
Binar masih sangat emosional,dia terlihat depresi dan mudah marah,Hisam berusaha sabar dalam menghadapinya,
"Kamu nggak boleh terus terbawa kesedihan yang berlarut,dan tolong berhenti menyalahkan diri kamu sendiri seperti ini??"
"Kehilangan sesuatu yang kita cintai di dunia ini,mungkin adalah wujud tuhan untuk mengajarkan arti ikhlas kita yang sesungguhnya,Ucap Hisam sambil berusaha menguatkannya dalam bentuk pelukan namun Binar kembali menepisnya.
"Mas Hisam nggak pernah bisa mengerti bagaimana rasanya kehilangan,itu benar-benar membuatku hancur,
"Awalnya iya hadir dan membuatku sangat bahagia, aku bisa merasakan kehadirannya hidup dan tumbuh di dalam perutku,tapi sekarang seolah mengubur habis mimpi dan harapanku,dan kehilangannya benar-benar memutuskan kebahagian dalam diriku,sekejap tapi mampu membuatku hampir mati,hatiku, ragaku serasa hampa dan kosong tiba-tiba kehilangan isinya,rasanya terlalu sebentar dia berada di sini,Padahal aku ingin melihatnya tumbuh,mendengar tangisannya,bahkan menggendong dan memeluknya,"Ujar Binar merasa sangat sedih dan terpukul,
"Siapa bilang aku tidak sedih dan merasa kehilangan,aku juga ngerasain seperti yang kamu rasakan saat ini,bahkan andai bisa aku menukar nyawaku,maka aku akan rela menukarnya asal dia bisa hidup dan tetap bersama kamu saat ini,Maafkan aku seharusnya aku bisa mencegah hal ini terjadi"Ujar Hisam dengan mata berkaca-kaca,
Binar hanya terdiam mendengarnya,ucapan suaminya tak berarti apa-apa untuknya, bahkan kini Tatapannya kembali kosong memandang keluar jendela,Tarikan napasnya begitu berat sekali,
"Mas Hisam sebaiknya pulang sekarang...???
Ucapnya secara tiba-tiba,
"Aku akan pulang jika kamu mau ikut pulang bersamaku,"Jawabnya.
""Untuk apa lagi aku pulang ke sana mas,nggak ada lagi yang tersisa untuk aku pertahankan,sesuatu yang menguatkan ikatan kita sudah nggak ada lagi sekarang, dan aku yakin perlahan ikatan itu akan mengendur dan lepas dengan sendirinya,Jadi mas Hisam nggak perlu lagi pura-pura baik sama aku,"Ujar Binar dengan nada kecewa.
"Apa maksud kamu...???kenapa kamu ngomong seperti itu...???Ucap Hisam penuh tanya.
"Karena aku tau mas Hisam hanya peduli dengan anak yang aku kandung,bukan padaku...???Tapi aku sangat berterima kasih selalu memberikan yang terbaik untuk membahagiakanku,terima kasih untuk hari-hari yang penuh cinta saat dia masih ada di sini mas,"Binar Refleks meraba perutnya.
"Dia sumber kekuatanku untuk terus melangkah,namun kini dia telah tiada jadi rasanya kakiku tak kuat lagi untuk menentukan kemana arah dan tujuan hidupku selanjutnya,
"Tapi Mas Hisam harus tetap melanjutkan hidup"ucapnya lirih,
"Bagaimana mungkin kamu bisa punya pikiran seperti itu??bagaimana aku bisa melanjutkan hidupku tanpa kamu...???Hisam menatapnya begitu dalam,
"Heh...."Binar tersenyum sinis mendengarnya,
__ADS_1
"Selama satu tahun ini kita memang hidup se-atap,tapi tidak pernah bisa sehati...!!!
"Aku tau mas,sejak perpisahan itu hidupmu lebih redup tak ada semangat hidup,maka kembalilah pada mbak Anin agar hatimu kembali terang,aku tau mas sulit bagi kamu melupakannya dalam pikiran kamu,apalagi menghapus namanya di hati kamu,
"Kenapa kamu tiba-tiba membahas sesuatu yang tidak ada sangkut pautnya,"Sela Hisam begitu kaget mendengar tuturnya.
"Karena sekarang sudah tidak ada lagi penghalang untuk tidak kembali pada dia yang kau cinta mas,Anak yang mengikat kita sudah nggak ada,apalagi sekarang kamu sudah tau semuanya bukan???Mbak Anin tidak pernah menghianati kamu mas,tapi dia hanya di jebak,dan selama ini kamu tau dia sudah berusaha menjelaskan semuanya demi mendapatkan maaf dari kamu,dan aku tau dia masih sangat mencintaimu,begitu pun sebaliknya dengan mas Hisam,jadi kembalilah padanya mas,maafkan segala bentuk kesalahannya"Ucap Binar begitu tegarnya,tak sedikit pun dia menoleh atau melirik ekspresi wajah suaminya saat itu,Wajah tampan itu tiba-tiba berubah muram,
"Meski kalian sudah lama terpisah,tapi akan selalu ada kenangan tentang kisah yang indah,Mas Hisam munafik jika tak mengakui mbak Anin masih ada di dalam hati kamu,"
"Stop...!!!
"Hentikan....!!!
"Bisa nggak sih kita nggak bahas soal dia lagi..???
"Kenapa orang lain yang harus jadi pembahasan kita??Sekalipun kamu tidak memberikan aku pilihan,aku tetap akan memilihmu,aku hanya ingin kita memulai hubungan kita ini dengan lembaran baru yang lebih baik,karena Setiap orang berhak mendapatkan kesempatan kedua di dunia ini,dan pada dasarnya itu yang ku minta darimu untuk memperbaiki hubungan kita selama ini"pinta Hisam begitu tulus sambil mengenggam lembut tangannya.
"Aku tau kita berdua mungkin bisa melanjutkan hubungan kita,dan kita berdua mungkin bisa baik-baik saja,tapi aku sudah melihat seperti apa perjuangan mbak Anin untuk mendapatkan maaf dan cinta kamu kembali mas,jadi aku mohon kembalilah padanya,maafkan dia...!!!"Ucapnya dengan sorot mata sedih.
"Heh....???
"Jangan membuat aku bingung seperti ini"Ujar Hisam dengan nada kecewa.
"Aku mau mas Hisam memaafkan mbak Anin dan kembali padanya..!!!Ucapnya tanpa basa basi,
"Apa...???
"Itu tidak mungkin...!!!
"Kenapa tidak mungkin mas...???
"Karena aku mencintai kamu...!!!
__ADS_1
"Heh......!!!
"Binar tertawa sinis mendengar ucapan suaminya barusan,
"Aku tau mas Hisam hanya sekedar kasihan aja padaku kan...???
"Nggak perlu mengasihani aku seperti ini mas,aku tau mas Hisam tidak akan pernah bisa mencintai aku..."Ujarnya sedih karena merasa di kasihani, Sambil menghela napas yang berat.
"Kamu mau bukti apa dariku...???
"Dulu memang aku belum mencintai kamu, tapi aku nggak tau pasti kapan perasaan ini mulai tumbuh dan bersemi di hati aku..???
"Binar istriku,dirimu adalah masa kini ku dan semua hari esokku,percayalah aku mencintai kamu setulus hati"Bisik Hisam di telinganya sambil memeluknya dari belakang.
"Perlahan air mata Binar jatuh menetes di pipinya,ucapan suaminya barusan sungguh sangat tulus,tapi ntah kenapa tidak membuat hatinya tersentuh atau lantas percaya,mungkin karena hatinya masih diselimuti duka yang begitu mendalam, sehingga tidak bisa mencairkan suasana hatinya saat itu.
"Aku butuh waktu untuk mempercayai itu mas,"Ucapnya dingin.
"Aku nggak akan memaksa kamu untuk percaya,mungkin aku yang terlambat jujur mengakui perasaanku selama ini atau timenya mungkin yang belum tepat,tapi aku hanya ingin kamu tau perasaanku yang sebenarnya ke kamu seperti apa...???Ntah bagaimana perasaan kamu sendiri padaku??sekalipun mungkin kamu membenciku,tapi aku nggak peduli dengan itu,aku hanya ingin kamu tau bahwa aku nggak mau kehilangan kamu"Ucap Hisam semakin mempererat pelukannya,meski kali ini Binar tak menepisnya tapi dia pun tak membalas pelukan suaminya,dia hanya terdiam.
"Antara dia harus menangis atau bahagia mendengar itu semua,
"Aku takkan mampu membencimu mas,karena jujur rasa sayang ini lebih dari apa pun,
"Kenapa tidak dari dulu kamu mengatakan ini mas,saat anak kita masih ada,sehingga dia bisa ikut ngerasa bahagia mendengar Ayahnya ternyata mencintai ibunya...."Batinnya sambil menitikkan air mata untuk yang kesekian kalinya.
Sementara itu,Amanda yang sedari tadi mendengar pembicaraan mereka hanya ikut meneteskan air mata,tak berani mengusik keduanya,dia baru saja tiba di Jogja pagi itu,rencananya dia ingin membuat kejutan buat sahabatnya itu,demi menebus rasa bersalahnya kemarin yang membiarkannya pulang sendirian ke Jogja,Niatnya tadi ingin mengejutkan sahabatnya itu dengan mengendap-endap masuk ke dalam dan kebetulan pintu rumah yang tak di kunci sangat mendukung rencananya saat itu,namun sial baginya baru beberapa langkah dia berjalan dia malah memergoki Sang idola sedang memeluk istrinya dengan penuh cinta, sontak membuatnya mundur beberapa langkah dan memilih untuk bersembunyi di balik tembok,dia nggak bermaksud untuk menguping tapi jiwa kepo yang meronta-ronta memaksanya bertahan berdiri di pojokan,Dan pada akhirnya dia ikut larut dalam kesedihan dan ikut menangis,menangis karena terharu dan baper mendengar penuturan sang Idola,bukan karena dia cemburu yah...???Ralat tuh kata cemburu...!!!Tapi dia bahagia karena cinta Binar tak bertepuk sebelah tangan.
************$$$$$$$$$$$$*************
Hai hai,kesayanganku semua,maaf maaf baru bisa update lagi,ππππbeberapa hari ini aku sempetin revisi dulu beberapa bab di awal ,soalnya baru sadar banyak kesalahan dalam penulisan,tanda baca,huruf kapital,dll,jadi bisa di baca ulang sambil nunggu endingnyaπkali aja masih ada yang harus di perbaiki,yuuukkk kasi masukan atau kritikan sama Author yah,biar bisa terus belajar.ππππ
"Author berusaha memperbaiki sedikit demi sedikit,berharap suatu saat nanti bisa jadi penulis profesional,π₯°aamiin..aamiin...aamiin.."
__ADS_1
"Salam sayang selalu dari Author yahπππππππππππππππππππ