Cinta Dalam Perjanjian

Cinta Dalam Perjanjian
Kelakuan Nayla part...3


__ADS_3

"Dengan perasaan malas,Binar akhirnya memaksakan diri untuk bangun meski rasa kantuk masih sangat menyerangnya.


"Selesai menunaikan sholat shubuh seperti biasanya dia segera bergegas keluar kamar.


"Rencana nya dia akan menemui Nayla di kamar nya dan meminta penjelasan atas kelakuannya tadi malam.


"Di dapur dia tengah mendapatkan bik Ranti yang sedang sibuk membuatkan sarapan.


"Bik,Nayla belum bangun yah?tanya nya ingin memastikan.


"Sepertinya Nayla nggak pulang semalam Non,mungkin dia nginap di rumah teman nya,karena dia pamitnya begitu kemarin sama bibik"Jawab Bik Ranti apa adanya tanpa ada kecurigaan sama sekali.


"Oh..yah Udah Bik,


"Memang ada apa Non...???


"Non.. Binar,ada perlu sama Nayla yah..??tanya Bik Ranti penasaran.


"Oh..nggak kok Bik,aku cuman sekedar nanyain aja."jawab Binar berbohong,karena nggak mungkin juga dia akan bicara terus terang sama bik Ranti soal kejadian semalam,yang ada dia bakalan shock dan sedih.


"Tapi yang dia khawatirkan,keadaan Nayla semalam yang sepertinya mabuk berat,terus bagaimana dia bisa pergi dari rumah ini dalam keadaan yang seperti itu.."Binar nggak habis pikir,


"Kok..malah bengong Non..,pamali atuh pagi pagi udah bengong begitu."tegur Bik Ranti.


"Iya,nggak kok Bik..!!


"Bibik masak apa hari ini...???Tanya nya sengaja mengalihkan topik pembicaraan.


"Nasi goreng pete,kesukaan Tuan..Non,


"Nona bisa nyobain rasanya,takutnya nanti tuan Muda bakal protes lagi kayak kemarin"pinta Bik Ranti.


"Binar tersenyum mendengar perkataan Bik Ranti,tapi pada akhirnya dia nyobain juga NasGor Ala bik Ranti itu.


"Mmmnnn...udah enak kok bik,rasanya sudah pas"pujinya sambil tersenyum.


"Makasih,Non...!!!


"Semoga Tuan muda bakal suka yah..???ucap Bik Ranti penuh harap.


"Pasti bakal suka kok..Bik,"Binar meyakinkannya.


"Tapi kok Tuan muda,belum bangun yah..Non...???


"Biasanya jam segini,dia pasti udah bangun,"Tanya Bik Ranti.


"Oh..iya..yah Bik,mungkin bentar lagi dianya turun bik"jawab Binar meski dia juga sedikit


bertanya-tanya dalam hati.


"Apa mungkin,dia belum bangun yah??


"Secara kan,semalam tidurnya sangat terganggu"Binar jadi membatin sendiri.


"Ya..udah bik,aku ke kamar dulu yah...!!!kepengen siap-siap sekalian liat Tuan Hisam dulu,apa dia sudah bangun atau belum??"ucap Binar lalu berlalu meninggalkan Bik Ranti sendirian di dapur.


"Niatnya sih ingin ganti baju,tapi demi di lihatnya kamar Hisam belum terbuka sama sekali membuatnya cukup berpikir lama,antara membangunkan atau tidak???

__ADS_1


"Cukup lama dia berpikir,akhirnya dia berinisiatif untuk memastikan keadaan Hisam yang sampai sekarang belum keluar juga dari kamarnya.


"Setelah berada di depan pintu kamar Hisam,bukannya lansung mengetuk malah kembali berdiri mematung,


"Mau ngetuk tapi ragu dan was-was juga,


"Tapi baru saja dia akan mengetuk pintu,tiba tiba....


"Ceklek....


"Pintu kamar lansung terbuka oleh pemiliknya yang sudah kelihatan rapi dan siap untuk berangkat ke kantor.


"Hisam tertegun menatap Binar yang sedang berdiri di depan kamarnya saat itu,


"Hei..ada apa...???tanyanya dengan dingin.


"Binar cukup kaget tadi,tapi dia berusaha bersikap dengan tenang.


"Hei,aku tanya...ada apa???Hisam kembali bertanya dengan nada bicara yang sangat datar.


"Nggak...nggak kok mas,


"Saya hanya kebetulan lewat tadi,habis dari balkom"jawab Binar gelagapan.


Membuat Hisam lansung memutar badan,meninggalkannya tanpa sepatah kata lagi.


"Binar hanya bisa menatap punggungnya,


"Dia bisa melihat,pagi itu sepertinya Sang suami kurang semangat kayak biasanya,dan Binar yakin semalaman dia kurang tidur karena terlihat lingkaran hitam di bawah matanya.


"Binar hanya bisa menghela napas,setelah mengingat kejadian semalam.


"Andai bisa, hari ini aku ingin minta libur saja.


tapi itu nggak mungkin...!!!


"Karena hari ini aku ada jadwal bertemu dengan klien yang baru...jeritnya dalam hati sambil berlalu ke kamarnya untuk siap-siap juga ke kantor.


.... .......... .......


"Sementara itu dilain tempat,Tampak Nayla yang sedang bersusah payah untuk bangun dari sebuah kamar yang isinya sudah sangat berantakan gara gara habis berpesta pora tadi malam bersama beberapa teman sekolahnya di rumah Nadin,salah satu teman baiknya.


"Kepalanya terasa pening sekali pagi itu,


"Dia merasa sangat pusing sekali efek semalam dia banyak minum.


"Dia mencoba memperbaiki duduknya sambil mengingat-ingat apa yang sebenarnya terjadi semalam,tapi kepalanya terasa pusing sekali untuk mencerna semuanya.


Tiba-tiba Nadin masuk membawa segelas susu dan sarapan untuknya.


"Kirain kamu belum bangun..Nay...??


sapanya sambil meletakkan Susu dan Roti itu diatas Meja.


"Ayo sarapan dulu,baru siap-siap,hari ini kan..kita ada praktek ulangan.nanti kita bisa telat lho kalau belum siap-siap dari sekarang"ucap Nadin mengingatkan.


"Tapi kepalaku,terasa berat sekali..Din..!!!

__ADS_1


"Aku pusing,sepertinya aku nggak bisa masuk deh hari ini.."jawabnya simpel.


"Apa....???


"Kamu mau,dapat nilai merah lagi...?


"Bagaimana kalau kamu nggak lulus...???


ucap Nadin kembali mengingatkan


"Bodoh amat...sahutnya dengan sedikit kesal,apalagi dia mengingat kejadian semalam,Dia sangat kecewa sekali karena gagal menggoda Hisam,dan nggak tanggung-tanggung dia kalah taruhan dari teman-teman nya dan harus rela mengorbankan Dirinya demi membayar taruhan yang telah dia buat sendiri.


"Kamu sih,nekat banget..padahal aku udah ingetin kamu agar tidak ikut taruhan begitu...!!!


"Bukannya aku nggak percaya atas kemampuan kamu sendiri dalam hal menggoda cowok,tapi kali ini berbeda..Nay,semua orang tau Dia adalah Orang yang sangat berpengaruh di dunia ini,Sekalipun dia menginginkan wanita secantik Bidadari,Hanya dalam hitungan menit saja dia bisa mendapatkannya.


"Dia bukan orang sembarang,yang bisa digoda dan di iming-imingin hanya dengan modal cantik,seksi apalagi tubuh doank,kamu terlalu kepedean..Nay,seharusnya kamu bisa sadar diri untuk hal itu dan mestinya kamu sangat berterimakasih kasih padanya karena sudah mau membiayai hidup kamu,sekolah kamu,bahkan dia membiarkan kamu tinggal gratis di rumahnya,tapi apa balasan kamu...??


"Ucap Nadin,ngomong panjang lebar, sengaja ingin menyadarkan obsesi sahabatnya itu.


"Tapi aku begitu tergila-gila padanya...Din,


Apa aku salah jika ingin memilikinya,walau hanya sekedar semalam saja...???jawab Nayla jujur.


"Itu mustahil...Nay,karena dia bukan laki-laki gampangan seperti yang kamu pikirkan.


"Sekarang kamu yang menuai sendiri kan hasil dari apa yang kamu tanam itu...!!!


"Dan aku berharap semoga kamu tidak akan menyesalinya suatu saat nanti.


"Sebagai teman kamu,aku hanya sekedar mengingatkanmu saja,terserah kamu mau dengar atau tidak..??yang jelas aku tidak mau ikut campur dalam urusan kamu kali ini.."ucap Nadin menegaskan.


"Kita lihat saja nanti,apa yang akan aku lakukan setelah ini,karena dalam kamus ku tidak ada kata kekalahan..."ucap Nayla masih dengan obsesinya.


"Ya...udah,terserah kamu deh..!!!


"Sekarang,habiskan sarapan kamu,bentar lagi aku mau berangkat ke sekolah, Dan kamu mending pulang dulu deh,nenangin pikiran kamu dulu,supaya bisa berpikir dengan jernih"ucap Nadin.


"Aku tidak akan pulang ke rumah itu lagi,tapi aku akan mencari tempat yang aman dulu sambil memikirkan strategi apa yang akan aku ambil selanjutnya,karena aku tidak akan pernah berhenti sampai di sini"Ucap Nayla.


"Kamu beneran,udah gila..yah...Nay,kamu benar-benar sudah dibutakan oleh cinta kamu itu, sampai-sampai kamu rela mengorbankan sekolah kamu terlebih ibu kamu sendiri,


"Apa kamu nggak kasihan sama ibu kamu,yang kamu tinggalkan sendirian di sana...???


"Bagaimana kalau dia yang harus membayar mahal atas perbuatan yang telah kamu lakukan itu??.


"Dimana nurani kamu sebagai Anak..Nay,


"Istigfar kamu Nay,ingat ibu kamu...!!!


"Ucap Nadin kembali mencoba menyadarkan-nya.


"Aku sudah memikirkan semuanya dengan matang...Din,dan aku yakin ibu aku akan baik-baik saja di sana"Jawab Nayla begitu yakin.


"Oke,susah memang...bicara sama orang yang sudah dibutakan hatinya oleh cinta,Aku harap penyesalan kamu tidak akan terlambat...Nay,"Ucap Nadin.


Nayla hanya terdiam mendengarnya....

__ADS_1


*************,$$$$$$$$$$***********


__ADS_2