
"Binar tampak begitu sibuk siang itu,beberapa berkas harus segera selesai dia kerjakan hari itu juga,dan tidak lama berselang setelah itu dia harus mengantarnya ke ruangan pak Jatmiko sang direkturnya untuk segera ditanda tangani lalu akan di kirim ke kantor pusat.
"Amanda yang sudah lepas tugas dan rencananya ingin mengajak makan siang sahabatnya itu,malah kena usir olehnya,karena merasa terganggu dengan ulahnya itu.
"Ayo dong bu Bos,kita makan siang dulu..??
"Ntar baru lanjut lagi,ajak Amanda tak menyerah-nyerah juga.
"Nggak bisa..Man,pekerjaan aku ini penting banget,nanti bisa kena tegur lagi sama pak Bos kalau sampai telat aku setor jawab Binar memberi alasan,tetap tak menghentikan aktivitasnya itu.
"Tapi kamu..kan belum makan siang..??
Nanti maag kamu kambuh lagi lho...???
"ucap Amanda mengingatkan.
"Bentar lagi..say,nanggung banget nih..!!!sahutnya.
"Ya..udah,kalau begitu kamu mau nitip apa..???
"Biar nanti aku bawain...tanya Amanda.
"Apa..aja,asal jangan yang terlalu pedis..jawabnya.
"Oke...mana uangnya...???ucap Amanda sambil menyodorkan telapak tangannya sembari meminta uang.
"Sekalian sama jatah aku...yah??lelucon Amanda sambil tersenyum menggoda.
"Binar seketika menghentikan kerjaannya,lalu tersenyum disertai geleng-geleng kepala melihat tingkah sahabatnya itu.
"Kamu dong, yang bayarin dulu...!!!
"Aku kan belum gajian...jawabnya polos.
"Masak iya,aku yang bayarin...???
kan..sekarang kamu yang ibu Bosnya..!!!
"jadi sudah sepatutnya dong, si Bos yang bayarin karyawannya.."ucap Amanda bercanda.
"Yang kemarin,habis buat bayar cicilan motor aku say...jawab Binar terus terang.
"Amanda tertawa kecil mendengarnya,
"Serius amat,aku kan cuman bercanda.
"Oke,aku keluar yah cari makan dulu,
"benar nggak nih???nggak mau bareng...??
Amanda kembali mengajaknya,
"Binar menggeleng,sambil tersenyum.
"Nitip aja,sahutnya sambil meraih dompetnya.
__ADS_1
Dan serius mau ngasi uang ke Sahabatnya itu padahal Amanda tadi hanya sekedar bercanda.
"Nggak usah say,tadi kan aku cuman bercanda.
"Hari ini giliran aku deh yang traktir kamu ucap Amanda menolak saat Binar akan mengambil beberapa lembar uang dari dompetnya itu.
"Benar nih,serius...???tanya Binar lagi.
sambil memasukkan uangnya kembali.
"Darius malah....!!!
"Tiba-tiba....mata Amanda tertuju pada sebuah benda berwarna kuning emas yang terselip dibalik dompet Binar saat itu,dan benda itu terlihat jelas sangat berkilau dan rupanya sangat dikenali oleh Amanda.
"Tunggu dulu...!!!!
"Sini aku liat dulu,cegah Amanda sambil menarik dompet Binar itu ke tangannya.
"Apaan sih...???
Binar mencoba menahan tangan Amanda agar tak mengambil dompetnya, tapi sia-sia saja karena Dompet itu sudah berpindah ke tangannya.
"Hah..kartu ini....???
"Apa aku nggak salah liat...ini???
"Ini mah kartu kepunyaan sultan ini...??hanya orang-orang kaya yang bisa memiliki kartu macam ini???gumannya lalu melonjak kegirangan karena tak percaya seperti menemukan peti harta karun saja.
"Membuat Binar gelagapan,ntah harus menjawab apa???
"Kartu kredit ini,jelas bukan untuk orang biasa yang punya?kartu yang berwarna dasar hitam ini dilengkapi emas murni 24 karat di sisi kiri dan atas,yah benar sekali... ini sangat aku kenal ..???Amanda terus bergumam sendiri dari tadi.
"Bahkan emasnya ini dilapisi berlian lho...???ini kartu Dubai first say...!!!tak salah lagi,pekik Amanda setengah kaget karena tak percaya melihat kartu tanpa batas itu ada di dalam dompet Binar.
"Binar lansung meraih kartu itu dari tangan Amanda,lalu dengan sigap dia segera menyimpannya kembali ke dalam dompetnya,takut ada yang mendengar kehebohan Amanda soal kartu itu,karena takut makin tambah besar masalahnya dan nanti makin rumit menjelaskannya...??"pikirnya.
"Itu punya kamu say...???kembali Amanda penuh tanya, masih tidak percaya juga atas apa yang dilihatnya barusan.
"Iya benar....punya aku,tapi itu cuman KW nya doang,jawab Binar mencoba ngeles.
"Ah..masak iya say,.masak Cuman KW sih???
padahal tadi waktu aku pegang beneran asli aku rasa " Amanda kembali tak mempercayainya.
"Serius,kapan aku pernah bohong sama kamu selama ini???
"Lagian,aku mau dapat dari mana coba kartu itu???coba pikir,motor aku aja masih nyicil,kalau aku punya kartu yang kamu maksud itu,buat apa coba aku bela-belain kerja seperti ini,mending aku beli kapal pesiar lalu keliling dunia saja.."ucap Binar mencoba meyakinkan sahabatnya itu dan alasannya memang cukup tepat.
"Kalau dipikir-pikir,iya juga sih...??
"Tapi kenapa kamu bisa menyimpan itu di dompet kamu???padahal taunya cuman palsu doang tanya Amanda dengan tatapan penuh selidik karena sulit mempercayainya.
"Kamu kan tau say,dari dulu aku sudah tergila-gila banget sama kartu yang satu itu dan berharap suatu saat bisa memilikinya walau hanya dengan memegangnya saja,tapi karena menurutku itu mustahil,ya udah aku pesan dan minta dibuatin aja KW-nya,orang mana mungkin bisa mempercayainya kalau itu palsu karena memang sangat mirip banget"ucap Binar berusaha meyakinkannya dengam sengaja memasang mimik muka yang meyakinkan supaya sahabatnya itu bisa mempercayai ucapannya.
"Amanda terdiam sebentar,sambil memikirkan sesuatu...???
__ADS_1
"Apa mungkin...???
"Kartu itu dari Pak Jatmiko...???
"secara..kan,selama ini dia tau sang bosnya itu ada hati sama sahabatnya itu..???
"Tapi kalau mau di pikir dengan logika,nggak mungkin,toh Pak Jatmiko meski termasuk dalam daftar deretan orang terkaya,tapi rasa-rasanya mustahil kalau dia bisa memiliki kartu kredit Milyarder seperti itu...??? gumamnya ke dirinya sendiri sambil terus memutar otak,mikir.
"Eitttt....aku aja,sempat tertipu lho tadi...!!!
"Kirain itu beneran....????ucap Amanda mulai percaya, setelah tadi sempat berpikir panjang,meski masih ada seribu kebimbangan dalam hatinya.
"Itu kartu kredit terkuat di dunia lho say,karena pemiliknya bisa menggesek kartunya dimana pun tanpa batas limit,tapi yang memilikinya hanya orang super kaya dengan aset triliunan rupiah...???bisanya aku berpikir itu punya kamu??ucap Amanda merasa konyol lalu tertawa kecil,menertawai kebodohannya sendiri,padahal...
"Mimpi pun dia nggak,kalau sahabatnya itu memang benar adalah istri seorang sultan.
"Sudah,sana...nanti keburu jam masuk lho...???"katanya tadi mau ke kantin,jangan lupa titipan aku ucap Binar sengaja mengalihkan pembicaraan.
"Oke...tungguin yah..!!!
sahut Amanda lalu segera keluar dari ruangan Binar.
"Ya..allah,hampir deh ketahuan..."ujarnya dalam hati sambil bernapas lega.
"Maafin aku yah say,aku terpaksa membohongi kamu perihal kartu ini,karena belum saatnya kamu tau semuanya.
"Toh aku juga nggak pernah memakai kartu itu jerit batinnya.
"Kartu kredit itu diberikan Hisam kepadanya,sepekan setelah pernikahan mereka tapi sampai saat ini,dia belum pernah menggunakannya sekali pun apalagi tau berapa nominal yang tertera di dalam kartu itu.
"Dia akhirnya larut dalam lamunannya sendiri sehingga tidak menyadari kalau seseorang sedang berdiri di depan pintu memperhatikannya dengan seksama.
"Sambil terbatuk-batuk kecil,pak Jatmiko memberi kode kepada Binar tentang kehadirannya disitu.
"Sontak,dia kaget dan berbalik ke arah pintu.
"Eh..Bapak,sapanya dengan hormat.
"Pak Jatmiko jadi terkekeh sendiri melihat tingkah Binar yang gelagapan seperti itu.
"Maaf,jika tadi saya sempat buat Kamu merasa kaget ucap Pak Jatmiko dengan tatapan yang begitu lain dari biasanya,sambil tersenyum penuh makna sembari tak mau berhenti menatap Binar,membuatnya merasa risih dan tidak suka.
"Maaf ada yang bisa saya bantu pak...???tanya Binar.
"Oh..nggak kok,saya hanya ingin mengajak kamu makan siang saja,kamu belum makan siang kan...???tanyanya dengan penuh harap.
"Oh,kebetulan saya lagi puasa pak jadi nggak bisa nemenin bapak makan siang hari ini jawabnya berbohong,sengaja menolak permintaan pak Jatmiko karena dia merasa risih dengan perlakuan spesial Direkturnya itu.
"Oh...maaf,atas ketidaktahuan saya tadi,sahut pak Jatmiko merasa bersalah.
"Nggak apa-apa pak.
"Oke,kalau begitu saya keluar dulu yah,nanti kita ketemu di ruangan saya setelah jam makan siang selesai jawab Pak Jatmiko dengan nada kecewa karena tidak bisa makan siang bersamanya.
"Binar menarik napas panjang,
__ADS_1
merasa lega,melihat kepergian Bosnya saat itu.
*************$$$$$$$$$$************