Cinta Dalam Perjanjian

Cinta Dalam Perjanjian
"RITUAL..."


__ADS_3

Selepas menggelar Resepsi pernikahan mereka,Hisam dan Binar tidak langsung pulang ke rumah melainkan memutuskan untuk menginap satu malam di hotel,Di sebuah Hotel ternama dan termewah di kawasan Jantung kota milik keluarga Salim group yang memang hanya di peruntukkan untuk keluarga inti saja.


Kedua orang tuanya Pak indra dan Bu Widya serta Bu Retno pun ikut menginap,Rasa lelah seharian penuh meladeni para keluarga dan tamu undangan yang berbondong-bondong datang mengucap selamat dan tak luput juga meminta foto bersama membuat tenaga mereka terkuras habis, karena itu mereka memutuskan menerima tawaran Binar untuk menginap,Mereka sedang berada di kamar lain bersama Bu Retno,tak ada niat untuk mengganggu anak mantu mereka.


Bagaimana dengan Leo dan Amanda???Malam itu juga pesawat mereka Take off ke Turkey,meski awalnya sempat menolak tapi atas desakan Binar mau nggak mau Leo dan Amanda terpaksa menurutinya.


"Mas,Kira kira Tuan Leo dan Amanda sudah sampai mana yah mereka??"


"Kok aku jadi penasaran pengen tau kabar mereka sekarang..???"Tanya nya dengan wajah Antusias nya sesaat setelah selesai mandi dan berpakaian,Mendengar itu Hisam mendengus kesal dan wajahnya berubah masam.


"Dari tadi yang jadi pembahasan kita mereka terus,memang nggak ada hal lain yang menarik untuk kita bahas"ucapnya dengan sedikit ketus lalu menarik tangan Istrinya agar segera mendekat.


"Mas Hisam apa-apaan sih..???"Tepis nya.


"Aku nggak mau mendengar pembahasan bodoh kamu itu lagi,apalagi membahas orang lain di hadapanku"Ucapnya memberi ultimatum,membuat Binar jadi salah tingkah di buatnya apalagi saat itu jarak mereka begitu sangat dekat,Bahkan sangat dekat dia bisa merasakan aroma napas suaminya wangi mint.


"Aku hanya ingin bibir ini hanya membahas tentang kita..."ucapnya sembari mengusap lembut bibir Istrinya.


"Tentang kita..." lirih Binar kemudian membuang pandangan tak punya keberanian untuk memandang suami nya lebih lama.


"Yah..tentang kita"bisiknya di telinga istrinya dengan suara serak dan itu sungguh membuat bulu kuduk Binar meremang apalagi saat suaminya kembali menatapnya begitu dalam kemudian mengalihkan pandangan nya ke arah bibir nya yang terlihat masih memerah merekah membuat Hisam begitu tergoda dan tak tahan untuk tidak mendekat kemudian perlahan memberi kecupan dengan begitu lembut membuat sekujur tubuh Binar bergetar merespon.


"Aku mencintaimu sayang..."Ucapnya begitu tulus hanya mampu di balas dengan anggukan kepala dan senyum rona malu oleh istrinya.


"Hisam kembali memberikan kecupan di Dahi,kedua pipi perlahan turun ke dagu kemudian mengambil jeda sebentar lalu kembali melu**t bibir mungil itu tapi kali ini lama dan seperti meminta untuk di imbangi,membuat Binar gelagapan menyambutnya.


Ciuman itu pun berubah semakin panas dan semakin menggebu,karena kini hanya bunyi decapan dan deru napas keduanya yang terdengar saling bersahutan,Tangan nakal Hisam pun mulai aktif bergerilya ke sana kemari.


"Binar langsung mendorong tubuh suaminya menjauh sesaat tersadar dengan apa yang baru saja mereka lakukan.


"Astagfirullah mas...!!!"


"Kenapa sayang...???"Tanya Hisam dengan suara yang sangat berat menahan hasrat yang mulai sulit terkendali.


"Aku masih dalam keadaan nifas mas,Belum boleh yang satu itu...!!!"ucapnya setengah berbisik sesaat setelah menyadari tangan suaminya yang mulai menyusup masuk ke dalam celana *****nya.


"Hisam mengusap kasar wajahnya,kemudian terdengar helaan napasnya yang begitu berat.


"Maafkan aku mas"Lirih Binar merasa bersalah sambil bangun memperbaiki Gaun malam nya yang sudah hampir lepas di tubuh nya akibat kelakuan suami nya.


Hisam kembali menarik napas yang panjang sambil ekor matanya masih terus memperhatikan gerak gerik istrinya,menyadari kekeliruannya dia segera bangkit dan perlahan duduk di tepi pembaringan.


"Maafkan aku sayang..."Lirihnya sambil menatap istrinya yang mulai berwajah sendu karena ulah nya.


"Aku terbawa arus gairah,Hingga hampir melupakan nya!!!ucap nya merasa bersalah ketika sudah bisa mengendalikan hasratnya meski yang di bawah sana belum bisa di ajak kompromi,


Binar hanya terdiam menatapnya,


"Tapi kamu juga harus sabar yah..??"

__ADS_1


"Apa maksud mas Hisam..??"tanya nya bingung,


"Maaf karena belum bisa memberimu kepuasan.."Bisiknya nakal,Binar refleks memukul dada bidang nya.


"Mas Hisam kali yang butuh kepuasan.."Dengus nya merasa kesal karena masih bisa bisa nya menggoda dalam keadaan genting begitu,tapi tak bisa di pungkiri,sebenarnya dia pun sempat terbuai dengan perlakuan suami nya tadi,Andai bukan bekas jahitan nya yang memberikan sinyal mungkin dia juga hampir lupa diri karena nya,Tapi dalam hati dia berjanji akan membalas semua kekecewaan suami nya ini dengan sesuatu yang setimpal jika memang dirinya sudah benar-benar fit dan fulih pasca operasi.


"Hei kenapa tiba-tiba diam...???"Lagi mikirin apa hayoo...???bilang kalau memang uda nggak tahan..??Bisiknya sengaja menggoda istrinya.


"Ish...mas Hisam apa-apaan sih..!!!"sangkal nya dengan wajah memerah menahan malu.


"Hisam langsung tergelak melihat tingkah gemas istrinya saat itu,


"Aku ke Toilet bentar yah..???"Ucapnya sambil mengecup pipi istrinya.


"Mau ngapain...???"


"Kenapa...???"Mau ikut...???tanya nya dengan tatapan geli,


"Nggak ah..!!!"


"Ya..udah,kamu duduk aja di sini nggak usah ikut masuk kalau nggak mau di sembur larva gunung merapi"Seloroh Hisam sambil terkekeh kecil membuat Mata Binar membulat sempurna karena bisa langsung menebak arah ucapan suaminya kemana saat itu.


"Kebiasaan..."Desisnya.


"Kayaknya ini yang terakhir..!!!"


"Seyakin itu...??"


"Hati-hati,biasanya kecoa sering menetaskan telur nya di dalam Toilet lho..!!!"Teriaknya sambil geleng-geleng kepala tak percaya melihat kelakuan suaminya tapi dalam hati dia sangat senang bisa punya suami yang sangat pengertian dan penyabar dalam segala hal.


"Aku sangat bahagia menjadi istrimu mas"Lirihnya dengan senyuman yang mengembang sempurna di pipi nya sambil terus mengamati keberadaan suaminya yang sudah menghilang di balik pintu toilet.Lelaki yang begitu berwibawa tinggi dan berpengaruh di pelosok negeri ini tapi di depan nya bisa bertingkah kekanakan dan sangat tidak berwibawa.


Daripada menunggu Suami nya yang Ntah kapan selesai dengan Ritual nya,Binar memutuskan untuk keluar menemui ibu beserta kedua mertuanya.


"Assallamu alaikum Bu..mama"Binar mengucap salam begitu sudah berdiri di ambang pintu kamar mertua nya,dia bisa melihat Mama mertua nya sedang duduk berbincang dengan ibu nya.


"Waalaikum salam.."Jawab mereka hampir bersamaan.


"Binar...???"


"Ada apa Nak..??"Bu Retno bangkit menyongsong putri nya.


"Iya,ada apa sayang...??"Kok belum bobo..??


"Mana suami kamu..???Sambung Bu Widya sambil celingak celinguk mencari keberadaan putra semata wayang nya itu.


"Mas Hisam masih belum selesai dengan Ritual nya ma,makanya Binar samperin kalian kesini...!!!"Jawabnya.


"Ritual...???"

__ADS_1


"Ritual apa maksudnya sayang...???mama nggak ngerti deh..??"Bu Widya begitu kaget mendengar nya.


"Iya nak, Ritual apa yang di lakukan suami kamu...???jangan ngawur kamu Nak..???"Bu Retno ikut menimpali.


"Binar menyesal ngomong seperti itu di hadapan mereka,Jadi berpikiran yang nggak-nggak kan mereka..!!!"sesal nya.


"Maafkan aku mas,Tapi kamu harus tanggung jawab nanti nya"Ujarnya dalam hati sambil cekikikan memikirkan bagaimana reaksi suami nya nanti saat tau soal itu.


"Ritual bagaimana sih maksudnya sayang???,perasaan mama dan papa tidak pernah liat atau sampai mengajarkan mas kamu Ritual-ritual begituan sebelum tidur???Bu Widya masih terus bertanya dengan rasa penasaran.


Binar hanya bisa nyengir mendengar nya,


"Mama sama ibu tanya aja nanti sama mas Hisam kalau dia ke sini,aku nggak tau ngejelasin nya"Jawab nya memilih angkat tangan karena memang dia nggak tau mau jawab apa,nggak mungkin dia harus ngomong yang sejujur nya di hadapan mereka.


"Oh..yah ma,Papa mana..???Kok nggak keliatan..???"Binar langsung mengalihkan topik pembicaraan.


"Dia sudah tidur sayang di kamar sebelah,Kayaknya papa kamu kecapean banget dari sore dia udah ngorok,mama dan ibu kamu sengaja mengambil kamar berdua di sini agar kami bisa bernostalgia masa masa indah kami dulu"Ucap Bu Widya begitu senang nya.


"Kasian papa dong,tidurnya sendirian..!!!"


"Nggak apa-apa sayang,Karena mulai dari sekarang papa harus terbiasa tidur tanpa mama,karena jika nanti cucu mama uda lahir mama tidak akan melewatkan satu malam saja untuk tidak tidur dengan cucu kesayangan mama"Ujar Bu Widya mulai berangan-angan.


Binar hanya terdiam mendengarnya,


Bu Retno langsung berdehem kecil,saat bisa membaca situasi melihat raut wajah putrinya tiba-tiba berubah mendengar ucapan mertuanya barusan,


"Sebaiknya kita duduk dulu sambil ngobrol nya Nak"


Bu Widya pun menyadari kekeliruan nya saat Besan nya itu ngasi bahasa isyarat pada nya.


"Maafkan mama sayang,Mama begitu sangat antusias melihat kebahagian kalian,maafkan mama bukan maksud mama untuk membuatmu bersedih lagi tapi ini naluri seorang nenek Sayang"Bu Widya segera merangkulnya."


"Nggak apa-apa ma,Binar paham kok soal itu"Jawabnya dengan suara serak menahan haru.


"Mama sangat menyayangi kamu sayang,jangan pernah berpikir untuk pergi dari kehidupan kami"


"Iya..ma,Binar juga sangat menyayangi kalian,terima kasih banyak ma untuk segala cinta dan kasih sayang yang mama papa curahkan selama ini,Binar sangat bangga bisa menjadi bagian dari keluarga ini"Jawab nya mulai sesunggukan di pelukan mertua nya.


"Sudahlah Nak,hapus air mata kamu,tidak baik di hari bahagia ini ada tetesan air mata.Ibu hanya ingin melihat senyum yang senantiasa menghiasi wajah ini "Timpal Bu Retno ikut terharu.


Binar hanya mengangguk,sembari melepaskan diri dari pelukan mertuanya.


Segera menghapus air matanya lalu menarik napas panjang kemudian menghembuskan nya secara perlahan.


"Ya..udah,mama dan ibu sudah makan malam..???tanya nya berusaha mencairkan suasana yang tadi nya sempat tersentil sedikit.


"Belum Nak,Tapi mama kamu udah pesan kayaknya tadi,mungkin bentar lagi nyampe"Bu Retno yang menyahut.


"Mama udah mesan kok, lewat koki handal keluarga kita sayang jangan khawatir mama juga sudah sekalian pesan buat kalian,mungkin 15 menit lagi datang,Tapi sebelum nya mama mau nungguin suami kamu dulu,mama masih penasaran tentang Ritualnya itu...???Awas saja kalau dia berani bohong sama mama atau sampai macam-macam,dia bakal tidur sendirian juga seperti papa"Ancam Bu Widya nggak main-main,membuat Binar hanya bisa mijit kening mendengarnya.

__ADS_1


"Mas,kamu yang sabar yah....!!!Desisnya dalam hati merasa berdosa.


***********$$$$$$$$$$$$***************


__ADS_2