
Ntah kenapa sore itu,Binar ingin sekali rasanya makan sate ayam kesukaannya yang ada di ujung pangkalan tidak begitu jauh dari kediamannya berada.
"Dengan izin sama bik Ranti dia berniat menyambangi tempat pangkalan Sate ayam langganannya itu.
"Bik,nanti kalau Tuan Hisam bangun semisal dia mencari aku tolong bilangin yah bik aku kemana???pesan Binar sebelum dia pergi.
"Baik Non,memang Nona Mau kemana sih?
"Sudah terlalu sore ini Non..?Bik Ranti terlihat khawatir karena nggak biasanya Binar keluar lagi setelah pulang dari kantor.
"Aku mau keluar makan sate Ayam bik,Itu penjual sate yang ada di ujung pangkalan sini,cuman sebentar aja kok..!!!Atau Bibik mau ikut nemenin aku??tanyanya.
"Ahh..nggak Non,bibik nggak suka makan sate"
"Binar tersenyum mendengarnya,
"Ya..udah bik aku berangkat sekarang yah..!!!
"udah ngiller banget nih bik"Sahutnya lalu pamit sama bik Ranti pergi.
"Tunggu dulu Non,panggilnya namun Binar sudah tidak menggubris teriakannya lagi.Dia sudah berjalan keluar dari pintu gerbang,dan hanya berjalan kaki.
"Nona Binar kok akhir-akhir ini beda banget yah...??seperti orang yang lagi ngidam aja..!!!Bik Ranti jadi bertanya-tanya sendiri dalam hatinya.
"Binar makan begitu lahapnya,Tak mempedulikan tempat di mana dia sedang makan sekarang.
"Nikmat banget yah Nak"makan satenya meski dipinggir jalan begini..??Ujarnya dalam hati sambil mengelus-elus perutnya tak tanggung-tanggung sudah hampir 2 porsi dia habiskan sendiri,Tukang satenya bahkan heran melihat cara makan nya.
"Satenya enak sekali..Bang...!!!
Binar merasa diperhatikan oleh si abang penjual sate
"iya Non,Alhamdulilah makasih kalau ternyata nona Doyan sate abang"jawab sang penjual sate yang begitu ramah sekali.
"Masih mau nambah lagi Non??tanya penjual sate sedikit bergurau.
"Boleh deh bang sekalian di bungkus aja untuk saya bawa pulang ke rumah"Jawab Binar.
"Sip,
sang penjual sate hanya menaikkan kedua jempolnya tanda setuju.
sore menjelang magrib sang penjual sate bak ketiban duren runtuh banyak sekali dapat pelanggan,
"Ini Non,satu porsi saya gratiskan.karena berkat Nona yang jadi pelanggan pertama saya sore ini makanya dagangan saya jadi laris manis"Ucap sang penjual sate gembira sekali.
"Oh,makasih banyak bang...!!!
Tapi nggak perlu di gratiskan juga kali Bang,nanti yang ada abang nya yang rugi."Tolak Binar.
"Nggak kok Non, itung-itung sambil jualan nyari pahala saya Juga Non..!!!ucap Sang penjual sate begitu ikhlas sekali.
"Ya..udah deh bang,beneran ikhlas nih yang satu porsinya??Binar kembali memastikan,
"Sangat ikhlas Non,sahut penjual sate.
Binar tersenyum mendengarnya,
orang hamil memang kadang di jadiin penglaris Bang..!!!Apalagi kalau jadi pembeli pertama,pasti di jamin dagangannya akan laris manis"Bisik Binar agak di pelankan agar pelanggan yang lain tidak sampai mendengarnya.
"Alhamdulilah Non,
"Oh yah..jadi Nona Hamil...???
"Pantes saja...!!!
"Pantas apa pak...???
"Pantas banyak makannya,Soalnya dua orang yang makan sih...!!!gurau abang penjual sate.
"Iya juga sih Bang,Habis sate abang juga enak banget.Besok kayaknya datang lagi deh ke sini"ujarnya sambil menenteng satu porsi Sate yang di gratiskan untuknya.
setelah sebelumnya membayar Dua porsi sate yang sempat dia habiskan di tempat itu.
Dia buru-buru memutar balik arah pengen pulang soalnya tak terasa sore sudah hampir menjelang magrib,penjual satenya juga kayaknya bentar lagi udah mau tutup karena satenya Tinggal dikit lagi, banyak yang datang membeli sore itu bahkan rata-rata pada nge-borong semua sampai beberapa porsi.
"Baru beberapa langkah dia berjalan,Tiba-tiba Sebuah mobil berhenti tepat di hadapannya.
"Perlahan Kaca mobilnya diturunkan,
"Binar...."Sapa orang yang berada di dalam mobil itu.
"Mbak Anin,
Binar melonjak kegirangan tatkala melihat Siapa yang ada di dalam mobil itu.
"kamu ngapain ada disini??tanya Anin saat turun menghampirinya.
"Oh...ini mbak, kebetulan aku habis makan sate di sana,satenya enak sekali lho mbak??Tunjuk nya ke penjual sate Yang ada di belakang mereka.
" Anin mengerutkan keningnya,
__ADS_1
"Kenapa kamu makan di pinggir jalan begini???Tanyanya penuh dengan keheranan.
"Lho memangnya kenapa mbak..???
"Satenya enak kok,lagian bersih juga tempatnya mbak,tuh liat buktinya banyak orang yang makan"Jawab Binar.
"Yah,bukan begitu maksudku..!!
"Jadi maksud mbak Anin apa??Binar merasa kebingungan sendiri.
"Ya..udah sambil ngobrol gimana kalau kita duduk aja di kafe terdekat sini,kebetulan aku liat di seberang sana ada sebuah kafe yang bagus"Ajak Anin.
"Binar tadinya mau menolak karena keburu ingin pulang ke rumah,tapi karena merasa tidak enak sama Anin akhirnya dia mengikuti permintaannya itu.
Setelah memarkirkan mobilnya ke tempat yang lebih aman,Anin mengajak Binar berjalan kaki ke Kafe seberang.
"Kamu kok bisa makan di penjual sate tadi sih??Anin kembali menanyainya tak percaya.
"Masak iya istri seorang Sultan Salim group makan di pinggir jalan yang ada malu-maluin kalau sampai ada yang mengenalinya"Pikir Anin dalam hati.
"Kebetulan saya tinggal dikawasan ini mbak tidak jauh kok dari sini..!!!
"Apa...???
Jadi kalian tinggal di kawasan elit ini..???Anin cukup kaget mendengarnya tapi kemudian jadi tersadar,
"Oh,aku lupa kamu sekarang kan istri seorang Sultan...!!!Ucapnya tanpa bisa mengontrol perkataannya lagi,membuat Binar sedikit merasa Kebingungan mendengarnya.
"Maksud mbak Anin???
"Bener Kan,kalau Kamu adalah istri tuan Hisam???tanyanya tanpa basa-basi lagi.
"Binar cukup terkejut mendengarnya,
Kenapa Anin bisa tau hal itu???
"Hei,kenapa malah diam aja di tanya??
Kenapa kamu nggak bilang dari awal kalau kamu sebenarnya adalah istri Mas Hisam??Anin Kembali meluncurkan pertanyaan yang membuatnya termangu tak bisa berkata-kata.
"Aku..!!!
"Kenapa kamu nggak jujur padaku waktu itu jika kamu adalah istri laki-laki yang sampai detik ini masih sangat aku cintai"Ucap Anin jujur mengakuinya, membuat Binar lagi-lagi hanya bisa terdiam.
"Maafkan aku,aku tidak bisa membohongi diriku aku sendiri untuk jujur mengakui bahwasanya aku belum bisa melupakan mas Hisam sampai saat ini dan Ntah sampai kapan???Anin terdengar kecewa dan sedih saat tau semua kebenarannya.
"kenapa kamu sembunyikan semua ini dari aku,padahal kamu sebenarnya tau semua soal hubungan aku dengan mas Hisam...???Tanyanya sekali lagi.
"Maafkan aku mbak,bukan maksud aku untuk menyembunyikan semua ini dari mbak Anin.aku hanya tidak mau saat itu mbak Anin tiba-tiba merasa kecewa saat tau aku dan mas Hisam sudah menikah padahal waktu itu aku sangat tau mbak Anin masih sangat mengharapkan Mas Hisam.."Binar berusaha berbicara dengan tenang meski dia sedang di landa panas dingin karena nggak pernah menyangka situasinya akan seperti sekarang ini.
"aku lebih kecewa lagi saat tau semua ini dari orang lain,padahal aku sudah menganggap kamu teman terbaik aku yang bisa aku tempati untuk berbagi suka dan duka,tapi ternyata...???
"Kamu seperti menipuku...!!!
"Jangan salahkan aku,jika karena ketidak jujuran kamu waktu itu membuat kamu mungkin sampai merasa sakit hati mendengar aku menceritakan semua kisah antara aku dengan mas Hisam selama ini.
"Tidak mbak,aku tidak pernah merasa sakit hati mendengar semuanya.karena memang aku sudah tau semua kisah antara kalian,hanya saja waktu itu aku yang belum siap mengatakan yang sebenarnya karena memang pernikahan kami hanya satu dua orang yang baru mengetahuinya.Jadi nggak adil rasanya kalau saya mengakuinya di depan mbak Anin sementara nggak ada bukti yang menguatkannya"Jawab Binar apa adanya berusaha bersikap tetap tenang meski hatinya mulai bergemuruh.
"Maksud kamu...???
jadi pernikahan kalian sebenarnya masih di rahasiakan??Kenapa?Apa itu kemauan mas Hisam...???
"Binar hanya mengangguk pelan,
"Apa alasan mas Hisam melakukan itu semua??
"Ntahlah mbak,aku juga nggak mengerti..!!!
"mungkinkah karena mas Hisam ingin merahasiakan semuanya dari dunia atau malah hanya ingin seseorang tidak mengetahui hal itu,yang aku yakin orang itu adalah mbak Anin sendiri..!!!Batin Binar.
"Mungkin mas Hisam masih menunggu waktu yang tepat mbak"Akhirnya Binar punya alasan untuk menjawab pertanyaan Anin tadi.
'Anin hanya bisa menghela napas yang panjang,meski merasa sangat kecewa dan belum bisa menerima kenyataan itu tapi dia berusaha bersikap sewajarnya,biar bagaimanapun Binar tidak tau apa-apa soal masa lalunya dengan Hisam.
meski harapannya kini perlahan mulai sirna tapi satu yang menjadi keinginannya sampai detik ini hanya ingin mendapat maaf dari laki-laki itu dan dia tidak akan pernah berhenti mengejar maafnya sampai dia mendapatkannya dan dia berharap Binar bisa membantunya untuk melakukan itu semua.
"Senja telah berganti magrib,
Hisam yang baru saja terbangun karena kelelahan seharian bekerja dikantor belum juga menyadari bahwa Sang istri belum pulang ke rumah sampai saat itu,
Setelah mandi dan berpakaian,dia melangkah turun ke bawah,Niatnya ingin melihat keadaan Binar karena tadi tak sempat menemuinya sebelum akhirnya dia tertidur beberapa jam lamanya.
"Hisam mendapati Bik Ranti yang sedang mondar-mandir di depan pintu utama dengan raut wajah cemas.
"Lho ada apa ini bik???
kok kerjanya mondar-mandir begitu???tegurnya sambil mencari keberadaan Binar.
Eh Tuan muda sudah bangun,
"Maaf Tuan,
__ADS_1
Bik Ranti terdengar terbata-bata,
"Ada apa Bik???
"Anu Tuan,
"Eh,Nona Belum pulang sampai sekarang Tuan"Jawabnya tertahan sambil menunduk tak berani mendongak apalagi menatap wajah Tuan Mudanya saat itu.
"Apa....???
"Memangnya dia kemana....???
"Tadi kan waktu aku tinggal dia sudah masuk ke kamarnya??kenapa bibik malah bilang dia belum pulang??memang dia pergi kemana sih???tanyanya dengan cukup kaget.
"Maaf Tuan,tadi Nona Binar pamitnya mau keluar makan sate di pangkalan depan dan Bibik sudah datang ke sana mencarinya tapi penjual satenya sudah bubar tuan malah sepi nggak ada siapa-siapa lagi"Jawab Bik Ranti sedikit ragu,
"Apa....???
"Kenapa kamu nggak bilang dari tadi sih bik...???
"Kenapa nggak bangunin aku???
Tanyanya dengan sorot mata tajam
"Bibik sudah coba Tadi Tuan,tapi Tuan mudanya yang tidak menyahut sama sekali,bibik juga sebenarnya takut mengganggu tidur Tuan muda"Bik Ranti berusaha memberi penjelasan.
"Kalau sampai terjadi sesuatu pada dia, siapa yang mau tanggung jawab Bik,
"Apa bibik tau,dia lagi Hamil muda...!!
kalau dia kenapa-kenapa di luar sana Bagaimana???Akhirnya tanpa sadar Hisam mengatakan soal kehamilan Binar.
"Apa...???,jadi Nona sedang hamil tuan...??
"Alhamdulilah,ya allah..!!!
"Duh...Gustiiii....!!!
"Hisam langsung mengambil langkah seribu naik ke kamarnya,Lalu tidak lama kemudian kembali dengan memakai jaket lalu tanpa mengucapkan sepatah kata dia pergi dengan terburu-buru.
Bik Ranti bisa mendengar dengan jelas bunyi deru mobil yang di lajukan bak kilatan petir.
"Ya..allah lindungi Nona Binar dimana pun dia berada,semoga Tuan muda bisa cepat menemukannya,apalagi sekarang dia dalam keadaan hamil,semoga tidak terjadi apa-apa dengan dirinya"Bik Ranti memanjatkan Doa dengan mata berkaca-kaca karena tak pernah menyangka Binar tengah Hamil seperti dugaannya selama ini.
"Kamu kemana sih???pergi kok nggak bilang-bilang,apa susahnya sih pesan makanan lewat online tanpa harus keluar rumah seperti ini,dia pikir kalau terjadi sesuatu padanya aku bisa terima hal itu..!!!Hisam sepanjang jalan terus ngedumel dengan perasaan kesal bercampur sangat khawatir
"Pergi juga nggak bawa Hape,sengaja mau bikin orang panik...!!!Kesalnya bersungut-sungut karena nomor Binar yang diam-diam dia save di hapenya pun tidak bisa tersambung malah diluar area sehingga dia tidak bisa melacak keberadaannya sekarang ada dimana??
"Hallo...kalian lagi dimana sekarang???
"Apa saja kerja kalian hari ini?semuanya nggak ada yang becus..!!!teriaknya penuh emosi memaki seseorang yang sedang dia telpon.
"Aku suruh kalian mengawasinya 24 jam tapi kenapa dia bisa hilang dari pengawasan kalian...???
"Cepat cari,jangan pernah berpikir untuk pulang sebelum kalian menemukannya"Makinya sambil membanting hapenya di jok mobil.
"Sial.....!!!!
"Kemana lagi aku harus mencarinya...???
"Benar kata bik Ranti penjual Sate di depan pangkalan ini sudah tutup,nggak ada siapa-siapa lagi di sini???jadi kemana Dia pergi???tanyanya ke dirinya sendiri sambil menengok ke sana kemari memastikan keberadaan Binar ada di mana...???Hisam jadi kebingungan mau mencari kemana,Dia terlihat sangat cemas.
sementara itu Binar masih saja terus mengobrol dengan santainya,tidak menyadari sedikit pun jika semua orang sudah mulai panik mencarinya.
"Aku mohon Nar,Kamu bisa bantu aku kan...???
"Buat mas Hisam untuk menerima maafku,aku hanya ingin menjelaskan semuanya agar tidak ada lagi rasa penghianatan diantara kami,aku ingin mas Hisam bisa mengetahui kebenarannya dan setidaknya kami bisa berteman lagi dengan baik,karena tidak bisa saya pungkiri hal itu, tidak ingin kehilangan lagi orang seperti dirinya,kamu tau kan sejak kecil kami sudah tumbuh bersama,hanya karena sebuah kesalahan kecil akhirnya kami terpisahkan oleh takdir"Anin begitu berharap penuh padanya dia memohon sambil menggenggam erat tangan nya.
"Aku nggak bisa janji mbak,tapi aku pasti akan usahakan"
"Baiklah,Aku berharap kamu bisa mengerti dan suatu saat tidak akan pernah membatasi hubungan kami berdua"Pinta Anin lagi dan Ntah kenapa permintaan itu terdengar begitu menyakitkan di hati Binar tapi dia tetap berusaha bersikap lebih tenang seolah-olah tidak pernah terjadi apa-apa dengan dirinya dan Hisam.
"Dia hanya bisa mengelus perutnya,tanpa berucap sepatah kata lagi.
"Kamu tenang yah Nak,Dalam hubungan darah Dia akan tetap menjadi ayahmu tapi kita tidak bisa memiliki dia sepenuhnya karena seperti yang kamu tau dia memang tidak pernah menginginkan ibu,kenalin Nak... ini tante Anin, wanita yang sangat di cintai oleh Ayahmu"Batinnya sambil terus mengelus perutnya.
"Tiba-tiba Hisam muncul di hadapan mereka,sontak mengagetkan keduanya.
"Mas Hisam...!!!Binar begitu kaget melihat sorot matanya yang tajam dengan ekspresi yang sulit di terjemahkan.
"Mas Hisam Apa kabar...???Sapa Anin sumringah sambil berdiri mengulurkan tangan ingin menyalaminya tapi tangan itu langsung di tepis olehnya malah langsung menarik tangan Binar tanpa berucap sepatah kata.
"Ayo,sekarang kita pulang...???Ajaknya tanpa basa-basi lagi.
"Iya tapi tunggu dulu mas,tepis Binar saat Hisam akan menarik tangannya pergi.
"Mbak,Aku pamit yah...!!!
"Lain kali kita ketemu lagi"Ucap Binar merasa nggak enak apalagi melihat Sikap cuek Hisam padanya.
"Anin hanya bisa mengangguk sambil mencari sorot mata yang sangat di rindukannya selama ini namun sorot mata itu malah tak mau menatapnya sedikit pun bahkan terang-terangan menunjukkan ketidak peduliannya.
__ADS_1
"Binar hanya bisa mengekor dari belakang saat Hisam dengan secara paksa menariknya pergi dari tempat itu.
*************$$$$$$$$$$$$$$************