
Hisam menempuh jarak dengan kecepatan 100 kilometer per Jam,Dan baru sampai Jogja sekitar jam 7 malam lewat beberapa menit.
Setelah memarkirkan kendaraannya di garasi,cukup lama dia Berdiam diri di dalam mobil sebelum akhirnya memilih untuk turun karena sebenarnya dia agak ragu untuk melangkah masuk,Ntah alasan apa yang akan dia utarakan Ke Istrinya soal kedatangannya yang tiba-tiba menyusul dirinya ke Jogja.Tapi Hatinya berkata lain dia lebih tidak tenang jika belum melihat kondisi Binar yang sesungguhnya.
Dengan ragu-ragu dia melangkah pelan-pelan menuju pintu dan mengetuknya secara perlahan.
Lama baru ada yang membuka pintu,itupun sampai membuat hatinya Deg-degan menunggu.
"Nak Hisam...???pekik Bu Retno setengah percaya saat melihat siapa seseorang yang tengah berdiri di balik pintu.
"Assallamu alaikum Bu..."
"Waalaikum salam...Nak,ayo silahkan masuk...!!!
"semuanya baik-baik saja kan Nak?Nggak ada halangan apa-apa di jalan??tanya Bu Retno sambil memandangi Hisam,memeriksa keadaannya tak kurang satu pun,dia senang sekali melihat kedatangan menantunya saat itu.
"Alhamdulilah Bu,Jawab Hisam sambil duduk kemudian mengedarkan pandangannya ke segala arah mencari sosok Istrinya.
"Binar lagi istirahat di kamarnya Nak...!!!
Sebentar ibu panggilkan dulu"
Bu Retno segera beranjak dari duduknya,dia segera bisa menyadari arti sorot mata menantunya yang tengah mencari keberadaan istrinya meski dia belum sempat menanyakannya.
"Sepeninggal mertuanya,Hisam hanya bisa menarik napas yang panjang,Pikirannya sedang kalut Ntah harus menjawab Apa Saat dirinya bertemu dengan Binar Tapi hatinya lebih menginginkan itu, untuk segera bisa menemuinya.
"Tidak lama kemudian Bu Retno kembali lagi dari dalam sambil membawa segelas kopi serta cemilan.
"Ayo diminum dulu Nak,Jarak perjalanan ke sini cukup jauh dan memakan waktu yang lama...Ibu Yakin Nak Hisam pasti sangat kehausan"Tebak Bu Retno.
"Iya Bu...Terima kasih,Hisam segera mengambil segelas Kopi itu ke tangannya sambil
Ekor mata nya kembali menengok ke arah dalam,berharap seseorang segera muncul menampakkan batang hidungnya namun belum juga ada tanda-tanda.
"Bu Retno menyunggingkan senyum di bibirnya,ada perasaan lega di sudut hatinya saat melihat kedatangan menantunya saat itu,
Meski Binar sempat mengatakan soal mereka yang lagi bertengkar tapi dia sangat yakin sebentar lagi akan tercipta perdamaian Di antara keduanya.Dia sangat senang akhirnya Hisam bisa berbesar hati menyusul istrinya ke sini.
"Hisam terlihat mulai gelisah ketika sudah merasa cukup lama menunggu, meski di temani berbincang-bincang oleh Bu Retno, Tapi dia seperti tidak fokus, pikirannya Ntah terbang kemana?Kopi yang dibuatkan Bu Retno pun sudah hampir habis di minumnya sebagai penghilang ketegangan menunggu kemunculan Binar.
Tidak lama berselang Binar Akhirnya muncul dari dalam,Mukanya terlihat segar setelah sempat tertidur karena terlalu kekenyangan,dengan memakai daster Hijau Army kesukaannya malam itu dia terlihat anggun dan menawan sekali,
Hisam bahkan tak berkedip menatapnya,Berkali-kali dia menelan air liurnya mencoba menghilangkan kegugupannya.
"Nah..!!! Tuh dia orangnya sudah datang, ibu tinggal dulu yah ke dalam...!!! mau masakin sesuatu buat nak Hisam karena pasti belum makan malam kan...???Tebak Bu Retno.
"Ah...nggak usah Bu,nggak usah repot-repot.kebetulan Hisam sudah kenyang kok...!!!Jawab Hisam
"Memangnya Nak Hisam sudah makan malam???
"Dimana...???
"Apa sempat singgah di jalan tadi???Tanya Bu Retno kembali ingin memastikan.
"Dengan sedikit ragu Hisam mengangguk lemah,
"Udah..Bu,nggak usah capek-capek buat masak...!!!
"Orang kalau sudah kenyang nggak akan makan lagi"Ketusnya dengan sedikit kesal.
"Ya..sudah,ibu tinggal ke belakang dulu yah..!!!pamitnya, ingin memberikan ruang untuk keduanya mengobrol karena Bu Retno paham keduanya lagi punya masalah dan berharap itu tidak berlarut-larut dan segera bisa di selesaikan secepatnya.
"Mas Hisam ngapain nyusul aku ke sini???Tanyanya tanpa sedikit pun menengok ke arahnya.
"Hisam mendesah,lalu menarik napas panjang.
"Aku ke sini mau ketemu ibu,sekalian memastikan kondisi kamu baik-baik saja.."Jawabnya sedikit ragu.
"Seperti yang mas Hisam lihat,aku baik-baik saja bahkan sangat baik jadi nggak ada yang perlu di khawatirkan lagi..."Binar masih merasa kesal dan kecewa. Seandainya tidak dipaksa oleh sang Ibu mungkin dia nggak akan mau keluar menemui Hisam saat itu,makanya tadi dengan malas-malasan dia malah ogah bangun,jadinya kelamaan dia baru muncul ke depan.
"Hisam memilih diam,dia tau Wanita yang ada dihadapannya ini lagi melampiaskan kekesalannya padanya.
"Mas Hisam tunggu apa lagi??kan sudah ketemu ibu dan aku juga ternyata baik-baik saja kan..???Jadi mau apa lagi,aku nggak punya waktu untuk duduk mengobrol dengan hal-hal yang tidak penting,aku masih ngantuk..!!!aku capek dan pengen istirahat"Ucapnya tak memikirkan perasaan Hisam sama sekali.
"Baiklah,tapi boleh kan kalau saya bermalam di sini..???
jarak pulang ke rumah,cukup jauh..!!!
Ntar tengah malam baru bisa nyampe rumah..!!!itu pun kalau nggak ada halangan apa-apa di jalan..!!!"Tanyanya pelan sambil menatapnya penuh harap menunggu kepastian darinya.
"Binar jadi merasa tidak tega mendengarnya,Dia sebenarnya merasa kasihan melihat kedatangan suaminya saat itu tapi egonya terlalu tinggi mengalahkan segalanya demi bisa melupakan begitu saja perkataan Hisam kemarin yang sungguh membuatnya sangat sakit hati,mungkin bawaan lagi mengandung,cepat banget tersinggung nya.
"Eh...Nak Hisam jangan pulang,ini sudah kemalaman,nanti kalau ada apa-apa dijalan bagaimana...???Cegah Bu Retno tiba-tiba nongol menjadi Dewi penyelamat bagi Hisam saat mendengar buntut-buntut pembicaraan mereka.
__ADS_1
"Biarin aja Bu,kalau Dia mau pulang"celetuk Binar.
"Binar,kamu apa-apaan sih...!!!
"Nggak kasihan ngeliat Nak Hisam...???
Ayo Nak,kamu masuklah istirahat...!!!
Pulangnya Nanti besok saja...!!!
lagian ini kali pertama Nak Hisam bermalam dirumah ibu.
Maklum yah Nak,rumah ibu sangat sempit dan sederhana,tapi di sinilah tempat ibu membesarkan istri kamu,masa kecilnya di lalui di rumah ini,suka Dukanya ada ditempat ini,itulah kenapa Dia paling senang dan sangat betah jika dia bisa pulang ke rumah ini,moga-moga Nak Hisam juga bisa betah tinggal di sini biar tiap saat bisa menjenguk ibu kemari"ucap Bu Retno penuh harap dan tanpa sadar dia jadi menceritakan kelakuan Binar.
"Yah,tentu saja Bu...!!!sahut Hisam pelan,
"Binar hanya bisa terdiam mendengar ibunya berbicara panjang lebar soal dirinya.
Dengan melengos dia melangkah masuk ke dalam,Bu Retno hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah laku putrinya saat itu.
"Maafkan Binar yah Nak,Maklumi keadaan istri kamu.Itu bawaan anak yang di kandungnya,selamat yah Nak sebentar lagi kamu akan menjadi seorang Ayah.."Ucap Bu Retno sangat bahagia.
"Iya..bu,
"Jadi ini maksud kepulangan kamu,ingin memberitahu ibu langsung soal ini..???
"Maafkan aku yang tidak pernah mau mengerti hal itu??ujar Hisam dalam hatinya.
Ya..sudah,kamu masuklah untuk istirahat Nak...!!!
Kamar Binar ada di Ruang tengah,Tunjuk Bik Ranti.
"Baik Bu,
Dengan ragu-ragu,Hisam melangkah masuk ke dalam dan mencari kamar Yang di maksud oleh mertuanya itu,
Nggak mungkin juga dia tetap bertahan diluar dan memilih tidur Di Sopa,nanti yang ada Bu Retno akan curiga dan berpikir yang macam-macam meski Sang penghuni kamar tidak begitu senang melihat keberadaannya tapi biarlah, itu lebih baik dari pada dia harus bermalam di dalam mobilnya karena diusir keluar.
"Awalnya Hisam begitu ragu untuk masuk tapi demi dilihatnya Bu Retno masih berseliweran diluar dan memperhatikan gelagatnya membuatnya tanpa mikir dua kali lagi,dia lansung menarik gagang pintu dan mendorongnya,Binar yang baru saja akan tidur jadi terkejut melihatnya,
Tanpa sengaja tatapan mereka bertemu,
"Ngapain mas Hisam masuk ke kamar aku???Tanyanya dengan galak.
jadi punya alasan untuk membela dirinya sendiri.
"Cihhhh...mentang-mentang ibu ngedukung kamu,seenaknya saja masuk ke kamarnya orang.Tidur sana di sopa atau di atas tikar saja sekalian???sungutnya semakin kesal saja di buatnya.
"Hisam tak menanggapinya,dia memilih melangkah untuk duduk di atas sopa sambil membuka Jas kerjanya.
"Binar meliriknya sebentar,Ntah perasan apa yang merasuki tubuhnya tiba-tiba dia merasa jantungnya berdebar tak menentu lagi apalagi sekamar berdua dengan suaminya saat itu,tapi dia berpura-pura untuk tetap tenang meski hatinya terus bergejolak.
"Hisam terlihat memegang perutnya sambil merebahkan tubuhnya di atas sopa,dia terlihat sangat lemah dan sangat kelelahan.Binar tetap acuh tak acuh bahkan dia berpikir bodoh" peduli amat...Desisnya dalam hati.
"Binar yang baru saja mau memejamkam matanya kembali tiba-tiba terbangun ketika tanpa sengaja mendengar suara yang tak lazim baginya.
Dia segera menengok ke arah suara itu,Terlihat suaminya yang sedang nyengir saat ketahuan Perutnya membunyikan suara khasnya.
"Jadi mas Hisam Berbohong kalau sudah makan malam...???tebaknya dengan tatapan penuh selidik.
"Hisam hanya menganggukkan kepalanya sambil tersipu malu,tak berani menatapnya.
"Tanpa pikir panjang Binar langsung menyingkap selimutnya dan bergegas turun dari tempat tidur.
"Eh...kamu mau kemana lagi?katanya tadi udah mengantuk?"Cegah Hisam.
"Mas Hisam pasti kelaparan,ayo aku buatkan sesuatu...!!!Ucapnya begitu kasihan, tiba-tiba langsung berubah 180 derajat.
"Nggak...!!!
"Aku nggak lapar kok...!!!
"Besok aja,sekarang kamu harus istirahat"Cegahnya.
"Memang mas Hisam bisa tidur,sementara perut terus berbunyi minta di isi..???
"Nanti aku usahain,daripada harus merepotkan kamu...!!!
"Aku lebih kasihan,kalau mas Hisam tidur dalam keadaan perut kosong,Ayo buruan aku masakin sesuatu yang bisa ganjal perut kamu setidaknya bisa bertahan sampai besok pagi"Ujar Binar merasa iba dan menyesal tak menyisakan sedikit makanan tadi buat suaminya,
"Salah sendiri,siapa suruh tak bilang mau datang ke sini...???ibu bahkan memaksa aku memakan semua masakannya tadi,sampai-sampai aku bawaannya cepat ngantuk dan pengen tidur mulu.Binar tanpa sadar menceritakan semua kejadian yang sempat di alaminya tadi pada Hisam.
"Hisam hanya tersenyum mendengarnya sambil mengikutinya keluar dari kamar menuju dapur.
__ADS_1
"Kamu yakin mau masakin aku sesuatu,Nanti kamu malah kecapean...???
"Nggak Kok,masaknya cuman bentar doang...!!!
Mas Hisam silahkan duduk di sini,sebentar saya bikinkan Mie Ayam yang cukup praktis"Jawabnya sambil dengan cekatan tangannya mulai bekerja.
"Hisam menurut duduk di depan meja makan sambil sesekali meliriknya,memperhatikannya memasak mie Ayam untuknya.Dia memang sengaja tadi nggak singgah untuk makan malam di jalan karena memburu waktu sesegera mungkin agar bisa secepatnya sampai dan menemuinya.
15 menit kemudian semangkok Mie sudah terhidang di atas meja lengkap dengan topingnya bahkan sudah siap untuk di santap.
Aromanya sudah tercium sangat enak,
"Ayo dimakan Mas,"ucapnya.
"Hisam hanya mengangguk lalu mulai melahap satu sendok mie ayam ke dalam mulutnya,
"Mmmnnnn...Enak...!!!Gumamnya sambil menyendok lagi untuk suapan yang kedua.
"Binar tanpa sadar menelan air liurnya sendiri melihat Hisam makan mie Ayam buatannya itu.
"Sepertinya keinginannya tidak bisa terbendung lagi untuk ikut mencicipi Mie Ayam itu.
"Mas Tunggu dulu,jangan dihabisin semua nya..??
aku juga mau"pintanya sambil menarik mangkok mie Ayam itu ke depannya.
"Hisam tak bisa berbuat apa-apa saat mie ayam itu sudah berpindah ke tangan Binar.
"Aku kan masih lapar,baru sedikit makan nya"Protes Hisam tak rela mie Ayam miliknya tiba-tiba di rebut olehnya.
"Biarin,siapa yang masak..???
"Aku...kan...???
"Siapa suruh bikin aku ngiller begini...???
Mie Ayam itu sudah masuk ke dalam mulutnya beberapa kali bahkan tanpa jeda sama sekali.
"Hisam hanya bisa menatapnya pasrah,
Meski dia masih sangat lapar tapi demi di lihatnya Binar makan begitu lahapnya dia merasa jadi kenyang sendiri,Tanpa sengaja dia menyunggingkan senyum di bibirnya melihat kelakuan Binar saat itu.
"Dan 5 menit kemudian mie Ayam itu beneran ludes tak bersisa bahkan sampai setetes kuahnya tak di sisakan sedikit pun.
"Alhamdulilah kenyang sekali,"Gumamnya tanpa merasa bersalah sama sekali.
"Maaf yah mas,Jatah mie Ayamnya aku embat..soalnya Enak sekali,nggak nahan godaannya"Ujar Binar sambil tersipu malu.
"Nggak apa-apa...!!!
"Sebentar yah,
Binar segera beranjak dari duduknya,mengambil sesuatu di dalam lemari lalu membawa sesuatu ke hadapan Hisam.
"Ini Roti selai yang ibu sempat beli tadi Mas,
Mas Hisam kalau memag masih laper,bisa makan ini..!!ucapnya tanpa merasa berdosa sama sekali.
"Yah...iyalah masih laper..???Wong Mie Ayamnya baru dua kali suapan sudah kamu ambil"Gerutu Hisam dalam hati lalu mengambil sepotong Roti itu dan memakannya,Karena memang masih sangat lapar.
"Kamu nggak ngiller lagi??tanyanya ketika meliriknya,lagi-lagi Binar sedang mengamatinya makan.
"Binar menggeleng sambil tersenyum simpul.
"Aku nggak doyan Roti"Sahutnya.
"kirain masih Ngiller,nggak bakalan aku kasi lagi"Ujar Hisam sambil meraih Roti itu semua ke pangkuannya.
"Habisin Aja Semua,Aku mau tidur...!!!ucapnya lalu segera berlalu meninggalkannya.
"Hisam hanya bisa menatapnya,lalu tanpa sadar hampir menghabiskan semua Roti yang di atas meja hingga dia merasa cukup kenyang.
***********$$$$$$$$$$$$$***********
Assallamu alaikum kesayangan aku semua,kangen yah baru bisa update lagi...???
Maafkan atas ketidak nyamanan ini,semoga bisa di maklumi dan nggak buat kalian-kalian bosan nunggunya..!!! kembali ada tugas Negara lagi yang tidak bisa di kesampingkan jadinya nulisnya lelet banget.
Semoga kalian semua bahagia dan selalu dalam lindungan allah Swt,Aamiin..aamin.
"Jangan lupa like dan comentnya selalu yah,biar Author selalu semangat...💪💪💪
Salam sayang selalu,🥰😘😘😘😘😘
__ADS_1