Cinta Dalam Perjanjian

Cinta Dalam Perjanjian
Sarapan


__ADS_3

"Pagi pagi sekali Binar sudah bangun,selesai menunaikan sholat shubuh seperti biasanya dia segera bergegas keluar kamar menuju dapur.


"Di dapur,tampak Bik Ranti sudah sibuk memasak dibantu oleh Nayla yang sudah berseragam lengkap.


"Bibik kok sudah sibuk sepagi ini..???tanyanya dengan sedikit heran,karena biasanya dia duluan bangun dari bik Ranti.


"Kamu juga Nay,nggak usah di dapur..


ayo siapkan keperluan sekolah kamu aja dulu, nanti telat lho..!!" sapa Binar.


"Ah..nggak kok Non,dia bisa bantu bibik sebelum berangkat ke sekolah,"Bik Ranti yang menyahut.


"Semalam dia begitu kasihan melihat-nya pulang dengan sangat kelelahan,sehingga pagi itu dia sengaja bangun lebih awal agar dia bisa menyelesaikan semua pekerjaan yang biasa Binar kerjakan sebelum berangkat ke kantor.


"Sini biar aku aja bik,ucap Binar yang ingin mengambil alih pekerjaan bik Ranti yang tengah memotong sayuran.


"Jangan Non,mending sekarang Nona siap siap nanti telat juga ke kantornya.


"Sebentar lagi masakan bibik sudah matang kok,tinggal nambahin pelengkap-nya aja..cegah Bik Ranti dengan halus.


"Tapi kasihan bibik kalau harus masak sendiri,ucap Binar tak mengindahkan,


"Tidak Non,ini memang sudah tugas bibik,Bibik sudah masak kok seperti menu wajib yang nona buatkan setiap pagi buat Tuan Hisam.."ucap bik Ranti memberitahu.


Dan mau nggak mau,akhirnya Binar memilih mengalah saja.


"Ya..udah bik,kalau begitu aku siap siap dulu yah..kamu juga yah Nay,ayo siap siap nanti kita sarapan sama sama yah"Ucap Binar begitu tulus,


"Baik Non..jawab Nayla dengan gembiranya. tapi dicegah oleh Bik Ranti.


"Kamu sarapan-nya di dalam aja Nay,


"Tau diri kamu Nak,Kita ini hanya seorang pembantu,jangan bermimpi yang sangat ketinggian.


"Nona Binar memang sangat baik sama kita tapi bukan berarti membuat kita lupa batasan.."ucap Bik Ranti membuat Nayla sangat cemberut mendengarnya.


"Dengan perasaan dongkol,Nayla berlalu masuk ke dalam.


.......


Setengah jam kemudian,Binar dan Hisam sudah berada di meja makan.


"Mereka saling diam,tak ada yang bersuara,dan tak saling bertegur sapa,gara gara sempat bersitegang semalam,


mereka hanya fokus menikmati sarapan masing-masing.


"Hisam sedari tadi,tidak begitu menikmati sarapannya,sesekali dia mencoba merasakan rasa masakan yang menurutnya sangat berbeda dari biasanya,tapi padahal menu-nya sama dari yang kemarin-kemarin.


"Binar hanya acuh,dia malah sangat menikmati masakan bik Ranti yang membuatnya tiba tiba Rindu dengan masakan ibunya.

__ADS_1


"Bik...


"Ini siapa yang masak???kenapa rasanya hambar begini???protesnya pada bik Ranti yang tengah menuangkan air ke dalam gelasnya.


Sontak mengagetkan Binar dari hayalan tentang rindu-nya pada masakan sang ibu.


"Tapi sikapnya begitu santai saat mendengar protes suaminya soal masakan pada Bik Ranti.


"Maaf tuan,itu tadi Bibik yang masak..


"Mungkin Bibik salah takar,tidak se-pandai Non..Binar dalam hal menakar rasa "ucap Bik Ranti meminta maaf.


"Nggak kok Bik,masakannya enak kok...!!!"Aku suka banget,lihat....ini buktinya,sudah mau habis" kata Binar sambil memperlihatkan nasi yang ada dipiringnya tinggal sedikit lagi agar Bik Ranti nggak merasa sedih,


"Hisam hanya melirik sebentar,


"Bisanya yah, lidah aku tau kalau masakan ini bukan masakan-nya sekarang..."ujarnya dalam hati,lalu melirik Binar sekilas yang sedikit acuh pagi itu.


"Hisam lansung berhenti makan,sengaja tidak menghabiskan sarapannya,setelah meneguk air putih yang sudah di siapkan tadi oleh Bik Ranti tadi,dia pun beranjak dari tempat duduknya tanpa berucap sepatah kata,membuat Bik Ranti semakin merasa bersalah dan juga sedih karena masakannya tidak di sukai oleh Tuan mudanya pagi itu.


"Sudahlah Bik...masakannya enak kok.


"Tuan Hisam aja yang mungkin nggak berselera,makanya sarapannya nggak sampai di habisin,kelihatannya dia lagi banyak masalah yah bik,jadi kelakuannya jadi aneh begitu...???Heran..deh...!!!


Binar berusaha membujuk Bik Ranti,kelakuan suaminya tadi di nilainya sangat keterlaluan sekali,tidak bisa menghargai perasaan orang.


"Sudah yah..bik,nggak apa apa kok..!!!


"Binar tersenyum,sekali lagi mencoba untuk membuat Bik Ranti agar tak merasa bersalah,


"Nanti dia juga akan pesan makan di kantor kok Bik..!!!jadi nggak usah di pikirin,Dan yang tadi nggak usah dimasukin di hati yah Bik??


"Bik Ranti hanya mengangguk pelan sambil menatap Binar dengan penuh kasih sayang.


"Terima kasih atas semua ini Non,Nona sangat baik hati pada bibik,lain kali bibik akan sangat hati hati untuk semua hal yang menyangkut Tuan muda,ucap Bik Ranti menyesal.


"Iya..bik,tapi Binar sangat yakin deh bik,sebenarnya yang tadi masakan bibik enak kok,Si Tuan bawel nya aja yang sengaja mau ngerjain aku,agar aku yang turun tangan masak buat dia,dia kan memang paling senang ngeliat aku tersiksa kalau pagi,awasss...saja nanti" Binar sengaja memberi alasan yang tepat untuk meyakinkan bik Ranti agar hati wanita tua itu tidak bersedih gara gara perlakuan suaminya tadi.


"Tapi salah aku juga sih Bik,aku kan sudah jadi istrinya sekarang,sudah sepatutnya aku yang masak buat dia,bukan malah merepotkan bibik.


"Jadi mulai besok,biar aku aja yang masak buat Tuan yah bik,biar aku bisa balik ngerjain dia.."pinta Binar sambil tersenyum licik supaya lebih meyakinkan dihadapan bik Ranti,begitu pikirnya.


"Tapi..Non,


"Nggak ada kata Tapi..Bik,kita akan lihat...sampai dimana dia bisa berlagak sombong seperti itu"ucap Binar percaya diri,padahal hanya aktingnya saja,dia sebenarnya kepikiran juga sama suaminya yang sarapannya hanya sedikit saja padahal biasanya selalu lahap makan-nya.


"Baiklah..Bik,


"Bibik bisa beresin sendiri kan..?aku berangkat yah..!!!" Binar sengaja mengalihkan topik.

__ADS_1


"Iya..Non,Nanti bibik yang beresin..


"Ya..udah,Binar pamit yah bik..ucapnya sambil menyalami kedua tangan Bik Ranti layaknya pamit kepada ibunya sendiri.


"Hati hati..Non,pulangnya jangan kemalaman lagi yah..??"pesan Bik Ranti begitu tulus.


"Binar tersenyum mengangguk...


Bersamaan dengan itu Nayla,nongol dari dalam..


"Bu,aku berangkat yah sekarang,teman aku sudah ada yang jemput tuh di depan.."sahut Nayla melewati mereka, tanpa memberi salam sedikit pun apalagi mencium kedua tangan Ibunya, membuat Binar merasa aneh melihat kelakuannya itu,kemudian menatap Bik Ranti sebentar lalu....


"Nayla...tunggu teriaknya.


Sontak Nayla menghentikan langkahnya dan berbalik menatap ke arah Binar dan ibunya tengah berada.


"Iya,ada apa..Non...???tanyanya


"Jadi mau berangkat sekarang yah...???Binar balik nanya.


"Iya..Non,jawab Nayla.


"Ya..udah,pamit ke bibik dulu dong,cium tangan kek atau ucap salam,


"Dengan malas,akhirnya Nayla mengikuti perintah Binar,dia berbalik mencium kedua tangan ibunya lalu mengucap salam..


"Waalaikum salam..."jawab Bik Ranti dan Binar kompak bersamaan.


"Kamu hati hati yah..Nak"pesan bik Ranti kepada Nayla putrinya yang sudah berlalu pergi dan tak menengok lagi.


"Aku juga berangkat yah Bik.."pamitnya sekali lagi pada bik Ranti.


"Iya..Non,hati hati yah...!!!


pesan Bik Ranti lagi mengiringi langkahnya.


Setelah mengambil tas,dan semua berkas berkas di kamar nya,Binar pun segera bergegas ke kantor,sebelumnya memeriksa keadaan mesin motornya terlebih dahulu,


Dengan penuh kasih sayang,di usapnya motor kesayangannya itu dengan rasa cinta sambil tersenyum memandangnya sebentar.


"Tinggal 5 bulan lagi kamu lunas sayang,sabar yah...!!!ucapnya kepada motornya sendiri layaknya berkomunikasi dengan sesama manusia.


"Bisa aja sih,kamu lunas detik ini juga..tapi itu nggak akan aku biarkan terjadi,karena kamu aku beli dengan hasil jerih payahku sendiri,jadi harus lunas dengan uang aku sendiri,bukan uang dari Tuan bawel itu,jadi kamu yang sabar yah sayang...!!"ucapnya lagi seperti orang tidak waras.


"Lalu dengan sekali statar,motornya sudah lansung menyala,setelah memanaskan mesin-nya sebentar kemudian memakai helm kesayangannya dia pun segera melajukan motornya pergi...keluar dari garasi,bersamaan dengan itu muncul sebuah mobil dari tikungan yang dari tadi memang terus mengawasi gerak geriknya dari dalam.


"Setelah melihat motornya pergi,mobil itu pun lansung mengikutinya dari belakang,tanpa sepengetahuan-nya.


**********

__ADS_1


Assallamu alaikum...kesayangan aku semua,mohon doa dan suppourtnya selalu yah🙏🙏


__ADS_2