
Bunyi adzan berkumandang begitu nyaring di telinga,membuat Binar segera terjaga dari tidurnya.
Dia berusaha menggerakkan tubuhnya yang terasa berat kayak ketindihan, Hawa Hembusan napas pun perlahan menerpa tengkuknya.Membuatnya tiba-tiba merinding, perlahan-lahan membuka mata dan berusaha memulihkan kesadarannya.
"Alangkah terkejutnya tatkala dia melihat ada makhluk asing satu selimut dengannya bahkan sebuah tangan yang sangat kekar melingkar di atas perutnya,Seketika dia berbalik dan berteriak Histeris....
"Mas Hisammmmmmmmmmmm..........!!!
"Apa-apaan ini....teriaknya dengan panik,sambil berusaha mendorong tubuh kekar itu agar menjauh dari tubuhnya.
"Yang di dorong malah hanya mengumam kecil lalu kembali memperdengarkan dengkurannya tak perduli dengan reaksi Binar yang terlihat mulai panik dan sangat kesal.
"Dasar Tukang kebo...Modus banget,bisa-bisanya manfaatin kesempatan dalam kesempitan.
"Hei,ayo bangun...sejak kapan mas Hisam tidur di Ranjang ini,bukannya tadi malam saya suruh tidur di sopa?tanyanya dengan penuh kekesalan sambil menarik selimut yang menutupi tubuh Suaminya itu.
"Kenapa sih,malah di tarik? dingin tau nggak??protes Hisam sambil menarik selimut itu kembali untuk menutupi seluruh tubuhnya yang terasa kedinginan sekali lalu kembali terlelap.
"Aku kedinginan banget,nggak ada selimut makanya aku pindah ke sini tadi malam"Gumannya lirih di balik selimut tanpa merasa berdosa sama sekali.
"Aku masih ngantuk semalam kurang tidur gara-gara tukang ngorok,tidurku jadi terganggu jadi biarkan aku terlelap sebentar saja"Gumam gumam kecilnya.
"Hei,siapa yang tukang ngorok???
"Kamu tuh yang tidak tau malu,meluk-meluk orang segala sampai sesak, nggak bisa napas tau nggak"Gerutu Binar dengan kesalnya.
"Sayup-sayup Binar masih mendengar Hisam bergumam kecil tapi sudah tidak jelas apa yang dia ucapkan,Binar akhirnya pasrah dan membiarkannya tidur kembali.
"Dia memilih bangun,untuk mengambil air wudhu dan sholat,meski hawa dingin terasa menyengat di sekujur tubuhnya tapi di paksa nya untuk bangun.
Suhu udara menjadi sangat dingin menjelang malam hingga pagi hari beda dengan hawa Di Ibu kota yang sangat panas jadi tentu saja Membuat tubuh Hisam terasa kagok.
sekitar jam 7 lewat,Hisam baru selesai mandi. itu pun kalau dia tidak merasa sungkan dengan Ibu mertuanya mungkin dia belum bangun dan mandi,karena merasa sangat kedinginan,dan dia paling Alergi dengan dingin.
Selesai mandi dan berpakaian rapi,dia agak ragu-ragu untuk melangkah keluar.tapi sayup-sayup terdengar suara ribut-ribut di luar membuatnya segera mempercepat langkahnya.
"Dia berdiri tertegun tatkala mendapati Bu Retno sedang sibuk memijit-mijit bahu Binar yang lagi-lagi pagi itu harus merasakan morning sickness.
"Bu....aku sudah tidak tahan lagi,Perutku kayak dikocok-kocok terus"Terdengar suara Binar meringis.
"Sabar Nak...!!!
"itu memang resiko yang harus kita tanggung sebagai seorang wanita,Masa-masa ngidam memang adalah hal yang paling sulit tapi harus tetap kita lewati, setidaknya sebagai seorang wanita kita harus bangga dengan semua ini,karena tidak semua wanita di dunia ini bisa beruntung merasakan hal-hal seperti ini,malahan ada yang kepengen sekali hamil tapi Belum di kasi-kasi juga sama Yang di atas"Bu Retno tampak berusaha menenangkannya.
"Binar kembali memuntahkan isi perutnya,
membuat bu Retno semakin mengencangkan pijatan tangannya di bahu sambil sesekali menyemangati putrinya yang tampak merasa tersiksa sekali,
Hisam yang menyaksikan semua adegan itu jadi kasihan dan tidak tega melihatnya.
"Ibu masak apa sih???Baunya kok nggak enak banget,mancing perut aku mual nih?Dengus nya sambil berkeringat dingin.
"Ibu hanya memasak sambal pete kesukaan kamu,kok malah nggak enak sih baunya??padahal kamu paling doyan nyium baunya itu dari dulu???keluh Bu Retno.
"Itu Dulu Bu,sebelum Binar ngidamnya...!!!
iya..iya,maafin ibu kalau begitu.
Ya..sudah,kalau kamu sudah merasa enakan.ibu akan menyingkirkan masakan ibu itu dulu agar baunya tak tercium lagi.
"Binar hanya mengangguk,
Hisam baru mendekat setelah Bu Retno menghilang masuk ke dalam.
"Ada apa?
kamu baik-baik saja kan??tanyanya pura-pura nggak ngeliat kejadian tadi.
"Binar hanya meliriknya sebentar lalu beranjak dari tempatnya.
Hisam mengekor dari belakang,
muka kamu pucat banget tuh...??
"Apa nggak sebaiknya kita ke dokter?tanyanya
"Binar hanya melengos mendengarnya,
Aku baik-baik aja,Ini hanya gara-gara nyium bau masakan ibu yang nggak enak makanya jadi muntah-muntah begini.."Ucapnya dengan perasaan kesal.
"Mas Hisam kok belum siap-siap sih??
"Memang nggak mau pulang?
"Mau sampai kapan disini?
"Memang Nggak ngantor hari ini??
tanya Binar ketika melihatnya masih memakai baju santai.
"Hisam menatapnya sambil menggeleng,
"Dasar,mentang-mentang sang presdir seenak hati saja.
"Seharusnya nggak boleh begitu,harus memberi contoh dan panutan yang baik dong buat para anak buahnya jangan malah malas-malasan begitu.
__ADS_1
"Bagaimana kalau ada sesuatu yang penting,terus siTuan presdir nggak ada di tempat???Tanya Binar melotot tidak suka.
"Aku tak peduli,karena di sini ada yang lebih penting dari itu semua.."Jawab Hisam lirih sambil menatapnya.
"Apa...???
"Apa maksud mas Hisam???Binar jadi bingung dan tak mengerti.
"Eh...Nak Hisam sudah bangun yah??
tiba-tiba Bu Retno muncul dari dalam mengagetkan keduanya.
"Iya...Bu,
"Ya..sudah,ayo kita sarapan sama-sama ibu sudah memasak sesuatu buat kalian"ucapnya sumringah.
"Ayo sayang...!!!
"Masakan yang tadi sudah ibu amankan kok!!ucap Bu Retno ketika melihat putrinya tak juga bergeming dari tempat duduknya.
"Aku belum lapar sih Bu,Bagaimana kalau ibu sama mas Hisam duluan saja.Nanti Binar akan menyusul setelah perut Binar mulai agak enakan"Jawabnya sambil mengelus-elus perutnya yang masih terasa kembung dan sedikit mules.
"Baiklah,Mari Nak Hisam...!!!
"Iya..Bu.
*****
Binar Tengah duduk di teras rumah sambil memakan rujak Mangga buatan ibunya siang itu. Bu Retno sendiri sedang berkunjung ke Butiknya karena mendadak ada pelanggan yang mau fitting baju.
kini tinggal dirinya dengan Hisam yang sedari tadi sedang menerima telpon dari Leo urusan pekerjaan.
"Siapa suruh datang ke sini,jadi terbengkalai kan pekerjaannya???celetuknya tatkala melihat Hisam nongol di balik pintu habis ngomong panjang lebar dengan asisten pribadinya itu.
"Hisam tak menanggapinya,malah mendekat dan ikut menyendok rujak yang ada di tangan Binar saat itu.
"Mmmnnn...Kecut banget,protesnya dengan wajah memerah karena tak menyangka rujak itu selain kecut juga terasa sangat pedas.
"Dengan sekali teguk,Air yang berada di dalam gelas habis dalam sedetik.
"Namanya juga Rujak Mangga,yah kecut lah...!!!
kalau mau yang manis,sana manjat tuh Buah mangga yang di depan rumah Pak TaRot,Tadi kuliat banyak yang sudah masak kok"Jawab Binar begitu santai sambil memperhatikan ekspresi wajahnya yang terlihat menahan panas sehabis makan rujak.
"Memang boleh...???tanya Hisam Serius,
masih terus mengisap karena rasa pedasnya masih terasa di ujung lidahnya.
"Yakin dulu,bisa manjat nggak??Binar balik menanyainya.
Hisam begitu percaya diri sekali.
sembari menatapnya,
"Heh,sok gentleman banget jadi orang"Gumam Binar tak berani menatapnya karena Ntah kenapa ucapan Hisam tadi meski terdengar sangat sederhana tapi bisa membuat hatinya merasa berbunga-bunga.
Apalagi saat Hisam duduk di depannya,membuatnya jadi salah tingkah.
"Kita pulang...yuukkk???
Tiba-tiba Hisam mengajaknya pulang.
"Apa...??
Binar mengerutkan keningnya bingung.
"Mas Hisam pulang aja,Aku masih kangen sama ibu..!!!jawabnya.
"Aku tidak akan pulang,kalau kamu tidak ikut pulang bersamaku.
"Lho...???
kenapa tidak???
"Mas Hisam tau arah jalan pulang kan??
"Kenapa harus ada aku???
protes Binar.
"Sekarang dengarkan aku,Ijinkan aku untuk menjagamu setiap saat,aku hanya ingin memastikan keadaan kamu selalu baik-baik saja"ucap Hisam tulus.
"Membuat Binar cukup kaget dan tak percaya mendengarnya,sebuah permintaan yang sangat sederhana menurutnya tapi menyentuh ke dalam rasa.
"Sampai kapan???tanyanya pelan,sambil menatap lurus ke depan tanpa menoleh sedikit pun,berusaha menenangkan perasaannya yang kembali bergemuruh.
"Heh....!!!
oke...baiklah,Sampai sembilan bulan ke depan yah?
"Sampai aku melahirkan kan??Binar langsung menarik kesimpulan sendiri tanpa menunggu jawaban dari Hisam karena terlihat Suaminya itu tiba-tiba terdiam mendengar pertanyaan konyolnya itu.
"Terima kasih kalau ternyata mas mau peduli dengan anak ini,tapi tidak perlu se-khawatir itu juga kali,aku bisa jaga diri kok dan insya allah semuanya akan baik-baik saja jadi mas Hisam tenang saja.
"Sebaiknya mas Hisam pulang deh,Seorang presdir adalah wajah perusahaan,sehingga keberadaannya di publik akan sangat berpengaruh pada opini publik,Nah kalau sang presdirnya sendiri tidak berada di tempat bagaimana eksekutornya bisa berjalan dengan baik"Binar tanpa sadar ngomong panjang lebar.
__ADS_1
"Pemikiran kamu saat ini memang tidak bisa aku ragukan lagi tapi semua itu menjadi tidak begitu penting bagiku sekarang selain memastikan keselamatan kamu saat ini"ujar Hisam dalam hati.
"Leo sudah menghandle semuanya,sahut Hisam tak terpengaruh sama sekali.
"Dasar Tuan bawel keras kepala,padahal tadi aku sempat dengar sendiri pembicaraannya dengan Leo soal permasalahan yang terjadi Di Salim group"Binar jadi membatin,lalu menghela napas yang berat.
"Baiklah Mas,aku akan ikut pulang bersama kamu sekarang tapi kita tunggu ibu pulang dulu yah?Binar tiba-tiba mengambil keputusan sendiri yang membuat Hisam melonjak kegirangan mendengarnya.
Rasanya tak adil jika dia terus bertahan di situ sementara Hisam ada masalah di kantornya.
"Tapi sebelumnya mas Hisam ,bantuin aku dulu ngabisin Rujak Mangga ini...!!!
"Apa...???seketika wajah Hisam berubah pucat,
"Aku sudah nyoba tadi,aku nggak kuat apalagi dengan Bon Cabe level ke berapa itu???
"Pedasnya minta ampun"Tolak Hisam
"Cuman level 15 kok mas,Ayo dong buruan....mas,Pintanya sambil menyodorkan rujak itu ke hadapan suaminya.malah ingin segera menyuapinya.Ntah kenapa dia malah senang sekali melihat reaksi suaminya tadi saat mencicipi rujak mangga itu.
"Nggak Ah,Hisam masih berusaha menolaknya tapi Ntah kenapa Binar masih terus memaksanya bahkan merengek Dan mau nggak mau dia terpaksa menerima Satu suapan Rujak itu ke dalam mulutnya dan ajaib sekali itu malah membuat Binar merasa senang sekali.
"Maafkan aku mas,ini permintaan anak kamu lho!!!Jangan salahkan saya,dia kayaknya senang banget makan rujak bareng sama ayahnya batinnya sambil tersenyum senang melihat reaksi suaminya yang kembali meraung-raung meminta air karena kepedasan.
"Air...air,
cepetan,
"Aku nggak tahan lagi...!!!
muka Hisam benar-benar memerah bahkan jadi berkeringat.Rasa pedesnya semakin keluar dan menyiksa,pedes banget.
Tanpa ba-bi-bu,dia lansung menenggak habis Air dalam botol Air minum tanpa memakai jeda hingga dia merasa sedikit lega meski lidahnya masih terasa panas.
"Dengan wajah tak merasa berdosa sama sekali,Binar malah tersenyum senang melihat suaminya tersiksa seperti itu kemudian beranjak dari duduknya,Dan masuk ke dalam.
"Siallllll....kayaknya dia sengaja melakukan ini untuk membodohi aku"Desis Hisam sambil menatapnya pergi.
"Tapi Tunggu,Tadi wajahnya begitu senang sekali melihat aku tersiksa seperti ini...!!!
"Apa itu salah satu efek orang yang lagi ngidam??
"Yah,bisa jadi..!!!
kata mbah google,Orang hamil memang ngidamnya itu aneh-aneh dan kadang tidak masuk akal"Hisam jadi berpikir dan mencerna sendiri.
(Author waktu hamil,ngidamnya ngga begitu juga kali Tuan,dasar Binar nya aja yang mau ngerjain Anda🤭🤣🤣🤣)).
Akhirnya mereka pulang juga sore itu,
Sepanjang perjalanan Binar malah tertidur karena beberapa hari ini kondisinya memang terus merasa loyo apalagi kalau setiap pagi hampir harus merasakan morning sickness.
Hisam jadi kasihan melihat kondisinya yang seperti itu.
"Saat akan memasuki Jalan Tol menuju ibu Kota,Hisam tiba-tiba membelokkan mobilnya dan memutar balik masuk ke dalam sebuah restoran.
Dia mencari parkiran yang kosong,lalu berniat untuk membangunkan Binar yang masih terlelap.Tapi pas Mobil berhenti spontan dia terbangun sendiri karena mengira sudah sampai rumah.
"Ini dimana mas???tanyanya berusaha memulihkan kesadarannya dan menengok kiri-kanan.mencoba mengingat-ingat tempat itu.
"Kita makan dulu yuukkk...!!!
"Kamu pasti lapar,Siang tadi aku liat kamu hanya sempat makan buah saja"Ujar Hisam sambil membuka sabuk pengamannya.
"Binar hanya mengangguk karena kebetulan dia memang sudah merasa sangat lapar.
Kamu mau pesan apa???Tanya Hisam ketika mereka sudah duduk dan mengambil tempat agak pojokan.
"Binar meraih daftar menu itu lalu mulai mencari-cari makanan apa yang akan di pesannya.
"Aku pesan dua menu yah mas??tanyanya sedikit ragu dan malu-malu,
"Boleh,Semuanya juga boleh asal kamu kuat makannya aja sih..!!!sahut Hisam serius.
"Nggak,aku cuman mau yang ini,Steak sama pasta aja.
"Ya..udah,Aku pesan itu juga Mas"Ucapnya pada sang waiters.
"Niat Hisam sengaja memesan menu yang sama steak dan pasta juga karena yakin Binar akan menambah porsi lagi Dan benar saja saat steak dan pasta di depannya habis,dia terlihat melirik menu Hisam yang masih separuh dia makan.
"Kenapa...???
"Masih mau nambah porsi lagi?atau mau yang ini???sambil menunjuk steak dan pasta miliknya.
Dengan malu-malu dia malah mengangguk,
Hisam menyunggingkan senyum di bibirnya saat Binar mengeksekusi semua pasta miliknya itu.
"Luar biasa,pas nemu makanan yang baunya aneh-aneh malah nggak punya selera makan,giliran nemu yang begini,Makannya nggak tanggung-tanggung dalam porsi banyak"Ujar Hisam dalam hati sambil tersenyum simpul melihatnya.
"Kenapa sih Nak???
kamu senang sekali melihat Ayah kamu berbagi makanan dengan ibu"Batin Binar.
***************$$$$$$$$$$$*************
__ADS_1