Cinta Dalam Perjanjian

Cinta Dalam Perjanjian
Sakit,kecewa,dan Terluka


__ADS_3

Amanda melajukan motornya cukup hati-hati sekali,takut terjadi sesuatu pada orang yang sedang dia bonceng sekarang, apalagi dia baru saja keluar dari rumah sakit belum sembuh total,alih-alih dapat ijin dari dokter yang ada pasien yang satu ini malah kabur dari rumah sakit,


Sampai di terminal Bus Antar kota menuju Jogja,Amanda segera memarkirkan motornya ,lalu pelan-pelan membantu Sahabatnya itu turun dari motor kemudian membawanya duduk ke ruang tunggu terminal,


"Kamu yakin bisa pulang ke Jogja sendirian..????Tanya Amanda dengan perasaan khawatir.


"Binar hanya mengangguk pelan,sambil menarik napas yang panjang kemudian meraba-raba perban dikepalanya yang sedikit ngilu kena Helm.


"Kenapa...???


"Sakit yah...??


"Kamu sih ngeyel banget jadi orang,


"Seharusnya tadi aku nggak menuruti kenekatan kamu itu,untuk kabur dari rumah sakit,kalau tau keadaan kamu masih begini???Sesal Amanda.


"Binar hanya terdiam,


"Lagian kenapa sih pakai acara kabur segala...???


"Aku nggak tau bagaimana reaksi idola aku Nanti, saat tau aku yang membawa kamu kabur dari rumah sakit,yang ada dia mungkin akan membenciku seumur hidup padahal aku nggak mau hal itu terjadi"Amanda semakin menyesali kebodohannya saat itu.


"Kita kembali ke rumah sakit lagi yah sekarang...???pintanya sekali lagi.


"Jangan Man,Aku baik-baik aja kok...!!!


"Aku hanya ingin pulang ke rumah ibu"Cegah Binar memohon.


"Iya,tapi kenapa mesti dengan cara seperti ini??toh kalau kamu bilang ke Tuan Hisam suami kamu,beliau juga pasti bisa mengantar kamu kesana.."Amanda bingung dan semakin tidak mengerti.


"Aku hubungi dia dulu yah,mengabarkan keberadaan kamu sekarang lagi dimana..??


Dia pasti sangat cemas,


"Jangan Man,


cegah Binar Sambil menggeleng,


"Aku nggak mau ketemu dia lagi,


"Lho kenapa...???


"Kamu jangan bilang,kalau kamu melakukan ini karena ingin menghindar darinya...???


"Binar hanya mengangguk lemah dengan tatapan yang kosong,


Amanda menghela napas yang berat,


"Aku tidak mengerti dengan jalan pikiran kamu sekarang Nar...?Apa sih alasan kamu melakukan semua ini???ucap Amanda penuh tanda tanya di kepalanya.


"Untuk apa lagi aku bertahan di sana Man,sudah tidak ada lagi alasan bagiku untuk tetap bersamanya, Anak ini sudah tidak ada Man,Hanya dia yang menguatkan ikatan kami, tapi lihat sekarang,dia sudah nggak ada di sini, "Ujar Binar sambil meraba perutnya lalu menitikkan air mata,


"Amanda langsung memeluknya erat,


"Maafkan aku say,aku tidak pernah tau jika ternyata kamu tengah mengandung,seandainya dari dulu aku tau semua ini sudah pasti aku akan menjaga kamu dengan baik dan tidak akan membiarkan kamu sendirian"Sesal Amanda ikut menangis, tak tega melihat penderitaan sahabatnya itu.


"Binar terus larut ke dalam perasaannya sendiri,Dirinya semakin rapuh jika kembali mengingat semua yang telah terjadi meski Amanda berusaha untuk menguatkannya.


"Kamu yakin mau pulang ke Jogja tanpa memberi tahu Tuan Hisam??Amanda kembali menanyainya,


"Bismillah...Insya allah say,"Binar mencoba meyakinkan sahabatnya saat itu.


"kalau begitu aku pesanin mobil grab Online aja yah..??Amanda kembali memberi pilihan agar dia bisa melepas kepergiannya ke Jogja dengan tenang.


"Nggak usah say,Mas Hisam bisa menyusul aku kalau harus nunggu grab Online lagi,"Tolak Binar.


"Mau nggak mau Amanda akhirnya memilih pasrah,


"Kamu hati-hati yah...!!!


"Jangan lupa kabari aku semisal sudah sampai ke rumah ibu,Kalau esok lusa aku bisa ambil libur aku akan menyusul kamu ke Jogja"Pesan Amanda sesaat setelah mengantarkan Binar duduk di dalam kursi bus, yang sebentar lagi akan berangkat meninggalkan terminal.


"Iya..say,makasih yah atas semuanya...!!!Binar kembali memeluknya.


"Sama-sama say,kamu baik-baik yah..!!!


"Binar hanya mengangguk,sembari melepaskan pelukannya.

__ADS_1


"Kamu hati-hati yah...!!!


"Iya kamu juga hati-hati,pulangnya jangan ngebut,kamu kan baru beberapa hari lancar naik motornya"ucap Binar mengingatkannya,


"iya Say,jangan khawatir aku sudah jagoan kok,tadi uda ngerasain sendiri kan,Gimana rasanya aku bonceng"Jawab Amanda percaya diri sekali, membuat Binar akhirnya menyunggingkan senyum di sudut bibirnya meski senyuman yang di paksakan.


"Makasih banyak senyumannya,


itu sudah cukup membuat aku yakin,kalau kamu akan baik-baik saja dan selamat sampai ke Jogja"Ucap Amanda lalu kembali memeluknya seperti tidak rela melepas kepergian sahabatnya saat itu.


"Udah,aku turun yah"


Amanda segera melepaskan pelukannya setelah sopir bus sudah membunyikan klakson peringatan tanda mereka sebentar lagi akan segera berangkat,


"Iya,


"Da...a...a....aaaa.....!!!


"Da...a...aa...aa.....!!!


"Binar melambaikan tangan ke arah sahabatnya yang masih berdiri mematung di terminal mengiring kepergiannya.


"Binar menghapus air mata yang kembali jatuh bergulir di pipinya,


Dia ingin pulang ke Jogja membawa kepedihan dan luka hatinya saat itu.


********


Hisam melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi,meninggalkan rumah sakit yang sudah setengah di obrak-abriknya demi bisa menemukan keberadaan istrinya namun tak seorang pun dari anak buahnya yang sampai sekarang bisa menemukannya.


Begitu sampai di rumah kedua orang tua nya,dia langsung turun,Bu Widya sudah menyongsongnya di teras rumah.


"Ma...Binar menghilang ma,Ntah kemana lagi aku harus mencarinya???ucapnya terdengar putus asa dengan suara serak menahan tangis,


"Tenang sayang,kamu harus tenang...!!


Ayo kita masuk dulu,kita bicara di dalam yah,papa sudah menunggu kamu dari tadi,"Bu Widya berusaha menenangkan putranya meski dia sendiri sangat cemas dan khawatir memikirkan keadaan menantunya,saat Mendapat telpon dari rumah sakit.


"Bagaimana Ma,apa kamu sudah menghubungi Retno dan mengabari soal ini"Tanya Pak Indra,


"Belum pa,rasanya aku tidak sanggup memberitahu soal ini kepadanya,dia pasti akan merasa sedih dan terpukul jika sampai mengetahui kabar soal Putrinya"Jawab Bu Widya sedih sambil membelai rambut putranya yang tengah berbaring di pangkuannya saat itu.


"Biar aku yang menelpon dia Ma..pa,siapa tau Binar pulang ke sana??sahut Hisam sontak bangun karena tiba-tiba jadi kepikiran soal itu.


"Baiklah sayang,


Coba kamu telpon ibu mertua kamu sekarang,"Bu Widya harap-harap cemas.


"Assallamu alaikum Bu...!!!Hisam langsung mengucap salam begitu telponnya sudah tersambung ke nomor ibu mertuanya.


"Waalaikum salam..."


'Nak Hisam...!!!


"Ada apa Nak...???


"Binar baik baik aja kan...Nak...???


Tanya Bu Retno sedikit khawatir tiba-tiba di telpon oleh menantunya.


"Ini...Bu,


Hisam terdiam sebentar,tidak tau harus mulai darimana menyampaikan soal itu,


"Ada apa sebenarnya Nak,Binar baik-baik saja kan???Bu Retno kembali menanyainya dengan perasaan cemas,


"Sebenarnya Binar menghilang dari rumah sakit Bu,Dan sampai sekarang Hisam sudah mencarinya kemana-mana tapi tak kunjung juga menemukannya"


"Astagfirullah...!!!


"Duh...Gustiiiii,


"Binar kenapa bisa hilang dari rumah sakit Nak...???


"Kemana ibu harus mencari istri kamu Nak...???Bu Retno terdengar histeris mengkhawatirkan keadaan putrinya.


"Maafkan Hisam bu yang tidak becus menjaganya,Tapi Hisam janji akan segera menemukannya dan membawanya ke hadapan ibu"Ucap Hisam dengan suara serak tak kuasa menahan haru mendengar tangisan mertuanya.

__ADS_1


"Bu Widya meraih Hape itu dari tangan Hisam ketika melihat tangannya mulai gemetar, menahan perasaannya yang semakin bergejolak,


"Ret,ini aku....!!!


"Kita berdoa sama-sama yah,semoga Nak Binar secepatnya di temukan,maafkan kami yang tidak bisa menjaganya dengan baik"Ucap Bu Widya dengan linangan air mata.


"Iya...Wid,


tolong jaga Nak Hisam yah,kedengarannya dia juga sangat terpukul,Aku akan kabari semisal Binar pulang ke sini"Ucap Bu Retno penuh harap,Karena Ntah mengapa dia punya keyakinan, jika Binar putrinya tengah dalam perjalanan menuju ke Jogja seperti permintaannya tempo hari di rumah sakit,


"Ibu berharap kamu beneran pulang ke sini Nak"Ucap Bu Retno lirih sambil menutup telponnya.


Tidak lama kemudian terdengar bunyi Bel berdering beberapa kali,


"Bu Retno segera menyeka air matanya dan mempercepat langkahnya menuju ke depan untuk membuka pintu,


"Alangkah bahagianya saat melihat seseorang yang sedang berdiri di ambang pintu,seperti perkiraannya,


"Ibu....,


"Binar.....!!!


"Oh,Binar anakku ternyata Feeling ibu memang benar,kamu pulang ke sini Nak"Ucap Bu Widya dengan mata berkaca-kaca lalu mendekapnya erat.


"Kamu baik-baik saja kan..Nak...???


Tanyanya sembari memeriksa keadaan putrinya dari ujung kepala sampai ke ujung kaki kemudian mencium kedua pipi putrinya saking senang nya.


"Binar hanya mengangguk pelan,sambil menyeka air mata yang mulai menggenang di pelupuk matanya agar tak jatuh membasahi pipinya.


"Ya..udah,ayo kita masuk,Udara di luar sangat dingin,Nanti kamu masuk Angin Nak"Ajak Bu Retno mengajaknya masuk ke dalam dan menuntunnya duduk di sopa.


"Ibu ambilkan air minum dulu yah"Ucap Bu Retno ketika melihat kondisi putrinya yang pucat pasi dan tampak kebingungan, hanya bisa terdiam dengan tatapan yang kosong.


"Tidak lama Bu Retno kembali membawa segelas air putih,Dan segera memberikannya kepada Binar,


"Ayo diminum dulu sayang,"Pintanya


"iya Bu,makasih....!!!


"Kamu baik-baik saja kan Nak...???


Binar hanya menjawab dengan anggukan di kepala,Bibirnya terasa kelu untuk mengucapkan sepatah kata."


"Kenapa kamu pergi tanpa memberi tahu suami kamu Nak...???


"Bagaimama seandainya kamu ada apa-apa di jalan,kondisi kamu kan masih belum stabil"Ucap Bu Retno merasa cemas.


Binar tetap diam,tak menjawab pertanyaan ibunya,pandangannya hanya lurus ke depan tanpa ekspresi wajah sama sekali."


"Baiklah,ibu akan menelpon suami dan mertua kamu dulu,mereka sudah sangat panik dan khawatir mencari keberadaan kamu,"Ucap Bu Retno ingin beranjak dari duduknya mengambil hapenya dan menghubungi mereka namun di cegah oleh Binar,


"Jangan Bu,mereka nggak perlu tau aku ada di sini"Cegahnya,


"Tapi kenapa Nak...???


"Kenapa mereka nggak boleh tau,setidaknya mereka bisa tenang dan tidak cemas lagi memikirkan keadaan kamu"Ucap Bu Retno masih tidak mengerti dengan jalan pikirannya.


"Aku sengaja pulang ke sini mau nenangin pikiran aku Bu,dan aku butuh waktu untuk melupakan semua ini Bu,aku nggak mau ketemu mas Hisam untuk saat ini,aku nggak mau Bu"Ucap Binar di sertai butiran air mata yang mulai jatuh membasahi pipinya.


"Bu Retno membatalkan niatnya yang ingin menelpon menantunya tadi,dia begitu sedih melihat kondisi putrinya saat itu.


"Maafkan ibu Nak,maafkan ibu...!!!


"Tangis Binar akhirnya kembali pecah di dalam dekapan ibunya.


"Kenapa semua ini terjadi padaku bu,kenapa aku harus kehilangan anak aku Bu,kenapa..??


Rintihnya dengan deraian air mata.


"Sabar sayang,kamu harus sabar Nak...!!!


"ini mungkin belum rejeki kamu,kamu harus mengikhlaskannya Nak...!!!Bu Retno berusaha menenangkannya.


"Tidak Bu,aku sangat mencintainya Bu,tapi kenapa Allah tidak memberi aku kesempatan untuk melahirkannya ke dunia ini,kenapa Bu...???Binar semakin histeris membuat Bu Retno hanya bisa memeluknya erat disertai linangan air mata.


"Sungguh berat cobaan yang harus kamu hadapi sekarang Nar...,kamu yang sabar yah...!!!πŸ™πŸ™πŸ˜’πŸ˜’πŸ˜­πŸ˜­πŸ˜­πŸ˜­πŸ˜­Author jadi ikutan mewek nih,keinget anak Author yang pertama,Yang bernasib sama dengan Anak Binar, Saat itu masih sekitar umur 4 bulan dalam kandungan,tapi ternyata allah berkehendak lain,yah..mungkin benar,belum rejeki kami pada saat itu tapi 3 bulan pasca keguguran, Author alhamdulilah bisa hamil lagi,dan melahirkan seorang bayi laki-laki yang sekarang umurnya sudah 10 tahun lebih,sudah kelas 5 SD lho say...!!!Hehehe...kok Author malah jadi curhat yah...!!!

__ADS_1


Nggak apa-apa,biar bisa saling kenal dengan baik dan dekat dengan kalian semua,jangan lupa tetap dukungannya selalu yah,salam sayangπŸ₯°πŸ˜πŸ˜πŸ˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜


**************$$$$$$$$$$$$$$**************


__ADS_2