Cinta Dalam Perjanjian

Cinta Dalam Perjanjian
Obat perangsang part...3


__ADS_3

Jarum jam sudah menunjukkan pukul 1 dini hari,tetapi Hisam tampak masih terjaga,Dia sedang duduk di sopa menyenderkan kepalanya sambil menunggu Binar terbangun.


"Beberapa kali Telepon nya berdering,tapi tak begitu di hiraukan nya,karena dia sangat yakin itu telpon dari Arya yang dari tadi terus mencoba menghubunginya dan memaksanya untuk berangkat ke Solo malam itu juga.


"Dia nggak mungkin tega meninggalkan Binar dalam keadaan seperti itu,Apalagi dia merasa anak itu kayak linglung,dan nggak menyadari sama sekali apa yang telah di lakukan nya.


meski sebenarnya dia merasa sangat bersalah,bahkan dia nggak tau bagaimana nanti bersikap menghadapi Binar semisal dia terbangun,dan meminta pertanggung jawaban atas apa yang barusan terjadi,meski itu atas keinginannya sendiri.


"Baru saja Hisam habis memikirkan itu semua,tiba-tiba tubuh Binar menggeliat perlahan,


terdengar dia mengumam kecil,lalu berusaha mengumpulkan kesadarannya,Lalu memicingkan matanya,dan mencoba untuk mengingat-ingat apa yang barusan telah terjadi,Dia merintih kesakitan saat akan bergerak bangun.


Namun tiba-tiba perasaan panas itu kini kembali menjalar ke tubuhnya.


"Pandangannya beralih ke arah Hisam yang tengah memperhatikannya.


"Mas.....panggilnya lirih,


"Yah..ada apa???Sahut Hisam berusaha bersikap tenang seolah-olah tidak pernah terjadi sesuatu.


"Binar berusaha bangkit,meski terasa sakit dan perih di bagian organ intimnya.Tapi rasa itu kembali menyerangnya dan kali ini lebih menyiksanya.


"Terlihat dia berusaha melawan itu semua,tapi sekuat apapun dia menahannya semakin rasa itu bergejolak di dadanya.


Hisam mengernyit saat melihat perubahan mimik di wajahnya itu, dan tanpa diminta dia segera bangkit dari duduknya mendekat ke arahnya.


"Mas,aku butuh itu lagi...desisnya lirih,sambil memegang kepalanya yang mulai terasa berat dan tak bisa terkontrol lagi.


"Apa...????


Hisam tampak sangat kaget mendengarnya.


"Mas,tolong aku...!!!!


"Aku benar-benar tersiksa dengan semua ini,ujarnya sambil meraih tangan Hisam mencegahnya untuk pergi menjauh,Tangan itu kemudian dia dekap ke dalam dadanya.


"Kamu sebenarnya kenapa sih...???tanyanya, berusaha menepis genggaman tangan Binar tapi malah semakin dipererat dan tanpa sadar menuntun tangan itu ke area sensitifnya.


"Ayo,lakukan lagi mas,pintanya mengiba,


"Kamu ini sudah tidak waras"desis Hisam tak percaya.


"Yah,aku memang sudah tidak waras lagi mas,ucapnya sambil menarik Tubuh Hisam hingga terjatuh bersama nya diatas tempat tidur.


"Dan mau nggak mau akhirnya Hisam kembali meladeni hasratnya itu.bahkan kali ini lebih agresif di banding tadi,meski terasa sakit tapi Binar begitu tidak peduli karena yang ada di otaknya hanya satu,dan kembali lagi Hisam melakukan pendaratan yang cukup sempurna,dan pada akhirnya mereka terkapar bersama.


"Ada apa dengan anak ini...???


Kenapa aku dibuat tak berdaya begini,seolah-olah aku ini adalah seorang casanova Di jamannya...???


untung tadi aku sempat makan,jadi bisa ada tenaga,kalau begini terus-terusan,aku bisa pingsan lama-lama.


"Aku harus segera bertindak dan mencari tau soal ini,ucapnya lirih ke dirinya sendiri sambil melirik ke arah Binar yang kembali terlelap,tak sadar diri bahkan dia membiarkan tubuhnya terekspos tanpa ada yang menutupi.


"Hisam berusaha bangun,karena sepertinya tenaganya begitu terkuras banyak tadi,setelah hampir 2 jam meladeni keinginan Binar yang tiada habisnya.


Kembali dia menarik selimut dan menyelimutinya.


"Dia melangkah mengambil air putih di atas meja lalu meneguknya,


lalu mengambil hapenya dan menelpon Leo.


lama baru ada yang angkat..


"Leo..!!!


sambutnya,saat telponnya sudah tersambung


"iya..Tuan,


"Kamu masih di lobi kan..??tanyanya ingin memastikan.


"Iya Tuan,jawab Leo dengan suara serak habis tertidur gara-gara menungguinya di lobi hotel.


"Ada apa Tuan...??tanya Leo masih berusaha mengumpulkan kesadarannya.


"Gimana keadaan dibawah...?apa sudah Aman terkendali ..??tanyanya.


"Dengan perasaan bingung sekaligus heran,Leo mengarahkan pandangannya ke segala penjuru,tampak sepi tak ada siapa-siapa lagi,Satpam penjaga pun sudah tidak terlihat,mungkin sudah tertidur di Pos Jaga karena memang di jam-jam segini mereka gunakan untuk istirahat.


"Iya Tuan,sudah sunyi dari tadi hanya tinggal aku yang menggigil kedinginan di sini "Jawab Leo gemetar menahan dingin.


"Bagus kalau begitu,segera siapkan mobil.kita akan pulang ke rumah sekarang...!!!putus Hisam kemudian,

__ADS_1


"Sekarang Tuan,


yah,sekarang...!!!perbaiki jok belakang dan siapkan bantal,ucapnya kembali memberi perintah tak memperdulikan keadaan asistennya yang mengeluh kedinginan.


"Baik Tuan,


Leo sudah tidak bertanya lebih lanjut lagi,dia hanya mengiyakan apa yang menjadi perintahnya Tuan mudanya itu.


"Hisam segera menyimpan hape beserta berkas-berkas penting nya kedalam tasnya lalu segera memakai bajunya kembali dan bergegas ke arah Binar yang tengah tertidur,


"Cukup lama dia berdiri memandangi,wajah Binar yang tengah terlelap,Wajah yang sudah beberapa kali dia cium saat mereka tengah melakukan pergulatan tadi.


lalu dia segera meraih pakaian Binar yang masih berserakan dilantai.


"Hei,bangun...


ayo bangun,Hisam berusaha membangunkannya dengan menggoyangkan lengannya.


"Ayo kita pulang ke rumah sekarang,ucapnya lagi.


"Hem,nanti saja aku capek dan ngantuk,lenguh Binar lirih tanpa sedikit pun membuka matanya.


"Sekarang...!!! ayo...kamu mau aku tinggal di tempat ini"tegas Hisam.


"namun mendadak hening,Binar bahkan sudah nggak memberikan reaksi apa-apa,malah terdengar dia mulai mendengkur dengan halus.


"Dasar....!!!!


"Hisam menarik napas yang panjang,dan menekurkan kepalanya sebentar dan terlihat berpikir.


Dan tidak lama kemudian,dia segera menarik selimut Yang menutupi tubuh Binar dan mau nggak mau kembali matanya melihat tubuh polos tanpa cacat itu,putih bersih dan mulus membuatnya kembali menelan Saliva nya,tanpa menunggu waktu lebih lama lagi,dia lansung membantu Binar Memakaikan bajunya satu persatu.


"Ini orang tidurnya kayak kebo,tidak sadar-sadar juga aku bolak-balik seperti ini"ucapnya dalam hati sambil menahan kekesalannya.Dia merasa dikerjai habis-habisan oleh wanita ini,tapi demi mengingat hal ketidak wajar yang baru saja terjadi membuatnya segera mempercepat kegiatannya itu,dan tanpa pikir panjang lagi dia lansung meraih tasnya dan mengambil ancang-ancang sebentar untuk segera Menggendong Binar keluar dari kamarnya itu.


"Tak perlu diceritakan bagaimana perjuangan Hisam menggendong Binar yang tengah tertidur dari lantai 2 turun kebawah dan bisa sampai ke parkiran.


"Leo dengan tergopoh-gopoh,membuka pintu mobil,


"Jangan sentuh dia,tegur Hisam tatkala melihat Leo ingin membantunya mengangkat Binar.


"Baik..Tuan....!!!


"Cihhhh,baru saja beberapa jam yang lalu mereka bersama,Eh..sudah ngelarang-larang aku menyentuh Nona,kemarin-kemarin kemana aja Tuan...???padahal aku kan hanya Niat membantunya karena terlihat dia sudah ngos2an menggendong Nona.


"Selesai membaringkan tubuh Binar dengan hati-hati,dia lansung menyuruh Leo untuk segera meninggalkan tempat itu.


"Leo,segera hubungi dokter Jayadi.katakan malam ini juga aku membutuhkannya"perintah Hisam secara tiba-tiba,cukup mengagetkan Leo yang baru saja menjalankan mobilnya.


"Apa...???


"Tapi Tuan,ini kan sudah tengah malam??


"Aku nggak peduli,dia enak-enakan aja tidur sementara aku ,dari tadi tersiksa terus dengan kelakuan dia"ketus Hisam sambil berbalik menatap Binar yang tampak tertidur pulas tak menyadari sama sekali bahwa dirinya sekarang tengah berada dalam perjalanan pulang.


"Memang Nona Kenapa Tuan...??tanyanya bingung karena terlihat Binar baik-baik saja.


"Aku juga nggak tau,Penjelasannya tanya saja nanti sama Dokter Jayadi,pokoknya aku nggak mau tau dia harus segera kerumah malam ini juga"tegasnya lagi. karena nggak mungkin juga dia akan menceritakan apa saja yang telah terjadi antara dirinya Dengan Binar.


"Baik Tuan,dan pada akhirnya Leo segera menghubungi dokter Jayadi meski merasa tidak enak hati menganggu jam istirahat sahabatnya itu tapi demi menjalankan perintah yang tidak bisa dia bantah,apa boleh Buat...!!!maafkan aku Jay...kamu juga harus kena imbasnya,gara-gara laki-laki ini yang sepertinya kembali jatuh cinta lagi..!!!


"Hisam masih tampak begitu cemas memikirkan keadaan Binar,sesekali dia berbalik menengok ke belakang hanya ingin memastikan kalau keadaannya baik-baik saja.


"Leo bisa melihat kecemasan itu di matanya.


"Terima kasih Tuan,secara tidak sadar Anda sudah membuka hati buat Nona"ujar Leo dalam hati lalu berusaha fokus mengemudi apalagi sudah lewat dini hari,rawan kecelakaan karena biasanya banyak sopir yang mulai tertidur di jam segini saat sedang menyupir.


..................


"Dokter Jayadi keluar dari kamar Hisam,setelah memeriksa keadaan Binar yang belum terjaga dari tadi.


"Dok...dia kenapa??Tanya Hisam sedikit khawatir.


"Dokter Jayadi mengajaknya turun ke bawah, dan menyuruh bik Ranti untuk menjaga keadaan Binar sebentar.


"Hisam mengikutinya turun ke bawah,sementara Leo sudah kembali mendengkur di sopa menunggu mereka di ruang utama.


"Ada apa dengan anak itu...???tanya Hisam penasaran.


"Dokter Jayadi tampak tersenyum lebar,sambil meletakkan tasnya diatas meja dan mengajak Hisam duduk.


"Tuan Hisam keterlaluan juga yah...!!!seharusnya kalau Anda mau bermain-main dengan istri Anda, itu nggak perlu memakai dosis tinggi seperti itu,yang ada Anda akan kewalahan sendiri meladeninya"Ucap Dokter Jayadi sambil tersenyum menjelaskannya dengan malu-malu.


"Apa...???

__ADS_1


Maksud dokter apa...???


aku tidak mengerti...???tanya Hisam kaget.


"Terlihat Dokter Jayadi mengerutkan keningnya,


"jadi Tuan Hisam tidak tau sama sekali soal itu??


"Nggak...??aku bahkan belum mengerti apa maksud dari penjelasan dokter itu???


Dokter Jayadi cukup terkejut mendengarnya,


"Nona Binar habis meminum obat perangsang dalam dosis tinggi dan itu akan terus berlangsung beberapa jam kedepan.


"Apa...???


"obat perangsang...???


"Iya Tuan,sepertinya Nona Binar habis meminum pil setan itu sehingga membuat dirinya tidak sadar diri.."Dokter Jayadi kembali


menjelaskannya.


"Kurang ajar,siapa yang berani melakukan itu???geram Hisam.


"sebaiknya itu Nanti saja Anda pikirkan,karena cepat atau lambat saya yakin Anda pasti akan memburu dan menemukan pelakunya tapi yang harus anda pikirkan sekarang bagaimana meladeni keinginan Nona itu yang akan terus muncul setiap kali dia terbangun.


"Apa...???


Sial...????


Hisam tampak kaget mendengar penjelasan Dokter Jayadi.


"Apa nggak ada solusinya Dok?


atau ada obat yang bisa menetralisir obat itu...???tanya Hisam penuh harap.


"Ada,tapi untuk saat ini...


"Anda harus tetap berusaha membantunya menyalurkan hasrat yang tak terkendali itu,karena kapan itu tidak tersalurkan akan mengancam jiwanya dan bisa saja dia mati terkapar,aku sudah menyuntikkan Vitamin dan obat penenang tapi itu hanya berlaku untuk sementara waktu,pengaruh obat itu akan hilang dengan sendirinya jika Dosisnya sudah mencapai ******* beberapa kali..ujar Dokter Jayadi berusaha menjelaskannya secara detail dan sedikit hati-hati karena dia begitu paham dengan siapa dia sedang berhadapan sekarang,


laki-laki yang punya pengaruh besar untuk keluarga dan jabatannya ini,bahkan dengan tega memintanya tengah malam begini datang ke rumahnya,tak tau aturan banget, tapi itu memang konsekuensi menjadi dokter pribadi keluarga Salim group harus stand by 24 jam,kapan saja dibutuhkan,mau lagi enak-enakan tidur atau bergelut dengan istri sekali pun,yah harus ditinggalkan...!!!


"Setelah memberikan beberapa resep kepada Hisam,Dokter Jayadi memohon pamit,dan berjanji akan datang lagi nanti melihat kondisi Binar.


"Di antar oleh Leo sampai ke depan,


"Maaf yah Jay,harus ikut merepotkan mu...ucap Leo merasa bersalah pada sahabat nya itu,panggilan Jay itu sengaja sebagai panggilan akrab darinya,karena dia dan dokter Jayadi sudah bersahabat sejak masih kuliah dulu.


"Aku pamit yah,kamu juga sepertinya butuh istirahat..sahut Dokter Jayadi.


"Iya nih Jay,gara-gara laki-laki yang kembali jatuh Cinta itu,aku harus rela kedinginan demi menjadi seorang Satpam.


"Dokter Jay,tersenyum menanggapinya,


"sebaiknya kamu siapkan diri mulai dari sekarang,dan untuk berjaga-jaga tolong belikan minuman penambah stamina buat Tuan Hisam sekarang,karena dia akan sangat membutuhkan itu untuk beberapa jam ke depan,dan mau nggak mau dia akan terus menyusahkan mu"Dokter Jayadi memberi saran sambil tersenyum penuh arti.


"Baik Jay,aku akan ikuti saran kamu itu,


resiko nggak punya pasangan,celetuk Leo.


"Makanya cepat-cepatlah cari pasangan,


timpal Dokter Jayadi.


"Ah,nanti saja.masih pengen bebas tanpa adanya ikatan.


"Ya..udah terserah kamu deh,aku pamit yah..!!!


"Oke,hati-hati yah,


Akhirnya Leo paham dan mengerti apa sebenarnya yang telah terjadi pada Binar.


membuatnya kembali hanya bisa berdiri bengong mencoba mencermati semua penjelasan Sahabat nya tadi.


"Siapa yang berani melakukan hal itu pada Nona...???


"Apakah aku harus mencari pelaku itu dan berterima kasih padanya,karena dengan adanya kejadian itu Tuan Hisam seperti mulai menunjukkan perasaannya pada Nona Binar,tapi bagaimana Andai yang mendapatkan Nona dalam keadaan seperti itu bukan Tuan Hisam??Aku nggak bisa bayangin???Ntah apa yang bakal kejadian lagi pada diri Tuan muda...???


"Dan aku rasa Tuan Hisam tidak akan pernah membiarkan pelakunya hidup tenang,cepat atau lambat dia pasti akan tahu segalanya dan sepertinya aku harus mulai menyiapkan sang detektif itu mulai dari sekarang,


ujar Leo pada dirinya sendiri.


***************$$$$$$$$$*************

__ADS_1


__ADS_2