Cinta Dalam Perjanjian

Cinta Dalam Perjanjian
Tamu istimewah..part 1


__ADS_3

"Siang itu kesibukan tampak di Salim group, parkiran yang begitu luas dan besar penuh sesak dengan mobil,mulai dari model yang biasa sampai mobil termewah kelas dunia tapi yang mendominasi tetaplah mobil pemilik Salim group itu sendiri,karena sampai sekarang mobil mewahnya belum ada yang bisa menyainginya.


"Tapi Ada sedikit yang aneh dan ganjal yang terjadi diparkiran hari itu,karena diantara mobil-mobil mewah yang berjejer itu,tampak sebuah motor matic terparkir cukup pedenya mencoba mensejajarkan deretan mobil-mobil mewah lainnya.


"Ntah,pemiliknya yang nggak punya urat malu atau bagaimana??? yang jelas pemandangan yang terjadi siang itu benar-benar membuat orang akan merasa heran sendiri dan mungkin saja pada bertanya-tanya,siapa pemilik motor matic itu...???yang jelasnya dia ada di dalam, di antara deretan pejabat dan petinggi perusahaan yang sedang menghadiri sebuah rapat yang digelar hari itu oleh Salim group.


"Tampak Binar sedang duduk di tengah-tengah petinggi perusahaan lainnya,hari itu dia sedang mengikuti rapat yang sangat penting,untuk menindak lanjuti kerja sama kantor tempatnya bekerja dengan perusahaan ternama Salim group.


"Tampak Hisam sudah duduk dengan wibawanya,sambil mempersilahkan semua para tamunya untuk duduk kembali.


"Hari itu,dia tampak gagah dan sangat tampan sekali dengan setelan jasnya yang sangat elegan dan berwibawa.


"Dari sekian peserta rapat yang di undang dari berbagai elemen,diantaranya hadir beberapa Wanita dan salah satunya adalah Binar sendiri.


"Para wanita-wanita itu sempat dibuat terhipnotis melihat ketampanan presdir Salim group yang semakin hari semakin luar biasa pesonanya itu,bahkan tanpa sadar ada di antara mereka yang terpekik memuja sekaligus berteriak histeris dan heboh sendiri saking kagumnya pada laki-laki yang ada dihadapan mereka kini, tak terkecuali Binar,dia bahkan sempat pangling siang itu melihat penampilan Hisam yang lebih cool dari biasanya.


"Gara-gara,terburu-buru tadi pagi,jadinya???aku tak sempat melihat wajah tampan ini...???ujarnya dalam hati sambil mencuri pandang menatap Hisam yang begitu acuh padanya.


"Ah...apa sih,yang aku pikirkan barusan..."Mencoba untuk menepis yang ada dipikirannya saat itu namun nyatanya perasaannya semakin tak menentu apalagi saat mendengar para wanita yang duduk di dekatnya pada berbisik memuja ketampanan suaminya itu.


..............


"Acara Rapat berjalan dengan lancar,meski hari itu tak ada acara persentasi lagi,tapi hanya berinteraksi saja sesama perusahaan, dan pada akhirnya acara penutup,yaitu makan siang bersama di lobi kantor.


"Binar berpikir akan lansung pulang saja,dan nggak akan ikut makan siang bersama mereka.


"Dia membiarkan semua orang,meninggalkan ruang rapat duluan, sengaja dia memperlambat membereskan berkas-berkasnya sendiri karena tidak ingin ikut makan siang dengan mereka,yang siang itu dia rasa seperti orang asing,nggak ada teman ngobrol,karena undangan rapatnya memang hanya satu orang saja tiap perusahaan.


"Tengah asiknya,dia membenahi berkas-berkasnya tiba-tiba seseorang datang menghampirinya,


"eh, Tuan Leo...ucapnya setengah kaget sambil menengok menatap ke arah Leo.


"Maaf,jika membuat Nona kaget...sapa Leo dengan sopan sambil menunduk hormat.


"Nggak,apa apa kok,


Binar hanya tersenyum lebar.


"Apa semuanya sudah selesai..NonA..???


tanyanya sambil melihat Binar sudah memasukkan semua berkas-berkasnya kembali ke dalam tasnya.


"Iya...Sudah,


"Kalau begitu,mari silahkan ikut saya..Nona,


kita akan makan siang bareng,dilobi kantor kata Leo memberitahu.


"Tapi Tuan,saya harus segera balik ke kantor,masih banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan hari ini" jawab Binar Sengaja menolak dengan halus.


"Tapi, ini..salah satu daftar wajib yang harus dilakukan sebelum pergi meninggalkan kantor ini...Nona...!!!

__ADS_1


"Dan siapa pun tidak diperkenankan meninggalkan kantor ini sebelum mengisi perut terlebih dahulu"kata Leo memberi penjelasan.


"Apa Itu juga termasuk peraturan Tuan presdir Kantor ini??tanya Binar tak percaya.


"Leo,hanya mengangguk.


"Dasar Tuan bawel yang sangat sombong dan semaunya..."ucapnya lirih,sambil berdiri dari kursinya membuat Leo hanya bisa menahan senyum mendengarnya.


"Mau nggak mau,akhirnya Binar mengikuti Leo dari belakang.


Sementara itu,Hisam yang sudah duduk di meja khusus tampak mengarahkan pandangannya ke segala penjuru,matanya tampak mengawasi setiap orang yang lewat meski dari tadi banyak orang yang mau menyapanya bahkan para wanita mulai tebar pesona padanya tapi semua itu nggak ada yang membuatnya tertarik,Ntah Siapa yang sedang ditungguinya,dia pun belum menyentuh makan siangnya,padahal dia sudah mempersilahkan para tamu undangannya untuk memulai makan siangnya masing-masing.


"Dia meraih Hp dari saku celananya...


lalu terlihat,dia menelpon seseorang.


"Leo baru saja keluar dari dalam lift bersama Binar.


tiba-tiba Hpnya berdering cukup keras..


"Dengan cepat dia mengusap layar hpnya ketika melihat sipemanggil.


"Hallo...Tuan,jawabnya spontan.


"Hallo...


kamu dimana sekarang...???tanya suara diseberang sana.


sebentar lagi kami nyampai Lobi,Jawab Leo memberitahu.


Dan tanpa ada sahutan lagi,telpon lansung terputus begitu saja.


"Maaf...Nona,Tuan Hisam sepertinya sudah menunggu kita ucap Leo.


"Apa...???


"Mari,silahkan Nona..ucap Leo sambil memberi jalan pada Binar agar segera berjalan mendahuluinya ke depan.karena dia tau Tuan Hisam sudah menunggu mereka,sekalipun tak diucapkan oleh presdirnya tadi tapi dia tau apa maksud telponnya itu????


"Binar agak ragu melangkah ke lobi kantor,tempat yang sudah disulap sebagai restoran dadakan,untuk menjamu para tamu undangan.Dia terlihat kikuk apalagi sudah terlihat ramai,bahkan seperti sudah tak ada lagi kursi dan meja yang masih tersisa dan kosong untuknya.


"Dia berbalik menatap Leo sebentar,dan kembali mengarahkan pandangannya ke segala arah,memastikan kalau kalau masih ada satu kursi yang kosong untuk dirinya,terlihat semua orang sudah menikmati hidangan siang mereka masing-masing.


"kita kesana...Nona,meja Nona ada disana kata Leo menunjuk ke arah meja khusus dekat dengan meja Hisam tengah berada, karena dia tau apa maksud dari tatapan Binar tadi kepadanya sekali pun tanpa penjelasan.


"Mari..Nona,ajak Leo mempersilahkan Binar untuk menuju meja yang sudah disiapkan untuk dirinya,Meja yang selurus dengan meja Hisam.


"Hisam,hanya berbalik menatapnya sebentar lalu kembali lagi fokus berbicara dengan klien yang lagi duduk bersamanya saat itu.


"Sis...tolong,siapkan makan Siang untuk Nona Binar yah...!!!perintah Leo pada Siska sang sekertaris.


"Tapi Tuan,ini..kan meja terkhusus,hanya buat tamu-tamu penting Tuan Hisam jawab Siska sambil menatap Binar penuh selidik.

__ADS_1


"Jaga ucapan kamu..yah,Sis...!!!


"Kamu tau...???Nona Binar ini,adalah salah satu tamu penting Tuan Hisam, jadi jangan buat saya untuk memberi perintah untuk kedua kalinya ucap Leo,kembali memberi perintah dengan tegas.


"Oh..Baik tuan, mohon maaf atas kelancangan saya tadi, kata Siska" lalu tanpa menunggu aba aba lagi dia lansung menuju ke ruang koki untuk memesan makanan untuk Satu orang lagi.


"Mohon maaf,atas ketidak nyamanan ini..Nona,


"Mari,silahkan duduk...ucap Leo sembari menarik kursi dan mempersilahkan Binar untuk Duduk.


"Jangan berlebihan begitu Tuan Leo,santai aja.


"Aku nggak apa-apa kok,duduk dimana pun Boleh saja"jawab Binar apa adanya.


"Jangan..Nona,"Nona Binar,disini saja.


"Ini memang meja khusus buat Nona.


"Sengaja dipesan oleh Tuan Hisam..jawab Leo memberitahu.


"Apa...???


"Si Tuan bawel itu yang pesan buat aku...???


"nggak..deh,kayaknya Si Tuan Leo ini..ngarang...???ujarnya dalam hati sambil menatap ke arah Hisam yang seperti tak peduli akan hadirnya di situ,dia malah sibuk berbincang dengan para kliennya.


"Tidak lama kemudian Siska kembali,ke meja Binar di ikuti oleh Seorang pelayan yang mengantar makanan.


"Sis,silahkan...kamu duduk disini,temani nona Binar yah"ucap Leo kembali memberi perintah, membuat Siska semakin kebingungan saja,dan hanya bisa mengiyakan semua perintahnya itu.


"Baik...Tuan,jawabnya dengan hormat lalu menarik kursi dan duduk di dekat Binar.


"Se- istimewah itukah,wanita yang ada dihadapanku ini???


"Kenapa Tuan Leo..memberi perintah begitu tegas sekali...???padahal kan,kalau dilihat-lihat,wanita ini... hanya karyawan biasa saja...???jerit batin Siska sambil terus mengamati Binar dari ujung rambut sampai ke bawah.


"Apa,jangan-jangan ini...???


"Ah,nggak mungkin...!!!!


"Selera Tuan Hisam nggak mungkin seperti ini,nggak selevel??jerit batin Siska kembali,sambil terus mencari keistimewaan yang ada pada diri Binar.


"Kenapa,cuman diam saja..


"Ayo,kita makan ajak Binar ketika melihat Siska hanya diam saja sambil menatapnya sedari tadi.


"Oh..iya,mari silahkan..sahutnya gelagapan dan salah tingkah sendiri.


"Aku,lebih cantik kok dari dia...???jerit batin Siska bangga dan kembali menatap Binar dengan perasaan tidak senang karena melihat dia diperlakukan begitu istimewahnya oleh tuan Leo, perintah Leo secara tidak lansung adalah perintah Tuan Hisam,jadi apapun yang menjadi keputusan Leo tidak bisa di bantah atau diganggu gugat lagi karena itu sama saja membantah perintah presdir Salim Group, karena Leo adalah orang terpercaya di Salim group ini,dia adalah asisten pribadi Tuan Hisam.


***************

__ADS_1


__ADS_2