
"Adzan Shubuh tengah berkumandang,membuat Binar segera terjaga meski rasa kantuk masih menyerang tapi dipaksa-nya untuk bangun
sembari mengucek-ngucek matanya,dia memperbaiki posisi duduknya,berusaha memulihkan kesadarannya yang masih setengah melek, tempat tidur yang begitu empuk dan sangat nyaman itu membuatnya sungguh terlelap semalaman.
"Dia menguap sebentar,lalu menyapu pandangannya ke segala arah,dia baru menyadari sepenuhnya bahwa kini dirinya tengah berada dirumah mertuanya,pandangannya berhenti pas diatas sopa,tampak suaminya masih tertidur dengan pulasnya,terdengar dengkurannya yang sangat jelas.
"Binar tersenyum sembari menatapnya,
"Maafin aku yah..Mas"ujarnya dalam hati.
"Lalu menyingkap selimut yang menutupi tubuhnya dan segera bangkit dari tempat tidurnya kemudian menuju kamar mandi untuk bersih-bersih dan mengambil Air wudhu lalu menunaikan sholat shubuh seperti biasanya.
"Selesai sholat shubuh,tadinya dia berniat ingin membangunkan Hisam tapi Niatnya itu di urungkan-nya demi dilihatnya suaminya itu terlihat sangat kelelahan.
"Dia menatap lekat wajah suaminya,
"Ntah perasaan apa yang tiba-tiba menjalar dihatinya,tapi dengan cepat dialihkan pandangannya ketika melihat Hisam menggeliat sebentar.
"Dia mengira Suaminya akan bangun,tapi malah menarik selimutnya dan melanjutkan tidurnya lagi.
"Binar menarik napas yang panjang,dengan ragu-ragu dia memperbaiki selimut Hisam yang melorot lalu segera pergi meninggalkannya,keluar kamar.
"Rencananya dia akan menemui kedua mertuanya.
...........
"Bagaimana kabarnya sekarang Pa..??
tanyanya pada pak Indra mertuanya ketika kala itu dia sedang duduk di sampingnya bersama ibu mertuanya Bu Widia.
"Alhmdulilah..Nak,sudah lebih baik sekarang.
jawab Pak Indra meski dengan suara yang masih agak lemah.
"Papa sudah mendingan sayang,hanya butuh istirahat yang cukup agar segera pulih kembali,tapi Dokter keluarga kita sudah janji akan datang lagi pagi ini,untuk memeriksa keadaan papa,kalian jangan khawatir papa cuman kecapean aja 'jawab Bu Widia ikut menimpali.
"Iya..Ma,semoga papa cepat baikan..sahut Binar.
"Iya..sayang,makasih yah kalian mau datang ke sini jengukin papa"
"Oh..yah,bagaimana dengan Mas..kamu??
"Apa dia belum bangun...???tanya Bu Widia ketika melihat Hisam belum nongol-nongol juga dari tadi.
"Sepertinya belum..Ma,
"Aku nggak tega bangunin dia..ma,
"Karena sepertinya dia kecapean banget ucap Binar memberi alasan.
"Kebiasaan dia sayang,kalau lagi nggak ngantor seperti itu,dia pasti akan telat bangunnya dan kadang dia akan tidur sepanjang hari jawab Bu Widia memberitahu kelakuan putra semata wayangnya itu.
"Sana..bangunin dia Nak,papa mau ketemu dan bicara sama dia pinta pak Indra.
"Baik..pa,
"Ma,saya tinggal dulu yah ucap Binar.
"Iya..sayang.
"Meski dengan perasaan was-was Binar akhirnya menuruti permintaan pak Indra untuk segera membangunkan Hisam walau dia Ragu bisa melakukannya.
"Tapi pada saat dia masuk ke dalam kamar,Dia sudah tidak mendapatkan siapa-siapa di sana.
"Oh..rupanya dia sudah bangun yah??jadi aku nggak usah repot-repot bangunin dia lagi,
"Syukur..deh..!!!"ucapnya dalam hati sambil celingak-celinguk mencari keberadaan suaminya,sekedar ingin menyampaikan pesan Pak Indra tadi,agar segera menemuinya tapi yang dicari tak jua ditemuinya.
"Oh..lagi mandi ternyata,ucapnya ke dirinya sendiri ketika mendengar bunyi guyuran Air dari dalam kamar mandi.
"Baru saja,dia akan berbalik keluar kamar,tiba-tiba bunyi hape Hisam bergetar di atas meja.
"Dia hanya menatap hape itu,nggak berani untuk menghandle nya apalagi memegangnya.
"Ah..biarkan saja,Nanti juga di liat sama pemiliknya,mending aku keluar saja pikirnya.
__ADS_1
"Kemudian melangkah pergi,tapi baru beberapa langkah dia berjalan,tiba tiba dia menghentikan langkahnya lalu berbalik menatap kembali hape yang terus bergetar dari tadi diatas meja,Pandangannya beralih ke arah pintu kamar mandi,nggak ada tanda-tanda kalau pintu itu akan segera terbuka.
"Telpon dari siapa yah??
"Bagaimana kalau itu penting??
"Angkat nggak yah..???
"Binar terus berperan melawan batinnya sendiri.
"Ah..bagaimana kalau dia marah..??
"Nggak usah diangkat deh,,biarkan saja"ucapnya lagi.
"Tapi kalau itu telpon dari kantornya mas Hisam bagaimana..???sepertinya penting sekali..??
"Dia terlihat berpikir sebentar,hingga dia menemukan ide.
"Dia melangkah mengetuk pintu kamar mandi,meski tadi awalnya agak ragu,
"Mas,masih lama nggak mandinya...???Hape mas Sam bunyi dari tadi tuh..!!!sepertinya penting,"teriaknya dari luar.
"Siapa...???teriak Hisam dari dalam.
"Nggak tau tuh..???
"Aku nggak liat...!!!jawab Binar.
"Kenapa nggak diangkat...???
"Angkat sana..!!!jawab Hisam.
"Bener Boleh...???tanya Binar kembali memastikan.
"Iya cepetan,cerewet banget sih..!!!teriak Hisam lagi,
"Oke..
Dengan semangat,Binar lansung berbalik dan segera meraih hape Hisam yang dari tadi nggak berhenti berbunyi.
"Siapa itu..???tanya Binar ketika melihat nama si pemanggil dibalik layar hape suaminya,
"Aku angkat nggak..yah???masih ragu untuk melakukannya,tapi di ingatnya tadi perintah Hisam untuk segera mengangkatnya,
"Hallo..."
"Hallo,...sayang,lama banget sih baru diangkat..???ucapnya tanpa basa basi,sontak saja mengagetkan Binar saat mendengar ternyata yang menelpon suara perempuan.
"Hallo..mas,kamu dengar nggak sih??
tanyanya lagi ketika mendengar tak ada sahutan.
"Maaf,Ini siapa yah???
"Mas..Hisam,lagi mandi tuh jawabnya pelan.
Membuat orang yang menelpon diseberang sana,jadi terkejut setengah mati.
"Kamu siapa...???
"Ini siapa yah???Kenapa kamu yang pegang hape mas Hisam???tanyanya mengintrogasi.
"Ditanya,malah balik nanya...???
"Yang menelpon itu Anda,jadi saya yang seharusnya bertanya Anda siapa???tanya Binar.
"Mana mas Hisam...???
"Aku mau bicara sama dia???ucap wanita yang berada di ujung telpon,kali ini nadanya terkesan sedikit mulai emosi.
"Sudah,dibilangin Dia lagi mandi,ada keperluan apa sih mencari mas Hisam..?nanti saya sampaikan ucap Binar yang mulai kesal meladeninya.
"Aku kekasihnya mas Hisam...kamu siapa sih???berani-beraninya megang hape orang,tak tau etika banget ucap Wanita itu lagi sambil memperkenalkan dirinya.
"Apa...???
__ADS_1
Binar cukup kaget mendengarnya,
"Kenapa kamu terkejut begitu..???"Oh...aku tau sekarang,kamu siapa??
"Kamu..kan,wanita pelakor itu..???
"Dasar....wanita murahan,ucap Wanita itu lagi yang tiada lain adalah Tania,pacar Hisam.
"Hati-hati yah..Anda,kalau bicara..!!!"Aku tidak seperti yang Anda ucapkan itu..!!!"hati Binar mulai memanas tatkala mendengar penghinaan Tania.
"Tiba-tiba...
"Hisam datang dan lansung meraih ponsel yang ada ditelinganya saat itu.
"Siapa yang menelpon....???
tanyanya sambil memeriksa hapenya,
"Hallo...!!!
"Nanti aku telpon kamu balik yah..!!!ucapnya lalu segera mematikan telponnya.
"Lain kali,jangan main angkat hape orang..dong!!!ucap Hisam sedikit kesal.
"Lho....Siapa tadi yang nyuruh aku...???
"Kamu..kan???ucap Binar dengan jengkel.
mukanya terlihat menahan emosi,gara-gara mendengar penghinaan wanita yang menelponnya tadi ditambah lagi ucapan Hisam barusan.
"Bilangin..tuh,sama kekasih tercinta kamu,
jangan pernah mengatai aku wanita murahan, karena aku bukan wanita seperti itu"tegasnya lalu segera berlalu meninggalkan Hisam yang hanya bisa diam mendengarnya.
"Hisam lansung menghempaskan hapenya itu ke atas kasur lalu segera berlalu ke kamar ganti untuk memakai baju.
Pikirannya sedang kalut,apalagi tadi dia sempat mendengar arah pembicaraan Binar dengan Tania.
"Setelah memakai baju,dia segera menemui papanya yang sedang terbaring lemah di dalam kamarnya.
"Dia tertegun,ketika mendapati Binar sedang menyuapi papanya dengan bubur Ayam.
"Sementara Bu Widia,sedang duduk di sampingnya sambil tersenyum bahagia melihatnya.
"Hisam...
"Kemari..Nak,ucap Pak Indra.
Sontak Binar dan Bu Widia berbalik menatap ke arahnya,
"Tapi dengan cepat Binar mengalihkan pandangannya ke arah lain tatkala tatapan mereka,
"Sayang...,ayo kemarilah ke Dekat papa..ucap bu Widia.
"Iya..ma,sahut Hisam lalu berjalan perlahan ke dekat Papanya.
"Gimana keadaannya sekarang..pa??tanya Hisam sambil memeriksa keadaan papanya.
"Papa rasa sudah lebih baik sekarang,berkat kedatangan kalian jawab Pak Indra sambil tersenyum.
"Papa harus istirahat,nggak boleh beraktivitas terlalu berat lagi ucap Hisam memberi perintah.
"Papa tidak apa-apa Nak,
"Iya,sayang papa nggak apa-apa kok..!!"Kamu jangan terlalu khawatir begitu timpal Bu Widia.
"Iya Nak,papa hanya punya satu keinginan sekarang,kapan kalian akan memberikan kami cucu...???papa ingin segera nimang cucu dari kalian...!!ucap Pak Indra tiba-tiba,
Sontak membuat Hisam dan Binar saling beradu pandang,tidak tau mau jawab apa.
"Iya..sayang,jangan lama-lama yah..!!! ayo dong kasi kami cucu secepatnya timpal Bu Widia sambil tersenyum penuh harap.
"Iya..Ma,sahut Hisam hanya bisa mengiyakannya pasrah.
Binar kembali menatapnya saat mendengar ucapannya barusan.
__ADS_1
**************$$$$$$$$$***************