
"Mata Hisam masih berapi-api,memandang Binar yang baru saja mengakui kalau menu itu dia yang buat sendiri.
"Lho Ada apa mas..???memang kenapa dengan masakan aku ini...???
"Apa ada yang salah???tanya Binar heran dan masih tidak mengerti juga.
"Silahkan...kamu habiskan makanan ini sendiri,aku sudah tidak berselera "ucap Hisam dengan ketus sambil berdiri dari kursinya dan berlalu pergi dari meja makan tanpa mau menyentuh makanan apa pun lagi.
"Binar berbalik menatap kedua mertuanya yang tiba tiba saling terdiam melihat kejadian itu.
"Ma...pa,Ada apa dengan mas Hisam???
"Kenapa dengan masakan aku ini...???
Bukankah ini kepiting asam manis,kesukaan kalian...???tanya Binar apa adanya.
"Bu Widya menatap suaminya sebentar lalu mendekati menantunya itu,
"Nggak apa-apa sayang,Ayo kamu makan duluan sama papa yah..!!!biar aku yang temui mas Kamu dulu"ucap Bu Widya lalu berlalu pergi meninggalkan mereka.
"Ayo..nak,ayo kita makan malam..nanti masakan kamu keburu dingin"Ajak pak Indra mencoba mencairkan suasana.
"Tapi ..pa,
"Udah,nanti mama dan Hisam akan menyusul kita"ucap Pak Indra.
Baik..pa,
"Bik...ayo kita makan sama-sama"ajak Binar mencoba bersikap biasa saja meski dia yakin ada sesuatu yang membuat suaminya tadi spontan memberikan reaksi seperti itu dan kedua mertuanya pun sepertinya mencoba menyembunyikan semua itu darinya.
"Iya..
"Ayo..Bik,ikutlah makan bersama kami"Ajak Pak Indra juga dengan ramah pada bik Ranti.
"Makasih Tuan besar,tapi Bibik masih ada kerjaan di dalam,nanti saja tuan..
"Silahkan Nona dan Tuan besar makan duluan..ucap Bik Ranti sopan tapi terlihat masih sedikit gemetar.
"Saya permisi ke dalam dulu..Tuan..ucapnya lagi.
"Bibik...tunggu....!!!!
"Panggil Binar,
"Iya..ada apa..Non...???tanya bik Ranti.
"Maafkan atas sikap Tuan muda tadi yah..bik,
"Maafkan Binar juga,karena gara-gara Binar bibik yang kena marah"ucapnya merasa bersalah sekali sambil memeluk bahu Bik Ranti.
"Nggak apa-apa kok..Non,
"Nona jangan merasa bersalah seperti itu,Bibik nggak apa-apa kok."jawab Bik Ranti.
"Binar lansung memeluknya..
"Makasih..yah bik"ucap Binar di telinga bik Ranti
Bik Ranti sendiri merasa risih dipeluk seperti itu di depan pak Indra.
"Sama-sama Non,jawabnya sambil dengan cepat melepaskan pelukan Binar karena merasa tidak enak dilihat oleh Tuan besarnya.
Tapi pak Indra malah tersenyum haru melihat kebaikan hati menantunya itu yang memperlakukan pembantunya begitu baik.
"Permisi Tuan..ucapnya menunduk malu lalu kembali kebelakang.
"Ayo..pa,
"Ajak Binar sambil duduk ditempatnya semula,meski seleranya sudah nggak ada tapi dia memaksa untuk makan demi menemani pak Indra mertuanya.
"Kepiting asam manis yang capek-capek dibuatnya tadi tak disentuh oleh siapa pun karena sepertinya pak Indra pun enggan untuk mencicipinya,Binar pun tidak berani mempertanyakan soal itu lagi apalagi setelah melihat reaksi Hisam yang menurutnya sangat berlebihan tadi, tapi jauh di dalam lubuk hatinya yang paling dalam penuh dengan tanda tanya????
"Ada Apa Sebenarnya...?????
.........................
"Hisam tengah berada di dalam kamarnya kemarahan masih tampak di raut wajahnya,
Bu Widya melangkah masuk menemuinya..
"Sayang,ayo kita makan Nak...!!!
"Katanya tadi kamu sangat lapar,"ucap Bu Widya dengan lembut.
"Aku sudah nggak lapar lagi ma,selera aku hilang gara-gara menantu mama itu..!!!
"jawabnya dengan ketus,
"Jangan salahkan Binar sayang,dia nggak tau apa-apa soal itu.
"Kasihan dia,kamu bentak seperti itu,
Mama sangat kecewa sama kamu,teganya kamu perlakukan istri kamu seperti itu di depan mata mama dan papa.."ucap Bu Widya kecewa.
"Mama lebih membela dia ketimbang aku..??
"Hah......????
__ADS_1
"Mama pasti tau apa alasan aku seperti ini..kan???
"Bertahun-tahun aku mencoba untuk bangkit dan melupakan semuanya tapi karena ulah menantu mama itu semuanya kembali sirna dalam sekejap"ucap Hisam dengan suara parau,gemetar menahan sesuatu yang kembali hadir mengoyak-ngoyak perasaannya.
"Mama tau dan mengerti sayang,tapi Bisa kan..kamu tidak bersikap seperti itu tadi di depan istri kamu,kasihan dia..dia nggak tau sama sekali hal itu"ucap Bu Widya mencoba menenangkan putranya.
"Hisam mengusap kasar wajahnya saat itu,
"Mama ingin,kamu bisa move on dari itu semua.
"Mama pikir kamu sudah bisa melupakan itu semua karena kehadiran Binar di sisi kamu..??tapi nyatanya sekarang..???Apa...ini....???
"Kenapa kamu bisa seperti ini lagi sih sayang???
"Tanya Bu Widya heran dan juga bersedih.
"Menu itu,tidak akan bisa hilang dari memori aku ma"ucap Hisam.
"Aku...
"cukup...!!!!
"cukup....
"Mama,tidak mau mendengar apa pun soal dia lagi dari kamu,sudah cukup penderitaan yang dia kasi ke putranya mama.
"Sekarang hanya ada satu wanita di hidup kamu,yaitu Menantu mama"tegas bu Widya sambil memeluk Hisam yang seperti linglung tak punya tujuan hidup.
"Aku...
"Aku...sepertinya kalah lagi ma...bisiknya.
"Tidak sayang,tidak...,mama mau kamu move on dari itu semua.
"Jangan kecewakan mama dan papa sayang"pinta Bu Widya dengan suara serak menahan tangis sambil terus memeluknya.
"Hisam hanya menatap lurus ke depan,Ntah pikirannya kemana??? Tapi tatapannya begitu kosong.
tiba-tiba pintu di ketuk oleh seseorang..membuat keduanya tersentak,
Cepat-cepat bu Widya menghapus air mata yang jatuh menetes di pipinya lalu kembali menepuk pundak putranya itu,memberikan dorongan semangat lalu berbalik ke arah pintu.
"Siapa...???teriaknya dari dalam.
"ini,Binar...ma
"Oh...Binar,
Ayo, masuklah...sayang....!!!!"panggilnya"
"Ayo...masuklah,ayo...mendekat-lah ke sini sayang...ucapnya ketika melihat Binar seperti ragu untuk mendekat sambil berdiri menyambutnya.
"Ini ma,makan malam buat mas Hisam"ucapnya sambil menyimpan baki itu diatas meja.
"Aku mau sendiri ma,
"Bisa tinggalkan aku sendiri,ucap Hisam.
membuat Binar,perlahan mundur ke belakang
"Tapi sayang,kamu makan dulu nanti kamu sakit kalau sampai telat makan nya"ucap Bu Widya khawatir.
"Tinggalkan aku sendiri ma,"pintanya sekali lagi dengan suara yang mulai agak meninggi dan itu artinya mau nggak mau Bu Widya harus meninggalkan tempat itu sekarang juga.
"Ya..sudah,mama dan Binar keluar yah.
"Ayo..sayang"ajak Bu Widya pada Binar.
Mereka pun akhirnya pergi meninggalkan Hisam sendirian di dalam kamar.
"Maafkan sikap mas Kamu..tadi yah sayang...!!!"ucap Bu Widya sambil meraih tangan Binar ke dalam genggamannya.
"Binar tersenyum,
"Aku nggak apa-apa kok ma,justru yang aku khawatirkan itu keadaan mas Hisam.
"Ada apa sebenarnya ma...???
"Apa Binar boleh tau....???tanya nya cukup penasaran...
Membuat Bu Widya cukup lama terdiam,
lalu menatap Menantu yang sangat disayanginya itu.
"Dia lalu menarik napas,kemudian....
"Belum saatnya kamu tau sayang,tapi mama janji suatu saat mama akan menceritakan semuanya.
"Satu permintaan mama,sayangi dan cintailah suami kamu sepenuh hati,dan jangan pernah sia-sia kan putra mama yah sayang.."pinta Bu Widya dengan suara serak sambil menahan kesedihannya lagi.
"Ma...apa pun itu Binar,tidak akan memaksa mama untuk cerita apa pun kalau hal itu hanya akan membuat mama bersedih seperti ini.
"Udah yah ma....!!!Ayo..aku temenin mama untuk makan malam yah?"Ajaknya sambil menggandeng lengan Bu Widya turun ke bawah.
"Bu Widya terharu melihat kebaikan hati dan perhatian Binar yang begitu tulus kepadanya.
.............................
__ADS_1
"Tengah malam,Binar terbangun gara gara gatal yang begitu menyiksanya.
"Dia bergegas bangun dan menyalakan lampu,dia begitu terkejut tatkala memandangi sekujur tubuhnya penuh dengan bentol bentol yang memerah dan sangat gatal.
Dia mulai menggaruk kesana kemari,
saking gatalnya..
"Dan tanpa pikir panjang lagi dia lansung berlari keluar kamar,dan turun ke bawah Ntah dia mau berbuat apa lagi.
"Aduh...apa ini...???
"Kenapa gatal begini sih...???ringisnya kemudian,sambil terus menggaruk seluruh tubuhnya.
"Dia benar benar merasa tersiksa sekali...
"Bunyi gaduh di pojok obat membangunkan Bik Ranti yang tidur tidak begitu jauh dari tempat itu,dia lansung bangun dan melihat apa yang terjadi.
"Tampak,Binar tengah menggeledah dan mencari sesuatu sehingga tanpa sadar membuat sebagian obat-obatan yang tadinya tersusun rapi di Rak obat jadi berantakan dan berserakan di lantai.
"Astagfirullah.....!!!!!
"Ada apa..Non...??
tanyanya dengan heran sambil mendekat.
"Bik Ranti...
"Ini Bik,aku kok bisa gatal begini sih?ucapnya sambil terus menggaruk kayak orang kesurupan.
"Astaga.....!!!
"Kulit Nona,memerah semua...ucap Bik Ranti kaget.
"Iya bik,tadi aku terbangun dan sudah memerah seperti ini dan rasa gatalnya tak tertahankan lagi bik"ucap Binar.
"Kenapa bisa begini sih..Non...???tanua Bik Ranti sambil membantu Binar mencari obat.
"Tolong cariin obat bik,apa kek..yang bisa meredakan rasa gatalnya,ringis Binar merasa tersiksa menahan gatal.
"Iya..Non,tunggu sebentar yah...!!!
ucap Bik Ranti lalu berlalu masuk ke dalam kamarnya,sementara itu sepasang mata sedang memperhatikannya dari jauh...
"Hisam tengah berdiri di tengah kegelapan malam sambil berdiri dibalik tembok memperhatikannya,tadinya dia terbangun ingin mengambil air putih tapi demi di lihatnya seseorang sedang sibuk mengacak-acak tempat obat membuat dirinya mengurungkan niatnya sebentar yang ingin ke dapur,Tapi malah berbalik berdiri di situ mengawasinya,
"Tidak lama kemudian,dia melihat Bik Ranti datang membawa sesuatu..
"Ini..Non,semoga ini bisa membantu meredakan rasa gatalnya "terdengar Bik Ranti ikutan panik sambil memberikan sebotol ramuan obat kepada Binar.
"Tolong bantuin aku Bik,aku sudah tidak tahan..
"Gatal sekali..Bik"ringisnya lagi.
"Apa jangan-jangan,ini gara gara kepiting yang tadi Non Binar pegang yah?ucap Bik Ranti tiba-tiba.
"Nona..kan,Alergi Seafood,ucapnya lagi.
Dan benar saja Binar baru menyadarinya,
"Yah...Bisa jadi sih Bik,
tapi tadi kan nggak kenapa-kenapa?
kok sekarang jadi begini sih...???jawabnya sambil tergesa-gesa mengoleskan obat yang dibawa oleh Bik Ranti tadi.
"Hisam bisa mendengar percakapan mereka dengan jelas.
"Bibik kan,memang sudah mengingatkan Nona tadi.
"Non Binar yang ngeyel banget sih,
"Kalau sudah begini,kan Nona yang kasihan.
sudah masakannya nggak dihargai,eh..malah nona Yang dapat gatalnya juga"keluh Bik Ranti karena begitu kasihan melihatnya dalam kondisi seperti itu.
"Karena dia juga sempat melihat menu yang dibuat tadi oleh Binar itu sudah di buang di bak sampah dan tak di cicipi sama sekali oleh siapa pun karena memang dia sendiri tidak makan seafood juga.
"Ah...nggak apa -apa kok Bik, sudah agak baikan kok,setelah di kasih obat oleh bibik.
"Obat bibik manjur juga yah...???ucap Binar tatkala merasakan rasa gatalnya sedikit mulai berkurang setelah di olesi obat yang bik Ranti kasih.
"Oh..alhmdulilah,
"Syukurlah..Non,
Ayo bibik bantu olesi di lengan Nona juga..kata Bik Ranti.
"Iya..bik,
"Hisam baru beranjak dari tempat persembunyiannya ketika sudah melihat Binar sudah kembali ke kamarnya.
"Dia sempat menatap istrinya itu sampai menghilang dibalik pintu kamar.
Dia pun segera berlalu masuk ke dalam untuk mengambil air putih.
****************$$$$$$$$$$$***********
__ADS_1