatkan ganjaran yang setimpal.


"Baik Tuan,


Tapi sebelumnya ijinkan aku berterima kasih pada orang itu yang telah menyatukan kalian karena ulah nya."Leo berujar sendiri dalam hatinya sambil tersenyum penuh arti.


"Pastikan dia tidak menghadiri acara Bazaar itu lagi.."Titahnya kemudian.


"Baik Tuan,semua akan berjalan sesuai dengan yang Tuan inginkan"jawab Leo.

__ADS_1


*****************$$$$$$$$$$$$**************


__ADS_2