
"Kenapa kamu biarkan Tuan Hisam pulang sendiri sih say...???Amanda begitu menyesali sikap Binar yang begitu dingin pada idolanya.
"Aku bahkan melihat kekecewaan dan kesedihan yang begitu mendalam di matanya,Saat kamu mengusirnya pergi dari sini...!!!
"Nggak ada yang mengusirnya say"
"Iya sama aja,karena kamu menyuruhnya dan membiarkannya pergi,padahal dia sudah jujur mengakui perasaannya sama kamu,dan kamu malah bersikap seperti ini...???Sesal Amanda,
"Kenapa aku merasa pengakuannya itu terlambat bagiku,kenapa tidak di saat aku masih mengandung darah dagingnya,biar aku bisa merasakan kepercayaan diriku dalam mengandung calon buah hatinya,seolah-olah saat ini dia hanya mengasihani aku..."
"Mungkin karena selama ini,kamunya aja yang kurang peka say...???toh kamu bilang selama kamu hamil dia begitu perhatian sama kamu,Bahkan menuruti semua permintaan kamu,Menurutku dari situlah kamu bisa menilai bagaimana sebenarnya perasaan dia ke kamu...???
"Aku yakin dia melakukan itu semua karena hanya mementingkan calon bayi nya saja"Ntah kenapa Binar begitu yakin,
"Kenapa kamu bisa punya pikiran seperti itu sih??aku sendiri sangat percaya dan sangat yakin jika saat ini tuan Hisam benar-benar punya perasaan sama kamu,Mungkin kamu sendiri yang terlambat menyadarinya,"Amanda terus berusaha meyakinkannya.
"Binar hanya menarik napas yang panjang,
"Lagian bagaimana mungkin sih,dia tidak punya perasaan sama kamu sementara kamu sendiri...???Amanda menghentikan ucapannya sebentar,dia agak ragu ingin mengucapkannya,
"Maaf yah say,bukan maksudku untuk menambah duka kamu tapi aku hanya tidak habis pikir,bagaimana mungkin kamu bilang tuan Hisam tidak suka sama kamu sementara kamu bisa hamil???tanyanya begitu pelan,
"Yang aku tau itu,orang hanya akan melakukan hal itu atas dasar suka sama suka,dan Tuan Hisam adalah laki-laki yang berbeda,dia tidak mungkin akan melakukan hal itu tanpa dasar cinta,dia itu lelaki terhormat say,dia bukan lelaki yang hanya menuruti napsu dia doang,Seandainya dia laki-laki seperti itu berjibun wanita bisa dia tiduri dalam satu malam, tapi ini tidak,dia hanya menyentuh kamu"Ujar Amanda semakin yakin.
"Heh,kamu nggak tau say bagaimana kejadian itu bisa terjadi...???
"Aku sendiri sangat malu jika harus mengingat kejadian itu lagi"
"Apa maksud kamu say,kok aku malah jadi bingung...???
"Perlahan Binar menceritakannya dari awal,meski ada keraguan dihatinya untuk menceritakan hal itu,tapi rasanya sudah tidak ada lagi yang harus dia sembunyikan pada sahabatnya itu.
__ADS_1
"Jadi bagaimana mungkin kamu bisa menarik kesimpulan seperti itu say...???Karena pada kenyataannya dia melakukan itu karena terpaksa,aku yang mengemis,aku yang sangat menginginkannya,dia hanya mengasihani aku pada saat itu,dan aku tidak pernah menyangka say,jika perbuatan kami waktu itu membuahkan hasil,mungkin karena itu allah begitu cepat mengambilnya dariku,karena kehadirannya tak pernah kami prediksi bahkan mungkin tidak pernah di harapkan"Ucap Binar sambil meneteskan air mata,Ntah kenapa setiap dia mengingat anaknya dia merasa sangat sedih dan gampang menangis.
"Maafkan aku say,karena pertanyaan ku ini malah membuat kamu kembali bersedih dan menangis,aku minta maaf...!!!Amanda langsung memeluknya dengan perasaan bersalah.
Binar tak mampu berkata-kata lagi,dia kembali larut ke dalam perasaannya dan terisak pilu.
********
"Hisam duduk termenung Sambil terus mengamati rumah mertuanya lewat kaca mobilnya,Ntah mengapa dia begitu berat meninggalkan rumah itu, padahal Hari itu dia sangat full skejul bahkan ada meeting penting dengan beberapa klien nya,Ntah kenapa itu semua tidak menjadi penting lagi buatnya sekarang,dia seperti nggak tenang meninggalkan Binar saat itu, meski tadi secara tidak langsung Binar memintanya pergi,
"Mas Hisam sebaiknya pulang,aku butuh waktu untuk berpikir,sekarang pikiranku lagi nggak menentu,aku ingin sendiri mas dan mungkin untuk beberapa waktu ke depan,aku mohon mas Hisam jangan menemuiku,"Pintanya dengan nada memohon,
Dan Ntah kenapa ucapan istrinya itu sungguh membuatnya gusar,sedih,kecewa semua bercampur jadi satu.
"Ternyata seperti inilah rasanya merasakan kembali jatuh cinta,karena cintaku padanya membuatku amat bahagia namun juga amat sedih seperti ini.Aku tidak tahu sejak kapan aku mulai mencintainya,tapi aku selalu ingat saat kami pertama kali melakukannya di hotel,membuat semuanya terasa sempurna dan menjadi momen yang membahagiakan saat kita sama-sama mencapai *******,seharusnya saat itu aku mulai sadar jika sebenarnya aku mulai mencintainya"Gumam Hisam semakin frustasi.
"Sebuah ketukan di kaca mobilnya, membuatnya tersentak dari lamunannya.
"Eh...ibu.....!!!
"Ibu baru pulang...???tanyanya sambil keluar dari mobilnya ingin menyapa mertuanya.
"Maaf nak,jika ibu sempat mengagetkan kamu tadi,soalnya ibu manggil-manggil dari tadi tapi nggak di gubris"Ujar Bu Retno sambil tersenyum melihat kelakuan menantunya itu.
"Oh,maaf Bu...!!!Hisam nggak dengar,"Jawabnya.
"Nggak apa-apa Nak,lagian kenapa kamu pergi ninggalin istri kamu Nak...???Sudah Mau balik sekarang...???Kenapa malah bengong di dalam mobil,ibu takutnya nanti kamu nggak nyadar nancap gas dan malah nabrak"Ucap Bu Retno sedikit cemas.
"Hisam tidak langsung menjawab,dia bingung harus menjawab apa pada ibu mertuanya saat itu,padahal baru tadi malam dia berjanji untuk menjaga dan melindung istrinya serta tidak akan pergi meninggalkannya.
"Tapi......"
__ADS_1
"Ada apa Nak...???Ada urusan penting...???
"Kalau memang ada pekerjaan kamu yang sangat penting,pulanglah Nak...!!! Ibu akan menjaga Istri kamu,lagian ibu sudah berencana menutup butik ibu untuk beberapa hari ini biar bisa punya banyak waktu untuk menemani istri kamu melewati masa-masa sulitnya ini"Ucap Bu Retno.
"Dia mengusir aku Bu,dan bilang tidak mau aku temui sampai waktu yang tidak bisa di tentukan"Sahut Hisam dengan tatapan mata serius namun pilu saat mengatakan itu pada Bu Retno.
"Apa....???
Bu Retno begitu kaget mendengar penuturan menantunya saat itu,dia merasa sedih tapi sebagai seorang ibu dia bisa mengerti bagaimana keadaan putrinya sekarang,Jiwanya sedang terguncang dan sangat terluka kehilangan anaknya,tapi sebagai mertua dia harus membesarkan hati menantunya saat itu,terlihat dia berpikir sebentar lalu menatap Menantunya dengan seksama.
"Pulanglah Nak,percayakan Istri kamu pada ibu,biarkan dia memulihkan tenaga dan pikirannya lebih dulu,ibu yakin semuanya akan kembali membaik Nak...!!!ucap Bu Retno berusaha meyakinkannya.
"Tapi Bu,aku nggak tega meninggalkannya dalam keadaan seperti itu,Hisam takut terjadi apa-apa lagi padanya,Hisam cukup kehilangan Anak kami bu,aku takut jika harus kehilangan dia juga Bu "Ucap Hisam jujur dengan mata berkaca-kaca.
"Bu Retno tidak bisa menahan haru mendengar penuturan menantunya saat itu,dia pun hanya bisa meneteskan air mata.
"Percayalah Nak,istri kamu akan baik-baik saja dan insya allah akan selalu dalam lindungannya,Apa kamu nggak yakin dengan semua bodiguard-bodiguard yang telah kamu sebar dari semalam bahkan di semua tempat demi melindungi keamanan Binar juga ibu...???
"Hisam menggeleng,
"Semenjak kejadian itu,rasanya aku sudah tidak mempercayai siapa-siapa lagi untuk menjaga keselamatannya Bu,Hisam hanya ingin melindunginya,membuatnya tenang dan tidak menangis lagi,"Ucap Hisam semakin sedih memikirkan itu semua.
"Ibu Paham Nak,Tapi demi menyembuhkan mental istri kamu saat ini,kamu harus mengalah dan menuruti kemauannya,Kamu bisa pantau dia dari dekat,Bisa lewat ibu atau mata-mata yang kamu bayar selama ini untuk selalu mengawasinya"
"Hisam terlihat berpikir sebentar,namun akhirnya mengangguk sambil menghapus air mata yang kembali keluar dari pelupuk matanya,Laki-laki memang di takdirkan untuk menjadi pribadi yang kuat dan tidak cengeng tapi Ntah kenapa,Dia tidak mampu membendung itu semua.Air mata laki-laki yang begitu tulus mencintai istrinya,itu yang bisa bu Retno lihat lewat sorot mata menantunya.
"Baiklah Bu,aku akan mengikuti permintaan Binar Bu,Hisam titip dia yah Bu...???Kalau ada apa-apa ibu bisa langsung kabari aku yah..???
Bu Retno hanya mengangguk,karena dia percaya menantunya itu bisa melakukan apa saja demi bisa melindungi istrinya,termasuk memasang cctv di setiap sudut rumah mereka,Bu Retno bahkan sempat memergoki beberapa dari mereka yang sedang bekerja, saat dia tengah terbangun dan sholat malam dini hari tadi.
************$$$$$$$$$$$$***********$
__ADS_1