Cinta Dalam Perjanjian

Cinta Dalam Perjanjian
Menghilang


__ADS_3

Beberapa hari kemudian,kesehatan Binar mulai pulih dan semakin membaik.semua berkat perawatan dan dorongan semangat dari Hisam,yang selalu setia menemani dan menjaganya sepanjang waktu meski sikap Binar tiba-tiba berubah begitu dingin pada nya,Bu Retno sendiri sudah pulang ke Jogja dari kemarin karena harus mengurus butik yang sudah terlalu lama dia tinggalkan.


"Sikap Hisam yang penuh perhatian padanya,tidak serta membuat perasaannya mencair,seperti yang terjadi pagi itu ketika Hisam sedang berusaha untuk memaksanya sarapan,dia menolak bahkan menepis tangan Hisam yang ingin menyuapinya.


"Kamu harus sarapan dulu lalu minum obat,Ayo aku suapin yah...!!!Bujuknya dengan tatapan penuh harap agar Binar mau membuka mulutnya dan memakan biar satu sendok saja.


"Binar tetap membungkam mulutnya terdiam dengan tatapan yang kosong,


"Gimana kita bisa pulang ke rumah kalau kamu nggak mau makan...??"Ayo dong makan sedikit saja"Masih berusaha membujuknya dengan sabar.


"Binar hanya bisa menggeleng,


Sarapan nya simpan aja di situ,nanti kalau aku lapar aku bisa ambil sendiri"Jawabnya dingin membuat Hisam menghela napas kecewa.


"Perlahan dia menyimpan sarapan itu di atas meja,lalu meraih jemari tangan Binar ke dalam genggaman nya kemudian menatapnya lekat.


"Gimana keadaan kamu sekarang,apa sudah merasa lebih baik???"tanya Hisam pelan,


"Binar mendesah berat,pandangan nya lurus ke depan,tak mengindahkan pertanyaan dan tatapan suaminya.Dadanya kembali terasa sesak,tangannya bergeser meraba perutnya yang kembali rata,napasnya terdengar semakin berat,perlahan air matanya mulai jatuh berlinang membasahi pipinya.


"Anakku...'Suara Binar lirih bergetar,kemudian menutup matanya,mencoba menguasai perasaannya,namun ternyata tak mampu,pikirannya semakin gelap.


"Binar..."Panggil Hisam berusaha menenangkannya.


Hisam langsung mendekapnya ke dalam pelukannya,air mata Binar semakin berlinang,Dia tak mampu lagi menahan duka,kecewa dan rasa pilu di hatinya,Sehingga tanpa sadar dia berteriak Histeris membuat Hisam perihatin melihat reaksi Binar saat itu,hatinya pun serasa ingin menjerit dan berteriak sekencang-kencangnya namun dia tahu Binar lebih membutuhkan dukungan nya sekarang,


"Tenanglah,jangan begitu,aku di sini..Hisam semakin mempererat pelukannya ketika Binar semakin berteriak,Tanpa dia sadari air mata Hisam pun mengalir di sudut matanya,tak tahan melihat jeritan istrinya yang sangat memilukan.


"Khawatir dengan keadaan Binar akan kembali memburuk,maka Hisam meminta dokter Jayadi untuk segera menyuntikkan obat penenang padanya.


"Perlahan Binar pun terkulai lemah di pangkuannya,sesaat setelah obat penenang itu sudah selesai di suntikkan lewat selang infus nya.Dengan pelan dia kembali membaringkan tubuh Binar di atas tempat tidur,kemudian membantu menyeka sisa-sisa air mata yang masih merembes di pipinya saat itu.


"Maafkan aku...maafkan aku,ini semua salahku"Batin Hisam terus bergejolak,dia sedih dan semakin tidak tega melihat istrinya dalam keadaan seperti itu.


********


Hisam tengah memijit-mijit pertengahan alisnya,pikirannya sedang kalut dan mulai terbagi,pengakuan Tania kemarin cukup membuatnya Shock dan sangat tertekan,Di tambah Reaksi Binar tadi sungguh membuatnya semakin terpukul dan merasa bersalah.


"Bagaimana mungkin semua kejadian yang menimpanya selama ini luput dari pengamatannya,yang dia nggak habis pikir Tania bisa melakukan itu semua dengan sempurna tanpa dia sadari bahkan saat dia sudah berkorban banyak padanya, keinginannya untuk di belikan sebuah Apartemen mewah,mobil bahkan sebuah perusahaan kecil sudah di pindah tangankan atas namanya namun seperti ini balasan Tania hanya karena tak bisa membalas cintanya.."


"Kejam sekali kamu Tania...!!!


"Kedatangan Leo Tiba-tiba membuyarkan lamunannya,namun tarikan napasnya yang sangat berat sempat terdengar oleh asistennya itu.


"Tuan muda,ini kopi nya,silahkan di minum dulu...!!!


Leo menyodorkan secangkir kopi ke hadapan nya,


"Makasih Leo..."

__ADS_1


"Bagaimana keadaan Nona tuan muda??Tanya Leo penasaran dengan kesehatan Nona mudanya.


"Tadi pagi dia masih sempat berteriak histeris seperti kemarin,Bahkan semakin sulit di tenangin, andai Dokter Jay tak menyuntikkan obat penenang padanya,semua pasti kewalahan menghadapinya,aku jadi mengkhawatirkan keadaannya sekarang Leo,sepertinya kejadian itu benar-benar membuatnya terpukul sampai-sampai menggoncang Jiwa nya"Ucapnya dengan nada sedih.


"Sabar Tuan muda,Sepertinya Nona butuh waktu untuk bisa melupakan semuanya.


Anda harus bersabar menghadapinya karena di saat-saat seperti ini dia sangat butuh dukungan dari anda"Jawab Leo berusaha menyemangatinya.


"Hisam kembali menarik napas yang panjang,


"Sekarang aku seperti kehilangan separuh jiwaku lagi Leo,Tania sudah menghancurkan segalanya,bahkan dia memporak-porandakan hidupku hingga tak menyisakan sedikitpun"Keluh Hisam kecewa.


"Anda masih punya Nona tuan muda,anda harus kuat dan bertahan demi Nona,kasihan dia jika sampai anda Merasa seperti ini,aku nggak bisa bayangin bagaimana perasaan Nona Binar sekarang,jika anda rapuh seperti ini lalu siapa yang akan menguatkannya???Nona akan semakin terpuruk jika sampai anda menghilangkan sandaran nya."Ucap Leo kembali menguatkannya.


"Kehadiranku tidak bisa menghapus air mata dukanya Leo,aku merasa tidak berguna saat melihatnya bersedih dan menangis pilu,"Aku nggak tau harus berbuat apalagi untuk saat ini"air mata Hisam hampir bergulir,memikirkan keadaan Binar seperti itu membuat batinnya tercabik,tak tega.


Tiba-tiba Telpon Leo berdering cukup keras,seketika mengalihkan perhatian Hisam apalagi saat melihat roman muka Leo tiba tiba berubah di sepersekian detik saja.


"Apa..???


"Bagaimana mungkin....???


"Kenapa sih kalian bisa kecolongan...???


"Kerjaan kalian mulai tidak becus...!!!


"Awassss,kalau sampai kalian tidak bisa menemukannya...???


"Cepat cari di semua tempat...!!!Reaksi Leo begitu panik saat memberi perintah membuat Perasaan Hisam tiba-tiba merasa nggak enak dan mulai cemas.


"Ada apa...???


Tanya Hisam panik karena bisa membaca gelagat aneh di wajahnya saat itu.


"Leo berpikir sejenak untuk menyampaikan berita itu,


"Ada apa....???Hisam kembali memperjelas pertanyaannya.


"Nona Binar menghilang,beliau tiba-tiba nggak ada diruangannya.


"Apa...???


"Apa kamu bilang,Binar menghilang...???


Tidak mungkin..???Hisam langsung mengambil langkah seribu,berlari keluar dari ruangannya,di ikuti oleh Leo.


********


Hisam benar-benar dibuat kebingungan mencari di setiap sudut ruangan bahkan sampai di lorong rumah sakit namun tak juga menemukan keberadaan istrinya.

__ADS_1


"Aku kan sudah menyuruh kalian berjaga 24 jam,tapi kenapa Nona masih juga bisa menghilang tanpa pengawasan kalian"Teriak Leo emosi sambil mengepalkan tinjunya ke arah anak buahnya,dia merasa sangat kecewa lagi-lagi dia harus membuat Tuan Hisam kembali merasa kecewa dan bersalah atas kejadian itu.


"Bagaimana Jay,apa kamu sudah memeriksa CCTV yang ada di ruangan ini"Tanya Leo begitu melihat Dokter Jayadi sahabatnya muncul dengan wajah paniknya.


"Sudah Leo,Nona Binar keluar lewat jendela kamarnya tanpa pengetahuan siapa pun"Jawabnya memberi informasi.


"Jadi Nona pergi sendiri,nggak di culik oleh siapa pun???Selidik Leo memastikannya lagi.


"Iya,sepertinya begitu...!!!


"Bagaimana mungkin dia bisa melakukan Semua ini,bukankah satu Jam yang lalu dia masih ada di sini dan sudah di suntikkan obat penenang,jadi bagaimana mungkin dia bisa sadar secepat itu,??aku kan hanya pergi sebentar saja."Ujar Hisam tak percaya.


"Maaf tuan muda,kami hanya memberinya dosis ringan saja karena takut makin memperburuk kondisinya"Jawab Dokter Jayadi ikut merasa bersalah.


"Lalu kemana dia sekarang...???Kondisinya kan masih lemah,kenapa kalian membiarkan dia pergi sendiri"teriak Hisam dengan keras sudah mulai terbawa emosi disertai kepanikan dan kecemasan yang makin meningkat.


"Tenang tuan muda...!!!


"Nona Binar tidak akan kenapa-kenapa,


"Bagaimana saya bisa tenang sebelum menemukan dia,kamu tau dia masih sangat lemah dan jiwanya sedang terguncang,bagaimana bisa kalian berpikir,dia tidak akan kenapa-kenapa???


"Hah....????


"Bagaimana mungkin dia bisa pergi sendiri dalam keadaan seperti itu???


"Kalau sampai ada apa-apa yang terjadi Dengannya??saya akan menuntut kamu Dokter...!!!Camkan itu....!!!Tunjuk Hisam dengan penuh amarah.


"Maafkan saya tuan muda,maafkan atas kelalaian kami,saya akan membantu mencari Nona Binar sampai ketemu"Dokter Jayadi semakin merasa bersalah.


"Percuma,itu tidak membantu..."ketus Hisam semakin cemas saja, lalu kembali memeriksa semua ruangan,berharap Binar ada di salah satu ruangan sedang bersembunyi.


"Maafkan dia Jay,Leo meminta maaf kepada sahabatnya atas sikap tuan muda nya tadi.


"Gak apa-apa Leo,kami yang seharusnya minta maaf tidak bisa menjaga Nona dengan baik,Saya pastikan akan memberi sanksi buat perawat yang sudah melalaikan tugasnya dal menjaga Nona Binar"Sahut dokter Jayadi.


"Sepertinya itu tidak akan membantu untuk meredakan kemarahan Tuan Hisam,sebaiknya kita pikirkan cara untuk segera menemukan Nona dalam keadaan baik-baik saja.


"Kalau begitu,ayo kita cari lagi mungkin beliau masih berada di luar.


Hisam semakin frustasi saja di buatnya,dia bahkan terduduk menangis di sudut kamar Binar,dia meraung-raung seperti anak kecil memikirkan keadaan istrinya yang menghilang Ntah kemana???


"Kemana lagi aku harus mencari kamu...???Teriaknya dengan air mata yang semakin tak terbendung lagi.


"Dia sangat menyesal sudah mempercayakan Binar kepada perawat,yang pada kenyataannya semua pengawal yang di suruh menjaga istrinya pun tidak bisa melaksanakan tugasnya dengan baik.


**********$$$$$$$$$$$*****************


Assallamu alaikum para Readers kesayangan aku semua masih tetap pada setia kan nunggu update terbaru dari cerita ini...???Yah..harus dong,jangan lupa dukungan dan semangatnya selalu yah??Kusayangki semuaπŸ₯°πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜Selalu banyak sayang dan cinta dari AuthorπŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2