
Begitu mendapat telpon dari Dokter Jayadi,Mengabari keberadaan istrinya ada di mana?? Hisam langsung bergegas berangkat ke sana,Dan sepanjang perjalanan terus mencecar Dokter Jayadi dengan seribu pertanyaan menyangkut soal istrinya,dia bahkan melarang dokter Jayadi sampai memutus panggilan telponnya hanya demi ingin mengetahui kabar tentang istrinya.
"Binar baik baik saja kan...???"
"Bagaimana dia bisa berada di Rumah sakit???
"Dia nggak terluka,atau berdarah kan???"
"Awas saja kalau dia sampai kenapa-kenapa???"
Dokter Jayadi hanya bisa menghela napas karena tidak bisa berbuat apa-apa selain meladeni kegilaan laki laki ini,untung saja dia nggak ada pasien yang gawat sehingga dia bisa merasa sedikit lebih tenang.
"Leo,bisa ngebut nggak???"
"Kenapa mobilnya lelet banget...???"
"Kalau ada apa apa dengan istriku,Aku tidak akan pernah memaafkan kalian..!!!"
Dokter Jayadi kembali menarik napas panjang saat mendengar semua makian yang di Tujukan pada Leo.
"Tenang tuan muda,Nona Binar baik-baik saja,dia sedang berurusan dengan Dokter Ani,Sahut Dokter Jayadi mencoba untuk menjadi malaikat buat sahabatnya itu,namun bukannya tenang seperti perkiraannya malah semakin bertambah panik, membuatnya mengumpat dalam hati kenapa harus salah ngomong??
"Leo gas full stir mobilnya sekarang,atau kamu bisa pilih untuk turun di sini,biar aku yang bawa mobilnya,aku tidak bisa tenang sebelum melihat keadaannya Bagaimana???
"Tenang tuan muda,sebentar lagi kita sudah sampai rumah sakit tinggal satu belokan saja di depan"Sahut Leo tegang ikut panik memikirkan keadaan Nona mudanya,Bagaimana kalau memang sesuatu telah terjadi pada Nona Binar dan semua itu di luar dari pengawasannya.
Mendengar ucapan Leo,Dokter Jayadi langsung mematikan hapenya lalu segera beranjak dari tempat duduknya,ingin segera menyonsong kedatangan Tuan Hisam yang sebentar lagi sampai ke tempat itu,dia memang sengaja nggak memberitahu apa-apa pada Hisam karena dia pun sebenarnya belum tau pasti apa permasalahannya,Binar bahkan belum sempat ngasi penjelasan apa-apa sebelum dirinya di panggil oleh dokter kandungan yang merawat Nayla.
Sampai Rumah sakit,Bukannya menunggu Leo turun lebih dulu untuk membukakan pintu Mobil untuknya,Dia malah langsung berhambur keluar kayak orang lagi ngejar maling,saking ngebetnya ingin melihat kondisi istrinya.Dokter Jayadi yang datang menyongsongnya pun
tak di hiraukan nya,dia malah lari kalang kabut mencari keberadaan istrinya.
"Binar..."
"Mana Istriku...???"
"Dimana dia...???"Teriaknya membuat sang sopir yang sedang duduk di ruang tunggu tersentak kaget tatkala melihat sosok laki-laki yang begitu di kenalnya tengah berdiri di hadapannya dengan wajah panik dan berteriak-teriak memanggil seseorang.
"Tuan Hisam..."pekiknya kaget setengah percaya.
"Yah benar sekali,itu adalah tuan Hisam"kembali membenarkan ucapannya sendiri.
"Tuan Hisam ngapain berada di sini???Tanyanya dalam hati sambil berdiri berniat ingin menyapa, apalagi dia melihat sang Asisten pun tiba-tiba muncul di belakangnya,tentu ada hal penting"pikirnya.
Kapan lagi dia bisa menyapa tuan Hisam dari dekat,ini adalah pemandangan langka dan jarang terjadi,dia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan itu tapi jangankan bisa menyapa sang Presdir bahkan tak melihatnya sama sekali.
"Tenang tuan muda,Nona Binar baik-baik saja"Dokter Jayadi tetap berusaha bersikap tenang seolah olah bisa membuat amarah laki-laki yang ada di hadapannya ini mereda setidaknya bisa sedikit mengendalikannya namun kenyataannya itu mustahil terjadi.
"Bagaimana saya bisa tenang,sebelum melihatnya,Kamu tau dari tadi aku cemas memikirkan keadaannya yang tiba-tiba pergi tanpa pesan dan keberadaannya tidak bisa aku jangkau,"Jawab Hisam terdengar sangat frustasi.
"Iya Dokter Jay,bagaimana keadaan Nona???
"Apa dia baik-baik saja???"Leo ikut mengintimidasinya dengan serbuan pertanyaan di sertai sorot mata yang tajam.
"Tapi belum sempat dia menjawab,Sang Dewi penyelamat tiba tiba muncul membuat Dokter Jayadi langsung bernapas lega.
"Mas Hisam..."panggil Binar sumringah begitu melihat punggung suaminya yang sedang membelakanginya saat itu,mendengar suara itu Hisam sontak berbalik dan wajahnya seketika langsung cerah secerah senyumnya begitu melihat istrinya baik-baik saja.
"Binar..."
Hisam langsung berhambur memeluknya,mencium membabi buta,hidung mata, pipi,dagu tak ada yang luput dan berakhir lembut di kening istrinya,kemudian mendekapnya lagi seakan tak ingin melepasnya.
"Kamu baik-baik aja kan sayang???kamu kemana aja sih??kenapa pergi nggak bilang-bilang,kan aku bisa antar misalnya kamu mau kemana??pakai ninggalin dompet dan hape di lobi kantor,kamu tau paniknya aku kayak apa???"Ucapnya sembari terus memeluknya.
"Iya mas maaf,tapi alhamdulilah aku nggak apa-apa kok...???"
__ADS_1
"Nggak apa-apa gimana???"
"Bagaimana kalau ada apa-apa di jalan???"
"Terus mau hubungin pakai apa,kamu tuh yah teledor banget!!!"Masih dengan protektifnya,sambil tangan membelai lembut rambut sang istri, tak peduli dengan 3 pasang mata yang hanya berdiri bagai patung melihat interaksi keduanya,terlebih bagi sang sopir mukanya mulai pucat pasi berkeringat dingin saat tau siapa sebenarnya wanita yang sudah di bentak dan dimakinya hanya gara-gara tidak mau membayar sewa mobil.
"Mati aku..!!!ternyata Wanita itu istrinya Tuan Hisam"Jeritnya dalam hati mulai ketakutan sendiri dan berniat untuk segera kabur saja dari tempat itu sebelum mereka menyadari keberadaannya tapi sialnya baru beberapa langkah dia berjalan tiba-tiba..
"Eh...pak tunggu...!!!"
"Bapak mau kemana...???"
panggil Binar,seketika langkahnya terhenti namun sudah tidak berani menatap ke arah mereka lagi,dia hanya tertunduk malu dan sangat was-was.
"Mas,Kamu bawa dompet nggak???"
"Dompet...???"
"Iya,bawa kok..!!!
"Hisam merogoh dompet dari saku celananya.
"Bisa aku liat sebentar mas??
"Ini,meski tampak kebingungan Hisam akhirnya menyodorkan dompet itu ke tangan istrinya.
Tanpa bertanya sedikit pun,dia hanya memperhatikan saat istrinya itu mulai membongkar dan memeriksa semua isi dompetnya,Dan Binar tersenyum begitu Senangnya saat melihat di dalam dompet suaminya terdapat banyak uang kes,itu artinya masalahnya akan segera selesai.
"Aku ambil yah mas,"ucapnya sembari mengambil beberapa lembar uang ratusan ribu dari dompetnya,Hisam hanya mengangguk tanda tidak mengerti tapi demi melihat Binar mendekati sang sopir dan malah menyodorkan uang itu membuatnya langsung paham.
"Pak,mohon maaf yah telah membuat bapak menunggu,ini cukup kan untuk membayar ongkos kami ke sini dan semoga ini juga bisa menutupi segala bentuk kerugian bapak karena sudah terlalu lama menunggu di sini"Ucap Binar ramah.
"Nggak....!!!Nggak usah Nona,saya nggak usah di bayar"Tolaknya terbata-bata.
"Lho kenapa nggak usah pak,Ini kan memang sudah seharusnya saya bayar karena bapak sudah capek capek mau mengantar saya kemari malah saya lihat mobilnya tadi kena banyak darah jadi sekalian untuk bayar jasa cuci mobil yah pak,ayo di terima pak"Binar tetap memaksa untuk membuat bapak tadi menerima uang itu, lagian dia jadi bingung kenapa tiba-tiba dia menolaknya padahal tadi sudah marah-marah bahkan membentaknya karena mengira tidak mau membayar ongkos
"Apa...???"
"Marah -marah"Sahut Hisam mendekat.
"Nggak kok mas,bapak ini nggak marah-marah kok dia malah sudah berbaik hati mau mengantar kami ke rumah sakit"Timpal Binar cepat dan dengan sigap menyodorkan uang itu ke tangan sang sopir,nggak mau suaminya sampai tau soal tadi bisa panjang ceritanya.
"Ayo cepat di terima pak,dan segera pergi dari sini"bisiknya sebelum suaminya sampai di dekatnya.
"Tapi Non,
"Sudah pak,ayo terima..."
"Maafkan saya Nona,Ucapnya dengan wajah penuh penyesalan sambil melipat kedua tangannya di depan dadanya sambil memohon maaf.
"Nggak apa-apa pak...!!!"Jawab Binar sambil tersenyum ramah.
"Memangnya Bapak habis berbuat apa sama nona Binar???Tiba tiba Leo mencegatnya pergi,membuat sang sopir gemetar ketakutan.
"Maaf tuan,saya minta maaf saya tidak tau kalau nona ini adalah istri Tuan Hisam"Ucapnya semakin gemetar apalagi saat Leo semakin mencengkeram kedua tangannya.
"Tuan Leo,Jangan....!!!!"Tegur Binar saat melihat sang sopir mulai merasa kesakitan.
"Urus Dia Leo,Ayo sayang kita temui Dokter Jayadi masih banyak hal yang harus kita selesaikan"Tiba tiba Hisam memeluk pinggangnya dan membawanya pergi.
"Tunggu mas,Tunggu..."Tepisnya.
"Tuan Leo,jangan sampai berbuat yang macam-macam pada bapak ini,dia sudah menolong dan membawa saya kesini,saya sangat berhutang budi padanya,saya tidak akan memaafkan anda tuan Leo kalau sampai dia tidak pulang menemui anak istrinya"Ancam Binar merasa cemas memikirkan keadaan sang sopir yang bisa saja Di apakan oleh Tuan Leo.
"Mas,tolong perintahkan pada tuan Leo agar menyuruh sopir itu pergi dari sini kasihan dia,anak dan istrinya sudah pasti cemas menunggunya di rumah"ucap Binar memohon.
__ADS_1
"Iya,dia pasti akan pulang kok...!!!"
Kamu ini hanya mencemaskan keadaan orang lain saja,nggak mencemaskan bagaimana keadaan suami kamu???
"Mas bukan begitu...???"
"Pokoknya aku nggak mau terima alasan,Terlebih dahulu kamu harus menjelaskan kronologis kenapa bisa ninggalin kantor tanpa izinku,dan kenapa bisa ada di sini???Tegas Hisam tetap punya alasan untuk memaksanya pergi dari tempat itu.
"Kamu dengar tadi apa yang Nona Binar bilang,Beliau bahkan merasa punya utang Budi pada seorang sopir seperti anda dan bahkan mau membela orang yang sudah jelas-jelas memakinya tadi,bahkan mau membayar dua kali lipat dari gaji kamu yang sebenarnya,tidak sepantasnya kamu berbuat kasar seperti itu padanya meski dia bukan istri tuan Hisam sekali pun"Ujar Leo dengan nada kesal.
"Maafkan saya tuan,saya benar-benar khilaf"
"Tapi aku rasa hukuman yang sepantasnya kamu dapatkan adalah kehilangan pekerjaan kamu ini"Tegas Leo dengan sorot mata tajam,meski Dia nggak melihat kejadian tadi tapi Ntah kenapa dia geram sendiri membayangkan bagaimana Nona mudanya di perlakukan tak senonoh oleh sang Sopir Grab itu,dimana perusahaan Grab mobil itu sendiri dibawah naungan Salim group milik suaminya.
"Maafkan saya Tuan,maafkan saya"
"Saya mohon jangan pecat saya,anak istri saya mau makan apa kalau saya sampai di pecat"Ucap sang sopir begitu memohon-mohon bahkan sampai berlutut ketakutan dengan tangan gemetar.
Leo tersenyum kecut mendengarnya,
"Oke, baiklah saya tunggu besok di kantor,kita selesaikan semuanya di kantor,jangan sampai Bapak tidak datang,Karena hanya hari esok yang akan menentukan nasib bapak selanjutnya"Gertak Leo kemudian berlalu pergi meninggalkannya.
"Mas udah dong,aku kan sudah bilang aku baik baik saja,bukan aku yang terluka dan nggak ada yang lecet atau berdarah sedikit pun "Sahut Binar saat suaminya masih memaksanya membuka baju dan memeriksa setiap bagian inci tubuhnya.
"Lantas kenapa kamu bisa ada di rumah sakit?Dan tadi kamu bilang sama sopir itu banyak darah di mobilnya???Ujar Hisam masih terus mengintrogasinya.
"Iya memang ada darah tapi itu bukan darah aku,udah dong aku mau pakai baju lagi nanti semisal dokter Jayadi masuk ke ruangan ini dan melihat aku dalam keadaan seperti ini,kan malu mas"Rengek Binar.
"Dia tidak akan berani masuk ke ruangan ini tanpa izinku sekali pun ini ruangannya sih,"Seringai Hisam sambil membantunya memakai baju,lalu tiba tiba refleks memeluknya.
"Kamu tau bagaimana aku sangat khawatir memikirkan kamu yang tiba-tiba menghilang tanpa kabar,aku nggak bisa memaafkan diriku sendiri jika sampai sesuatu terjadi padamu,aku mohon jangan pernah pergi lagi tanpa izinku..."Ucapnya seperti anak kecil yang begitu memohon ingin di belikan es krim oleh ibunya membuat Binar merasa tersentuh dan terharu mendengarnya.
"Maafkan aku mas,aku nggak bermaksud membuat kamu cemas dan se-khawatir ini, tiba-tiba aja aku pengen jalan-jalan sendiri,dan aku pikir bakal nelpon mas Hisam nanti tapi malah tas dan hape aku tidak tau ketinggalan di mana???"Binar berusaha memberi penjelasan yang tepat.
"Ya..sudah kali ini aku maafin,tapi aku nggak mau hal ini terulang lagi..Janji...!!!"
"Yah aku janji mas,"
Hisam langsung mengecup keningnya dengan perasaan lega.
"Oke sekarang,jelaskan kenapa bisa ada di sini dan darah siapa yang kamu maksud tadi???tanyanya,Setelah memastikan nggak ada satu pun yang berdarah atau lecet pada tubuh istrinya.
"Binar mulai menceritakannya dari awal sampai nggak ada satu pun yang terlewat dan Hisam mendengarkannya dengan begitu seksama.
"Nayla....???"
"Nayla siapa???"Tanya Hisam cukup kaget mendengarnya.
"Masak mas Hisam Lupa,Nayla anaknya bik Ranti mas"Jawab Binar berusaha mengingatkan memorinya tentang siapa Nayla???
"Oh..Dia,ngapain kamu tolong dia???"Hisam terdengar langsung tidak suka.
"Mas,jangan ngomong begitu,biar bagaimana pun dia anaknya bik Ranti,Wanita yang selama ini sudah aku anggap sebagai ibu kandungku sendiri jadi otomatis Nayla sudah aku anggap adik aku,sudah sepatutnya aku tolong,Andai terlambat sedikit saja dia bisa meregang nyawa mas,dan mas Hisam tau dia lagi hamil besar"Ucap Binar mencoba memberi pengertian pada suaminya,dan Hisam memang cukup tau bagaimana rasa simpatik dan sayang istrinya itu pada Bik Ranti pembantunya.
"Kalau memang dia lagi hamil,Kenapa nggak di panggil suaminya saja...???"
"Binar tiba tiba terdiam mendengar pertanyaan suaminya itu,dia agak ragu untuk menjawabnya tapi demi melihat raut wajah suaminya yang tampak kebingungan memaksanya untuk berkata jujur.
"Laki laki itu nggak mau bertanggung jawab mas,"Ucapnya lirih.
"Apa..."
"Jadi dia Hamil di luar Nikah???"Hisam begitu kaget mendengarnya.
Binar hanya mengangguk lemah,Selemah hatinya yang tidak punya jawaban semisal Bik Ranti tau semua ini dan dia sampai mempertanyakan anak siapa yang tengah di kandung oleh putrinya saat ini...????
__ADS_1
*****************$$$$$$$$$$$***************