Cinta Dalam Perjanjian

Cinta Dalam Perjanjian
Rencana kejutan


__ADS_3

Sudah satu Minggu ini Binar bekerja di Kantor Salim group,Dia menjabat sebagai sekertaris senior sekaligus yang mengelola keuangan perusahaan padahal itu cuman akal-akalan Hisam saja agar senantiasa bisa selalu dekat dengan nya ,meski Siska sempat protes tapi apa mau di kata dia harus tunduk dan patuh atas titah yang sudah di ucapkan oleh sang Baginda Raja Tuan presdir Salim group,beruntung posisinya tak tergeser tapi meski begitu dia tetap tidak senang dengan jabatan Binar sekarang yang bisa langsung menduduki posisi tertinggi di banding dirinya yang sudah bertahun-tahun mengabdi di dalam perusahaan itu.


Binar yang kala itu tengah memeriksa laporan keuangan,dikejutkan dengan dua buah tangan yang tiba-tiba merangkulnya dari belakang.


"Ish...Mas Hisam ngagetin tau nggak...???"berhasil menepis kedua tangan suaminya namun wajah dan dagunya bertengger manis di atas bahunya,sehingga dia bisa merasakan hembusan napas suaminya yang mulai menerpa tengkuknya yang membuat perasaannya mulai panas dingin,apalagi bisa mencium aroma tubuh suaminya sedekat itu.


"Mas Hisam bisa nggak sih nggak ganggu,tanggung nih!!!Bentar lagi kerjaan ku selesai...!!!"protesnya.


"Sibuk amat sih...!!!"Sampai-sampai nggak punya waktu buat merhatiin suami,"Dengus Hisam kesal karena merasa tak di pedulikan tapi tetap tak melepaskan rangkulannya malah menghujaninya dengan ciuman di pipi,membuat Binar hanya bisa pasrah dengan perlakuannya."


"Yang ngasi kerjaan sebanyak ini siapa hayo...???"Sahutnya mulai kewalahan meladeni tingkah suaminya yang semakin membuatnya tidak nyaman apalagi tangannya mulai tidak bisa di kondisikan lagi saat mulai menyusup masuk ke dalam baju kemejanya.


Seketika dia menghentikan pekerjaannya,


"Mas Hisam apa-apaan sih,Malu di liat orang tau nggak,berusaha untuk menghentikan tangan-tangan jahil yang mulai kelayapan kemana-mana."


"Nggak akan ada orang yang berani liat kok"Sambungnya dia sengaja ngelakuin hal itu agar Binar bisa fokus memperhatikannya,Binar yang tanpa persiapan apa-apa hanya bisa gelagapan saat Tiba-tiba Hisam membalikkan wajahnya kemudian menyatukan bibir mereka.


Binar kembali merasa kecolongan,apalagi dia hampir di buat tak bisa mengambil napas saat adegan itu tengah berlangsung.


Dengan wajah memerah menahan malu dia mendorong tubuh suaminya agar menghentikan aksinya itu.


"Hentikan mas,Mas Hisam bisa lupa diri lagi nantinya"


Hisam hanya tersenyum menyeringai,Napasnya naik turun menahan gelombang hasrat yang semakin bergelora.


"Ya..sudah temani aku makan siang yuukkk...!!!"Ajaknya berusaha meredakan hasrat yang semakin sulit terkendali,"


"Tapi..."


"Kalau nggak mau ya udah,aku yang akan nemenin kamu di sini"mencoba merangkulnya kembali tapi secepat kilat Binar berusaha menghindar."


"Oke..oke,Fine...!!!"


Ayo kita makan siang,"Putusnya dengan cepat ,karena dia nggak bisa bayangin jika dia terus memaksa bertahan di dalam ruangan itu bukan tak mungkin suaminya akan khilaf pikirnya".


Hisam tersenyum penuh kemenangan,padahal niatnya tadi hanya ingin sekedar menggoda istrinya saja tapi ternyata malah dirinya yang terjerumus ke dalam jebakannya sendiri, bahkan jika tak di tepis oleh istrinya dia bisa saja melakukan hal yang lebih dari itu tapi pikirannya kembali difungsikan dengan normal apalagi beberapa malam ini dia sudah belajar hitung menghitung,Tinggal 5 hari lagi Istrinya selesai dengan masa nifasnya jadi otomatis dia bisa melakukan apapun dengan semaunya.(Dasar laki-laki kalau soal hitung menghitung begituan,bisa hapal mati kali yah)Author 🙈🙈🤣🤣🤣🤣🤣


Selesai makan siang,bukannya langsung balik ke kantor,Hisam malah meminta Leo membawa mereka menjauh dari area kantor.


"Lho kita mau kemana mas...???"tanyanya dengan penuh keheranan.


"Aku ada janjian dengan seseorang hari ini,aku mau kamu nemenin aku.Cuman sebentar saja kok"Jawab Hisam santai


"Bertemu klien...??"Tanyanya sekali lagi.


"Bisa di bilang..."


"Kenapa...???"Kamu nggak keberatan kan..??


"Yah nggaklah,semisal kehadiranku memang tidak bakal mengganggu pertemuannya"Potong Binar.

__ADS_1


"Nggak dong...!!"Justru pertemuannya kali ini akan semakin diperlancar oleh kehadiran kamu"


"Gombal,mas Hisam mulai pintar ngegombal yah sekarang...!!!"Padahal dulu-dulunya tuh sangat dingin,bicaranya ketus dan nggak ada romantis-romantisnya"Ujar Binar sambil tersenyum simpul.


Hisam hanya tersenyum mendengarnya,kadang dia merasa sangat menyesali perlakuannya yang dulu-dulu terhadap istrinya saat itu,sementara Leo hanya diam saja mendengarkan obrolan mereka sambil fokus menyetir.


Binar Tidak perlu bertanya lebih lanjut lagi,kemana arah dan tujuan mereka siang itu karena 15 menit kemudian Leo sudah memarkirkan mobilnya di depan sebuah Butik Brand fashion,Butik designer papan atas yang di kenal sebagai rumah butik termewah dan termahal karena di butik ini merupakan departemen store brand ternama yang mendesain pakaian para sultan.


Seseorang tidak di perbolehkan untuk masuk ke butik ini jika belum membuat perjanjian sebelumnya,beberapa konsumennya hanya dari kalangan konglomerat yang bergelar sultan,karena kunci butik ini yaitu tidak pernah mengeluarkan satu barang dengan desain yang sama.


"Binar sempat tertegun dan melongo tak percaya tatkala membaca logo butik yang terpampang nyata di depannya kini."


"Ini beneran Butik ternama itu mas...???"Butik yang selama ini menjadi inspirasi ibu,"Pekiknya kaget tak percaya.


"Iya,ayo buruan turun...!!!"


"Tapi untuk apa kita ke sini mas...???"


Mas Hisam katanya mau ketemu klien??


Kok malah ke sini...???


"Iya kliennya ada di dalam,ayo kita turun sekarang!!!"


"Leo kamu nggak ikut masuk???"Tanya Hisam menanyainya karena sepanjang perjalanan tadi asistennya itu hanya memilih diam ketimbang ikut nimbrung.


"Saya tunggu disini saja tuan muda"Jawabnya.


"Oke,baiklah...!!!"


Binar tampak ragu untuk membuka pintu mobil,Dia masih bingung sekaligus tak percaya jika sekarang dia benar-benar akan menginjakkan kakinya ke dalam butik ternama itu padahal mimpi pun tidak, karena dari dulu dia sadar diri orang seperti dirinya tidak mungkin bisa menginjakkan kaki ke dalam butik itu tapi sekarang Hisam tengah menggenggam erat tangannya dan malah membawanya masuk ke dalam butik itu.


Ketika pintu butik terbuka,Semua orang tampak berjejer rapi berdiri dan kompak membungkuk memberi hormat menyambut kedatangan mereka.


"Selamat datang di butik kami tuan,Senang sekali hari ini anda berkenan datang berkunjung ke butik kami"Sapa salah seorang yang merupakan Manajer butik itu."


"Hisam hanya membalasnya dengan dengan anggukan dan senyuman"


"Mari silahkan tuan dan Nona,Madam Sudah menunggu di dalam"Ucap Sang manajer mempersilahkan mereka untuk masuk ke dalam sebuah ruangan terkhusus dan sangat privasi"


Binar lagi-lagi di buat melongo saat mencoba mengedarkan pandangannya ke segala arah,


Dia berdecak kagum melihat semua brand-brand mahal di pajang dengan berbagai model,


"Ini mah surganya fashionista"Gumamnya lirih,


Kekagumannya tak berhenti sampai di situ saja saat ekor matanya menangkap ke arah ruang ganti yang di desain begitu unik di tambah dengan interior yang sangat elegan.


Sampai Sebuah sapaan hangat mengagetkannya.


"Selamat datang tuan Hisam,Sungguh sebuah kehormatan bagi saya anda berkenan datang berkunjung kemari,Mimpi apa saya semalam..???Seorang Sultan Negeri ini sudi datang ke butik saya ini"Puji Seorang wanita paruh baya yang di panggil Madam dengan begitu antusiasnya menyambut sambil menyalami mereka bergantian.

__ADS_1


"Inikah sang permaisurinya yang mulia..???"Guyon Madam Lolin dengan ramah."


Hisam hanya menjawab dengan anggukan,Sementara Binar hanya bisa tersenyum kebingungan.


"Mari silahkan duduk tuan Nona,"


"Terima kasih Madam..."Sahut Hisam menuntun Binar duduk di sampingnya.


"Mohon maaf jika hari ini saya harus merepotkan Madam Lolin,Ucap Hisam tanpa basa basi memulai pembicaraan mereka.


"Untuk kepentingan dan kesenangan anda Tuan,apa pun itu kami akan berusaha melakukan yang terbaik"Potong Madam Lolin cepat karena sebenarnya pertemuan mereka hari itu sangat mendadak,Dia bahkan sempat menolak saat ada laporan soal konsumen baru dari manajernya tapi saat tau siapa pelanggannya kali ini dia bahkan mengosongkan semua jadwal pelanggan yang punya janji dengannya hari itu hanya demi memberikan pelayanan spesial untuk sang Sultan yang satu ini bahkan nggak tanggung-tanggung dia sendiri yang turun tangan.


Binar yang tampak kebingungan dan tidak mengerti maksud dan tujuan suaminya membawanya ke butik itu hanya bisa pasrah saat Madam Lolin memintanya untuk memilih beberapa model gaun,saat menatap suaminya meminta penjelasan,Hisam hanya nyengir sambil memberi kode isyarat untuk menurut saja.


"Kebaikan apa yang pernah ibu anda perbuat semasa beliau mengandung wanita secantik anda ini Nona,yang sungguh beruntung bisa menjadi istri Tuan Hisam,Saya sendiri nggak percaya menjadi orang pertama yang tau identitas anda,padahal semua orang tau Tuan Hisam masih lajang yang saya yakini berjubel wanita di negeri ini menginginkan posisi anda saat ini"Puji Madam Lolin tak henti-hentinya sambil menatapnya lekat.


Binar lagi-lagi hanya bisa menanggapinya dengan senyuman.


1 jam 2 jam sampai 3 Jam mereka berada di dalam butik itu,Tapi tak kunjung juga menemukan model yang pas buat Istrinya.


Hisam seperti tak puas dengan beberapa model yang madam Lolin tunjukkan,padahal semua model terbaru dan yang lagi trend sudah dia tunjukkan tapi tak satu pun yang membuatnya puas sampai membuat Madam Lolin panik dan frustasi karena tak bisa memberi kepuasan penuh kepadanya.


"Mas sebenarnya kita milih Gaun sebanyak ini buat apa sih...???"Tanya Binar ikut frustasi melihat kelakuan suaminya yang selalu menolak dengan apa yang di tunjukkan dan di sarankan oleh madam Lolin.


Hisam terdiam sebentar lalu meminta Madam Lolin untuk berbicara berdua,


Mereka sengaja mengambil jarak sekitar 3 meter yang tak bisa Binar dengar,


Setelah berbincang-bincang 5 menit akhirnya Madam Lolin baru bisa memahami dan mengerti jalan pikiran laki-laki itu."


"Ya tuhan secinta itukah Anda pada istri anda sehingga tidak rela di liat menawan oleh orang lain,sampai-sampai meminta saya mendesain baju yang membuat orang tidak melirik istri anda,padahal seharusnya andalah yang harusnya di buat tidak terlalu tampan karena justru anda adalah target yang di buru saking luar biasa pesonanya"Gumam Madam Lolin dalam hati.


"Mas sebenarnya milih gaun buat aku,untuk apa sih...???"tanyanya dengan penasaran saat mereka sudah meninggalkan butik Madam Lolin.


"Aku bakal ada acara bertemu klien besar,aku mau meminta kamu buat nemenin aku,Karena ini acaranya sangat spesial jadi otomatis gaunnya juga harus spesial dong"Jawabnya begitu tenang."


"Acara..???"


"Acara apa...???"


Tanya Binar semakin penasaran,


"Nanti kamu juga bakal tau"


"Tuan Leo bisa jelaskan acara apa??Agar aku bisa mempersiapkan diri dengan baik,Binar langsung meminta penjelasan dari Leo saat tak berhasil mengorek keterangan dari suaminya."


"Eh...acara...."


Saya juga kurang paham Nona"Sambung Leo gelagapan.


"Heh..."

__ADS_1


Sepertinya ada sesuatu yang sedang kalian rencanakan,tapi lihat saja nanti aku akan mencari tau sendiri"Batinnya dengan penuh kekesalan.


***************$$$$$$$$$$*************


__ADS_2