Cinta Dalam Perjanjian

Cinta Dalam Perjanjian
Aku minta maaf


__ADS_3

Hisam segera meraih jaket dan kunci mobilnya begitu mendapat telpon dari ibu mertuanya,mengabari keberadaan istrinya yang kini sedang berada di Jogja.


"Hisam..."kamu mau kemana malam-malam begini sayang???"Tanya Bu Widya begitu melihatnya keluar dari kamarnya dan terlihat terburu-buru.


"Aku mau menyusul Binar ke Jogja ma,ternyata dia pulang ke sana,"Jawab Hisam dengan wajah cerah.


"Tunggu dulu Nak"cegah Bu Widya,


"Ada apa ma...??"


"Mama sudah bicara panjang lebar tadi dengan Ibu mertua kamu,dia meminta mama untuk memberi kamu pengertian agar tak menyusul Binar ke sana"ucap Bu Widya pelan,


"Lho...??kenapa ma???"


"Kenapa Hisam tidak boleh menyusul Binar,dia kan istriku ma,aku berhak tau bagaimana keadaannya sekarang??Tanya Hisam merasa heran.


"Saat ini kondisi Binar masih sangat labil sayang,dia butuh istrahat dan ketenangan,"


"Terus kedatangan Hisam ke sana,dianggap akan mengganggu ketenangan dia gitu..??begitu maksud mama???


"Bukan begitu maksud mama sayang,


"Lalu kenapa mama melarang aku ke sana?Apa Binar yang menolak untuk bertemu dengan aku ma???ucapnya penuh tanya.


"Bu Widya agak ragu mengatakannya,tapi pada akhirnya dia hanya bisa mengangguk pelan,


"Hisam terlihat frustasi mendengarnya,Dia mengusap wajahnya dengan kasar dan perlahan mundur duduk di sopa.


"Dia bukan nggak mau ketemu sama kamu sayang,tapi beri dia waktu untuk berpikir dengan jernih,sekarang jiwanya sedang terguncang dan rapuh,mama khawatir akan semakin memperburuk kondisinya jika kamu memaksa untuk ketemu dia saat ini"Bu Widya berusaha menjelaskan secara pelan-pelan pada putranya.


"Mama pikir cuma dia aja yang merasa kehilangan calon Baby kami,Hisam juga ma,bahkan Hisam merasa telah kehilangan segalanya,Hisam hanya ingin menyemangatinya,setidaknya kita sama-sama bisa saling memberi dukungan,karena saat ini Hisam tau dia butuh sandaran dan Hisam sangat butuh kehadiran dia ma,untuk menebus rasa bersalahku selama ini,yang tidak bisa menjadi suami yang baik buatnya,jadi aku mohon jangan halangi aku ma"pintanya dengan suara serak tak mampu lagi menahan gejolak perasaannya.


"Bu Widya memeluknya,


"Aku Butuh Binar ma,aku harus ketemu dia sekarang...!!!


"iya sayang,mama ngerti...!!!


Bu Widya tidak bisa lagi membendung perasaannya ,dia ikut menangis sambil memeluk putranya.


"Kalau begitu kita sama-sama ke Jogja yah sekarang???"putusnya kemudian.


"Mama dan papa nggak usah ikut,biar Hisam sendiri yang datang ngeliat kondisi Binar,Hisam akan segera mengabari mama dan papa nantinya.


"Baiklah sayang,kalau memang itu kemauan kamu,


"Ya..udah ma,Hisam berangkat sekarang yah..!!!ucapnya sambil melepas pelukannya dan mengecup pipi Bu Widya kemudian pamit pergi.


"Hati-hati sayang...!!!


"Iya ma,


**********


"Sekitar pukul 22.05 Menit Hisam baru sampe Jogja,Setelah memarkirkan mobilnya di garasi dia bergegas turun dan perlahan melangkah ke arah pintu,tapi belum sempat dia memencet bel,pintu sudah di buka oleh Bu Retno mertuanya yang tampak memang tidak tidur sedang menungguinya dari tadi setelah di telpon oleh Bu Widya.


"Assallamu alaikum Bu,


"Waalaikum salam,Ayo mari silahkan masuk Nak,"Ajak Bu Retno sambil menutup pintu kembali dengan pelan-pelan takut membangunkan Binar yang sudah tertidur dari tadi.

__ADS_1


"Ayo duduk Nak,


"Iya..Bu,Pandangan Hisam tertuju ke arah kamar yang terlihat masih menyala lampu nya.


"Istri kamu sudah tidur Nak,kenapa kamu Nekat nyetir sampai ke sini malam-malam Nak,Ibu sangat khawatir saat mama kamu mengabari soal keberangkatan kamu ke sini"Ucap Bu Retno dengan gurat kecemasan di wajahnya.


"Maafkan Hisam Bu,Hisam nggak bisa menahan diri lagi untuk tidak datang kemari,aku hanya ingin melihat gimana kondisinya saat ini...???Jawabnya dengan wajah murung,


"Ibu Paham Nak,maafkan istri kamu yang sudah membuat kalian semua khawatir bahkan kelimpungan mencarinya,pikirannya sedang kalut Nak,dia bahkan....


Bu Retno tampak terdiam tidak melanjutkan ucapannya lagi,dia kembali menatap menantunya yang terlihat sangat terpukul,


"Dia nggak mau ketemu sama aku Bu...??Tanya Hisam dengan gurat wajah sedihnya.


"Bukan nggak mau ketemu sama kamu Nak"


Dia hanya butuh waktu untuk menyendiri,menenangkan pikirannya,Dia sangat sedih kehilangan calon bayinya Nak,


"Iya Bu saya mengerti,karena itu Hisam ingin berbagi duka dengannya Bu,Dia nggak boleh merasa terluka sendirian,Hisam juga merasakan hal yang sama Bu,dan aku ngerasa nggak mampu melewati semua ini tanpa dirinya di sisiku"Jawab Hisam sejujurnya,


"Kemarin dia juga telah menceritakan semuanya pada ibu soal hubungan kalian selama ini..!!!Ucap Bu Retno tiba-tiba,membuat Hisam terhenyak, tertegun mendengarnya,


"Maafkan Hisam Bu,


Ntah kenapa hanya kata maaf yang mampu keluar dari bibirnya saat itu,


"Ibu tidak pernah menyalahkan kamu soal ini Nak,ibu malah sedih karena kami kalian terpaksa menjalani hubungan yang tidak kalian inginkan selama ini,Seharusnya dulu sebelum kami menjodohkan kalian ibu atau mama kamu menanyakan soal kesiapan kalian terlebih dahulu,Bukan malah menuruti ego kami,Sehingga mengorbankan perasaan kalian masing-masing,maafkan ibu Nak"Ucap Bu Retno meminta maaf dengan mata berkaca-kaca,


"Tidak Bu,ibu tidak perlu minta maaf,ibu atau mama nggak salah dalam hal ini justru Hisam yang punya banyak salah Bu,Hisam berusaha untuk berdamai dengan masa lalu Hisam dan aku Janji Bu akan menebus semua kesalahan yang pernah aku perbuat selama ini,jadi aku mohon Bu izinkan aku menemui Binar,"Pinta Hisam dengan nada memohon.


"Ibu tidak pernah melarang kamu menemuinya Nak,dia istri kamu,kamu sangat berhak untuk menemuinya tapi sekarang biarkan Pikirannya tenang dulu,ibu yakin dia akan membaik setelah ini,percayalah Nak istri kamu akan baik-baik saja...!!!


"Tapi Bu,


"Ibu Tidak akan menyuruh kamu pulang Nak, Istirahatlah di sini dulu,karena bagaimana pun hubungan kalian selama ini,ibu tau kalian sama-sama terpukul karena hal ini,Esok jika istri kamu terbangun dan meminta kamu untuk pergi,Maafkan ibu jika tidak bisa berbuat apa-apa,kalian sudah sama-sama dewasa,kalian tentu bisa menyelesaikan masalah kalian sendiri,ibu tidak akan ikut campur Nak"ucap Bu Retno.


"Makasih banyak Bu,ucap Hisam merasa lega mendengar penuturan ibu mertuanya,"


"Ya sudah,istirahatlah Nak...!!!


"Besok kalian bicara baik-baik yah...!!!


"Baik Bu,


"Oh yah,Nak Hisam sudah makan malam..??ibu dengar dari mama kamu tadi kalau kamu nggak mau makan,ayo makan malam dulu Nak,ibu sudah masakin Masakan Kesukaan istri kamu tadi,kamu nggak mau mencicipinya...???Tanya Bu Retno penuh harap,


"Binar sendiri sudah makan Bu..???"Ucapnya balik nanya,


"Sudah Nak,meski hanya sedikit itu pun harus ibu paksa,Ayo kamu juga makan yah...!!!


Jangan buat kami cemas memikirkan keadaan kalian,aku tau ini sungguh sebuah cobaan yang berat tapi kita harus mengikhlaskannya Nak,Semua ini pasti ada hikmahnya"Ucap Bu Retno berusaha menyemangatinya,


"Baiklah Bu,


"Ayo Nak,


"Hisam pasrah mengikuti mertuanya masuk ke dalam,meski dia sendiri nggak punya selera makan tapi dia sudah cukup senang di biarkan tinggal di rumah itu setidaknya besok pagi dia bisa menemui Binar dan meminta maaf.


****

__ADS_1


Mendengar Adzan berkumandang,Binar segera terjaga dari tidurnya.


Sembari masih mengucek-ucek mata,dia meraih hape yang ada di atas meja,memastikan Kalau memang sudah masuk waktu shubuh.


"Oh Benar,sudah jam 5 shubuh pas"Batinnya.


Rasa sakit di kepala dan bekas operasi di perutnya masih terasa tapi tidak membuatnya untuk tidak terbangun,karena sudah menjadi kebiasaannya setiap mendengar Adzan shubuh pasti bakal terbangun meski kali ini belum bisa menunaikan kewajibannya seperti biasanya karena masih dalam masa nifas.


"Perlahan dia turun dari atas pembaringan,dan berjalan menuju ke kamar mandi.


Selesai bersih-bersih dia berniat menemui ibu nya yang iya yakini pasti lagi di dapur memasak sesuatu seperti kebiasaannya selama ini,Kalau dia pulang ke Jogja Bu Retno pasti selalu masakin semua makanan kesukaannya dan itu tanpa di minta,Dan dia akan merasa sangat senang dan bahagia menikmatinya, tapi Ntah kenapa kepulangannya kali ini membuat semuanya terasa berbeda,masih terekam jelas di ingatannya saat bulan lalu dia pulang,Dan Bu Retno masih sempat memasak semua makanan kesukaannya meski dipaksa untuk ngabisin semua makanan itu demi menambah asupan gizi ke tubuhnya karena saat itu dia tengah hamil,


Dan tanpa sadar Setetes air mata bening kembali jatuh menetes di pipinya,karena mengingat semua itu,meski kini hanya tinggal kenangan.


"Dengan cepat dia menyeka air matanya lalu berjalan membuka pintu kamar,


Alangkah terkejutnya ketika saat dia membuka pintu kamarnya dan dia malah mendapati sosok suaminya tiba-tiba berdiri di hadapannya saat itu,


"Selamat pagi...."Sapa Hisam sambil menyunggingkan senyum di bibirnya,


"Pagi,Jawab Binar sedikit kaku karena tak menyangka Hisam berada di hadapannya saat itu.


"Bagaimana kabar kamu hari ini???Tanya nya sambil menelisik dari ujung rambut sampai ke ujung kaki,


"Binar tidak langsung menjawab,dia malah berlalu meninggalkan Hisam menuju dapur.


"Bu...ibu"panggilnya,namun tak ada sahutan.


"Ibu lagi ke Butik"


Hisam sudah nongol di belakangnya,dan malah dia yang menjawab panggilan ibunya.


"Sepagi ini...???Tanya nya tidak percaya,


"Seusai sholat shubuh tadi,katanya ada yang mau Ambil pesanan baju nya nanti jam 8 tapi belum selesai di kepak"Ujar Hisam memberi penjelasan,


"Ibu tak tega ngebangunin kamu tadi,jadi dia nyuruh aku untuk menjaga kamu,"sahut Hisam ketika melihat istrinya itu hanya diam saja malah menatapnya dingin.


"Aku bukan anak kecil lagi yang harus di jaga,


lagian mas Hisam kenapa datang ke sini???ucapnya dengan nada ketus,karena dia tau ibu nya sengaja memberi waktu untuk mereka berdua dengan alasan pergi ke Butik,apalagi kemarin ibunya sudah memintanya untuk berbicara dari hati ke hati mengenai hubungan mereka.


"Binar tunggu,Hisam langsung menarik tangannya saat Binar akan berlalu meninggalkannya,


"Apa lagi mas,


Saat ini aku hanya ingin sendiri mas,tolong tinggalkan aku,"Ucap Binar dengan mata berkaca-kaca,


"Tolong Jangan siksa aku seperti ini,"Hisam langsung meraihnya ke dalam pelukannya,


"Lepas,lepaskan aku....!!!Binar berusaha menolak dan melepaskan rengkuhan Suaminya namun tenaganya yang masih lemah tak sebanding dengan kekuatan Hisam,


"Kamu tenang,jangan menolaknya, Biarkan aku memelukmu seperti ini,setidaknya dengan cara ini bisa mengobati sedikit rasa bersalahku selama ini"ucap Hisam lirih,


"Lepas,...Binar masih meronta-ronta ingin melepaskan diri namun pada akhirnya dia pasrah menangis dalam dekapan suaminya.


"Maafkan aku,maafkan aku...ini semua salahku,seharusnya aku yang di hukum untuk semua ini"Sesal Hisam dengan air mata yang tak terbendung lagi,


Binar hanya terdiam pasrah,dia hanya mampu menangis tak mampu berucap apa-apa,Dia membiarkan suaminya memeluk dan menciumnya berkali-kali,

__ADS_1


"Maafkan aku sayang,"Hisam kembali berucap maaf di telinganya.


*************$$$$$$$$$$$$$$$***********


__ADS_2